cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 943 Documents
Pengaruh Indaziflam Terhadap Seed bank Eleusine indica L. Gaertn. pada Berbeda Kedalaman dan Kadar Air Media Tanah nico jan sianipar; edison purba; mariati sinuraya
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.395 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16319

Abstract

Pengendalian seedbank gulma penting dalam strategi pengendalian gulma secara terpadu. Sejumlah teknik untuk mengurangi seedbank tergantung sistem pertanian, lokasi, dan tipe strategi pengendalian. Salah satu teknik pengendalian yang populer untuk mengendalikan seedbank adalah penggunaan herbisida pratumbuh seperti indaziflam, yang digunakan sebagai pengendalian gulma untuk mengantisipasi resistensi dan suksesi gulma terutama terhadap herbisida. Penelitian bertujuan untuk menentukan efikasi indaziflam terhadap kedalaman tanah dan daya tumbuh seedbank gulma E. indica. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu herbisida dan tidak menggunakan herbisida, faktor kedua kedalaman tanam meliputi kedalaman 0 cm, 2 cm, 4 cm dan 8 cm. Dan faktor ketiga yaitu kadar air tanah kapasitas lapang meliputi 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indaziflam efektif menekan persentase pertumbuhan E.indica, pada kedalaman biji 0 cm sampai 2 cm pada kondisi kadar air tanah 25 % sampai dengan 100 % kapasitas lapang. Sedangkan pada kedalaman 4 cm sampai ke atas tidak ada yang tumbuh begitu juga dengan perlakuan tanpa herbisida. Pada kadar air tanah 25 % indaziflam, gulma E.indica yang tumbuh sebesar 0,02 % sedangkan kondisi kadar air tanah 50 % sampai 100% indaziflam, tidak ada gulma yang tumbuh.
Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Organik Cair Ahmad Ridwan Lubis; Lisa Mawarni; Rosita Sipayung
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.352 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16321

Abstract

Pengusahaan kopi organik dapat pula dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan mutu kopi robusta Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Johor, Sumatera Utara dengan ketinggian ±32 meter dpl, dari bulan Mei sampai September 2016, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah perbandingan topsoil dan pupuk kandang (pukan) ayam dengan 4 perbandingan volume yaitu (1:0); (3:1); (2:1); (1:1) dan faktor kedua yaitu pemberian pupuk organik cair (POC) dengan 4 taraf yaitu 0 cc/l; 2 cc/l; 4 cc/l; 6 cc/l. Parameter pengamatan adalah volume akar (cm3), bobot kering tajuk (g) dan bobot kering akar (g). Perlakuan pukan ayam berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan volume akar, bobot kering akar dan bobot kering tajuk. Perlakuan pemberian POC berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Interaksi pukan ayam dan POC berpengaruh nyata terhadap parameter bobot kering akar dan bobot kering tajuk.
Pengaruh Perendaman Beberapa Konsentrasi Potassium Nitrat (KNO3) dan Air Kelapa Terhadap Viabilitas Biji Delima (Punica granatum L.) Robbi Aditya Candra; Ratna Rosanty Lahay; Ferry Ezra Sitepu
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.038 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16338

Abstract

Potassium Nitrat (KNO3) merupakan salah satu perangsang perkecambahan yang sering digunakan. Air kelapa merupakan larutan yang dapat digunakan untuk mempercepat proses perkecambahan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan dengan ketinggian + 25 meter dpl, dari bulan April sampai Mei 2016, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi KNO3 dengan 4 taraf yaitu 0%, 0,1%, 0,2%, dan 0,3% faktor kedua konsentrasi air kelapa  dengan 3 taraf yaitu 0%, 50%, dan 100%. Parameter pengamatan adalah persentase perkecambahan, laju perkecambahan, indeks vigor, persentase kecambah normal, persentase kecambah abnormal dan persentase biji tidak tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi KNO3 berpengaruh nyata terhadap parameter persentase perkecambahan, laju perkecambahan biji, indeks vigor, persentase kecambah normal dan persentase biji tidak tumbuh. Perlakuan konsentrasi air kelapa berpengaruh nyata terhadap parameter persentase perkecambahan, indeks vigor, dan persentase kecambah normal dan persentase biji tidak tumbuh. Interaksi konsentrasi KN03 dan air kelapa berpengaruh nyata terhadap parameter persentase perkecambahan, laju perkecambahan biji, indeks vigor, persentase kecambah normal dan persentase biji tidak tumbuh. Peningkatan    viabilitas  biji  delima  dapat  dilakukan  dengan perendaman KNO3 0,1%.
Kemampuan Cendawan Tanah Supresif terhadap Ganoderma boninense pada Kebun Kelapa Sawit Arif Tri Wahyudi; Mukhtar Iskandar Pinem; Yuswani Pangestiningsih; Agus Eko Prasetyo
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.915 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16359

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya produktivitas dan kualitas kelapa sawit yang disebabkan oleh G. boninense. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan cendawan yang terdapat pada tanah supresif terhadap G. boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel tanah terinfestasi G. boninense dan tanah supresif disekitar tanaman kelapa sawit untuk dianalisis keanekaragaman dan kelimpahan cendawan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode pengenceran pada tingkat pengenceran 10-3 hingga 10-5 pada media PDA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah supresif mengandung cendawan yang mampu menghambat pertumbuhan patogen tular tanah. Keanekaragaman dan kelimpahan cendawan pada tanah supresif lebih tinggi daripada keanekaragaman dan kelimpahan cendawan pada tanah terinfestasi G. boninense. Total isolat yang diperoleh dari tanah supresif sebanyak 8 isolat dan total isolat yang diperoleh dari tanah terinfestasi sebanyak 4 isolat.
Pengaruh Waktu Pemberian dan Konsentrasi Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Asyriani Syahfithri Pulungan; Ratna Rosanty Lahay; Edison Purba
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.602 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16360

Abstract

Ubi jalar sebagai salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang keempat setelah padi, jagung dan ubi kayu. Ubi jalar dengan pertumbuhannya merambat panjang maka perlu diatur seefisien dengan pemberian zat penghambat tumbuh. Paklobutrazol adalah ZPT memperpendek masa vegetatif dan mempercepat masa generatif. Penelitian ini bertunjuan untuk mendapatkan pengaruh waktu pemberian dan konsentrasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar., menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah waktu pemberian paclobutrazol (21 HST; 28 HST; 35 HST; 42 HST) dan faktor kedua adalah konsentrasi paclobutraol (0.025 %; 0.050 %; 0.075 %; 0,1 %). Perlakuan waktu pemberian paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan biomassa serasah. Perlakuan konsentrasi paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa serasah dan jumlah umbi. Interaksi waktu pemberian dan konsentrasi paclobutazol berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa serasah, dan jumlah umbi. Bobot biomassa tanaman tertinggi terdapat pada waktu pemberian paklobutrazol pada umur 28 HST deengan konsentrasi 0,075 %.   Kata kunci : konsentrasi, paklobutrazol,  ubi jalar, waktu pemberian
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai (Glycine max (L. Merril) Terhadap Pemberian Biochar Sekam Padi Dan Pupuk P Dieni Annisa Siregar; Ratna Rosanty Lahay; Nini Rahmawati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.513 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16362

Abstract

Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi kedelai terhadap pemberian biochar sekam padi dan pupuk P. Penelitian dilaksanakan di UPT Balai Benih Induk (BBI) Palawija Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Sunggal, pada Juli – September 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu dosis Biochar : 0, 6, 12, 18 t/ha dan dosis Pupuk P : 0, 75, 150 Kg/ha SP36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2,5 dan 6 MST, diameter batang, jumlah cabang produktif, bobot biji kering per tanaman. Perlakuan pemberian pupuk P berpengaruh nyata terhadap jumlah polong/tanaman, jumlah polong/tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot kering biji per plot. Interaksi perlakuan pemberian biochar dan pupuk P berpengaruh tidak nyata pada setiap parameter. Bobot kering biji per tanaman tertinggi terdapat pada pemberian 6 ton biochar sekam padi /ha dan bobot kering biji per plot tertinggi terdapat pada pemberian 150 kg SP36/ha.
Pemetaan C-Organik Di Lahan Sawah Daerah Irigasi Pantoan Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Niken Kemala; Supriadi supriadi supriadi; Tengku Tengku Sabrina
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.643 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16375

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebaran C-organik tanah pada lahan sawah di Daerah Irigasi Pantoan Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Irigasi Pantoan Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun pada bulan Mei hingga Juli 2016.Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei grid bebas dengan tingkat survei semi detail.Parameter yang diukur adalah C-organik dan dianalisis dengan metode Walkey and Black. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga kriteria status hara C-organik yaitu sangat rendah, rendah dan sedang. Sebaran wilayah dengan kriteria status hara sangat rendah memiliki luas 12.64 ha atau 4.59% dari luas wilayah penelitian,  kriteria status hara rendah sebesar 256.76 ha atau 93.36% dari luas wilayah penelitian dan kriteria status hara sedang 5.60 ha atau 2.03% dari luas wilayah penelitian. Nilai korelasi (r) = 0.767 yang berarti hubungan antara C-organik dan produksi padi tergolong kuat dan bernilai positif yang berarti semakin tinggi kadar bahan organik semakin tinggi produktivitas lahan.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Paria Terhadap Beberapa Komposisi Media Tanam dan Pemberian Pupuk Organik Cair Irwan Lesmana Bastari; Rosita Sipayung; Jonis Ginting
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.72 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16380

Abstract

Rendahnya produksi paria diakibatkan oleh berkurangnya lahan subur yang disebabkan penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha perbaikan dengan cara penggunaan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman paria terhadap berbagai komposisi media tanam dan pemberian pupuk organik cair . Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian USU (± 25 m dpl) pada bulan April hingga Juli 2016 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama komposisi media tanam dengan tiga komposisi media tanam yaitu: ultisol : pukan sapi : sekam 2 : 1 : 1 (M1), ultisol : pukan ayam : sekam 2 : 1 : 1 (M2), ultisol : kompos : sekam 2 : 1 : 1 (M3) serta faktor kedua pemberian pupuk organik cair dengan empat taraf perlakuan yaitu: 0ml/l air (P0), 2ml/l air (P1), 4ml/l air (P2) dan 6ml/l air (P3). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang primer, umur berbunga, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, bobot buah segar per tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan persentase buah normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang primer, umur berbunga, jumlah buah, bobot buah segar per tanaman, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Dimana komposisi media tanam yang terbaik ialah pada ultisol : pukan ayam : sekam 2 : 1: 1 (M2). Perlakuan pemberian pupuk organik cair dan interkasi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.Kata kunci : komposisi media tanam, paria, pupuk organik cair
The Activities of Superoxide dismutase and Latex Physiology In Rubber Plants (Hevea brasiliensis Muell Arg.) PB 260 and RRIM 921 Suffering Partially Tapping Panel Dryness (TPD) Applied with Plant Growth Regulator ULFA ANGGRAINI; Rosmayati Rosmayati; Revandy I.M. Damanik
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.465 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16381

Abstract

The ojective of the research was to determine the effect of plant growth regulators on the activity of enzyme superoxide dismutase and the physiology of partially Tapping Panel Drynessin (TPD) the clones quick starter (PB260) and a slow starter (RRIM 921) of rubber plant. This research was conducted at the Research Estate and Laboratory of Physiological Research Center, Rubber Research Centre, Sungei Putih, Galang, Deli Serdang - North Sumatra, from March until June 2016. The completely randomized design was used with three factors: the first factor was the clones of rubber plants (PB260 and RRIM 921), the second factor was the plant condition (Healthy and TPD or conditions), and the third factor was the formula. The Parameters observed were superoxide dismutase (SOD), Thiol, Sucrose, and Inorganic Phosphate. The result showed that the clone of rubber plants was significantly affected the thiol’s, sucrose’s and inorganic phospate in rubber. condition plant and  the formula significantly affected the sucrose’s. Interaction between clone and formula significantly affected the sucrose’s. The Interaction between clone, plant variety, and formula significantly affected the sucrose’s and the enzyme superoxide dismutase (SOD).
Respons Pertumbuhan Bud Set Tebu (Sacharum officinarum L.) Pada Beberapa Umur Bahan Tanam dan Konsentrasi IBA jerry afrimsa sijabat; Meiriani Meiriani; Lisa Mawarni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.227 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16391

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan bud set tebu pada beberapa umur bahan tanam dan konsentrasi IBA. Penelitian dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian USU, dimulai  Mei – Agustus menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor  yaitu umur bahan tanam (6,7,8 bulan) dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA (100,200,300 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bibit berkecambah, dan laju perkecambahan bibit bibit nyata lebih baik pada bahan tanam bud set umur 6 bulan. Laju perkecambahan nyata lebih baik tanpa pemberian IBA. Interaksi antara umur bahan tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter. Pada perbanyakan tebu dengan menggunakan bahan bud set disarankan menggunakan bahan yang berumur 6 bulan tanpa pemberian IBA.