cover
Contact Name
Fatichatus Sa'diyah
Contact Email
jurnalmusnad@gmail.com
Phone
+6285785624624
Journal Mail Official
faticha.sadiyah@gmail.com
Editorial Address
Jal. Hidayat 415 Pakong Modung Bangkalan Madura, 69166 Indonesia Email : jurnal@stiuda.ac.id | Website : https://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/musnad
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis
ISSN : 30253241     EISSN : 30257042     DOI : 10.56594/musnad.v2i2
Core Subject : Social,
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis, publishes articles in hadis science and ulumul hadis, especially hadith and ulumul hadis studies, living hadith, hadith manuscripts, hadith in the Indonesian context, classical and contemporary hadith thinking, hadith hermeneutic thinking, hadith study research methodology, hadith and information technology, hadith and the media. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author. Musnad : Jurnal Ilmu Hadis published twice a year (Juli and Desember) by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura. Musnad : Jurnal Ilmu Hadis accommodates critical thinking and is open to all circles (academics, religious leaders, intellectuals and students) with the specifications of studies and research in the field of hadis science and ulumul hadis, especially hadith and ulumul hadis studies, living hadith, hadith manuscripts, hadith in the Indonesian context, classical and contemporary hadith thinking, hadith hermeneutic thinking, hadith study research methodology, hadith and information technology, hadith and the media. The Journal serving as a medium for exploring critical thinking on field of hadis science and ulumul hadis, especially hadith and ulumul hadis studies, living hadith, hadith manuscripts, hadith in the Indonesian context, classical and contemporary hadith thinking, hadith hermeneutic thinking, hadith study research methodology, hadith and information technology, hadith and the media.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2023): Juli" : 6 Documents clear
PANDANGAN ORIENTALIS TENTANG HADIS SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM Mohammad Lutfianto; takwa takwa taqwallo
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v1i1.129

Abstract

Pada abad ke-19 merupakan periode ketika orang muslim menghadapi munculnya tantangan dari para sarjana orientalis yang bersikap kritis dalam studi hadis. Adalah Alois Sprenger yang menjadi sarjana Barat pertama yang mengekspresikan skeptisisme tentang rehabilitasi hadis sebagai sumber sejarah. Kemudian muncul Ignaz Goldziher melalui karyanya Muhammedanische Studien, berpendapat bahwa hadis Nabi sesungguhnya merupakan hasil evolusi sosial-historis Islam selama abad kedua Hijriah dan diikuti beberapa orang lainnya. peneliti menfokuskan pada pembahasan seputar bagaimana kedudukan hadis dalam pandangan Orientalis dan eksistesnsinya sebagai sumber hukum kedua umat Islam. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis konteks atau tokoh terhadap data-data yang sifatnya dokumtasi. pandangan orientalis tentang otentitas hadis sebagai sumber hukum, yaitu: hadis merupakan produk buatan kaum muslimin abad kedua dan ketiga Hijriyah yng berupa catatan-catatan perkembangan Islam di bidang sosial, agama, sejarah dan lainnya, sedangkan kelangkahan peninggalan hadis bentuk tulisan menunjukkan bahwa hadis tidak dapat dipelihara keaslihannya, (b) Mereka sepakat bahwa eksistensi sunnah Nabi sebagai sumber hukum tidaklah terjadi sejak awal Islam dan produk hukum Islam baru terbentuk pada abad kedua Hijriyah dan merupakan hasil dari perkembangan Islam, dan hadis masa itu adalah hasil dari pemalsuan yang dibuat ahli hadis ataupun ahli fikih.
MENGULAS KEMBALI KITAB SAHIH AL-BUKHARI Fatichatus Sa'diyah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v1i1.130

Abstract

Dari sekian banyak kitab hadis yang tersebar, S{ah}i>h{ al-Bukha>ri> merupakan kitab hadis yang diakui dari zamannya hingga sekarang. Kitab ini akan penulis kaji dari berbagai segi mulai dari: biografi Imam al-Bukha>ri>, latar belakang peulisan kitab S{ah}i>h{ al-Bukha>ri>, sitematika penulisan S{ah{i@h} al-Bukha>ri>, tema dan cakupan S}ah}i@h} al-Bukha>ri>, serta komentar ulama terhadap al-Bukha>ri> dan S}ah}i@h} al-Bukha>ri>. al-Bukha>ri adalah ulama kelahiran Uzbekistan, satu di antara negara-negara pecahan Uni Soviet. Kitab ini sangat dikenal luas di kalangan Islam, namun sebagian besar dari mereka tidak terlalu mengetahui dengan detail bagaimana latar belakang dan pernak-pernik S{ah{i@h} al-Bukha>ri. Kitab ini merupakan kitab pertama yang khusus menghimpun hadis sah}i>h}. Adapun penghimpunan hadis secara umum sudah dilakoni oleh ‘Umar ibn ‘Abd al-‘Azi>z yang memerintahkan gubernurnya di Madinah, Ibnu H{azm agar mulai membukukan hadis Nabi. Namun pada masa ini, hadis Nabi belum difilter antara yang lemah dan tidak.
KONTRIBUSI HASBI ASH-SHIDDIQY DALAM UPAYA KONTEKSTUALISASI SUNNAH DI INDONESIA shofiatun Nikmah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v1i1.107

Abstract

Ulama Indonesia yang bergerak dalam dinamika pembaharuan Islam di Indonesia pada masa orde baru ialah Hasbi Ash-Shiddiqqy. Seorang sarjanawan muslim yang konsern terhadap permasalahan hukum-hukum Islam. Ia juga memiliki kontribusi bagi pembaharuan penghayatan Alquran dan Sunnah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahmi secara komprehensif bagaimana Sunnah dalam perspektif Hasby Ash Shiddiqy. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan Sosio-Historis untuk mendapatkan Pemahaman yang kommprehensif tentang pandangan Hasbi terhadap Sunnah. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan diantaranya; Hadis dalam perspektif Hasbi ialah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi, meski hanya terjadi satu kali dalam kehidupan Nabi dan hanya diriwayatkan satu orang. Sedangkan, As-Sunnah adalah amaliyah Rasulullah yang dilakukan secara terus-menerus dan diikuti oleh sahabat sehingga mencapai derajat mutawa>tir. Hadis ialah berita yang bersifat teoretis terkait berbagai macam permasalahan, yang memiliki beberapa konsekuensi hukum. Sedangkan sunnah merupakan khabar yang telah menjadi normatif dan prinsip praktis umat muslim yang diamalkan secara mutawatir.
INTERPRETASI HADIS TASHABUH FENOMENA KPOPERS DENGAN PERSPEKTIF PSIKOLOGI KEPRIBADIAN Shofia Martiani; Abdurrohman Abdurrohman
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v1i1.121

Abstract

Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, muncullah banyak teknologi yang memudahkan manusia dalam segala aktivitas. Saat ini, sedang banyak sekali yang mengalami fanatisme K-popers yang mana budaya ini berasal dari negara tetangga yaitu korea selatan. Bukan hanya kalangan anak muda tetapi juga remaja, hingga dewasa mengalami fenomena ini hingga meniru apapun yang dilakukan oleh idola nya. Upaya seseorang dalam menyerupai sesuatu sesuai dengan keinginannya dalam segi tingkah laku, gaya busana, taupun lainnya dalam islam dikenal dengan ungkapan tasyabbuh. Hal ini dapat berupa mengubah gaya busananya layaknya laki-laki ataupun sebaliknya karena adanya niat serta keinginan. Dalam Islam jika seorang muslim meniru bahkan menyerupai sesuatu, baik dalam segi bentuk, sifat, kepercayaan, kebudayaan maupun tingkah laku maka dilarang oleh agama.Dengan merujuk pada fanatisme K-popers yang dikaitkan dengan hadis Nabi, penelitian berguna menjawab rumusan masalah yakni bagaimana kualitas hadis-hadis tasyabbuh dalam kitab Sunan Abu Dawud serta bagaimana pemaknaan hadis-hadis tasyabbuh menurut ulama pensyarah, dan ulama kontemporer serta bagaimana kajian hadis jika dikaitkan dengan pendekatan psikologi manusia. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas hadis-hadis tasyabbuh dalam kitab Sunan Abu Dawud, dan untuk mengetahui pengaruh tasyabbuh kepada penggemar K-popers jika dikaitkan dengan psikologi manusia. Kata kunci: Hadis, Tasyabbuh, Psikologi Pemaknaan
IMPLEMENTASI HADIS SHAHIH MUSLIM NO. INDEKS 384 TERHADAP KESENIAN GEMBRUNGAN DI DESA KRANGGAN KECAMATAN GEGER KABUPATEN MADIUN Silvi Nur Izzatul Aulia; Andris Nurita
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v1i1.114

Abstract

This article aims to find out how the implementation of the meaning of the hadith narrated by Imam Muslim towards the gembrungan art in Kranggan Village, Geger District, Madiun Regency. In modern times, the development of technology and culture has become increasingly sophisticated, so that in the end, the legacies of ancient ancestors are almost extinct. One of the legacies from ancient times is this gembrungan art. In this gembrungan art there are several moral values ​​that we can take as examples in everyday life. This gembrungan art is actually almost the same as hadroh and banjari in general. The reading that is read when doing gembrungan namely blessings on the Prophet SAW. In the hadith narrated by Imam Muslim, which will be studied at this time, it discusses the benefits of praying to the Prophet SAW. We as Muslims, namely the people of the Prophet Muhammad SAW, must routinely practice reciting blessings on the Prophet SAW, because in reading blessings there are many benefits, moreover reading one prayer can get 10 times the reward. To maintain the preservation of this art, the people of Kranggan Village, Geger District, Madiun Regency created a collection called this gembrungan art. Gradually, this art has developed again and is now recognized by the Regent of Madiun City. Do not forget also the function of this gembrungan art as a medium of propaganda through culture. Therefore, our current task is to maintain the preservation of this gembrungan art.
PEMAHAMAN PEMAHAMAN HADIS RIWAYAT SUNAN AL-TIRMIDHI NOMOR INDEKS 1977 DAN RELEVANSINYA TERHADAP FENOMENA HATE SPEECH DI MEDIA SOSIAL Nur Zunda; Andris Nurita
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v1i1.120

Abstract

Keberadaan media sosial pada masa kini telah menjadi suatu kebutuhan yang bisa dikatakan primer bagi masyarakat, baik bagi kalangan remaja maupun kalangan orang dewasa. Namun penggunaan terhadap media sosial tersebut seringkali disalahgunakan, sehingga tak jarang ditemukan dampak negatif yang timbul akibat penggunaan yang salah. Diantara perilaku negatif yang timbul dari keberadaan sosial media adalah fenomena hate speech. Penulisan artikel ini pertujuan untuk mencari relevansi antara fenomena hate speech dengan pemahaman hadis riwayat Sunan al-Tirmidhi nomor indeks 1977. Adapun objek penelitian dari penelitian ini adalah fenomena hate speech yang terjadi di media sosial serta hadis nomor indeks 1977 yang terdapat dalam Sunan al-Tirmidhi. Sebagaimana yang diketahui bahwa perilaku ujaran kebencian merupakan fenomena yang baru-baru ini terjadi dan belum ada ketika hadis tersebut muncul. Namun, sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an, keberadaan hadis dalam menyikapi peristiwa terbaru pastilah dipertanyakan. Dari penelitian ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana pemahaman hadis apabila dikaitkan dengan fenomena hate speech yang terjadi di media sosial serta bagaimana relevansi antara keduanya. Kata kunci: hate speech, pemahaman hadis, Sunan al-Tirmidhi

Page 1 of 1 | Total Record : 6