cover
Contact Name
Sony Nugratama Hijrawadi
Contact Email
sonynugratama@unj.ac.id
Phone
+6285273995666
Journal Mail Official
jsg@unj.ac.id
Editorial Address
Jl. Rawa Mangun Muka Raya No.11, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL SAINS GEOGRAFI
ISSN : -     EISSN : 30259355     DOI : https://doi.org/10.21009/jsg.v1i1
Jurnal Sains Geografi (JSG) merupakan jurnal akses terbuka dan peer-review yang diterbitkan oleh Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta, yang mempublikasikan hasil penelitian pada bidang geografi, khususnya meliputi kajian yang terkait Geomorfologi terapan, Perubahan Iklim, Perubahan penggunaan lahan/tutuan lahan dan implikasinya, kebencanaan, Konservasi Sumberdaya alam, Pembangunan Wilayah dan Perdesaan/Perkotaan, Aplikasi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh. JSG bertujuan menjadi tempat yang mendiseminasikan karya-karya ilmiah bidang geografi untuk meningkatkan pemahaman dan penerapannya. Jurnal ini terbit dengan frekuensi dua kali dalam satu tahun (Mei dan November) Jurnal Sains Geografi menerbitkan artikel original yang belum pernah diterbitkan sebelumnya. Artikel yang diterbitkan meliputi kajian antara lain: 1. Geomorfologi terapan 2. Perubahan Iklim dan dampaknya 3. Perubahan penggunaan lahan/tutupan lahan dan implikasinya 4. Kebencanaan 5. Konservasi Sumberdaya alam 6. Pembangunan Wilayah dan Perkotaan 7. Aplikasi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh
Articles 47 Documents
Analisis Perubahan Fungsi Lahan Terhadap Ruang Terbuka Hijau Dalam Kurun Waktu 2004-2022 di Kelurahan Srengseng Sawah Jakarta Selatan Purnayudhanto, Rahmat; Sibly, Muhammad; Nugraha, Quinanita Sharendra
Jurnal Sains Geografi Vol 1 No 2 (2023): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v1i2.02

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai ruang terbuka yang pemanfaatannya lebih bersifat pengisian hijau tanaman atau tumbuh tumbuhan secara alamiah ataupun budidaya tanaman seperti lahan pertanian, pertamanan, perkebunan dan sebagainya (Pemendagri No.1, 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah Perkotaan). Seiring berkembangnya zaman, tentunya fungsi lahan yang semula ruang terbuka hijau beralih fungsi kegunaannya. Wilayah Kelurahan Srengseng Sawah menjadi salah satu contoh wilayah yang mengalami peralihan fungsi lahan. Bentuk peralihan fungsi lahan dari ruang terbuka hijau menjadi lahan terbangun, tentunya membuat kondisi lingkungan Srengseng Sawah seiring berjalannya waktu berubah.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Gunungpati, Semarang Periode Tahun 2022, 2012 dan 2002 Anggraeni, Fitri; Delani, Safira; Dwinata, Ibra Fabian
Jurnal Sains Geografi Vol 1 No 2 (2023): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v1i2.03

Abstract

Berbagai kebutuhan akan penggunaan lahan kian merubah bentuk penggunaan lahan dari waktu ke waktu. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi sejalan dengan adanya pembangunan wilayah yang berkelanjutan akibat semakin bertambahnya jumlah penduduk. Kecamatan Gunungpati merupakan salah satu wilayah di bagian selatan Kota Semarang yang memiliki karakteristik yang cenderung agraris. Penggunaan lahan yang telah berubah di Kecamatan Gunungpati dimulai dari penggunaan lahan pertanian berubah menjadi penggunaan lahan non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan yang telah terjadi selama tiga periode dalam kurun waktu per-sepuluh tahun serta bentuk lahan yang terbentuk dari masing-masing tahunnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis overlay untuk melihat perubahan penggunaan lahan. Output yang dihasilkan dari analisis ini berupa peta overlay penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan tata guna lahan di Kecamatan Gunung Pati khususnya pada periode tahun 2002, 2012 dan 2022. 
Analisis Pola Persebaran Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat Mawardi, Muhammad Imam; Gultom, Herlina; Arsanti, Salmah Vira
Jurnal Sains Geografi Vol 1 No 2 (2023): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v1i2.04

Abstract

Pola sebaran lokasi sekolah dasar negeri di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat ditentukan menggunakan hasil perhitungan NNA atau metode analisis tetangga terdekat. Pola persebaran lokasi sekolah dasar negeri di Kecamatan Johar Baru berdasarkan perhitungan NNA atau metode analisis tetangga terdekat menggunakan software ArcGIS, didapatkan nilai rasio sebesar 0,0800956. Nilai rasio tersebut dikategorikan sebagai megelompok atau clustered yaitu antara 0,00 sampai 0,70. Pola persebaran sekolah dasar negeri di Kecamatan Johar Baru memiliki pola mengelompok atau clustered dikarenakan persebaran lokasi sekolah mengikuti tata kota daerahnya yang sudah terbentuk. Selain itu, persebaran sekolah ini juga mengikuti pola kepadatan penduduk daerah yang sebagian besar letaknya juga mengelompok. Adanya efisiensi dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya Pendidikan menjadi keuntungan dari pola mengelompok atau clustered di kecamatan Johar Baru. Dengan sekolah-sekolah yang berdekatan satu sama lain, sumber daya seperti guru, fasilitas, dan bahan ajar dapat lebih efektif digunakan dan didistribusikan. Selain itu, pengelompokan sekolah juga memudahkan koordinasi antara sekolah, otoritas pendidikan setempat, dan orang tua siswa dalam hal pengawasan, pemantauan, dan penyediaan fasilitas pendukung. Walaupun pola ini memiliki keuntungan dalam pengelolaan sumber daya pendidikan, tetapi tetap juga memerlukan perhatian terhadap kesetaraan akses pendidikan. Untuk itu, kerjasama antara pemerintah, otoritas pendidikan, dan masyarakat penting untuk memastikan bahwa semua anak-anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan setara, tanpa memandang lokasi dan jarak sekolah. 
Pola Klaster Spasial: Studi Kasus mengenai Persebaran RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) di Kota Jakarta Pusat dengan Pendekatan Nearest Neighbor Analysis (NNA) Amalia, Dika Fitri; Nugraha, Quinanita Sharendra; Negara, Adji Setia
Jurnal Sains Geografi Vol 1 No 2 (2023): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v1i2.05

Abstract

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) tidak hanya di gunakan sebagai ruang terbuka dan taman bermain, melainkan menunjang perkembangan anak di tiap kelurahan di DKI Jakarta. RPTRA di bangun di tiap kelurahan dan ditengah pemukiman warga, agar mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar, dan manfaat dari RPTRA ini dapat tersampaikan  dengan baik. Namun, bagaimana kita dapat mengetahui persebaran RPTRA yang terdapat di Jakarta Pusat Sangatlah strategis untuk masyarakat sekitarnya. Hasil penelitian ini didukung dengan ilmu statistika spasial guna mengetahui bagaimana pola dari persebaran RPTRA di Jakarta Pusat dan efektivitasnya bagi masyarakat dengan menggunakan pendekatan Nearest Neighbor Analysis (NNA).
Analisis Daerah Rawan Banjir Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat di Kawasan Perumahan Elit, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan Utomo, Dzaky Zain Fadhilah; Nabilah, Abi Maulidya; Ramadhani, Dio
Jurnal Sains Geografi Vol 1 No 2 (2023): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v1i2.06

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan banjir di Kawasan Perumahan Elit, Kecamatan Mampang Prapatan, dan menganalisis tingkat kesiapsiagaan warganya terhadap potensi banjir dengan menggunakan data observasi, studi literatur, pemetaan. Populasi yang digunakan adalah masyarakat di sekitar Kawasan Perumahan Elit, Kecamatan Mampang Prapatan, sedangkan sampel penelitian diambil dengan menggunakan metode stratified random sampling. Pemerintah perlu melakukan kerja sama dengan masyarakat dimana, perlu adanya sosialisasi informasi banjir, pelatihan dan edukasi terkait menjadikan sumber daya di masyarakat agar dapat menjadi unggul untuk melakukan penanganan jika banjir terjadi. Kesiapsiagaan merupakan konsep persiapan untuk menghadapi bencana banjir, ini perlu memperhatikan hasil evaluasi mengenai kejadian-kejadian sebelumnya dalam hal bencana. Hal tersebut untuk membangun perencanaan sedemikian rupa agar dapat mencegah atau preventif, dan siap ketika bencana itu benar-benar terjadi. Salah satu bentuk sikap kesiapsiagaan yang dilakukan masyarakat Kawasan Perumahan Elit di Kecamatan Mampang Prapatan yaitu dengan memanfaatkan aplikasi bernama JAKI yang difasilitasi oleh pemerintah DKI Jakarta. Aplikasi tersebut memiliki fitur yang bernama JakPantau, fungsi JakPantau sendiri adalah untuk memudahkan warga Jakarta dalam mengakses informasi mengenai wilayah-wilayah mana saja di DKI Jakarta yang terdampak banjir. Oleh karena itu pemerintah menggunakan JAKI sebagai salah satu alternatif, yang dapat memudahkan masyarakat dalam mencari informasi bencana banjir dimanapun dan kapanpun.
Analisis Persebaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Wilayah Jakarta Selatan dengan Metode Nearest Neighbor Analysis (NNA) Suaidah, Lutfi; Hutagaol, Rizka Ramadhani; Khairunnisa, Shafa Sandina
Jurnal Sains Geografi Vol 1 No 2 (2023): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v1i2.07

Abstract

Fasilitas pelayanan kesehatan adalah tempat dan/atau fasilitas yang digunakan untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan, baik yang bersifat preventif, kuratif, maupun rehabilitasi. Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan akses pelayanan kesehatan dan keselamatan dasar kepada setiap warga negara dengan tujuan memberikan pelayanan yang lebih berkualitas, khususnya di bidang akses fasilitas yang aman dan kemudahan pergerakan dari berbagai sudut pandang. Kota Adminstrasi Jakarta Selatan mempunyai luas wilayah sekitar ± 145,73 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak ± 2.206.732 jiwa dan merupakan wilayah terluas kedua di Provinsi DKI Jakarta setelah Jakarta Timur. RSUD merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk memberikan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan yang diperlukan oleh masyarakat di daerah tersebut. RSUD di wilayah Jakarta Selatan belum merata di setiap Kecamatan, oleh karena itu perlu untuk menganalisis persebaran pola distribusi dari satu titik ke titik lainya. Dengan mengetahui pola distribusi titik dalam ruang akan memudahkan kita untuk mencari solusi penyebab pola titik dalam ruang tersebut terbentuk, oleh karena itu deteksi pola titik penting untuk diketahui, kita dapat menganalisis pola sebaran titik dengan menggunakan metode Nearest Neighbor Analysis (NNA).
Analisis Persebaran Fasilitas Kesehatan di DKI Jakarta Menggunakan Metode Geographically Weighted Regression Wulandari, Dwi Putri; Laila, Najmu; Mushandi, Rahmat
Jurnal Sains Geografi Vol 1 No 2 (2023): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v1i2.08

Abstract

Statistika spasial adalah cabang ilmu statistika yang berfokus pada analisis data geografis untuk memahami pola dan hubungan spasial antar variabel. Dalam konteks kesehatan masyarakat, persebaran fasilitas kesehatan menjadi faktor penting dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang merata. Metode GWR (Geographically Weighted Regression) adalah salah satu metode statistika spasial yang dapat digunakan untuk memodelkan dan menganalisis pola persebaran fasilitas kesehatan secara lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran fasilitas kesehatan dengan menggunakan metode GWR. Pada awalnya, data spasial mengenai lokasi fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, klinik, dll.) di suatu wilayah studi dikumpulkan. Kemudian, variabel independen seperti tingkat kepadatan penduduk, aksesibilitas transportasi, dan karakteristik sosial-ekonomi juga dikumpulkan untuk masing-masing lokasi fasilitas kesehatan. Data ini kemudian dianalisis menggunakan metode GWR untuk memodelkan hubungan antara variabel independen dengan persebaran fasilitas kesehatan. Hasil analisis GWR memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana variabel independen berhubungan dengan persebaran fasilitas kesehatan secara lokal. Metode ini memungkinkan identifikasi pola spasial yang berbeda dalam hubungan tersebut, yang tidak dapat terlihat dengan menggunakan metode regresi linier biasa. Dengan demikian, metode GWR dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi lokasi fasilitas kesehatan dan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam perencanaan dan pengembangan pelayanan kesehatan.
Analisis Pola Persebaran Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Koja, Jakarta Utara Menggunakan Metode Nearest Neighbor Analysis (NNA) Sibly, Muhamad; Deffry, Muhammad; Khairunnisa, Nabilah Firdha
Jurnal Sains Geografi Vol 1 No 2 (2023): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v1i2.09

Abstract

Indikator untuk membangun kesetaraan pendidikan adalah tumbuhnya fasilitas pendidikan. Untuk memenuhi infrastruktur sosial, fasilitas pendidikan didistribusikan secara merata di seluruh wilayah dan terletak di lokasi-lokasi utama. Persebaran Fasilitas yang merata menjadi tantanga pemerintah dalam pemenuhan fasilitas pendidikan pada kecamatan Koja. Average Nearest Neighbor Analysis atau analisis tetangga terdekat adalah suatu metode analisis yang bersifat kuantitatif dalam geografi yang bisa menentukan pola persebaran pada suatu pemukiman termasuk fasilitas pendidikan. 8 titik SMA di Kecamatan Koja tersebar di beberapa kelurahan, seperti Kelurahan Tugu Selatan, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kelurahan Lagoa, dan Kelurahan Tugu Utara. Pola sebaran Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Koja termasuk dalam klasifikasi Dispersed, berdasarkan hasil analisis, yang mengandalkan hasil rasio tetangga terdekat yang diperoleh, yaitu 1,402073, dengan jarak rata-rata 595,3523 meter dan skor z 2,175608. persebaran Sekolah Menengah Atas terhadap luas wilayah Kecamatan Koja cukup merata, namun perlu adanya penambahan fasilitas pendidikan khususnya SMA dalam menampung semua penduduk usia wajib belajar yang minat menempuh pendidikan di jenjang SMA di Kecamatan Koja.
Penilaian Kondisi Kesehatan Terumbu Karang di Lokasi Wisata Bahari (Snorkeling) Pada Pulau Pari Bagian Selatan Shofiyani, Virsha; Hutami, Aisahrul; Rizkianto, Tito Sigit; Sudirman, Sudirman; Fadhilah, Raihan; Fauzi, Muhammad; Kusumawati, Lia
Jurnal Sains Geografi Vol 2 No 1 (2024): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSG.v2i1.03

Abstract

Pari Island, one of the islands in the Thousand Islands that has high marine tourism potential, one of which is snorkeling tourism. Pari Island is located in South Thousand Islands District, Thousand Islands Regency, DKI Jakarta Province. To maintain the sustainability of the coral reef ecosystem on this island, it is necessary to assess its health condition periodically. Coral reefs are important ecosystems that support biodiversity in the maritime environment. The condition of coral reefs on Pari Island is influenced by various factors, such as tourist activities, climate change, and pollution. This study aims to assess the health condition of coral reefs at marine tourism sites (snorkeling) on Pari Island. The study was conducted by field survey method at one observation point, located in the south of Pari Island with coordinates 5°52'11.3" S, 106°36'45.1" E using the Coral Health Chart method. About Coral Health Chart is a table that contains the hues of changing colors of coral reefs. This table can be used to monitor the health of coral reefs based on their color hue. The results showed that the condition of coral reefs on Pari Island in general was in sufficient to good condition. Keyword : Coral reefs, Pari Island, Snorkling, Health Condition
Potensi Pengembangan Wisata Bahari Berbasis Ekosistem Mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Jasmine, Kirana Aisha; Azra Salsabila, Amanda; Putri, Ivanya; Khairunnisa, Nada; Alifia, Najma; Tidiesya, Tsabita; Kusumawati, Lia
Jurnal Sains Geografi Vol 2 No 2 (2024): JURNAL SAINS GEOGRAFI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyzed the potential for mangrove ecosystem-based marine tourism development on Pari Island, Thousand Islands. The data collection methods used were ground check and primary survey and assessing the level of potential using the scoring method. Then, the formulation of mangrove ecosystem-based marine tourism area development was carried out using a qualitative descriptive approach. The results of this study indicate that the development of mangrove-based marine tourism that falls into the less potential category should focus on improving infrastructure, adding attractions, transportation, and managing the surrounding environment. While mangrove tourism areas with moderate potential focus on tourist attractions, cultural events, the addition and rejuvenation of bathroom facilities, restaurants, and souvenir shops, as well as environmental management. If mangrove ecosystem-based marine tourism can be developed, the economy of the people on Pari Island will also be helped and the culture and existence of Pari Island will be increasingly recognized by the outside community. Keywords: Potential, Marine Tourism, Mangrove