cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN PADA ANAK A. DENGAN GASTROENTRITIS DI RUANG BOUGENVILLE 3 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUS U Syuibah; Ambarwati Ambarwati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.8

Abstract

Diare bisa mengakibatkan terjadinya penurunan kebutuhan cairan dikarenakan ketika saraf dalam devisi sakrum dan mensarafi separuh distal usus besar, saraf parasimpatis mengeluarkan asetilkolin dan merangsang pelepasan muatan plexus mesentrikus. Hal ini akan mempercepat peristaltik (Hiperperistaltik) dan percampuran makanan sehingga timbul diare.Penanganan yang tepat dalam mengatur keseimbangan cairan pasien salah satunya adalah memantau IWL (insensible water loss), intake dan output pada pasien setiap hari, selain itu mengukur dan memantau masukan dan haluaran cairan setiap harinya. Dengan tujuan memantau keseimbangan cairan antara yang masuk dengan yang keluar. Akibat kehilangan cairan yang berlebih tubuh anak mengalami kekurangan cairan, dan jika dibiarkan hal ini dapat mengakibatkan terjadi syok hipovolemik, syok hipovolemik merupakan kondisi dimana sistem kardiovaskuler gagal melakukan perfusi ke jaringan dengan adekuat,akibatnya jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian.
PENATALAKSANAAN INTOLERANSI AKTIVITAS DENGAN RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF PADA PASIEN POST PARTUM SPONTAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DI RUANG BOUGENVILLE I RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUS D P WIRANATA; E pujiati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.9

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk penatalaksanaan intoleransi aktivitas dengan range of motion (ROM) aktif untuk mencegah terjadinya kekakuan pada otot-otot panggul dan abdomen pada pasien dengan post partum spontan pre eklamsi berat (PEB) di ruang bougenville I RSUD Kudus. Penelitian dilaksanakan melalui observasi mendalam dengan analisa deskriptif. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas pasien sudah tampak berjalan pada hari kedua walau dibantu oleh keluarga. Setelah dilakukan latihan ROM aktif dapat meningkatkan massa otot, tonus otot dan kekuatan otot serta memperbaiki fungsi jantung akibat tirah baring.
PERAWATAN LUKA POST ORIF (OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION) DENGAN NACL 0,9% PADA PASIEN FRAKTUR TYBIA DI RUMAH NY.D DI DESA JETIS KAPUAN KUDUS E Nurlaily; S Yusra
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.10

Abstract

Berdasarkan pengelolaan yang dilakukan pada pasien Ny D, penulis menyimpulkan bahwa Hasil perawatan luka post ORIF selama 10 hari perawatan menggunakan kompres NaCl 0,9% pada Ny.D di jetis kapuan mengalami perbaikan. Didapatkan kondisi luka bersih, tidak muncul tanda-tanda infeksi. NaCl 0,9% direkomendasikan untuk membersihkan luka, walaupun setelah perawatan dengan kompres NaCl ternyata berhasil, Keberhasilan perawatan luka pada Ny.D ini didukung oleh status nutrisi dan vaskularisasi luka yang baik serta penyembuhan luka secara intensi primer dimana proses perbaikan jaringan luka hanya sedikit, berfokus pada penyatuan kedua tepi luka saling berdekatan dan berhadapan. Proses penyembuhan luka ini akan lebih baik apabila menggunakan perawatan dengan konsep mempertahankan kelembaban luka, akan lebih baik jika perawatan luka menggunakan Tulle gras yang dapat melembabkan kondisi luka sehingga terjadi peningkatakan angiogenesis (pembentukan jaringan baru).
PEMBERIAN NEBULIZER DENGAN VENTOLIN DAN BISOLVON DALAM MENGATASI SESAK NAFAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK) DI RUANG MELATI II RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUS Z Ulya; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.6

Abstract

Berdasarkan pengelolaan yang dilakukan pada pasien Tn. M, penulis menyimpulkan bahwa ada beberapa penatalaksanaan untuk Untuk mengatasi sesak nafas dilakukan pemberian Terapy nebulizer cukup efektif diberikan pada pasien dengan PPOK tetapi terapy nebulizer tersebut hanya bekerja sementara dikarenakan cara kerjanyayakni mengencerkan dahak pada saluran pernafasan sehingga hal ini tidak mengakibatkan terjadinya obstruksi dan sumbatan pada jalan nafas. Pemberian terapy nebulizer diantaranya dengan ventolin dan bisolvon yang berfungsi untuk melonggarkan saluran nafas, dan mengencerkan dahak .Tetapi jika masih ada peradangan pada parincim paru yang ada pada pasien terapy nebulizer tidak efektif.
PEMBERIAN STRATEGI PELAKSANAAN PADA KLIEN GANGGUAN JIWA DENGAN PERILAKU KEKERASAN DI RUANG CITRO ANGGODO RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG C. R Dewi Soekarno; I N Pramudaningsih
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.7

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Hal ini terjadi karena klien tidak mampu mengungkapkan perasaan kesal atau marah yang konstruktif. Untuk mengurangi resiko masalah yang terjadi pada kasus perilaku kekerasan dapat dilakukan tindakan keperawatan dengan Strategi Pelaksanaan 1(SP1P) yaitu bina hubungan saling percaya dengan klien, setelah itu melatih cara untuk mencegah perilaku kekerasan dengan cara fisik I ’’tarik nafas dalam’’ karena dengan melakukan tarik nafas dalam merupakan latihan relaksasi progresif meliputi kombinasi latihan pernafasan yang terkontrol dan rangkaian kontraksi dan relaksasi kelompok otot, efek relaksasi antara lain terjadinya ketegangan ekspresi, hal inilah yang dapat menurunkan amarahnya. Setelah itu cara mengotrol marah dengan cara yang kedua yaitu melatih pasien ‘’pukul bantal’’ bertujuan untuk meluapkan perasaan marahnya dengan mengalihkan objek pada sebuah benda atau dalam hal ini bantal, pukul bantal bertujuan mengalihkan apa yang klien rasakan dengan perumpamaan, hal ini supaya tidak terjadi adanya resiko mencederai pada diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5