cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
Analisis Usaha Pemanfaatan Kulit Daging Buah Kopi Fermentasi dengan Mikroorganisme Lokal dalam Pakan Kerbau Murrah Jantan (Bubalus bubalis) Lepas Sapih Emmy Kejora
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.868 KB)

Abstract

ABSTRAK EMMY KEJORA, 2013. “Analisis Usaha Pemanfaatan Kulit Daging Buah Kopi Fermentasi dengan Mikroorganisme Lokal Dalam Pakan Kerbau Murrah Jantan (Bubalus bubalis) Lepas Sapih”. Dibimbing oleh ISKANDAR SEMBIRING dan NURZAINAH GINTING. Kulit daging buah kopi fermentasi dengan mikroorganisme lokal mempunyai kandungan nutrisi yang baik, harganya relatif murah, dapat meningkatkan efisiensi biaya pakan dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan. Penelitian dilaksanakan di Balai Pembibitan Ternak Unggul Babi dan Kerbau di Desa Silangit Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang  dilaksanakan pada tanggal  2 April 2012 sampai dengan 31 Agustus 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai usaha dari pemanfaatan kulit daging buah kopi fermentasi dengan mikroorganisme lokal dalam pakan kerbau murrah jantan (Bubalus bubalis) lepas sapih. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 (20% kulit daging buah kopi tanpa fermentasi), P1 (10% kulit daging buah kopi fermentasi), P2 (20% kulit daging buah kopi fermentasi), P3 (30% kulit daging buah kopi fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan laba tertinggi adalah pada perlakuan P1 memberikan keuntungan sebesar Rp. 315.254.- dan terkecil pada perlakuan P0 dengan memberikan keuntungan sebesar    Rp. 138.245.-. Rataan benefit cost ratio (B/C) tertinggi adalah pada perlakuan P1 sebesar 1.05 dan terkecil pada perlakuan P0 sebesar 1.02.  Rataan Income Over Feed Cost (IOFC) tertinggi pada perlakuan P1 sebesar Rp. 394.754.-  dan yang terendah pada perlakuan P0 sebesar              Rp. 217.745.-. Kesimpulan adalah pemanfaatan kulit daging buah kopi yang difermentasai dengan mikroorganisme lokal dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif pada pakan kerbau Murrah. Kata kunci:  analisis usaha, kulit daging buah kopi, fermentasi, mikroorganisme lokal, kerbau Murrah jantan.
EFEK BENTUK FISIK RANSUM TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN PROTEIN PADA AYAM BROILER indra panjaitan
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.118 KB)

Abstract

ABSTRAK Bentuk fisik ransum dapat berpengaruh terhadap pemanfaatan protein ransum pada ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk fisik ransum terhadap efisiensi penggunaan protein dalam ransum ayam broiler. Metode yang dilakukan untuk menentukan efisiensi penggunaan protein adalah dengan cara menghitung retensi protein dan rasio efisiensi protein. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji tersusun atas P1 (tepung), P2 (fine crumble), P3 (crumble), P4 (coarse crumble) dan P5 (pellet). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek bentuk fisik ransum memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap retensi protein tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap rasio efisiensi protein (P>0,05). Retensi protein tertinggi pada fase starter diperoleh tepung (94,23%) dan terendah diperoleh crumble (92,34%) sedangkan pada fase finisher ransum berbentuk coarse crumble menunjukkan hasil yang sama dengan ransum berbentuk pellet. Dapat disimpulkan bahwa ransum fase starter dapat menggunakan tepung atau fine crumble sedangkan ransum fase finisher dapat menggunakan coarse crumble atau pellet. Kata kunci: fisik ransum, retensi protein, rasio efisiensi protein, broiler
KECERNAAN JERAMI PADI YANG DIOLAH SECARA MEKANIK, KIMIAWI DAN BIOLOGI PADA PAKAN DOMBA JANTAN LOKAL prischa silitonga
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.091 KB)

Abstract

ABSTRACT Rice straw is an agricultural waste in Indonesia that can be used as animal feed. This research aimed to examine the effect of feed processing technology on the values ​​of rice straw dry matter digestibility and digestibility of organic matter in the local ram. The research was conducted in the Laboratory of Animal Biology University of North Sumatra. This research used 20 local rams with initial body weight of 11.16 ± 0.98 kg and design used was completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. Treatment consists of P1 (mechanically treated rice straw with chopper), P2 (chemically treated rice straw with NaOH), P3 (biologically treated rice straw with Aspergillus niger) and P4 (rice straw treated mechanically, chemically and biologically). The results showed no significantly different (P> 0.05), ie the consumption average of dry matter (g / head / day) 529.50; 522.02; 530.82 and 496.16 respectively. Consumption average of organic matter (g / head / day) 498.71; 473.27; 505.80, and 461.79 respectively. Digestibility average of dry matter 46.73; 45.11; 47.05 and 45.00 respectively Digestibility average of organic matter 57.12; 55.93; 58.91 and 54.42 respectively. Based on this research, the use of feed processing technology on rice straw showed non  significantly different effect on digestibility of dry matter and organic matter of local ram. Keywords: Ram, rice straw, Aspergillus niger, digestibility ABSTRAK Jerami padi merupakan limbah pertanian yang terbesar di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknologi pengolahan pakan pada jerami padi terhadap nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada domba jantan lokal. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 20 ekor domba jantan lokal dengan bobot badan awal 11,16 ± 0,98 kg dan rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.  Perlakuan terdiri atas P1 (jerami padi diolah secara mekanik dengan chopper), P2 (jerami padi diolah secara kimiawi dengan NaOH), P3 (jerami padi diolah secara biologi dengan Aspergillus niger) dan P4 (jerami padi diolah secara mekanik, kimiawi dan biologi). Hasil penelitian menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05), yaitu rataan konsumsi bahan kering (g/ekor/hari) 529,50; 522,02; 530,82 dan 496,16. Rataan konsumsi bahan organik (g/ekor/hari) 498,71; 473,27; 505,80 dan 461,79. Rataan kecernaan bahan kering  46,73; 45,11; 47,05 dan 45,00. Rataan kecernaan bahan organik 57,12; 55,93; 58,91 dan 54,42. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan teknologi pakan pada jerami padi menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap kecernaan bahan kering dan organik domba jantan lokal. Kata kunci: Domba, jerami padi,  Aspergillus niger, kecernaan
Analisis Morfometrik Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) Kabupaten Karo Sumatera Utara falentino sembiring
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.976 KB)

Abstract

ABSTRACT   Identification through morphometric swamp buffaloes in Karo District North Sumatra, is expected to bring out the best location for the development of swamp buffaloes through observations into three sub-districts based population of swamp buffalo, the less population, medium population and the most population, which are Kabanjahe sub-district, Mardingding sub-district and Munte sub-district. Samples obtained as much as 88 buffaloes. The method used in this research is a survey method using Principal Component analysis with use of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) program. The results showed that the special identifier swamp buffalo in Karo was high hips, high shoulders and a wide chest for size.Wide chest, in chest and hip high for shape. Swamp buffalo who scored the greatest shape contained in the Kabanjahe sub-district and size swamp buffalo most of these are in Mardingding sub-district, so the good location for the development of swamp buffalo is in Mardingding sub-district. Keywords:  Swamp   buffalo,   morphology   of   swamp  buffalo, morphometrics of swamp buffalo, principal component analisys, karo district   ABSTRAK   Melalui identifikasi morfometrik kerbau lumpur di Kabupaten Karo Sumatera Utara, diharapkan akan memunculkan lokasi yang terbaik untuk pengembangan kerbau lumpur melalui pengamatan tiga kecamatan berdasarkan populasi kerbau lumpur yang terdiri dari daerah seedikit, sedang dan banyak, yaitu Kecamatan Kabanjahe, Kecamatan Mardingdind dan Kecamatan Munte. Sampel yang diperoleh sebanyak 88 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan analisis Komponen Utama yang dengan penggunaan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciri khusus kerbau lumpur di Kabupaten Karo adalah tinggi pinggul, tinggi pundak dan lebar dada untuk ukuran serta lebar dada, dalam dada dan tinggi pinggul untuk bentuk. Kerbau lumpur yang memiliki skor bentuk paling besar terdapat di Kecamatan Kabanjahe dan ukuran kerbau lumpur yang paling besar terdapat di Kecamatan Mardingding, sehingga lokasi yang baik untuk pengembangan kerbau lumpur adalah di kedua kecamatan tersebut.   Kata Kunci :   Kerbau lumpur, morfologi kerbau lumpur, morfometrik kerbau lumpur, analisis komponen utama, kabupaten karo
PENGARUH PEMBERIAN JERAMI PADI DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN (FISIK, KIMIA, BIOLOGI DAN KOMBINASI) TERHADAP KARKAS DOMBA (Ovis aries) JANTAN junaedi gultom
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.812 KB)

Abstract

ABSTRACT Rice straw is an agricultural waste in Indonesia that can be used as animal feed. This study aimed to determine the effect of rice straw with various treatments (physical, chemical, biological and combinations) against the percentage of carcasses, slaughter weight and fat percentage of the local rams. The experiment was conducted at the Laboratory Animal Sciences Program Faculty of Agriculture, Animal Husbandry University of North Sumatra for 4 (four) months starting from March to June 2012. This research method using 20 rams with an average initial body weight range 11.16 ± 0.98 kg and 3-month age range. The research method used was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications. The treatments used were P1 (rice straw processed physically (chopper) + concentrate), P2 (rice straw treated with the chemical (NaOH) + concentrate), P3 (straw treated with biological (Aspergillus niger) + concentrate) and P4 (rice straw + concentrates processed in combination). The results showed that administration of rice straw in carcass weight parameter obtained results are significantly different P> 0.05. Carcass percentage, fatty heart, kidney fat and the pelvic fat were not significantly different P> 0.05 level. Carcass weight, carcass percentage, fat percentage heart and kidney fat was highest in P3 treatment, whereas carcass weight and carcass lowest percentage contained in the P2 treatment. The conclusion of this study is the presence of rice straw with various treatments (physical, chemical, biological and combined) in sheep feed is still a positive influence where the provision of rice straw with various treatments do not reduce the weight of the ram carcass. Keywords: Ram, rice straw, the percentage of carcasses, fat. ABSTRAK Jerami padi merupakan limbah pertanian yang terbesar di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jerami padi dengan berbagai perlakuan (fisik, kimia, biologi dan kombinasi) terhadap persentase karkas, bobot potong dan persentase lemak terhadap domba lokal jantan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara selama 4 (empat) bulan dimulai bulan Maret sampai Juni 2012. Metode penelitian ini menggunakan 20 ekor domba jantan dengan rataan bobot badan awal berkisar 11.16 ± 0.98 kg dan umur berkisar 3 bulanan. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P1 (Jerami padi yang diolah secara fisik (chopper) + konsentrat), P2 (Jerami padi yang diolah dengan kimia (NaOH) + konsentrat), P3 (Jerami yang diolah dengan biologis (Aspergillus niger) + konsentrat) dan P4 (Jerami padi yang diolah secara kombinasi + konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jerami padi pada parameter bobot karkas diperoleh hasil yang berbeda nyata P < 0.05 . Persentase karkas, lemak jantung,  lemak  ginjal  dan  lemak  pelvis    tidak  berbeda    nyata  P > 0.05. Bobot karkas, persentase karkas, persentase lemak jantung dan lemak ginjal tertinggi terdapat pada perlakuan P3, sedangkan bobot karkas dan persentase karkas yang terendah terdapat pada perlakuan P2. Kesimpulan penelitian ini adalah keberadaan jerami padi dengan berbagai perlakuan (fisik, kimia, biologi dan kombinasi) pada pakan domba masih memberikan pengaruh positif dimana dengan pemberian jerami padi dengan berbagai perlakuan tidak menurunkan bobot dari karkas domba tersebut.   Kata kunci :  Domba jantan, jerami padi, persentase karkas, lemak.
SUPLEMENTASI MINERAL ESENSIAL DALAM RANSUM TERHADAP LITTER SIZE, BOBOT LAHIR DAN PERBANDINGAN ANAK JANTAN DAN BETINA PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) dwi purnama putri
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.234 KB)

Abstract

ABSTRAK DWI PURNAMA PUTRI, 2013 “Suplementasi Mineral Esensial dalam  Ransum terhadap litter Size, Bobot Lahir dan Perbandingan Anak Jantan dan Betina pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus)”, dibimbing oleh ZULFIKAR SIREGAR dan RISTIKA HANDARINI. Banyaknya kelahiran anak jantan dibanding betina dalam satu litter size kelinci mengakibatkan perkembangbiakan lebih lama, untuk itu telah dilakukan penelitian menggunakan mineral esensial yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah anak betina dalam satu litter size. Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Ternak “Rehna Latersia” kecamatan Berastagi pada Juni-September 2012. Penelitian ini menggunakan 36 ekor kelinci (27 ekor kelinci betina dan 9 ekor kelinci jantan). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok terdiri atas tiga kelompok yang dibedakan berdasarkan bobot badan kelinci. Ada tiga perlakuan yaitu T0 sebagai pakan kontrol, T1 pakan bersifat asam (mengandung mineral P 0,37 % dan Cl 0,5 %), dan T2 pakan bersifat basa (mengandung mineral Na 0,5 % dan Ca 0,45 %). Parameter yang diamati adalah litter size, bobot lahir dan perbandingan anak jantan dan betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan baik yang bersifat asam maupun basa memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05), terhadap litter size, bobot lahir dan perbandingan anak jantan dan betina kelinci. Kesimpulan menunjukkan bahwa suplementasi mineral esensial yang dapat merubah kondisi asam dan basa pakan belum mampu meningkatkan jumlah anak betina per litter size.   Kata kunci : Kelinci, mineral esensial, asam, basa,  anak betina, anak jantan.
PENGARUH PEMBERIAN JERAMI PADI DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN (FISIK, KIMIA, BIOLOGI DAN KOMBINASI) TERHADAP PERFORMANS DOMBA LOKAL JANTAN Henni Sartika Ginting
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.902 KB)

Abstract

ABSTRAK Jerami padi yang diolah dengan berbagai perlakuan (fisik, kimia, biologi dan kombinasi) dapat meningkatkan pertumbuhan bobot badan harian domba. Namun membutuhkan pengolahan baik secara fisik, kimia, dan biologis menjadi pakan yang lebih bermutu sehingga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kecernaan dan memenuhi kebutuhan gizi ternak ruminansia. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Juli sampai Oktober 2012. Objek yang digunakan berupa 20 ekor domba jantan dengan berat berkisar 11,16 ± 0,98 kg. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan ini terdiri atas P1 (jerami padi yang diolah secara fisik + konsentrat); P2 (jerami yang diolah secara kimia (NaOH) + konsentrat); P3 (jerami yang diolah dengan biologis (Aspergilus niger) + konsentrat); P4 (jerami yang diolah secara kombinasi + konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan rataan konsumsi pakan (g/ekor/hari) 274,40; 275,41; 292,21; dan 274,09. Rataan pertambahan bobot badan (g/ekor/hari) 21,62; 20,55; 21,83; dan 21,48. Rataan konversi pakan 23,30; 24,39; 24,14; dan  23,13. Uji statistik menunjukkan bahwa pemberian jerami padi dengan berbagai perlakuan (fisik kimia, biologi dan kombinasi) tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi ransum domba lokal jantan. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan jerami padi dengan pengolahan teknologi pakan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi. Kata Kunci : Jerami padi, Aspergilus niger, NaOH, fermentasi, domba lokal jantan.
SUPLEMENTASI MINERAL ESENSIAL DALAM RANSUM TERHADAP LAMA KEBUNTINGAN, MORTALITAS SELAMA MENYUSUI DAN BOBOT SAPIH PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Kennie Cendekia Desnamrina
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Application of essential minerals can be effect the increased of metabolic systems and that will be increased the productivity of rabbits. The research was conducted at livestock farmers group Rehna Latersia, in the sub-district Berastagi during June to September 2012.  The rabbits used in this research are 36 rabbits (27 doe and 9 bucks) with randomized block design with three block based on rabbit body weight. The three treatments are T0 (control, natural conditions), T1 (acid feed, contains of essential minerals P 0.5% and Cl 0.5% on feed) and T2 (base fee, contains of essential minerals Na 0.5% and Ca 0.75% on feed). The three parameters are long gestation, mortality during weaning and weight gain post weaning. The results showed not significant different all of parameters ie: long gestation,  mortality during weaning and weight gain post weaning. The average length of  pregnancy  was  highest in  treatment acid feed about 31.55 days. The average of the highest mortality in treatment base feed about 21,03%. The highest average post weaning in treatment base feed about 550.68 g / head. The conclusion showed that supplementation of essential minerals (Na 0.5%), Ca (0.75%), P (0.5%) and Cl (0.5%) have not been able to accelerate time of partus, reducing mortality and increased weight during lactation weaning in rabbits. Keywords : Rabbit, an essential mineral, long gestation, mortality, weaning weight ABSTRAK Aplikasi mineral esensial berpengaruh terhadap peningkatan sistem metabolisme tubuh kelinci dan akan meningkatkan produktivitasnya. Tujuan penelitian untuk menguji  pengaruh suplementasi mineral Na, Ca, P dan Cl terhadap kinerja reproduksi kelinci (Oryctolagus cuniculus).  Penelitian telah dilakukan di Kelompok Tani Ternak Rehna Latersia, Berastagi selama bulan  Juni -September 2012. Penelitian ini menggunakan 36 ekor kelinci (27 ekor betina dan 9 ekor jantan) dengan rancangan acak kelompok, terdiri atas  tiga kelompok yang dibedakan berdasarkan bobot badan kelinci. Ada tiga perlakuan yaitu T0 sebagai pakan kontrol, T1 pakan bersifat asam (mengandung mineral P 0,5% dan Cl 0,5%) dan T2 pakan bersifat basa (mengandung mineral Na 0,5% dan Ca 0,75%).  Parameter yang diamati adalah lama kebuntingan, mortalitas selama menyusui dan bobot sapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi mineral pada ransum kelinci tidak berpengaruh terhadap semua parameter. Rataan lama kebuntingan tertinggi pada perlakuan asam sebesar 31,55 hari. Rataan mortalitas tertinggi pada perlakuan basa sebesar 21,03%. Rataan bobot sapih tertinggi yaitu 550,68 gr/ekor pada perlakuan basa. Kesimpulan menunjukkan bahwa suplementasi mineral esensial (Na 0,5%), Ca (0,75%), P (0,5%) dan Cl (0,5%) belum dapat mempercepat waktu kelahiran, mengurangi angka mortalitas selama menyusui dan meningkatkan bobot sapih pada kelinci.   Kata kunci : Kelinci, mineral esensial, lama kebuntingan, mortalitas, bobot sapih
ANALISIS MORFOMETRIK DAN SIFAT KUALITATIF WARNA BULU PADA PUYUH LIAR (Turnix suscitator atrogularis) DAN PUYUH DOMESTIKASI (Coturnix-coturnix japonica) Reynal Parasian Hutagalung
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.624 KB)

Abstract

  ABSTRACT Research of morphological, morphometric, and the qualitative nature of colour feathers is the basis process of selection and breeding quail. This research aims to identify the main identifier on the size and shape of wild quail and qualitative traits of wild quail feather and domestication. This research used 20 wild quail and 20 domestication quail . Data were analyzed using Principal Component Analysis and Software Statistical Package for Social Science (SPSS) to determine the identifier the size and shape of organs both types of quail.The results showed that the primary identifier on the size of the external organs of wild quail is the longest fingers and organs form outside the main identifier is the length of the wing. The main identifier is the length of organ size in the small intestine and the main identifier is the long form of the mouth and neck. The main identifier the size of the outer parts of quail domestication is the length of the femur and tibia. The main identifier is the long form of the outer parts maxilla. The main identifier is the size of the organ in the liver and the identifier is the main form of long necks. Characteristic of the colour feathers wild quail is very different with domesticated. Wild quail males have yellowish brown neck, while the females are black. Male domesticated quail have dark brown neck, while the female is light brown. Wild quail has a beak and feet are gray while quail domestication has a yellow beak and feet. Keywords : Quail, morphology, morphometrics, the qualitative nature. ABSTRAK   Tinjauan terhadap morfologi, morfometrik, dan sifat kualitatif warna bulu merupakan dasar di dalam proses seleksi dan pemuliaan burung puyuh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penciri utama ukuran dan bentuk serta sifat-sifat kualitatif warna bulu burung puyuh liar (Turnix suscitator atrogularis) dan domestikasi. Burung puyuh domestikasi yang diteliti sebanyak 20 ekor dan burung puyuh liar yang diteliti sebanyak 20 ekor. Data dianalisis menggunakan Analisis Komponen Utama dengan bantuan Software Statistical Package for the Social Science (SPSS) untuk menentukan penciri utama ukuran dan bentuk organ tubuh kedua jenis burung puyuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciri utama ukuran organ luar pada burung puyuh liar adalah jari ketiga dan penciri utama bentuk organ luar adalah panjang sayap. Penciri utama ukuran organ dalam adalah panjang usus halus dan penciri utama bentuk adalah panjang mulut dan leher. Penciri utama ukuran organ luar pada burung puyuh domestikasi adalah panjang femur dan tibia. Penciri utama bentuk organ luar adalah panjang maxilla. Penciri utama ukuran organ dalam adalah organ hati dan penciri utama bentuk adalah panjang leher. Sifat-sifat kualitatif warna bulu pada kedua jenis burung puyuh sangat berbeda. Puyuh liar jantan memiliki leher berwarna cokelat kekuningan, sedangkan leher pada betina berwarna hitam. Puyuh domestikasi jantan memiliki leher berwarna cokelat tua sedangkan leher pada betina berwarna cokelat muda. Puyuh liar memiliki paruh dan kaki berwarna abu-abu sedangkan puyuh domestikasi memiliki paruh dan kaki berwarna kuning.   Kata kunci : Puyuh, morfologi, morfometrik, sifat kualitatif.
ANALISIS PROFIL PETERNAK TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK BABI DI KECAMATAN LINTONG NIHUTA KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN beny g Mulya
Jurnal Peternakan Integratif Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.677 KB)

Abstract

The research was conducted at the Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan of North Sumatra, which began on 10 July to 24 August 2012. The purpose of this study was to analyze the income pig farmers, and at Humbang Hasundutan Kecamatan Lintong Nihuta. The research methods use is survey methods with a unit that maintains a family pig farmer. The sampling method  used is  Proportional Stratified Random Sampling is by way of selecting three village is the Desa Sigompul, Desa Hutasoit 2, Desa Nagasaribu 4. Samples from this study amounted to 60 families of pig cattle breeders obtained from 30% of farmers in each village, the Desa Sigompul (14 farmers), Desa Hutasoit 2 (21 farmers) and Desa Nagasaribu 4 (25 farmers). Based on research results obtained that business scale, farming experience, and number of dependents has a positive effect on pig cattle breeders. Where as the breeder age, educational level, and the amount of labor has a negative effect on Pig cattle breeders in the Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Kabupaten Humbang Hasundutan.

Page 2 of 33 | Total Record : 323