cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.imajinasi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.imajinasi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
https://journal.unnes.ac.id/journals/imajinasi/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Imajinasi: Jurnal Seni
ISSN : -     EISSN : 25496697     DOI : https://doi.org/10.15294/imajinasi
Core Subject : Art,
Imajinasi : Journal of Arts and Design is published by Departement of Art Universitas Negeri Semarang (Semarang State University), two times a years. The journal has focus:
Articles 25 Documents
PERANCANGAN BUKU RESEP “PETUALANGAN BIBI DAN BUBU EDISI MASAKAN JAWA” UNTUK ORANG TUA DAN ANAK-ANAK USIA 8-11 TAHUN Wijaya, Nathaniel Devon Wijaya; Erlyana, Yana Erlyana
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 1 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan tugas akhir ini berupa buku resep “Petualangan Bibi dan Bubu edisi masakan Jawa” untuk anak usia 8-11 tahun, bertujuan sebagai media informasi tentang resep masakan Jawa. Buku ini menggunakan teknik ilustrasi digital, membahas bahan dan cara memasak masakan Jawa. Media interaktif dalam buku ini dirancang untuk mengajak pembaca berpartisipasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui kuesioner, wawancara, observasi, studi pustaka, dan perancangan buku dengan metode design thinking. Data menunjukkan bahwa kesibukan orang tua di era modern mengurangi perhatian terhadap perkembangan motorik anak dan minimnya pengetahuan tentang budaya masakan Indonesia. Hasil dari penelitian untuk perancangan buku ini adalah, buku ini dapat menjadi media yang efektif untuk meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak melalui kegiatan memasak.
Eksplorasi Penggunaan AI sebagai Medium dalam Karya Unsupervised oleh Refik Anadol Moch. Amrizal Firdaus
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 1 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai medium dalam karya Unsupervised oleh Refik Anadol, yang menggunakan AI yang dilatih dengan 138.151 arsip karya seni dari Museum of Modern Art (MoMA), mencakup 200 tahun sejarah seni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana AI berperan sebagai kolaborator kreatif, mendefinisikan ulang proses dan pengalaman seni kontemporer, serta mengevaluasi dampaknya terhadap seni murni menggunakan teori medium dari Marshall McLuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan Refik Anadol dan observasi terhadap karyanya, didukung oleh sumber sekunder seperti artikel dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dalam Unsupervised menghasilkan visual abstrak yang dinamis dan terus berubah, mengubah arsip statis menjadi "ingatan hidup" yang menjembatani seni masa lalu dan masa kini. Melalui penggunaan generative adversarial networks (GANs), karya ini menantang konsep tradisional tentang kepenulisan dan medium seni, menawarkan pengalaman estetika multidimensi yang memperluas imajinasi manusia. Penelitian ini menekankan pentingnya kurasi data dalam seni berbasis AI, menunjukkan bagaimana arsip MoMA yang beragam menjadi fondasi untuk hasil visual inovatif. Penelitian menyimpulkan bahwa AI, seperti yang ditunjukkan dalam Unsupervised, merepresentasikan perubahan paradigma dalam seni kontemporer, di mana teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi sebagai medium yang membentuk persepsi dan interaksi manusia dengan seni. Penelitian ini memberikan wawasan bagi seniman dan akademisi tentang integrasi AI dalam praktik seni dan implikasinya terhadap bentuk seni masa depan.  
Perspektif Eksistensi Seni Grafis Konvensional Terhadap Seniman Grafis di Jawa Timur Wicaksana, Satria Bagus; Anggrian, Mayang
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 1 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat perkembangan zaman pada saat ini, banyak sekali teknologi digital yang memudahkan aktivitas semua kalangan. Hal tersebut tidak dipungkiri dan bisa terjadi dalam dunia seni rupa. Salah satu fenomena tersebut dalam dunia seni rupa terjadi pada bidang seni grafis konvensional. Diketahui bahwasannya seni grafis konvensional merupakan seni grafis yang masih menggunakan teknik secara tradisional. Adanya eksistensi teknologi digital pada saat ini, membuat seni grafis konvensional dipertanyakan lebih lanjut akan kredibilitasnya. Permasalahan tersebut tentu menimbulkan berbagai perspektif terhadap seniman grafis terutama yang ada di Jawa Timur. Mengatasi permasalahan tersebut dilakukan sebuah penelitian dengan tujuan mengetahui perspektif seniman grafis di Jawa Timur, akan eksistensi seni grafis konvensional pada saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus, kemudian ditelaah menggunakan Teori Eksistensialisme dan Kebebasan dari Jean-Paul Sartre. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling, dimana peneliti mempertimbangkan sampel yang memiliki sifat representatif tinggi akan pengalaman seni grafis konvensional. Sumber data didapatkan dengan menggunakan beberapa teknik, diantaranya yaitu; observasi, wawancara menggunakan kuesioner, serta dokumentasi. Temuan hasil penelitian didapatkan bahwasannya seniman grafis konvensional di Jawa Timur diantaranya: Herdita Caprina, Vicky Ashar Dwigantara, dan Happy Wahyu Firdaus memiliki perspektif serta pandangan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwasannya seni grafis konvensional pada era perkembangan teknologi digital saat ini kurang tersorot. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan seni grafis konvensional yang cenderung mengangkat isu-isu politik dan sensitif. Selain itu, kredibilitas seni grafis konvensional sendiri jika dikombinasikan dengan teknologi digital saat ini, maka akan merubah keunikan dan keautentikannya menjadi seni grafis pengembangan.
IDE BENTUK SIMBOLOGI PEWAYANGAN PADA BAJU MODEST WEAR SEBAGAI MEDIA BERKREASI SENI Azhari, Dhea; Anggrian, Mayang
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 1 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewayangan Jawa merupakan suatu kebudayaan Indonesia yang sangat indah dan menarik. Dengan kebudayaan Indonesia yang begitu indah dan sangat memanjakan mata tersebut tentunya kita dapat melestarikan kebudayaan tersebut dengan cara membuat motif pewayangan dengan figur wanita atau pembordir. Tidak hanya itu simbol yang terkandung dalam motif tersebut tentunya memiliki makna tersendiri bagi para Seniman yang membuatnya. Dalam penelitian ini akan membahas tentang ide bentuk penggunaan simbologi pewayangan pada baju fashion show dengan menggunakan teori estetika untuk menganalisis hasil data-data yang sudah diperlukan. Penelitian ini Tentunya juga menggunakan metode kuantitatif yang berupa hasil deskripsi tentang terjawabnya rumusan masalah seperti latar belakang tentang seniman lalu proses kreatif dari karya tersebut dan juga dari analisis karya tersebut. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan kita sebagai orang awam akan terus mengingat kebudayaan Indonesia atau seni dari Indonesia yang sangat menawan. Dalam hal ini melestarikan kebudayaan juga bisa diaplikasikan pada baju fashion modest wear.
Cyanotype Sebagai Sarana Terapis Wahyuono, Wisesa; Mayang Anggrian
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 19 No. 1 (2025): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/imajinasi.v19i1.17711

Abstract

Urgensi penggunaan teknik seni Cyanotype sebagai terapi seni terletak pada dampaknya yang positif terhadap kondisi emosional anak yang mengalami trauma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah Cyanotype, proses penggunaan, dan hasil terapi Cyanotype. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa Cyanotype (1) Cyanotype adalah teknik cetak fotografi yang ditemukan Sir John Herschel pada tahun 1842, menggunakan reaksi kimia antara ferric ammonium citrate dan potassium ferricyanide untuk menghasilkan warna biru khas, Prussian Blue. (2) Teknik Cyanotype, awalnya digunakan untuk mencetak peta dan diagram dalam bidang arsitektur sebagai cetak biru (blueprint), kemudian berkembang menjadi medium seni yang menarik bagi seniman, termasuk Anna Atkins yang mendokumentasikan botani melalui cyanotype. Prosesnya melibatkan pelapisan larutan sensitif cahaya pada media seperti kain atau kertas, diikuti eksposur cahaya ultraviolet dan pencucian untuk membentuk pola atau gambar. (3) Sebagai salah satu metode fotografi alternatif, cyanotype tetap populer hingga kini karena kesederhanaan proses, fleksibilitas eksperimen visual, serta daya tarik estetika yang unik, menjadikannya juga relevan dalam konteks terapi seni untuk mengekspresikan emosi dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Menelusuri Aliran Seni Kontemporer : Perspektif Adanya Aliran Abstrak dalam Karya Siska Nur Rizki; Nablus Rana Shazia; Indah Nurul Baety; Kiera Adelia Sauzan
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 19 No. 1 (2025): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/imajinasi.v19i1.18741

Abstract

Karya seni kontemporer beraliran abstrak masih belum dipahami secara luas oleh masyarakat umum, oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengungkap tingkat pemahaman masyarakat terhadap karya seni tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan masyarakat, baik dari kalangan pelaku seni maupun non-pelaku seni terhadap karya seni kontemporer beraliran abstrak. Karya seni kontemporer pada penelitian ini menawarkan cara pandang baru dalam memaknai seni sebagai proses mental dan emosional, khususnya pada karya seni kontemporer yang memakai aliran abstrak. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan melibatkan 42 responden melalui kuesioner daring menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,3% responden menganggap seni kontemporer sulit dipahami maknanya, sementara 42,9% responden merasa seni kontemporer membingungkan namun tetap memiliki makna dan nilai estetika. Temuan ini menekankan pentingnya pemahaman yang lebih mendalam dan apresiasi masyarakat terhadap seni kontemporer beraliran abstrak, selain itu, pengembangan edukasi melalui media digital dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi tersebut.
Kajian Karya Lukis Gaya Naturalis Djoeari Soebardja “Bertahan 1” Menggunakan Teori Estetika Wicaksana, Satria Bagus; Fatmawati; Dhea Azhari; Kartika Maharani Dyah Puspita Khusnul Khotimah
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 19 No. 1 (2025): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/imajinasi.v19i1.19250

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menginterpretasikan lukisan gaya naturalis karya Djoeari Soebardja yang berjudul “Bertahan 1” dengan representasi visual bronjong sebagai ide bentuk . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori estetika. Sumber data primer pada penelitian ini adalah lukisan gaya naturalis Djoeari Soebardja yang berjudul “Bertahan 1”, sedangkan data sekunder yang didapatkan meliputi hasil wawancara ke kediaman Djoeari Soebardja, observasi karya langsung ke studio pribadi, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini merupakan interpretasi terhadap karya seni Djoeari Soebardja bergaya naturalis yang berjudul “Bertahan 1”, dimana representasi visual Djoeari Soebardja dalam menginterpretasikan penanggulangan kerusakan alam karena faktor manusia. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bagaimana cara Djoeari Soebardja dalam mengkritisi, serta menyuarakan mengenai penanggulangan kerusakan alam tersebut akibat faktor manusia.
Analisis Makna Simbolik pada Poster "Toxic Masculinity is The Silent Killer of Men" Menggunakan Teori Semiotika Charles S. Pierce Mega Julyartha; Dyanningrum Pradhikta, M.Ds.
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 19 No. 1 (2025): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/imajinasi.v19i1.19465

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna simbolik yang terdapat di dalam poster "Toxic Masculinity is The Silent Killer of Men" dengan menggunakan pendekatan semiotika dari Charles S. Pierce. Poster tersebut merupakan representasi visual dari sebuah fenomena di tengah kita yaitu toxic masculinity yang sering kali lebih merujuk kepada gender. Fenomena tersebut membuat sebagian besar laki-laki menanggung beban ekspektasi sosial yang berlebihan di pundaknya. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengkaji simbol visual yang ada di dalam poster yang memuat ikon, interpretasi, dan objek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai simbol di dalam poster mewakili dan merepresentasikan fenomena dari toxic masculinity. Melalui penelitian ini mengangkat dalam poster dengan menekankan akan pentingnya kesadaran dari masyarakat terhadap fenomena tersebut sekaligus mendukung kesetaraan gender. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Pierce, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif terhadap seni visual.
Visualisasi Bunga Lily Sebagai Simbol Cinta dalam Penciptaan Karya Seni Grafis Sablon Sublim Sidiq Bayu Nugraha
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 19 No. 1 (2025): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/imajinasi.v19i1.19984

Abstract

Bunga lily adalah bunga musim panas yang memiliki ciri-ciri kelopak bunga yang lebar seperti terompet, memiliki putik yang tumbuh seperti korek api, daunnya hijau terang dan ditopang oleh tangkai yang ramping memanjang. Bunga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam mengungkapkan perasaan atau emosi, khususnya perasaan cinta. Penciptaan karya seni grafis ini berfokus pada visualisasi bunga lily sebagai simbol cinta dengan menggunakan teknik sablon sublim. Ide penciptaan karya seni ini dilatarbelakangi oleh kekaguman dan rasa cinta terhadap seorang wanita yang sangat menyukai bunga lily. Penciptaan karya seni grafis ini dirumuskan ke dalam beberapa persoalan, antara lain: 1) Bagaimana jenis dan makna bunga lily, 2) Bagaimana konsep karya yang terinspirasi dari bunga lily menjadi penciptaan karya seni grafis sablon sublim, dan 3) Bagaimana proses visualisasi karya seni grafis cetak sublim yang terinspirasi dari bunga lily. Penciptaan karya seni grafis dibuat dengan tujuan untuk menyampaikan makna yang terkandung pada bunga Lily yang menjadi representasi dari suasana hati penulis. Hasil yang dicapai dari penciptaan karya seni grafis yaitu karya yang berjudul Hangatnya Genggaman, Membekas, Meraih Asa, Terbentuk, Bebas Terbang, dan Seindah Calla Lily.
Tinjauan Desain Kerajinan Perak Di Desa Mijen Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak Efiyanti, Munika
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 19 No. 1 (2025): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/imajinasi.v19i1.20131

Abstract

Kerajinan perak adalah suatu kesenian yang bahan bakunya adalah logam mulia berwarna putih yang dibuat dengan penuh ketekunan, keterampilan serta dapat dijadikan suatu seni yang memiliki fungsi praktis. Kerajinan perak dahulunya bagi masyarakat dipakai untuk perlengkapan adat perkawinan, yaitu pada perhiasan wanita seperti gelang, kalung, anting, cincin, dan perhiasan lainnya. Namun, pada saat sekarang ini kerajinan perak tidak hanya dipakai untuk keperluan upacara adat tetapi juga dipakai untuk keperluan sehari-hari seperti miniatur, pajangan di meja, cincin, kalung, gelang, bros dan bentuk perhiasan lainnya. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dekriptif, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci atau penentu dalam pengambilan data sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Prosedur pelaksanaan mengkaji tentang struktur seni, gaya seni, dan fungsi seni di dalam kerajinan perak. Teknik pengumpulan data dengan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dengan mendeskripsikan struktur seni kerajinan perak yang meliputi motif hias realis yaitu motif yang dibuat sesuai bentuk nyata. Motif  hias geometris yang dibuat menggunakan unsur rupa seperti garis. Motif dekoratif yaitu membuat permukaan benda menjadi lebih estetik. Motif astrak yaitu motif yang tidak diketahui bentuk aslinya. Sedangkan gaya seni yang digunakan yaitu gaya seni klasik, gaya seni modern, dan gaya seni gabungan antara klasik dan modern. Fungsi seni yang ada dalam kerajinan perak yaitu fungsi personal, fungsi fisik dan fungsi sosial.

Page 2 of 3 | Total Record : 25