cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 943 Documents
Respons Pertumbuhan Bahan Bud Set Tebu (Saccharum officinarumL.) terhadap Konsentrasi Naphthalene Acetic Acid (NAA) + Naphthalene Acetamide (NAAm) Goster Renson Manik; Meiriani Sembiring; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.801 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16392

Abstract

Penggunaan mata tunas tunggal (bud set) merupakan salah satu alternatif di dalam menghadapi permasalahan penyediaan bibit pada perkebunan tebu. Oleh karena itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan  untuk mengetahui respons bahan bud set tebu terhadap konsentrasi naphthalene acetic acid (NAA) + naphthalene acetamide (NAAm) yang dilaksanakan di lahan percobaan kebun Tanjung Jati Binjai PTPN II (+ 50 m dpl) pada Mei-Juli 2016, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu bahan bud set yang berasal dari bagian atas batang dan bagian bawah batang serta pemberian konsentrasi NAA dan NAAm (0+0 ppm, 100+25 ppm, 200+50 ppm, 300+75 ppm dan 400+100 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit bud set tebu (persentase perkecambahan bibit, panjang bibit, total luas daun bibit) nyata lebih baik pada penggunaan bagian atas batang, sedangkan jumlah anakan bibit nyata lebih baik pada bagian bawah batang. Pemberian NAA + NAAm berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan begitu juga dengan interaksi antara kedua faktor.Pembibitan bud set tebu lebih baik menggunakan bagian atas batang tebu tanpa pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) tambahan.
Pengaruh Lama Pengeringan dan Lama Perendaman dalam Krioprotektan Terhadap Viabilitas Benih Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Secara Kriopreservasi Iqbal Koyoto; Haryati Haryati; Edison Purba
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.892 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16393

Abstract

Teknik kriopreservasi merupakan teknik yang potensial untuk penyimpanan plasma nutfah jangka panjang, yaitu menyimpan tanaman ke dalam nitrogen cair yang bersuhu -196ºC. Benih yang telah matang fisiologis memiliki kadar air yang tinggi, apabila langsung di simpan di dalam nitrogen cair akan mengalami kerusakan karena suhu yang sangat dingin, agar tidak terjadi kerusakan perlu dicapai kadar air yang tepat dan diberi krioprotektan. Salah satu cara penurunan kadar air dapat dilakukan dengan pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan dan lama perendaman dalam  krioprotektan terhadap viabilitas benih rosella secara kriopreservasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah lama pengeringan (0 jam; 24 jam; 48 jam; 72 jam; 96 jam) dan faktor kedua lama perendaman dalam krioprotektan (0 menit; 30 menit; 60 menit; 90 menit; 120 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air benih, kecambah normal dan indeks vigor. Namun lama perendaman dalam krioprotektan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air benih, kecambah normal dan indeks vigor. Interaksi perlakuan tanpa pengeringan dengan perendaman dalam krioprotektan selama 30 menit dapat menurunkan kadar air 11, 81 %.
Aplikasi Mikroba Pelarut Fosfat dan Bebarapa Sumber Pupuk P Untuk Meningkatkan Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Andisol Terdampak Erupsi Gunung Sinabung vijay sitanggang; Mariani Sembiring; fauzi fauzi
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.695 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi mikroba pelarut fosfat dan berbagai sumber pupuk P serta interaksinya untuk meningkatkan ketersediaan P dan pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) pada andisol terdampak eruspsi gunung sinabung. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini disusun dalan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan Faktor I : mikroba  pelarut fosfat (M) dengan 3 taraf dosis (ml/10 kg BTKO): M0 (0), MB (Bulcholderia cepacia) (20), MF (Talaromices phinophylus) (20) dan Faktor II : sumber pupuk fosfat (P) dengan 4 jenis taraf (g/10 kg BTKO) yaitu: P0 (0), PS (3,18), PT (2,5) dan PR (4,1).Hasil penelitian menunjukkan pemberian mikroba pelarut fosfat berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH tanah, Populasi mikroba, serapan P tanaman,dan pertumbuhan tanaman jagung. Pemberian berbagai sumber pupuk fosfat  berpengaruh nyata dalam meningkatkan, serapan P tanaman, dan pertumbuhan tanaman jagung. Interaksi antara mikroba pelarut fosfat dan berbagai sumber pupuk Fosfat  berpengaruh nyata dalam meningkatkan serapan P tanaman dan pertumbuhan tanaman jagung.
Klasifikasi Tanah Lahan Sawah Terasering Di Desa Huta Hotang Kecamatan Onan Runggu Berdasarkan Toposekuen Nahrir Auza'ie; Zulkifli Nasution; razali razali
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.524 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16397

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi tanah di lahan sawah terassering di desa huta hotang kecamatan onan runggu berdasarkan toposekuen. Penelitian ini di lakukan pada Maret-Agustus 2016 di desa Huta Hotang Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Tiga profil tanah sebagai pewakil diamati pada lereng atas, lereng tengah dan lereng bawah lahan sawah terassering.Deskripsi profil tanah dilakukan untuk menentukan sifat morfologi tanah sementara sifat fisik dan kimia dilakukan dengan analisis laboratorium.Sampel tanah diambil dari setiaphorison pada masing-masing profil dan dianalisis tekstur tanah, pH H2O, pH KCL, Aldd, Fe-Total, KB, C-Organik, dan N-total.  Hasil pengamatan lapangan dan analisis laboratorium menunjukkan bahwa tanah pada lereng atas, tengah dan bawah diklasifikasikan ke dalam ordo Inceptisol,  sub ordo Udept, grup Eutrudept dan  sub grup Typic Eutrudept menurut system klasifikasi taksonomi tanah edisi dua belas, 2014. Kata kunci:Klasifikasi Tanah, Sawah terassering, Toposekuen.
Respons Pertumbuhan Bibit Bud Sets Tebu Terhadap Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk N, P dan K Rizky Julius Panggabean; Meiriani Meiriani; Chairani Hanum
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.904 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16404

Abstract

Penyediaan bibit tebu yang berkualitas dengan teknik bud sets dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara tanah, sehingga diperlukan pemupukan untuk memenuhi kebutuhan hara bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan frekuensi pupuk N, P dan K terhadap pertumbuhan bibit bud sets, di lahan pembibitan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Jati, Kecamatan Binjai Barat (40-50 m dpl.) pada bulan April sampai dengan Juni 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor.Faktor pertama adalah dosis pemupukan (12, 18, 24, dan 30  g/50 tanaman). Faktor kedua adalah frekuensi pemupukan yang terdiri dari 2 dan 3 kali pemberian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis pemupukan N, P dan K dari 12 sampai 30 g/50 tanaman tidak berpengaruh pada pertumbuhan panjang bibit, jumlah daun, jumlah anakan, total luas daun, bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk bibit bud sets tebu. Frekuensi pemupukan dua kali nyata meningkatkan pertumbuhan panjang bibit, jumlah daun, diameter bibit, jumlah anakan, total luas daun, bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk. Interaksi perlakuan dosis dengan frekuensi pemupukan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit bud sets. Kata kunci :bibit tebu, bud sets, dosis pupuk, frekuensi pemupukan, pertumbuhan
Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Varietas Samosir (Allium ascalonicum L.) pada Beberapa Konsentrasi Air Kelapa dan Lama Perendaman Boy Edika Sembiring; mariati sinuraya; Lisa mawarni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.372 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16405

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memprlajari pengaruh konsentrasi dan lama perendaman air kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah samosir. Penelitian dilaksanakan di Jln.Berdikari Ujung,Medan, dimulai bulan  April – Juli. Rancangan penelitian menggunakan Acak Kelompok Faktorial  dengan   dua faktor    yaitu     konsentrasi (0 ;25 ;50 ;75 ;100%) dan lama perendaman (30 ;60 ;90 ;120 menit). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot basah umbi dan bobot kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman 3 MST dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa, sedangkan jumlah umbi dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa dan lama perendaman. Tidak ada interaksi antara konsentrasi air kelapa dan lama perendaman yang berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Kata kunci : bawang merah, air kelapa, konsentrasi, lama perendaman
Pertumbuhan dan Produksi Melon (Cucumis meloL.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dan Pemangkasan Buah Ari Permana Ginting; asil asil barus; ROSITA ROSITA SIPAYUNG
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.636 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pemberian pupuk NPK dan pemangkasan buah tertentu yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi melon. Penelitian dilaksanakan di lahan petani di desa Tiga Juhar, kecamatan STM Hulu, kabupaten Deli Serdang dengan ketinggian ± 300 meter di atas permukaan laut, pada bulan Mei hingga Agusutus 2015. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu pupuk NPK (0 g/tanaman, 40 g/tanaman, 80 g/tanaman dan 120 g/tanaman) dan pemangkasan buah (tanpa pemangkasan, 1 buah ditinggal/tanaman, 2 buah ditinggal/tanaman, dan 3 buah ditinggal/tanaman). Parameter yang diamati adalah panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang primer dan sekunder, rasio bunga betina dan jantan, produksi per tanaman, produksi per plot, persentase mutu buah per tanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 2, 3, 4, 5, 7, 8, dan 9 MST, jumlah daun 2 - 8 MST, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder. Pemangkasan buah berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 8 dan 9 MST. Pemberian pupuk NPK dan pemangkasan buah tidak berpengaruh nyata terhadap parameter rasio bunga betina dan jantan.  Interaksi antara pemberian pupuk NPK dan pemangkasan buah berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman pada umur 6 MST, jumlah daun pada umur 9 MST, produksi per tanaman, produksi per plot, persentase mutu buah kelas A, persentase mutu buah kelas B, dan persentase mutu buah kelas C. Kata kunci : pemangkasan buah, melon, pupuk NPK
Respons Pertumbuhan Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Berbagai Bahan Tanam Dan Konsentrasi IBA Ranggi Sumanjaya Purba; Jonis Ginting; Jonatan Ginting
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.183 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16407

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respons pertumbuhan berbagai bahan tanam setek nilam ( Pogostemon cablin Benth) terhadap pemberian IBA (Indole Butyric Acid). Penelitian ini dilaksanakan di lahan rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dari bulan April sampai dengan September 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah bahan tanam setek (setek batang atas, setek batang tengah dan setek batang bawah) dan  faktor kedua yaitu konsentrasi IBA (0; 100; 200; dan 300 ppm).Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang  3 kali. Peubah yang diamati yaitu persentase setek hidup, umur muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Data dianalisis dengan menggunakan uji F 5% dan dilakukan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test pada taraf α = 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan tanam setek berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup, umur muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Perlakuan konsentrasi IBA berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup, jumlah tunas, panjang tunas, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar.Interaksi anatara kedua perlakuan tersebut berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Kata kunci : bahan tanam setek, IBA, nilam
Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Ubi (Ipomoea batatas L.) jalar Terhadap Pemberian Paclobutrazol Dewi Rucci Manullang; Jonatan Ginting; Ferry Ezra Sitepu
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.891 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16421

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat di  Jl. Setia Budi, Kecamatan Medan Selayang dengan ketinggian tempat ± 25 meter dpl dari bulan Mei sampai Oktober 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 Faktor perlakuan. Faktor pertama adalah varietas dengan 3 jenis yaitu Kidal  (V1); Sari (V2); Beta-2 (V3) dan faktor kedua yaitu pemberian paclobutrazol dengan 5 taraf yaitu; 0,00 cc/l air (P0); 0,25 cc/l air (P1); 0,50 cc/l air (P2); 0,75 cc/l air (P3); dan 1,00 cc/l air (P4). Parameter yang diamati adalah  pertambahan panjang tanaman, bobot basah tanaman per sampel, bobot kering tanaman per sampel, umur berbunga,  jumlah umbi per sampel, bobot umbi per sampel, rataan bobot umbi, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan panjang tanaman  3-8 MST, bobot basah tanaman per sampel, bobot kering tanaman per sampel, umur berbunga, bobot umbi per sampel, rataan bobot umbi dan indeks panen. Pemberian paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap parameter pertambahan panjang tanaman 4 dan 7 MST, bobot umbi per sampel, rataan bobot umbi dan dan indeks panen. Interaksi antara perlakuan varietas dengan pemberian paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang tanaman 5 MST, bobot kering tanaman per sampel dan bobot umbi tanaman per sampel. Kata kunci : Paclobutrazol, Ubi jalar, Varietas
Survei Serangan Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) Berdasarkan Faktor Kultur Teknis di Kabupaten Tapanuli Utara Sondang Sitanggang; Suzanna F. Sitepu; Lahmuddin Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.647 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16426

Abstract

Penggerek buah kopi (H. hampei Ferr.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman kopi yang dapat menyerang buah kopi mulai dari buah yang masih hijau, matang susu sampai pasca panen. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh faktor kultur teknis terhadap tingkat serangan PBKo di Kabupaten Tapanuli Utara.  Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan Oktober – November 2015.  Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS Statistic 22,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur teknis berpengaruh sedang terhadap persentase serangan hama dengan nilai korelasi -0,48. Rata-rata persentase serangan hama di Kabupaten Tapanuli Utara adalah 44,97%. Serangan hama tertinggi yaitu di Desa Situmeang Habinsaran 90,14% dan terendah Desa Sitanggor  10,40%.