Solidarity : Journal of Education, Social dan Culture
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture starting in 2024 migrates to better secure from various unwanted things, including journal hacking and so on. To submit, the author please visit the new website page of our journal at the link https://journal.unnes.ac.id/journals/solidarity
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY"
:
16 Documents
clear
Makna Penggunaan Make Up bagi Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Masa Kini (Studi terhadap Siswi Pengguna Make Up di SMAN 1 Gebog Kudus)
Ajeng Ragil Sinta Dewi;
Antari Ayuning Arsi
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
SMAN 1 Gebog menerapkan aturan larangan penggunaan make up bagi seluruh siswinya, namun masih sering ditemui pelanggaran terhadap aturan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui latar belakang aturan larangan penggunaan make up di SMAN 1 Gebog, (2) Menganalisis latar belakang siswi SMAN 1 Gebog melanggar aturan larangan penggunaan make up di sekolah, (3) Mendeskripsikan makna penggunaan make up bagi siswi SMAN 1 Gebog. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Penelitian berlokasi di SMAN 1 Gebog, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan teori kontrol sosial oleh Travis Hirschi dan teori interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead. Hasil penelitian menemukan bahwa aturan larangan penggunaan make up diterapkan SMAN 1 Gebog untuk menanamkan nilai kedisiplinan. Akan tetapi, dalam upaya penegakan aturan sekolah belum mampu membedakan antara produk make up dan produk skincare. Adapun pelanggaran terhadap aturan larangan penggunaan make up dilatar belakangi oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan analisis terhadap empat jenis ikatan dasar dalam teori kontrol sosial disimpulkan bahwa kontrol terhadap penggunaan make up pada siswi jauh lebih kuat dilakukan oleh lingkungan teman sebaya (peer-group). Terdapat 4 makna make up bagi siswi yaitu mempercantik diri sendiri, peningkatan kepercayaan diri, pencarian penerimaan dan pengakuan, kesenangan atau hobi. Berdasarkan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead dapat dianalisis bahwa konsep Self yakni kombinasi “I” dan “Me” mencerminkan kompleksitas makna make up yang terbentuk melalui interaksi antara tekanan sosial dan ekspresi individual.
Kesenian Lengger: Diantara Perubahan Sosial dan Pelestarian
Deva Andrian Aditya;
Asma Luthfi;
Hartati Sulistyo Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kesenian Lengger adalah kesenian yang sangat dekat dengan masyarakat Sendangsari dengan kelompok keseniannya yang bernama Taruna Budaya. Kesenian Tari Lengger masih tetap dijaga dan dilestarikan oleh kelompok Kesenian Taruna Budaya serta masyarakat walaupun sudah banyak budaya dari luar yang masuk. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelestarian kesenian Lengger yang dilakukan oleh kelompok kesenian Taruna Budaya di Desa Sendangsari. Teori yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh yaitu teori fungsionalisme struktural, skema AGIL dari Talcott Parson. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Taruna Budaya melakukan pelestarian kesenian Tari Lengger dengan cara melakukan latihan rutin setiap satu minggu sekali, pementasan, pertemuan rutin kelompok satu minggu sekali dan melakukan regenerasi kesenian Lengger terhadap generasi muda. Usaha pelestarian kesenian Lengger oleh kelompok Taruna Budaya menjadi tantangan tersendiri, terdapat faktor pendorong dan faktor penghambat yang dialami oleh kelompok taruna Budaya
Strategi Mempertahankan Pendapatan Pedagang Pakaian Pasar Johar Semarang Ditengah Perkembangan Online Shop
Nabila Hasna Fikrianza;
Elly Kismini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan online shop pada masa kini memang sangat pesat. Seperti yang terjadi pada Pasar Johar Semarang, para penjual mengatakan bahwa keadaan pasar saat ini sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, hampir semua toko di Pasar Johar sepi pembeli dan pengunjung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Strategi Adasptasi Bertahan oleh Bennet. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui strategi bertahan apa saja yang dilakukan para pedagang pasar untuk tetap mempertahankan tokonya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa para pedagang akhirnya mencari cara terbaru dan kreatif untuk kembali mengembalikan minat berbelanja para pelanggan. Beberapa pedagang akhirnya ikut beradaptasi dengan ikut berjualan di online shop. Ada pula yang memberikan bonus kepada pelanggan yang membeli dan juga memberikan diskon khusus. Para pedagang juga banyak yang akhirnya membuat dan menjahitkan sendiri produknya supaya bisa menekan biaya produksi dan memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh toko di online shop.
Internalisasi Nilai Budaya Pada Generasi Milenial dalam Upacara Adat Cowongan di Desa Pekuncen Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap
Putri Sonia Purnawati;
Asma Luthfi
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masyarakat Desa Pekuncen Kabupaten Cilacap mayoritas berprofesi sebagai petani yang sangat bergantung pada hujan untuk mengairi areal persawahannya, sehingga terdapat upacara cowongan yang merupakan upacara memanggil hujan. Saat ini upacara cowongan mengalami perubahan dan terdapat peran serta keterlibatan generasi milenial di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan upacara cowongan di Desa Pekuncen, mengetahui keterlibatan generasi milenial dalam upacara cowongan yang memberikan dampak pada kehidupan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data pada penelitian ini menggunakan model analisis data Creswell yaitu mengorganisasikan dan menyiapkan data yang akan dianalisis, membaca dan melihat seluruh data, membuat koding seluruh data, menggunakan koding sebagai bahan untuk membuat deskripsi, menghubungkan antar tema, dan memberi interpretasi dan makna tentang tema. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: Pelaksanaan upacara cowongan di Desa Pekuncen saat ini juga dijadikan sebagai sebuah acara pertunjukan. Alasan generasi milenial di Desa Pekuncen mau ikut terlibatan dalam pelaksanaan upacara cowongan dan bagaiaman bentuk keterlibatan generasi milenial. Dampak yang generasi milenial rasakan dalam kehidupan setelah ikut berpartisipasi dalam upacara cowongan.
Solidaritas Sosial Pedagang Pasca Relokasi Pasar Weleri di Kabupaten Kendal
Rizma Riskiana;
Atika Wijaya
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasar Weleri merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Kendal yang mengalami kebakaran sehingga harus dilakukan upaya relokasi. Jika Sebagian besar relokasi pasar menimbulkan konflik, berbeda halnya dalam relokasi Pasar Weleri ini justru menimbulkan hal positif yaitu terciptanya rasa solidaritas sosial antar pedagang pasar. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengetahui dinamika perkembangan Pasar Weleri sebelum dan setelah dilakukannya relokasi, (2) Mengetahui bagaimana bentuk solidaritas sosial pedagang pasar ditengah relokasi, (3) Mengetahui upaya pedagang dalam meningkatkan solidaritas sosial pasca relokasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di relokasi pasar Terminal Angkot Weleri Kabupaten Kendal. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori solidaritas sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan (1) Telah terbentuk solidaritas sosial diantara para pedagang relokasi Pasar Weleri pasca kebakaran Pasar Weleri, (2) Bentuk solidaritas sosial yang terjadi diantaranya adalah adanya hubungan silaturahmi yang erat antar pedagang pasar, gotong-royong dalam meningkatkan fasilitas pasar, Kerjasama dalam melayani pembeli, serta kepedulian sosial antar sesama pedagang relokasi Pasar Weleri yang mengalami musibah, (3) Terdapat upaya-upaya yang dilakukan oleh para pedagang pasar untuk memperkuat dan mempertahankan solidaritas sosial.
Resiliensi dalam Menghadapi Toxic Relationship sebagai Pengalaman Perempuan dari Berpacaran Hingga Putus Berpacaran
Yunisa Rahmawati;
Harto Wicaksono
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena berpacaran yang masih terdapat tindakan menyimpang dari hubungan berpacaran. Idealnya relasi berpacaran memiliki keinginan untuk hubungan yang sehat. Tidak dipungkiri masa percintaan beriringan dengan suatu konflik yang dapat membawa hubungan menjadi tidak sehat atau disebut toxic relationship. Toxic relationship apabila dipertahankan dapat merusak kesejahteraan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai resiliensi perempuan yang mengalami toxic relationship. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun dalam penelitian ini terdiri dari perempuan yang pernah mengalami toxic relationship sebagai informan utama dan teman dekat informan utama sebagai informan pendukung. Penelitian dianalisis menggunakan konsep resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi saat berpacaran informan tidak benar-benar resilien karena informan mengulang kesalahan yang sama, rendahnya kemampuan dalam mengambil keputusan, faktor relasi kuasa dari pasangan, dan ketidakrelaan informan kehilangan cintanya. Sementara, resiliensi pasca putus informan sudah benar-benar pulih berdasarkan kemampuan informan dalam mengambil keputusan dan menunjukkan keberanian untuk keluar dari hubungan yang diketahui tidak sehat, menjadi perempuan yang mandiri, serta adanya faktor penerimaan diri sebagai adaptasi informan untuk bangkit dari kesulitan.
Dampak Ekonomi-Sosial Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Jalan Lintas Umum Sebagai Benih Konflik dan Cara Integrasi Sosial di Kabupaten Karo
Ezra Sriadelia Br Pelawi;
Nugroho Trisnu Brata
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi dengan fenomena alih fungsi lahan pertanian menjadi jalan lintas umum di Desa Pola Tebu, Kutabuluh, Karo, Sumatera Utara. Berdasarkan kondisi jalan lintas yang buruk, maka pemerintah mengambil tindakan guna pemerataan pembangunan. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menganalisis penyebab munculnya masyarakat yang pro dan kontra. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Desa Pola Tebu, Kutabuluh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hasil penelitian mencerminkan kompleksitas dilema masyarakat desa dihadapkan dengan perkembangan jaman dan kebutuhan yang meningkat. Masyarakat dilema dalam menghadapi perubahan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan serta warisan budaya. Diperlukan pendekatan yang cermat dan seimbang dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
Fungsi Lembaga Pendidikan Nonformal dalam Penguatan Kompetensi Pekerja Migran (Studi Pada LPK Putra Bragas Mandiri Wonosobo)
Karni;
Fajar
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi laten dari Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Putra Bragas Mandiri Wonosobo dalam meningkatkan kompetensi pekerja migran. Masih adanya kasus penyaluran pekerja migran secara ilegal tanpa pendidikan dan pelatihan yang memadai mendorong LPK ini untuk menerapkan strategi khusus guna mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di luar negeri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan berlokasi di LPK Putra Bragas Mandiri Wonosobo, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi laten dari LPK ini mencakup: (1) Adaptasi, melalui penyediaan pendidikan dan pelatihan bahasa asing (2) Pencapaian tujuan, melalui pelatihan soft skills (3) Integrasi, melalui penguatan nilai-nilai agama dan orientasi budaya (4) Pemeliharaan pola bina mental dan pengembangan jaringan alumni. Semua fungsi ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi pekerja migran dan kesuksesan mereka di luar negeri.
Peranan PATBM Kebun Belajar Semesta Alam dalam Pengembangan Resiliensi Anak di Desa Kuripan
Talita Toya Agitha;
Nurul Fatimah
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi adanya fenomena pelanggaran hak dan kekerasan anak di Desa Kuripan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimana bentuk pelanggaran hak dan kekerasan anak yang terjadi, (2) mengetahui bagaimana peran PATBM KBSA dalam mengembangkan resiliensi anak di Desa Kuripan. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di PATBM KBSA Desa Kuripan, Kesugihan, Cilacap. Penelitian ini menggunakan Analisis Teori Sosialisasi oleh George Herbert Mead dan Konsep Resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Bentuk pelanggaran hak dan kekerasan yang terjadi meliputi pelanggaran pemenuhan kebutuhan anak, kekerasan fisik, kekerasan verbal dan bullying pada anak, (2) peran PATBM KBSA dalam mengembangkan resiliensi anak hanya sebatas pelipur lara yang dibagi menjadi dua yaitu aspek pencegahan meliputi kegiatan positif edukatif, sedangkan pada aspek penanganan meliputi strategi pendekatan persuatif pada korban untuk mendapatkan solusi yang terbaik dalam menangani kasus tersebut.
Tradisi Azan Pitu sebagai Simbol Relasi Agama dan Budaya di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon
Nadia;
Khairunissa Aura Fatimah
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aspek agama dan budaya sering mencerminkan nilai-nilai luhur suatu masyarakat. Salah satu tradisi yang merepresentasikan hubungan keduanya adalah azan pitu yang dilaksanakan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan azan pitu sebagai simbol relasi antara agama dan budaya di Cirebon. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini memberikan analisis mendalam mengenai tradisi tersebut. Penelitian dilakukan di Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa azan pitu yang masih dijalankan hingga saat ini, memiliki kaitan erat dengan nilai-nilai religius dan kultural masyarakat setempat. Tradisi ini berperan secara religius sebagai panggilan untuk salat, sekaligus sebagai warisan budaya yang merefleksikan identitas dan kearifan lokal. Eksistensinya hingga kini menjadi bukti penting dari pelestarian nilai-nilai luhur yang mengintegrasikan aspek spiritual dan tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini memperkuat pemahaman tentang bagaimana tradisi lokal dapat menjadi representasi dari hubungan agama dan budaya yang saling berkaitan. Hal tersebut sesuai dengan teori Clifford Geertz yang memandang agama sebagai sistem simbolik yang menyatukan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat.