cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2017)" : 30 Documents clear
Respons Pertumbuhan dan Produksi Paria Terhadap Beberapa Komposisi Media Tanam dan Pemberian Pupuk Organik Cair Irwan Lesmana Bastari; Rosita Sipayung; Jonis Ginting
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.72 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16380

Abstract

Rendahnya produksi paria diakibatkan oleh berkurangnya lahan subur yang disebabkan penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha perbaikan dengan cara penggunaan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman paria terhadap berbagai komposisi media tanam dan pemberian pupuk organik cair . Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian USU (± 25 m dpl) pada bulan April hingga Juli 2016 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama komposisi media tanam dengan tiga komposisi media tanam yaitu: ultisol : pukan sapi : sekam 2 : 1 : 1 (M1), ultisol : pukan ayam : sekam 2 : 1 : 1 (M2), ultisol : kompos : sekam 2 : 1 : 1 (M3) serta faktor kedua pemberian pupuk organik cair dengan empat taraf perlakuan yaitu: 0ml/l air (P0), 2ml/l air (P1), 4ml/l air (P2) dan 6ml/l air (P3). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang primer, umur berbunga, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, bobot buah segar per tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan persentase buah normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang primer, umur berbunga, jumlah buah, bobot buah segar per tanaman, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Dimana komposisi media tanam yang terbaik ialah pada ultisol : pukan ayam : sekam 2 : 1: 1 (M2). Perlakuan pemberian pupuk organik cair dan interkasi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.Kata kunci : komposisi media tanam, paria, pupuk organik cair
The Activities of Superoxide dismutase and Latex Physiology In Rubber Plants (Hevea brasiliensis Muell Arg.) PB 260 and RRIM 921 Suffering Partially Tapping Panel Dryness (TPD) Applied with Plant Growth Regulator ULFA ANGGRAINI; Rosmayati Rosmayati; Revandy I.M. Damanik
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.465 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16381

Abstract

The ojective of the research was to determine the effect of plant growth regulators on the activity of enzyme superoxide dismutase and the physiology of partially Tapping Panel Drynessin (TPD) the clones quick starter (PB260) and a slow starter (RRIM 921) of rubber plant. This research was conducted at the Research Estate and Laboratory of Physiological Research Center, Rubber Research Centre, Sungei Putih, Galang, Deli Serdang - North Sumatra, from March until June 2016. The completely randomized design was used with three factors: the first factor was the clones of rubber plants (PB260 and RRIM 921), the second factor was the plant condition (Healthy and TPD or conditions), and the third factor was the formula. The Parameters observed were superoxide dismutase (SOD), Thiol, Sucrose, and Inorganic Phosphate. The result showed that the clone of rubber plants was significantly affected the thiol’s, sucrose’s and inorganic phospate in rubber. condition plant and  the formula significantly affected the sucrose’s. Interaction between clone and formula significantly affected the sucrose’s. The Interaction between clone, plant variety, and formula significantly affected the sucrose’s and the enzyme superoxide dismutase (SOD).
Respons Pertumbuhan Bud Set Tebu (Sacharum officinarum L.) Pada Beberapa Umur Bahan Tanam dan Konsentrasi IBA jerry afrimsa sijabat; Meiriani Meiriani; Lisa Mawarni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.227 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16391

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan bud set tebu pada beberapa umur bahan tanam dan konsentrasi IBA. Penelitian dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian USU, dimulai  Mei – Agustus menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor  yaitu umur bahan tanam (6,7,8 bulan) dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA (100,200,300 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bibit berkecambah, dan laju perkecambahan bibit bibit nyata lebih baik pada bahan tanam bud set umur 6 bulan. Laju perkecambahan nyata lebih baik tanpa pemberian IBA. Interaksi antara umur bahan tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter. Pada perbanyakan tebu dengan menggunakan bahan bud set disarankan menggunakan bahan yang berumur 6 bulan tanpa pemberian IBA.
Respons Pertumbuhan Bahan Bud Set Tebu (Saccharum officinarumL.) terhadap Konsentrasi Naphthalene Acetic Acid (NAA) + Naphthalene Acetamide (NAAm) Goster Renson Manik; Meiriani Sembiring; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.801 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16392

Abstract

Penggunaan mata tunas tunggal (bud set) merupakan salah satu alternatif di dalam menghadapi permasalahan penyediaan bibit pada perkebunan tebu. Oleh karena itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan  untuk mengetahui respons bahan bud set tebu terhadap konsentrasi naphthalene acetic acid (NAA) + naphthalene acetamide (NAAm) yang dilaksanakan di lahan percobaan kebun Tanjung Jati Binjai PTPN II (+ 50 m dpl) pada Mei-Juli 2016, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu bahan bud set yang berasal dari bagian atas batang dan bagian bawah batang serta pemberian konsentrasi NAA dan NAAm (0+0 ppm, 100+25 ppm, 200+50 ppm, 300+75 ppm dan 400+100 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit bud set tebu (persentase perkecambahan bibit, panjang bibit, total luas daun bibit) nyata lebih baik pada penggunaan bagian atas batang, sedangkan jumlah anakan bibit nyata lebih baik pada bagian bawah batang. Pemberian NAA + NAAm berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan begitu juga dengan interaksi antara kedua faktor.Pembibitan bud set tebu lebih baik menggunakan bagian atas batang tebu tanpa pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) tambahan.
Pengaruh Lama Pengeringan dan Lama Perendaman dalam Krioprotektan Terhadap Viabilitas Benih Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Secara Kriopreservasi Iqbal Koyoto; Haryati Haryati; Edison Purba
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.892 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16393

Abstract

Teknik kriopreservasi merupakan teknik yang potensial untuk penyimpanan plasma nutfah jangka panjang, yaitu menyimpan tanaman ke dalam nitrogen cair yang bersuhu -196ºC. Benih yang telah matang fisiologis memiliki kadar air yang tinggi, apabila langsung di simpan di dalam nitrogen cair akan mengalami kerusakan karena suhu yang sangat dingin, agar tidak terjadi kerusakan perlu dicapai kadar air yang tepat dan diberi krioprotektan. Salah satu cara penurunan kadar air dapat dilakukan dengan pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan dan lama perendaman dalam  krioprotektan terhadap viabilitas benih rosella secara kriopreservasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah lama pengeringan (0 jam; 24 jam; 48 jam; 72 jam; 96 jam) dan faktor kedua lama perendaman dalam krioprotektan (0 menit; 30 menit; 60 menit; 90 menit; 120 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air benih, kecambah normal dan indeks vigor. Namun lama perendaman dalam krioprotektan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air benih, kecambah normal dan indeks vigor. Interaksi perlakuan tanpa pengeringan dengan perendaman dalam krioprotektan selama 30 menit dapat menurunkan kadar air 11, 81 %.
Aplikasi Mikroba Pelarut Fosfat dan Bebarapa Sumber Pupuk P Untuk Meningkatkan Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Andisol Terdampak Erupsi Gunung Sinabung vijay sitanggang; Mariani Sembiring; fauzi fauzi
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.695 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi mikroba pelarut fosfat dan berbagai sumber pupuk P serta interaksinya untuk meningkatkan ketersediaan P dan pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) pada andisol terdampak eruspsi gunung sinabung. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini disusun dalan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan Faktor I : mikroba  pelarut fosfat (M) dengan 3 taraf dosis (ml/10 kg BTKO): M0 (0), MB (Bulcholderia cepacia) (20), MF (Talaromices phinophylus) (20) dan Faktor II : sumber pupuk fosfat (P) dengan 4 jenis taraf (g/10 kg BTKO) yaitu: P0 (0), PS (3,18), PT (2,5) dan PR (4,1).Hasil penelitian menunjukkan pemberian mikroba pelarut fosfat berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH tanah, Populasi mikroba, serapan P tanaman,dan pertumbuhan tanaman jagung. Pemberian berbagai sumber pupuk fosfat  berpengaruh nyata dalam meningkatkan, serapan P tanaman, dan pertumbuhan tanaman jagung. Interaksi antara mikroba pelarut fosfat dan berbagai sumber pupuk Fosfat  berpengaruh nyata dalam meningkatkan serapan P tanaman dan pertumbuhan tanaman jagung.
Klasifikasi Tanah Lahan Sawah Terasering Di Desa Huta Hotang Kecamatan Onan Runggu Berdasarkan Toposekuen Nahrir Auza'ie; Zulkifli Nasution; razali razali
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.524 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16397

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi tanah di lahan sawah terassering di desa huta hotang kecamatan onan runggu berdasarkan toposekuen. Penelitian ini di lakukan pada Maret-Agustus 2016 di desa Huta Hotang Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Tiga profil tanah sebagai pewakil diamati pada lereng atas, lereng tengah dan lereng bawah lahan sawah terassering.Deskripsi profil tanah dilakukan untuk menentukan sifat morfologi tanah sementara sifat fisik dan kimia dilakukan dengan analisis laboratorium.Sampel tanah diambil dari setiaphorison pada masing-masing profil dan dianalisis tekstur tanah, pH H2O, pH KCL, Aldd, Fe-Total, KB, C-Organik, dan N-total.  Hasil pengamatan lapangan dan analisis laboratorium menunjukkan bahwa tanah pada lereng atas, tengah dan bawah diklasifikasikan ke dalam ordo Inceptisol,  sub ordo Udept, grup Eutrudept dan  sub grup Typic Eutrudept menurut system klasifikasi taksonomi tanah edisi dua belas, 2014. Kata kunci:Klasifikasi Tanah, Sawah terassering, Toposekuen.
Respons Pertumbuhan Bibit Bud Sets Tebu Terhadap Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk N, P dan K Rizky Julius Panggabean; Meiriani Meiriani; Chairani Hanum
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.904 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16404

Abstract

Penyediaan bibit tebu yang berkualitas dengan teknik bud sets dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara tanah, sehingga diperlukan pemupukan untuk memenuhi kebutuhan hara bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan frekuensi pupuk N, P dan K terhadap pertumbuhan bibit bud sets, di lahan pembibitan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Jati, Kecamatan Binjai Barat (40-50 m dpl.) pada bulan April sampai dengan Juni 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor.Faktor pertama adalah dosis pemupukan (12, 18, 24, dan 30  g/50 tanaman). Faktor kedua adalah frekuensi pemupukan yang terdiri dari 2 dan 3 kali pemberian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis pemupukan N, P dan K dari 12 sampai 30 g/50 tanaman tidak berpengaruh pada pertumbuhan panjang bibit, jumlah daun, jumlah anakan, total luas daun, bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk bibit bud sets tebu. Frekuensi pemupukan dua kali nyata meningkatkan pertumbuhan panjang bibit, jumlah daun, diameter bibit, jumlah anakan, total luas daun, bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk. Interaksi perlakuan dosis dengan frekuensi pemupukan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit bud sets. Kata kunci :bibit tebu, bud sets, dosis pupuk, frekuensi pemupukan, pertumbuhan
Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Varietas Samosir (Allium ascalonicum L.) pada Beberapa Konsentrasi Air Kelapa dan Lama Perendaman Boy Edika Sembiring; mariati sinuraya; Lisa mawarni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.372 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16405

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memprlajari pengaruh konsentrasi dan lama perendaman air kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah samosir. Penelitian dilaksanakan di Jln.Berdikari Ujung,Medan, dimulai bulan  April – Juli. Rancangan penelitian menggunakan Acak Kelompok Faktorial  dengan   dua faktor    yaitu     konsentrasi (0 ;25 ;50 ;75 ;100%) dan lama perendaman (30 ;60 ;90 ;120 menit). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot basah umbi dan bobot kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman 3 MST dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa, sedangkan jumlah umbi dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa dan lama perendaman. Tidak ada interaksi antara konsentrasi air kelapa dan lama perendaman yang berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Kata kunci : bawang merah, air kelapa, konsentrasi, lama perendaman
Pertumbuhan dan Produksi Melon (Cucumis meloL.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dan Pemangkasan Buah Ari Permana Ginting; asil asil barus; ROSITA ROSITA SIPAYUNG
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.636 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pemberian pupuk NPK dan pemangkasan buah tertentu yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi melon. Penelitian dilaksanakan di lahan petani di desa Tiga Juhar, kecamatan STM Hulu, kabupaten Deli Serdang dengan ketinggian ± 300 meter di atas permukaan laut, pada bulan Mei hingga Agusutus 2015. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu pupuk NPK (0 g/tanaman, 40 g/tanaman, 80 g/tanaman dan 120 g/tanaman) dan pemangkasan buah (tanpa pemangkasan, 1 buah ditinggal/tanaman, 2 buah ditinggal/tanaman, dan 3 buah ditinggal/tanaman). Parameter yang diamati adalah panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang primer dan sekunder, rasio bunga betina dan jantan, produksi per tanaman, produksi per plot, persentase mutu buah per tanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 2, 3, 4, 5, 7, 8, dan 9 MST, jumlah daun 2 - 8 MST, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder. Pemangkasan buah berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 8 dan 9 MST. Pemberian pupuk NPK dan pemangkasan buah tidak berpengaruh nyata terhadap parameter rasio bunga betina dan jantan.  Interaksi antara pemberian pupuk NPK dan pemangkasan buah berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman pada umur 6 MST, jumlah daun pada umur 9 MST, produksi per tanaman, produksi per plot, persentase mutu buah kelas A, persentase mutu buah kelas B, dan persentase mutu buah kelas C. Kata kunci : pemangkasan buah, melon, pupuk NPK

Page 1 of 3 | Total Record : 30