cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.imajinasi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.imajinasi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
https://journal.unnes.ac.id/journals/imajinasi/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Imajinasi: Jurnal Seni
ISSN : -     EISSN : 25496697     DOI : https://doi.org/10.15294/imajinasi
Core Subject : Art,
Imajinasi : Journal of Arts and Design is published by Departement of Art Universitas Negeri Semarang (Semarang State University), two times a years. The journal has focus:
Articles 25 Documents
FOTOGRAFI JURNALISTIK DI DINAS PARIWISATA, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KARANGANYAR SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN KEGIATAN PEMERINTAH Ezra Septiano Priwahyudi
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 2 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia seni visual pada saat ini telah mengalami banyak perubahan besar salah satu perubahan itu adalah perkembangan dalam media. Dalam perkembangannya seni dan teknologi adalah dua sisi yang saling melengkapi dalam perjalanan peradaban manusia. Salah satu media yang merupakan gabungan dari kedua elemen itu adalah fotografi. Fotografi Jurnalistik adalah salah satu genre dalam dunia fotografi. Foto jurnalistik pun juga memiliki berbagai macam jenisnya dan setiap foto harus memenuhi syarat-syarat di dalamnya karena tidak semua foto dapat dikatakan sebagai foto jurnalistik. 
Pengaruh Media Sosial Terhadap Persepsi Publik dalam Seni dan Budaya Syarli Chasna Atfianti
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 2 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial telah memainkan peran yang signifikan dalam mengubah dinamika persepsi publik terhadap seni dan budaya. Artikel ini menjelaskan dampak media sosial dalam beberapa aspek kunci: demokratisasi seni, pembentukan opini publik, peningkatan aksesibilitas budaya, serta tantangan dan kontroversi yang dihadapi. Pertama, media sosial telah memperkenalkan konsep demokratisasi seni dengan memberikan platform langsung kepada seniman untuk berbagi karya mereka secara global, melewati batasan galeri seni tradisional. Kedua, melalui interaksi online yang cepat, media sosial memainkan peran kunci dalam membentuk opini publik tentang seni dan budaya, memberikan kekuasaan kepada individu untuk mempengaruhi narasi secara kolektif. Selanjutnya, aksesibilitas budaya telah meningkat secara dramatis melalui media sosial, memungkinkan siapa pun di seluruh dunia untuk menikmati dan terlibat dengan seni dan budaya tanpa kendala geografis. Terakhir, walaupun memberikan keuntungan besar, media sosial juga memunculkan tantangan, termasuk komentar negatif dan penyalahgunaan hak cipta, yang dapat mempengaruhi ekosistem seni dan budaya.
THE SAGARMATHA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN BUSANA MUSLIM WANITA lintang, amanda
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 2 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Sagarmatha menjadi sumber ide penciptaan busana muslim Wanita yang diambil dari nama salah satu gunung bersalju yang berada dalam cerita fiksi pada serial televisi berjudul Game of Thrones. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penciptaan desain busana muslim wanita hingga proses perwujudannya dengan sumber ide cerita fiksi pada serial televisi. dengan menggunakan Metode naratif yang menggunakan narasi atau elemen dari sebuah cerita fiksi. seperti karakter, plot, setting, ataupun tema. Pada proses penciptaan desain busana muslim wanita hingga proses perwujudannya dibagi menjadi 4 yaitu eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan publikasi karya. Pada tahap eksplorasi desainer melakukan penelusuran dan eksperimen untuk mengembangkan konsep dalam bentuk mind mapping, storyboard dan mood board. Tahap perancangan merupakan tahap pengembangan eksplorasi menjadi beberapa desain busana. Tahap perwujudan adalah tahap merealisasikan desain busana menjadi busana yang nyata dengan menggunakan ukuran standar medium hingga proses finishing. Tahap publikasi karya merupakan proses penyampaian atau penyebarluasan sebuah karya kepada khalayak ramai Hasil penelitian berupa hasil jadi busana muslim wanita menggunakan perpaduan batik sasirangan dan manipulating fabric berupa plisket sesuai dengan sumber ide pembuatan busana The Sagarmatha.
ANALISIS KREATIVITAS SISWA SD NEGERI MEGONTEN 2 MELALUI PEMBUATAN BATIK JUMPUTAN  Rohani Anggita Permadani; Wasis Wijayanto
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 2 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik jumputan merupakan salah satu batik dalam proses pembuatannya menggunakan Teknik jumputan. membuat batik dengan cara jumputan adalah mengikat kencang bagian kain dengan menggunakan benang/karet kemudian di celupkan pada pewarna pakaian, biasanya batik jumputan disebut juga batik ikat celup. Tujuan dari kegiatan pembuatan batik jumputan adalah untuk melatih kreativitas siswa melalui hasil kreasi dari pengikatan dan pewarnaan yang mereka hasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana peneliti mendeskripsikan semua yang terjadi dilapangan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi  dan praktek pembuatan batik serta kajian literatur dari buku maupun artikel. Siswa SDN Megonten 2 sangat antusias dalam hal baru sehingga menghasilkan sebuah produk dan pengetahuan baru berupa batik jumputan yang dapat diperoleh dengan menggunakan kain bekas atau kain yang tidak terpakai.
FOTOGRAFI KOMERSIAL SEBAGAI JALAN UNTUK PARA COSPLAYER UNJUK DIRI MENJADI MODEL PROFESIONAL Agustin, Anisa Lia
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 2 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini mengeksplorasi peran fotografi komersial dalam membuka jalan bagi  cosplayer untuk menjadi model profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis untuk menyelidiki bagaimana kolaborasi antara cosplayer dan fotografer komersial dapat meningkatkan visibilitas dan citra profesional cosplayer. Studi ini menunjukkan bahwa fotografi komersial tidak hanya menjadi media untuk mengabadikan kostum cosplayer, namun juga merupakan alat yang efektif untuk membangun personal brand dan menarik perhatian industri. Analisis menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang mencakup fotografi berkualitas tinggi dapat membantu cosplayer meningkatkan eksposur, menciptakan peluang kolaborasi dengan merek, dan memperluas jangkauan audiens mereka Oleh karena itu, berdasarkan penelitian ini, fotografi komersial tidak semata-mata sebagai sarana untuk mendokumentasikan peristiwa, namun juga merupakan teknik penting bagi cosplayer yang ingin berkembang menjadi model profesional. Dengan memahami dinamika ini, para cosplayer dapat memaksimalkan potensi  fotografi komersial untuk memajukan karir mereka di industri hiburan dan fashion.
PEMBELAJARAN MENGGAMBAR BEBAS GUNA MELATIH KREATIVITAS PADA USIA ANAK SEKOLAH DASAR Mega Ayu Putri Hapsari; Wasis Wijayanto
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 2 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kreatif seorang anak tidak akan berkembang dengan baik jika mereka tidak didorong, dan bahkan bakat terpendam pun akan luput dari perhatian. Kegiatan menggambar diharapkan dapat mengidentifikasi perkembangan motorik siswa yang diatur secara aktif maupun pasif serta dapat berguna melatih kreativitas pada usia anak sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pembelajaran menggambar yang dapat melatih kreativitas pada anak usia SD. Metode yang digunakan adalah dengan metode kualitatif dengan memperoleh data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah anak kelas I di SD 3 Undaan Lor yang memiliki rentang usia 6 – 7 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia Sekolah Dasar senang menggambar bebas dimana mereka bebas menggambar apa yang ada di dalam imajinasi mereka. 
PERAN FOTOGRAFI DOKUMENTER DALAM MELESTARIKAN BATIK INDARTO, ALIF RINDAR CAHAYA AHKBAR
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 2 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran fotografi dalam pelestarian budaya batik. Fokus penelitian ini adalah untuk menggali fungsi fotografi sebagai salah satu alat yang dapat berkontribusi dalam mewujudkan kelestarian budaya batik, bertujuan agar warisan tersebut juga dapat diapresiasi oleh generasi mendatang, termasuk anak cucu. Fotografi dianggap sebagai media yang ampuh dan efektif untuk mendokumentasikan dan menampilkan keindahan dan kekayaan budaya batik. Fotografer dapat menggunakan lensa kamera untuk menangkap detail halus, pola, dan warna batik yang menakjubkan. Selain itu, fotografi juga berperan penting dalam mempromosikan keindahan batik kepada dunia melalui media sosial dan platform online. Dalam konteks ini, fungsi fotografi dapat dijelaskan dalam beberapa aspek. Pertama, fotografi adalah alat dokumentasi yang efektif untuk merekam berbagai desain batik, teknik pembuatan, dan cerita di balik setiap subjek. Kedua, melalui pemanfaatan fotografi, kita dapat membangun arsip visual yang kaya akan sejarah dan evolusi batik dari waktu ke waktu. Ketiga, fotografi memberikan peluang untuk menciptakan kampanye visual yang mendukung periklanan dan pemahaman lebih tentang budaya batik. Dengan mengkaji ciri-ciri tersebut, diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana fotografi dapat menjadi sarana strategis untuk melestarikan dan meningkatkan budaya batik. Kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kontribusi fotografi terhadap pelestarian budaya batik untuk generasi mendatang.
Poret Fotografi Ekspresionisme: Mengekspresikan dalam bentuk Gambar Dewi Putri Nirmalasari, Nirmala
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 1 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potret Fotografi Ekspresionisme adalah penerapan Gerakan artistic ekspresionisme pada fotografi, gaya yang dapat berisikan berbagai ekspresi emosional seniman, ekspresionisme merupakan salah satu bentuk seni yang beranggapan bahwa seni yang muncul secara spontan dari senimannya bukanlah tiruan dari alam. Dalam fotografi ekspresionisme bisa di katakana bahwa seni Lukis bisa menjadi gambar dalam menunjukkan ekspresi. fotografi memiliki sejarah panjang sebagai media yang dapat merekam dan menyampaikan informasi visual dengan kejelasan dan kekuatan yang unik. Fotografi juga merupakan bahasa universal yang dapat dipahami dan dinikmati semua orang. Fotografi adalah perpanjangan mata manusia, menangkap keindahan. Munculnya fotografi juga membawa kontroversi yang membingungkan para pecinta seni dan peminat apakah fotografi harus digolongkan sebagai seni atau tidak.
Analisis Karakter Antropomorfik dalam Mengkomunikasikan Cerita Film Ratatouille Artika Putri Rahayu; Intan Permata Sari
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 1 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran karakter antropomorfik dalam mengkomunikasikan film animasi Ratatouille. Dalam film tersebut, karakter-karakter antropomorfik, seperti tikus dan hewan lainnya, menjadi tokoh utama yang memainkan peran signifikan dalam pembentukan naratif dan penyampaian pesan kepada penonton. Analisis ini memfokuskan pada gambaran karakter antropomorfik, interaksi mereka dengan lingkungan, dan pengaruh mereka terhadap pemahaman penonton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis film untuk mengidentifikasi pola-pola dalam representasi karakter antropomorfik serta memahami komunikasi visual dalam film. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan baru tentang penggunaan karakter antropomorfik dalam narasi film animasi dan dampaknya pada pengalaman penonton. Dengan menggali aspek-aspek ini, kita dapat lebih memahami bagaimana karakter antropomorfik menyampaikan pesan kompleks melalui narasi visual.
PERUBAHAN HAK CIPTA KARYA SENI FOTOGRAFI PADA ERA AI Wahyuono, Wisesa; Ummat , Dzikrillah; Firdaus, Moch. Amrizal; Rohman, A. Syarifuddin
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 1 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi industri dengan cepat mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia melalui berbagai inovasi dan perkembangan teknologi. Fotografi adalah hasil inovasi dan perkembangan teknologi tersebut, dan juga merupakan salah satu media visual yang memberi daya tarik sendiri bagi manusia zaman sekarang. Dewasa ini muncul teknologi baru yang disebut AI. Dengan adanya berbagai perkembangan dan pemanfaatan teknologi AI, hukum tentunya akan perlu beradaptasi. Termasuk dalam perubahan hak cipta seni karya Fotografi. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan hak cipta karya seni Fotografi pada era AI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni teknik dokumentasi dan  teknik kepustakaan. Data berupa informasi tentang perubahan, dampak, dan hak cipta karya seni fotografi pada era AI. Hasil penelitian menunjukan bahwa AI tidak dapat dihak ciptakan, tetapi karya seni Fotografi yang menggunakan AI sebagai alat atau media untuk memperbagus tampilan gambar foto masih memungkinkan memperoleh HAKI, karena karya seni fotografi tetap menjadi karya manusia yang dilengkapi dengan teknologi AI.

Page 1 of 3 | Total Record : 25