cover
Contact Name
Muh Ibnu Sholeh
Contact Email
indocelllular@gmail.com
Phone
+6282144444454
Journal Mail Official
indocelllular@gmail.com
Editorial Address
Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah Tambakberas Barat Jombang, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30900530     DOI : 10.71305
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) is a biannual peer-reviewed journal dedicated to the dissemination of innovative practices, solutions, and findings from community service programs. The journal serves as a platform for academics, researchers, practitioners, and policymakers to share insights and impactful results that address various societal challenges through research-based service initiatives.
Articles 24 Documents
Inovasi Pertanian Melalui Teknologi Hidroponik Untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan Di Desa Langensari, Kabupaten Semarang Naila Syarifatul Jannah; Alisha Eka Pratiwi; Athaya Aprilia Putri; Lulu Dwi Hanan; Indah Khoirun Nisa; Asih Kuswardinah; Sita Nurmasitah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2 no 2 July 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i2.298

Abstract

Mengatasi tantangan pertanian di wilayah dengan keterbatasan lahan merupakan langkah krusial dalam mendorong pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Desa Langensari, yang terletak di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mengalami penurunan luas lahan produktif akibat alih fungsi lahan dan pertumbuhan penduduk. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi hidroponik sebagai solusi pertanian yang inovatif dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan langsung kepada warga desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan minat masyarakat terhadap budidaya hidroponik. Sekitar 73% peserta menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan hidroponik secara mandiri di rumah, sementara sisanya berminat membentuk kelompok tani hidroponik. Program ini juga mendorong interaksi sosial, meningkatkan kesadaran akan pertanian ramah lingkungan, serta membuka peluang wirausaha mikro berbasis sayuran segar. Inisiatif ini menjadi model yang dapat direplikasi dalam pemberdayaan pertanian modern bagi komunitas yang menghadapi keterbatasan lahan serupa.
Pelatihan Self-Awareness Berbasis MBTI Dalam Membentuk Mahasiswa Yang Adaptif Menghadapi Dunia Kerja Josafat Gracia Ginting; Fitriani Rahim; Indah Lestari Anwar; Muhaidir Ikram; Ahmad Rais Habib
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2 no 2 July 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i2.1639

Abstract

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, komunikasi, refleksi diri, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan self-awareness mahasiswa melalui pelatihan multikompetensi berbasis MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Kegiatan dilaksanakan secara luring pada mahasiswa kelas I dan J semester 4 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar dengan pendampingan 12 dosen sebagai fasilitator. Adapun mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini sekitar 40 orang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang terdiri atas penyampaian materi, pelaksanaan tes MBTI, diskusi interaktif, refleksi diri, dan evaluasi melalui observasi partisipasi, tanya jawab, serta umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengenali karakteristik kepribadian, kekuatan, kelemahan, gaya komunikasi, pola pengambilan keputusan, dan strategi pengembangan diri secara lebih terarah. Pelatihan ini juga membantu mahasiswa memahami pentingnya soft skills seperti komunikasi interpersonal, kerja sama tim, adaptasi, kepemimpinan, dan pengendalian diri sebagai bagian dari kesiapan memasuki dunia kerja. Dengan demikian, pelatihan self-awareness berbasis MBTI dapat menjadi sarana pengembangan diri mahasiswa dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan kompetitif.
Pelatihan Emotional Intelligence Mahasiswa Sebagai Upaya Penguatan SDM Unggul Di Era Modern A. Nurfiana Haz; Nidrah; Rika Kurniawati; Muh Nurfadel Hamzah; Ade Vidya Eryanti K
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2 no 2 July 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i2.1645

Abstract

Perkembangan pesat transformasi digital dan dinamika sosial yang semakin kompleks menuntut mahasiswa untuk memiliki tidak hanya kecerdasan intelektual tetapi juga kecerdasan emosional yang kuat sebagai dasar pengembangan sumber daya manusia unggul. Kecerdasan emosional berperan penting dalam meningkatkan kemampuan adaptasi, keterampilan komunikasi, regulasi emosi, serta hubungan interpersonal mahasiswa di lingkungan modern. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional mahasiswa sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia unggul di era modern. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2025 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar dengan melibatkan 45 mahasiswa manajemen berusia 20–22 tahun. Program menggunakan pendekatan workshop interaktif yang mengintegrasikan metode pre-test dan post-test, studi kasus, instrumen EQ-i 2.0, aktivitas role-playing, praktik mindfulness, diskusi kelompok, dan simulasi kasus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kecerdasan emosional mahasiswa setelah intervensi, dengan peningkatan rata-rata sebesar 24,5%, dari 65,2 pada pre-test menjadi 81,2 pada post-test (p < 0,01). Peningkatan tertinggi terjadi pada dimensi keterampilan sosial (32%), diikuti oleh manajemen diri (31,6%). Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kemampuan beradaptasi, serta penurunan tingkat stres akademik. Oleh karena itu, pelatihan kecerdasan emosional dapat secara efektif mendukung pengembangan mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, dan tangguh sebagai sumber daya manusia unggul yang mampu menghadapi tantangan di era modern.
Pelatihan Pencatatan Transaksi Ekspor Bagi UMKM Untuk Memperluas Pasar ke Singapura Melalui Netasia Carmel Meiden; Kristin Handayani; Leonar Pangaribuan; Dergibson Siagian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2 no 2 July 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i2.1689

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam memasuki pasar internasional, terutama terkait rendahnya kemampuan pencatatan transaksi ekspor, pemahaman dokumen administrasi ekspor, serta keterbatasan akses terhadap informasi pasar global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM mengenai prosedur ekspor, pencatatan transaksi ekspor sesuai standar administrasi internasional, serta pemanfaatan platform Netasia sebagai mitra untuk memperluas pasar ke Singapura. Kegiatan dilaksanakan di Kantor OK OCE Kemanusiaan pada tanggal 25 dan 27 Mei 2025 dengan melibatkan tujuh pelaku UMKM menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan metode interactive training. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai prosedur ekspor, fungsi dokumen administrasi ekspor, serta teknik pencatatan transaksi ekspor. Peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam menyusun pencatatan transaksi berdasarkan studi kasus serta memahami pemanfaatan Netasia sebagai sarana memperluas akses pasar internasional. Selain meningkatkan kompetensi administrasi ekspor, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi peserta untuk mengikuti business matching dan mempersiapkan usahanya menuju pasar Singapura. Dengan demikian, pelatihan berbasis partisipatif yang dikombinasikan dengan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan UMKM menghadapi perdagangan internasional dan dapat direplikasi sebagai model penguatan kapasitas UMKM berorientasi ekspor.

Page 3 of 3 | Total Record : 24