cover
Contact Name
Vinus Zai
Contact Email
vinuszai281085@gmail.com
Phone
+6282245339767
Journal Mail Official
vinuszai281085@gmail.com
Editorial Address
Bukit Trawas II Kavling C-108, Ketapanrame, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur 61375
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi
ISSN : 20888368     EISSN : 30900905     DOI : https://doi.org/10.71361/geneva.v6i2
Fokus dan Lingkup di dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktika, Teologi Misi, dengan bercorak tradisi Reformasi atau Reformed.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2023): DESEMBER 2023" : 5 Documents clear
Pengaruh Dua Jenis Iman Menurut Petrus Dari Damaskus Bagi Orang Percaya Masa Kini Noniat Erti Gulo
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 14 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iman merupakan esensial dari Allah yang bersifat abstrak sehingga hubungan ini hanya dapat diketahui secara vertikal. Namun demikian, iman menjadi tolak ukur pertumbuhan spiritual orang percaya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menggali dua pokok penting. Pertama, iman diperoleh karena takut akan Allah; dan Kedua, iman bersumber dari pendengaran atau warisan dari orang tua. Kajian dalam artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif-analatis dengan mendasarkan pada pandangan Peter dalam bukunya  "The Philokalia The Complete Text Compilet By St Nikodimos  Of The Holy Mountain And St Makarios Of Corinth Volume Three." Dari kajian tersebut diperoleh hasil bahwa pengaruh iman menciptakan relasi dengan Allah, beroleh keselamatan serta menolong orang percaya untuk mendisplinkan diri dalam Spiritualitas yang menuntun pada kekudusan hidup dengan tujuan yang sama yaitu  mencapai Theosis dengan Allah.
KAJIAN TEOLOGIS ULANGAN 6:6-9 TENTANG PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBENTUKAN SINERGISITAS PELAYANAN ANTARA GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DENGAN ORANGTUA DI SEKOLAH KRISTEN PELITA KASIH MULIA SURABAYA devi savitri helianthine
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 14 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alkitab mencatat bahwa pendidikan adalah suatu aktifitas yang penting yang harus dilakukan oleh setiap pemimpin baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat. Pendidikan yang baik berasal dari keluarga, dari orangtua kepada anggota keluarga bahkan kepada anak-anak di dalam keluarga itu. Firman Tuhan di dalam Ulangan 6:6-9 mengatakan bahwa pendidikan di dalam keluarga harus diajarkan berulang-ulang, artinya secara konsisten diajarkan, dan keluarga harus secara sering membicarakan di saat anggota keluarga sedang beraktifitas apapun. Dengan demikian jelas di sini bahwa Tuhan meletakkan dasar atau fondasi pendidikan adalah di tengah-tengah keluarga.Guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah adalah pendidik berikutnya yang dipercaya oleh Tuhan untuk membentuk dan mendidik anak-anak yang ada di sekolah. Sehingga tugas guru Pendidikan Agama Kristen sebagai pendidik adalah tugas yang penting. Seorang guru Pendidikan Agama Kristen adalah guru Pendidikan Agama Kristen yang sudah mengenal Tuhan Yesus dan memahami kebenaran Firman. Itu sebabnya seorang guru Pendidikan Agama Kristen tidak hanya dituntut untuk memahami materi pelajaran, akan tetapi juga mempunyai karakter yang baik dan positif.Itu sebabnya perlu adanya sinergisitas pelayanan pada anak, antara orangtua di rumah dan guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah. Guru Pendidikan Agama Kristen perlu memahami dan mengetahui latar belakang anak dan orangtua. Sifat-sifat, karakter anak, perkembangan anak selama proses pembelajaran dan pertumbuhan. Kerjasama yang baik antara orangtua dan guru di sekolah, akan menghasilkan anak yang berkembang secara optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan kajian secara teologis dari Ulangan 6:6-9 dan implementasinya dalam pembentukan sinergisitas pelayanan antara guru dan orangtua di sekolah Kristen Pelita Kasih Mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan study riset melalui eksegese. Variabel X dalam penelitian ini adalah kajian teologis Ulangan 6:6-9 tentang pendidikan anak dalam keluarga, sedang variable Y adalah pembentukan sinergisitas pelayanan antara guru Pendidikan Agama Kristen dengan orangtua.
Pengaruh Menyanyikan Lagu Rohani Terhadap Spiritualitas Mahasiswa Teologi di STTIAA Mojokerto Trianto, Figo Eden Harpael
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 14 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v14i2.117

Abstract

Sebuah lagu diciptakan memiliki tujuan dan pesan tertentu yang hendak disampaikan penciptanya. Lagu rohani berfokus kepada tujuan untuk memuliakan Allah melalui nyanyian pujian. Lagu rohani sendiri bukan saja sebagai pujian yang dapat dinyanyikan, lebih dari itu sebuah lagu juga memiliki kekuatan untuk memengaruhi seseorang.Di sisi lain, spiritualitas seringkali dihubungkan dengan konteks kerohanian di mana melalui spiritualitas seseorang bukan saja mampu hidup berhubungan dengan Tuhan, tetapi juga mengaplikasikannya dalam tindakan keseharian. Sehingga berdasarkan teori-teori tentang lagu rohani dan spiritualitas mahasiswa yang telah disebutkan di atas, hipotesa yang muncul adalah menyanyikan lagu rohani berpengaruh untuk meningkatkan spiritualitas mahasiswa teologi. Semakin tinggi minat menyanyikan lagu rohani, hal tersebut akan meningkatkan spiritualitas seseorang.Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh lagu rohani terhadap  pertumbuhan spiritualitas, khususnya bagi mahasiswa teologi. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif  dan pendekatan survei sebagai langkah untuk mencapai hasil yang diharapkan.
PENDIDIKAN KARAKTER DEWASA AWAL MEMBENTUK GENERASI YANG BERTANGGUNG JAWAB Bansae, Munyati; Hura, Rosnila
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 14 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v14i2.119

Abstract

Character education in early adulthood in forming a generation that is responsible and has moral integrity. This research aims to understand the impact of character education, influencing factors, character education strategies, and its benefits. In this writing there are different opinions and there are pros and cons related to the effectiveness of character education in forming a responsible generation. Some argue that character education is still relevant and important, while others doubt its effectiveness in dealing with social and cultural changes. These different opinions create the main theme of the paper, namely the role of character education in forming the character of the younger generation.The results of interviews with early adult students representing a variety of views also became an important part of the discussion, illustrating differences in viewpoints in the context of character education. While there are differences of opinion, character education in early adulthood still has an important role in forming a responsible generation. Serious efforts need to be made to integrate character education in various aspects of early adult life, including family, formal education, and the social environment. Keywords: Character Education, Early Adulthood, Generation Formation, Responsibility.
KAJIAN TEOLOGIS MENGENAI KETUNDUKAN ISTRI DAN KEPEMIMPINAN SUAMI MENURUT EFESUS 5:22-25 DAN SIGNIFIKANSINYA DALAM KELUARGA rdiani, Wiwin
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 14 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v14i2.120

Abstract

Baik ketundukan istri terhadap suami maupun kepemimpinan suami terhadap istri bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipahami secara harafiah. Semenjak kejatuhan manusia dalam dosa, mengakibatkan semua manusia memiliki natur keberdosaan yang sewaktu-waktu bisa saja melakukan kesalahan. Sehingga kesulitan dalam memahami pengertian ketundukan istri terhadap suami akan mempengaruhi pola pikir manusia dalam melakukan kebenaran sebagaimana Alkitab nyatakan. Manusia lebih mudah menilai bagaimana jika ketundukan dimanfaatkan untuk melakukan kekuasaan yang otoriter, demikian pula bagaimana jika istri sulit untuk dipimpin dan lebih cenderung melawan atau meremehkan kepemimpinan suami. Merujuk pada istilah kata  “tunduk” yang disematkan bagi istri, seperti terkesan memiliki sebuah kata “negatif” atau sesuatu yang telah dianggap “kuno”. Istri tunduk terhadap suami, sekilas menempatkan istri berada pada situasi buruk, lemah dan tak berdaya bahkan seperti tidak memiliki hak suara. Tunduk bukanlah sesuatu yang buruk jika dilihat dari kacamata Ilahi. Istri bersukacita karena ia tunduk kepada suaminya sendiri, yaitu suami yang mengasihinya dalam takut akan Tuhan dan ia memperoleh serta menikmati suatu karunia Allah yang tidak diberikan kepada setiap wanita. Begitu juga kepercayaan yang Tuhan berikan kepada suami untuk memimpin istri tentunya harus dilaksanakan sebagaimana Tuhan ajarkan. Kepemimpinan bukan berarti melakukannya dengan otoriter melainkan membawa istrinya dan seluruh anggota keluarga kepada satu kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan tentunya menjadi hal utama dalam memimpin keluarga. Itu sebabnya suami harus memiliki hubungan yang dekat kepada Tuhan yang memberikan mandat kepadanya agar mengerti rancangan dan kehendak Tuhan dalam membina keluarga dengan benar. Demikian pula pengertian dan pemahaman suami yang mengasihi istrinya karena menyadari bahwa Kristus adalah Kepala jemaat yang menyelamatkan. Kekepalaan suami tidak boleh digunakan untuk menghancurkan atau melumpuhkan istrinya atau membuat istrinya frustasi untuk menjadi dirinya sendiri. Kekepalaannya lebih kepada mengungkapkan perhatian daripada kontrol, tanggungjawab daripada aturan. Kristus telah berinisiatif dengan kasih setiaNya untuk mengasihi, merawat dan mendidik jemaat agar serupa dengan Dia yang menyelamatkannya. Keserasian dalam peran suami dan istri akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan keluarga. Keluarga yang sehat, bermula dari suami-istri mengerti peran dan fungsinya masing-masing, sehingga tidak akan terjadi yang namanya kekacauan maupun overlap dalam peran kepemimpinan keluarga. setiap pribadi diarahkan untuk kembali kepada rancangan semula Allah dalam membentuk dan memberkati keluarga

Page 1 of 1 | Total Record : 5