cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Perspektif Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Fungsi Pendampingan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan Medan (LBH Apik Medan) terhadap Ibu Rumah Tangga Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Perempuan Dampingan LBH APIK Medan) Evalina Simanjuntak
Perspektif Sosiologi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan Kekerasan rumah tangga merupakan masalah yang kerap muncul dalam kehidupan masyarakat. Hal ini menunjukkan kurang perlindungan dari keluarga terhadap komponen keluarga diantaranya yang menjadi korban adalah ibu rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga terjadi karena adanya ketidakadilan gender dalam hal ini kelas laki laki dan perempuan ditempatkan pada kelas yang berbeda. Hal ini memunculkan dimensi kekerasan fisik yang banyak dialami oleh ibu rumah tangga. Sistem budaya yang ada menjadikan keluarga tidak mampu menyelesaikan masalah kekerasan dalam rumah tangga. Korban mencari penyelesaian lain melalui LBH APIK. LBH APIK Medan melakukan pembelaaan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga dalam bentuk advokasi kasus. Adanya advokasi kasus berperan menciptakan adanya keadilan dan kesetaraan yang di terima korban. Advokasi juga membantu pranata lain dianataranya keluarga dan pemerintah dalam menciptakan keadilan di masyarakat baik dalam perubahan kebijakan maupun penyelesai masalah masyarakat yang ada. Kata Kunci      : Kekerasan dalam Rumah Tangga, Ketidakadilan Gender, Advokasi Kasus
PERCERAIAN DAN AKIBATNYA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK Studi kasus pada Keluarga Etnis Batak Toba di Kota Medan Widya Kristina Marbun
Perspektif Sosiologi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage aiming to announce and give a new status to the spouses to others that the couples accepted and recognized status as a lawful spouse, whether religious or customary state with a series of rights and obligations to be run by them, so he acted as a husband while she acted as his wife. But because there are conflicts caused by external and internal factors family, there was a divorce. Parental Divorce greatly affects their children and also affect their children's education. Writing research using case study analysis, qualitative. The survey results revealed that the effect of divorce for the Batak Toba greatly impacted the education of their children, where the children of divorce can be a school dropout or a mess. This is because two factor the lack of motivation and attention of parents who are divorced to his son, and the second is economic faktors single parents who are able to finance their children's school. Keywords: Divorce, due to divorce, child education
HUBUNGAN PAWANG (PATRON) – ANAK (KLIEN) DALAM KESENIAN KUDA LUMPING DI DESA BATANG PANE III, KECAMATAN: PADANGBOLAK, KABUPATEN: PADANG LAWAS UTARA Lilis Suryani
Perspektif Sosiologi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian kuda lumping pada awalnya tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Melalui proses transmigrasi yang dilakukan pada masa Pemerintahan Orde Baru, kesenian kuda lumping saat ini telah tumbuh dan berkembang di Desa Batang Pane III, Padang Bolak, Padang Lawas Utara. Banyak anak-anak yang menjadi anggota paguyuban kesenian kuda lumping meskipun tidak mendapat izin dari orang tuanya. Anak-anak cenderung mematuhi peraturan pawang dibandingkan peraturan yang ada di keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa anak-anak lebih mematuhi peraturan pawang dibandingkan peraturan di keluarga, dan sejauh mana hubungan anak-anak dan pawang yang terjalin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Temuan data  menunjukan bahwa hubungan yang terjalin antara pawang dan anak-anak yang menjadi anggota kuda lumping adalah hubungan yang bersifat patron-klien. Hubungan ini memiliki ketergantungan  dan saling menguntungkan antar kedua belah pihak.   Kata kunci: Hubungan patron-klien, kuda lumping
BENTUK PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY BANK NAGARI CABANG PANGKALAN DAN MANFAATNYA BAGI KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT LOKAL Nela Hari Zona
Perspektif Sosiologi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the form of Bank Nagari CSR programs and socio-economic benefits for local communities. The research method used was a qualitative research method. The results showed that the CSR program in the form of Bank Nagari Branch Pangkalan philanthropy (philanthropy). The program embodied in various forms of philanthropic activities by the Bank Nagari as a form of concern for the local community. The program is in the field of education, religion, culture, arts and sports, and social. Bank Nagari CSR program can provide socio-economic benefits to local communities during the program organized by the Bank Nagari. However, CSR programs Bank Nagari Branch Pangkalan does not provide long-term benefit for the social and economic life of local communities. Bank Nagari in general and Bank Nagari Branch Pangkalan in particular, are expected to be able to carry out CSR programs based on community empowerment so that the impact of the program can be felt by the community in the long run. Keywords : Corporate Social Responsibility, business, and local community.
PEMANFAATAN MODAL SOSIAL DALAM SEKTOR PERDAGANGAN (Studi Pada Etnis Tionghoa, Batak, Dan Minangkabau Di Kota Medan) Anita Syafitri
Perspektif Sosiologi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.027 KB)

Abstract

Kota Medan merupakan kota dengan masyarakat yang plural dari segi etnisitas dan juga mata pencaharian. Mata pencaharian terbesar adalah bergerak di sektor perdagangan. Sebesar 20.424 jiwa dari 2.983.868 jiwa penduduk Kota Medan mencari nafkah di sektor perdagangan (PD Pasar Kota Medan, 2013). Perdagangan di Kota Medan juga terlihat unik karena membentuk zona-zona perdagangan berdasarkan etnisitas. Etnis Tionghoa, Batak, dan Minangkabau dipilih menjadi objek penelitian ini dikarenakan ketiga etnis tersebut yang menunjukkan eksistensinya dalam dunia perdagangan di Kota Medan.Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk modal sosial di kalangan pedagang Etnis Tionghoa, Etnis Batak dan Etnis Minangkabau di Kota Medan. Selain itu juga untuk  mengetahui dan menginterpretasi pemanfaatan modal sosial sehingga ketiga etnis tersebut dapat menunjukkan eksistensi perdagangan di Kota Medan. Metode yang peneliti pakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif agar data yang didapat lebih mendalam. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, observasi partisipatif, wawancara mendalam dan studi kepustakaan.Peneliti menemukan bahwa Etnis Tionghoa, Batak, dan Minangkabau benar-benar memanfaatkan modal sosial dengan baik sehingga mampu mempertahankan eksistensi perdagangan di Kota Medan. Hanya saja modal sosial yang digunakan berbeda antara etnis yang satu dengan etnis yang lainnya. Hal itulah yang membuat Etnis Tionghoa mendominasi di Pasar Petisah, Etnis Batak di Pasar Simalingkar, dan Etnis Minangkabau di Pasar Pusat Pasar. Kata Kunci : Modal Sosial, Perdagangan, dan Etnisitas.
MODAL SOSIAL SISTEM BAGI HASIL DALAM BETERNAK SAPI PADA MASYARAKAT DESA PURWOSARI ATAS, KECAMATAN DOLOK BATU NANGGAR KABUPATEN SIMALUNGUN Syamsul Sanjaya
Perspektif Sosiologi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.604 KB)

Abstract

Ternak sapi banyak dijumpai dikabupaten Simalungun. Kebanyakan warga yang memelihara sapi   bukan milik sendiri melainkan milik orang lain yang mempercayakan kepadanya untuk dipelihar. Adapun upah atau hasil yang diperoleh dari jerih payahnya dalam memelihara ternak sapi tersebut adalah, apabila sapi yang dipelihara berkembangbiak maka anaknya dibagi dua antara pemilik sapi dan pemelihara sapi, Atau dengan jalan menjual sapi, kemudian keuntungan  dibagi dua. Pemeliharaan dalam bidang ekonomi ini, khususnya dalam pemeliharaan sapi sering masyarakat sebut dengan istilah gaduh sapi. Dalam melaksanakan kerja sama sistem gaduh sapi landasan masyarakat melakukan sistem tersebut hanya berdasarkan kepercayaan diantara keduanya, tidak membuat perjanjian secara terang – terangan dihadapan kepala desa. Pihak pemilik sapi dan pihak pemelihara sapi atau penggaduh sapi, lebih mengutamakan kepercayaan dari pada membuat perjanjian secara terang – terangan karena akan mengurangi kepercayaan di antara keduanya. Padahal dengan dibuatnya perjanjian secara terang – terangan yang memuat beberapa peraturan yang sangat terperinci dan mengikat akan memberikan perlindungan hukum yang baik bagi pelaku usaha. Dari hasil penelitian Jika sampai terjadi sengketa, maka para pihak yang melakukan kerjasama biasanya berusaha menempuh cara penyelesaian yang terbaik yaitu dengan cara musyawarah keluarga atau negosiasi. Hal ini dikarenakan para pelaku usaha adalah keluarga, sahabat, dan tetangga dekat yang memiliki hubungan yang baik di antara keduanya. Kata kunci : Pemilik Sapi, Pemelihara Sapi, Gaduh.
KREATIVITAS DAN KEBERDAYAAN EKONOMI KOMUNITAS UNDERGROUND DI PEMATANGSIANTAR Palti M Butarbutar
Perspektif Sosiologi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.74 KB)

Abstract

Pada tahun 2009, anggota komunitas underground mendirikan beberapa usaha bisnis yang diharapkan mampu menunjang kehidupan sosial ekonomi mereka, seperti usaha sablon, penyewaan studio musik, pembuatan tato dan mendirikan distro. Hal ini disebabkan oleh kemauan untuk merubah taraf hidup mereka sendiri, mengingat semakin berkurangnya lapangan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan semakin meningkat. Dengan adanya kemauan dan potensi yang dimiliki oleh anggota komunitas underground tersebut, hobi mereka terhadap musik undeground dibuat menjadi usaha bisnis yang menghasilkan uang. Selain itu, usaha bisnis tersebut merupakan tempat bagi mereka untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran agen sosial dalam mengembangkan kreativitas dan keberdayaan sosial ekonomi komunitas underground pada usaha distro UGD MERCH, serta mengetahui bagaimana pemanfaatan jaringan sosial komunitas underground pada usaha distro UGD MERCH tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran agen sosial pada distro UGD MERCH tersebut merupakan pemegang peran vital pada usaha distro tersebut, karena agen sosial tersebut adalah pengelola tunggal distro tersebut. Selain itu, agen sosial tersebut memiliki peran-peran yang dapat menjalankan usaha bisnisnya, seperti mengembangkan inovasi yang dimilikinya, mengembangkan kewirausahaan, memanfaatkan hobi. Jaringan sosial yang terjalin pada distro UGD MERCH merupakan modal utama dalam menggerakkan dan memberdayakan dalam menghasilkan suatu produk yang dapat memberikan keuntungan kepada pengelolanya. Pemanfaatan yang dilakukan agen sosial terhadap musik underground membawa dampak yang positif kepada anggota komunitas underground itu sendiri, yang dimana perlahan namun pasti mereka tidak distereotipkan sebagai komunitas yang anarkis. Kata kunci: Kreativitas, keberdayaan ekonomi, distro UGD MERCH dan komunitas underground
MODAL SOSIAL KOMUNITAS PETANI KEMENYAN DALAM PELESTARIAN HUTAN KEMENYAN DI DESA PANDUMAAN, KECAMATAN POLLUNG, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Elisabeth Christina Ambarita
Perspektif Sosiologi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.396 KB)

Abstract

Kedekatan hubungan manusia dengan sumber daya alam atau lingkungan membuat mereka memiliki pemahaman yang khusus terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Seharusnya lingkungan juga tidak hanya dijadikan objek untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia, tetapi juga harus ditata dan dipelihara agar terjaga kelestariannya. Oleh karena itu, adanya ikatan antara manusia dan lingkungannya dapat melahirkan pikiran bagaimana manusia mempertahankan kelestarian lingkungannya guna kelangsungan hidup manusia. Setiap daerah memiliki potensi alamnya masing – masing. Seperti wilayah Kecamatan Pollung khususnya desa Pandumaan yang terkenal dengan kemenyannya. Desa ini memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan hutan kemenyan secara tradisional sebagai warisan nenek moyang yang tlah diregenerasikan selama 13 keturunan. Dalam usaha mempertahankan kelestarian hutan ini mendapatkan tantangan seperti kebijakan pemerintah berupa izin pengelolaan tanah adat masyarakat Pandumaan dan desa sekitarnya kepada PT.TPL sehingga lebih dari 300 ha lahan hutan kemenyan telah habis ditebang oleh perusahaan tersebut. Penelitian yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan modal sosial komunitas petani kemenyan dalam pelestarian hutan kemenyan di Desa Pandumaan, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan melalui wawancara dan observasi yang diinterpretasikan dalam bentuk narasi. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah petani kemenyan sebanyak 3 orang ( satu orang pengurus kelompok petani kemenyan) dan satu orang Raja Huta atau ketua patih, satu orang staf BAKUMSU. Penelitian ini menemukan bahwa modal sosial yang dimiliki oleh petani kemenyan di desa ini penting dalam usaha pelestarian hutan kemenyan. Sejak tahun 2009 hingga 2013 ini masyarakat masih tetap berjuang mempertahankan kelestarian hutan kemenyan bersama dengan beberapa lembaga sebagai pendamping seperti KSPPM, BAKUMSU, AMAN, WALHI, dan organisasi sosial lainnya. Kata kunci: modal sosial, petani kemenyan, pelestarian hutan.
Potensi Modal Sosial Buruh Bangunan (Studi Deskriptif Pada Buruh Bangunan di Lingkungan 12 Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang) James Party Samuel
Perspektif Sosiologi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.85 KB)

Abstract

Potensi modal sosial merupakan kemampuan buruh bangunan untuk bekerja sama membangun modal sosial yang terdiri dari jaringan, nilai dan norma, hubungan sosial, kepercayaan dan institusi untuk mencapai kepentingan dan tujuan bersama. Menumbuh kembangkan modal sosial berarti upaya buruh bangunan untuk bekerja sama membangun dan mengembangkan jaringan sosial, nilai dan norma, hubungan sosial, kepercayaan dan institusi yang sudah tercipta sebelumnya agar dapat menjadi lebih baik lagi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil analisis dan pengolahan data dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa potensi modal sosial yang terdapat pada buruh bangunan berupa negoisasi, jaringan informasi dan relasi, kepercayaan, nilai dan norma, etos kerja yang tinggi dan gotong royong. Usaha mereka untuk menumbuhkembangkannya dengan tetap berkomunikasi, tolong menolong, menjaga kepercayaan dan kejujuran, saling pengertian serta selalu bekerja dengan baik. Para buruh bangunan juga sepakat bahwa dengan potensi modal sosial yang mereka miliki dapat menjamin kelangsungan pekerjaan mereka sebagai buruh bangunan.   Kata kunci: Modal Sosial, Buruh Bangunan
FUNGSI IKATAN PERSAUDARAAN MUSLIM SOCFINDO (IPMS) DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN SOSIAL DENGAN MASYARAKAT SEKITAR Henny Susanty
Perspektif Sosiologi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.273 KB)

Abstract

Secara umum masyarakat perkebunan PT. Socfindo kebun Aek Loba lebih diidentikkan dengan masyarakat yang bersifat geselschaft telah membuat berkurangnya intensitas hubungan sosial yang dialami masyarakat perkebunan sehari-hari dengan masyarakat sekitarnya. Sehingga muncullah IPMS kebun Aek Loba yang merupakan lembaga kemasyarakatan yang dibuat masyarakat perkebunan untuk membangun hubungan sosial dengan masyarakat  sekitar. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil akhir pada penulisan ini bahwa lembaga IPMS berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara masyarakat perkebunan dengan masyarakat sekitar dengan membuat berbagai kegiatan-kegiatan sosialnya. Selain itu, penulis juga menemukan terjadinya pergeseran budaya masyarakat pekebunan yang sebenarnya bersifat gemeinschaft berubah menjadi geselschaft terjadi karena tuntutan pekerjaan yang membuat masyarakat perkebunan tidak dapat berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Kata Kunci : Fungsi IPMS, Membangun Hubungan Sosial Dengan Masyarakat Sekitar