cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
USAHATANI DAN STRATERGI PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK VERTIKULTUR DI KECAMATAN MEDAN MARELAN (Studi Kasus : Kelurahan Terjun, Kec Medan Marelan, Kota Medan) Nur Meity Utary; Tavi Supriana; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.256 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total penerimaan, biaya produksi, pendapatan bersih usahatani sayuran organik vertikultur, menganalisis  R/C ratio usahatani sayuran organik vertikultur serta strategi pengembangannya pertanian organik vertikultur. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Petani responden diambil dengan menggunakan sensus sebanyak 25 orang yang mengusahakan usahatani secara organik vertikultur . Metode analisis data yang digunakan adalah analisis R/C ratio dan analisis SWOT (Strengts Weaknesses Opportunities Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai R/C ratio usahatani sayuran organik vertikultur ini sebesar 2,19 (nilai R/C>1), yang artinya usahatani tersebut layak untuk diusahakan. Analisis SWOT menghasilkan Strategi SO (1) memanfaatkan ketersediaan input produksi dan  status kepemilikan lahan untuk melakukan perluasan usahatani dan (2) mengoptimalkan keberadaan kelompok tani  dan intensitas monitoring pemerintah untuk mengelola input produksi yang selalu tersedia untuk menambah jumlah petani. Strategi WO (1) Meningkatkan hasil produksi untuk memenuhi permintaan sayuran organik dengan memperbanyak petani yang menerapkan pertanian organik vertikultur dan (2) Meningkatkan waktu untuk mengelola usahatani sayuran organik vertikultur ini sehingga dapat meningkatkan hasil produksi untuk memenuhi permintaan sayuran organik. Strategi ST (1) bekerjasama dalam kelompoktani untuk melakukan variasi penjualan sayuran organik agar konsumen tidak beralih ke sayuran non organik yang murah dan stategi WT (1) Mengadakan pelatihan dalam budidaya dan pencatatan usahatani untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam bertani sehingga dapat dilakukan budidaya yang efektif dan efisien agar sayuran organik dapat bersaing dipasaran. Kata Kunci : lahan sempit, vertikultur, SWOT, waktu, input produksi, kerja sama
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA TERNAK KAMBING PEDAGING SISTEM KANDANG (Kasus: Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan) Ella Saghita Bangun; Thomson Sebayang, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.646 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan besar hasil produksi usaha ternak kambing; menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan berat kambing; menjelaskan keuntungan dan kelayakan usaha ternak kambing pedaging di daerah penelitian; menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak kambing. Metode untuk mengidentifikasi tingkat produksi kambing dianalisis dengan metode deskriptif; untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi kambing digunakan model fungsi produksi Cobb-Douglas; untuk menjelaskan keuntungan dan kelayakan usaha ternak kambing digunakan perhitungan pendapatan bersih (π), R/C, dan BEP; untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak kambing digunakan metode penduga regresi linear berganda dengan alat bantu perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rata-rata pertambahan berat kambing selama satu periode pemeliharaan di daerah penelitian adalah 237.45 kg/peternak atau 11.73 kg/ekor. Pengalaman beternak, kepadatan kandang, pakan, obat-obatan, dan tenaga kerja secara serempak berpengaruh nyata terhadap hasil produksi kambing, namun secara parsial yang berpengaruh nyata terhadap hasil produksi hanya pakan dan obat-obatan.Pendapatan bersih usaha ternak kambing adalah Rp 7,321,447/peternak, atau sebesar Rp 324,765/ekor.Secara ekonomi, usaha ternak kambing layak diusahakan di daerah penelitian dengan nilai R/C sebesar 1.43, yaitu lebih besar dari 1 (R/C >1).Nilai BEP volume adalah 13 ekor dan nilai BEP harga sebesar Rp 787,766/ekor.Biaya anakan, biaya obat, biaya pengambilan pakan, dan biaya tenaga kerja secara serempak berpengaruh nyata terhadap pendapatan usaha ternak kambing namun secara parsial hanya biaya anakan dan biaya pengambilan pakan yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usaha ternak kambing.   Kata kunci : Usaha Ternak Kambing, Sistem Kandang, Produksi dan Pendapatan.
BIAYA USAHA TANI DAN HARGA REFERENSI DAERAH KOMODITAS CABAI MERAH DI SUMATERA UTARA Irwanda Akhiruddin Lubis; Satia Negara Lubis, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.839 KB)

Abstract

ABSTRAK Konsumen akhir cabai di Sumatera Utara juga mengalami peningkatan harga yang fluktuatif. Konsumen tidak selalu menikmati harga cabai yang rendah ketika musim panen raya. Harga cabai biasanya tidak turun drastis sesuai dan tidak terlalu berbeda jauh dengan harga di tingkat petani. Misalnya ketika harga cabai di tingkat petani turun hingga 70% dari musim sebelumnya, harga cabai di tingkat konsumen akhir hanya turun maksimal hingga 30%. Sedangkan ketika permintaan cabai tinggi yang umumnya terjadi ketika hari-hari besar nasional, konsumen harus menerima harga yang meningkat hingga 2 sampai 3 kali lipat. Penelitian dilakukan di Pasar – Pasar Tradsional di Sumatera Utara pada bulan Juni - Agustus 2013 dengan menggunakan metode penentuan daerah sampel, metode pengumpulan data dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usaha tani memberikan pengaruh yang signifikan terhadap harga referensi daerah komoditas cabe merah di Sumatera Utara. Kata Kunci : Biaya usaha tani, harga referensi daerah.
ANALISIS DAN PENYUSUNAN STRATEGI PENGEMBANGAN NILAI TAMBAH PRODUK IKAN ASIN Rizki Ramadani; Hasman Hasyim; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.551 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya nilai tambah dari pengolahan ikan asin dan untuk menyusun strategi pengembangan nilai tambah pengolahan ikan asin. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Sensus, yaitu keseluruhan populasi diambil sebagai sampel dikarenakan jumlah populasi hanya sedikit yaitu berjumlah 16 pengusaha pengolahan ikan asin. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Nilai Tambah Metode Hayami dan Analisis SWOT. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh pengusaha dalam pengolahan ikan asin sebesar Rp 2.225,00 per kilogram ikan asin yang diproduksi dengan tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 721,2 per kilogram ikan asin yang diproduksi. Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan pengusaha dalam mengembangkan nilai tambah produk ikan asin, seperti meningkatkan produksi dan mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan, menekan atau meminimalkan biaya produksi untuk menaikkan nilai tambah atau tingkat keuntungan, membuat kemasan yang menarik minat konsumen, menambah modal melalui pinjaman koperasi atau bank untuk meningkatkan jumlah produksi, menciptakan bahan baku alternatif, menciptakan mutu produk yang lebih baik agar mampu bersaing, mencari mitra usaha guna pengembangan skala usaha dan melatih keterampilan dalam pengemasan dan pemasaran. Kata Kunci : Nilai Tambah, Strategi
PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI TERHADAP SIKAP PETANI DALAM PENERAPAN PADI SAWAH System of Rice Intensification (SRI) (Studi Kasus: Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai) Mhd. Rullyanda Azmi; Hasman Hasyim; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.835 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap petani terhadap SRI (System of  Rice Intensification), untuk mengetahui pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani (umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, lamanya berusahatani dan pendapatan) terhadap sikap petani dalam penerapan SRI (System of Rice Intensification), untuk mengetahui pengaruh bantuan pemerintah terhadap sikap petani dalam penerapan SRI (System of Rice Intensification). Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan skala likert dan analisis regresi linier berganda. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 di desa Pematang Setrak, kecamatan Teluk Mengkudu, kabupaten Serdang Bedagai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 petani sampel, jumlah petani yang menyatakan sikap positif sebanyak 19 orang (63,33%), dan yang menyatakan sikap negatif sebanyak 11 orang (36,67%). Secara serempak menunjukkan bahwa dari keseluruhan variabel bebas memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap sikap petani. Secara parsial variabel pendapatan berpengaruh nyata terhadap sikap petani di daerah penelitian. Kata Kunci : SRI, padi sawah, sikap, karakteristik sosial ekonomi
PERSEPSI PETANI PEKEBUN KARET RAKYAT TERHADAP KINERJA PENYULUH PERKEBUNAN (Kasus: Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu) Amalia Ritonga; Yusak Maryunianta; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tugas pokok dan fungsi penyuluh di lokasi penelitian, mengetahui kinerja penyuluh perkebunan di daerah penelitian, mengetahui persepsi petani pekebun karet rakyat terhadap kinerja penyuluh perkebunan di daerah penelitian, daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive), yakni di Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu, dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut salah satu sentra daerah yang memiliki jumlah perkebunan karet terluas di Kabupaten Labuhan Batu. Metode penentuan objek penelitian dalam dalam penelitian ini digunakan metode Area Claster Sampling, yaitu sebesar 30 orang petani dan 10 orang penyuluh. Metode analisis yang digunakan adalah metode pemberian skor dan metode skala likert. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: pelaksanaan tugas pokok dan fungsi penyuluh perkebunan berjalan baik sesuai dengan tugas pokok yang ada. Dengan kinerja atau tingkat keberhasilan yang tinggi. Sehingga persepsi petani pekebun karet rakyat terhadap kinerja penyuluh positif. Kata Kunci: penyuluh, persepsi, petani, tugas pokok
SIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM DEMPLOT PERTANIAN ORGANIK (Studi Kasus: Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup/PPLH Desa Timbang Lawan Kec.BohorokKab.Langkat) Mila Zulfa; Meneth Ginting; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.893 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sikap petani terhadap program demplot pertanian organik, perkembangan demplot pertanian organik, hubungan dan pengaruh antara karakteristik sosial ekonomi petani (umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, jumlah pendapatan, dan intensitas kunjungan) dengan sikap petani terhadap program demplot pertanian organik.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Sikap Petani tehadap program demplot pertanian organik yang dijalankan oleh PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup)dapat diketahui bahwa dari 30 petani sampel, jumlah petani yang menyatakan sikap positif sebanyak 14orang (46,66%) dan yang menyatakan sikap negatif sebanyak 16 orang (53,33%).Karakteristik sosial ekonomi petani berbeda-beda, umur petani sebagian besar berada pada usia produktif dengan rata-rata 45 tahun dari rentang 22-83 tahun, tingkat pendidikan petani rata-rata adalah 8 tahun (SMP) dari rentang 4-12 tahun (SD-SMA), pengalaman bertani rata-rata adalah 21 tahun dari rentang 2-70 tahun, jumlah pendapatan rata-rata adalah Rp.1.133.000/ bulan dari rentang Rp. 650.000-Rp.2.500.000/bulan, intensitas Kunjungan 1x/ tahun dengan rentang 1- 4x /tahun.Dari enam  karakteristik petani (umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, jumlah pendapatan dan intensitas kunjungan), umur dan intensitas kunjungan yang memiliki korelasi (hubungan) dengan sikap petani terhadap program. Sedangkan karakteristik umur, tingkat pendidikan, dan jumlah pendapatan tidak berkorelasi (berhubungan) dengan Sikap Petani Program Demplot Pertanian Organik.Secara serempak dan parsial variabel umur, tingkat pendidikan, lama berusahatani, Intensitas Kunjungan dan jumlah pendapatan tidak berpengaruh nyata dengan sikap petani terhadap program.   Kata Kunci: Demplot Pertanian Organik,Sikap Petani,Karakteristik Sosial Ekonomi  
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGGILINGAN PADI MOBILE DI KECAMATAN PANTAI LABU DAN KECAMATAN PANTAI CERMIN Satia Negara Lubis, Indriani; Sinar Indra Kusuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.095 KB)

Abstract

ABSTRAK Usaha penggilingan padi mobile merupakan suatu kegiatan pascapanen dalam merubah padi menjadi beras dengan menggunakan alat penggilingan padi yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Salah satu cara untuk mengukur kelayakan usaha penggilingan padi mobile yaitu dengan menggunakan analisis R/C ratio, yaitu melakukan perbandingan antara penerimaan dengan biaya. Metode penentuan subjek penelitian ditentukan secara sensus dengan jumlah sampel sebanyak 32 unit penggilingan padi mobile, metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, tabulasi sederhana, serta melakukan analisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya terbesar dalam usaha penggilingan padi mobile dikeluarkan untuk biaya tenaga kerja, penerimaan yang diperoleh dalam usaha penggilingan padi mobile berupa beras yaitu sebanyak 10%, usaha penggilingan padi mobile di daerah penelitian layak untuk diusahakan dimana penerimaan lebih besar dari biaya. Kata Kunci: Penggilingan padi mobile, biaya, pendapatan, kelayakan usaha.
PENGARUH SKALA USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN (Kasus: Desa Hajoran, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah) Line O. R Hutabarat; Kelin Tarigan; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.128 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh skala usaha terhadap total biaya produksi per ton dalam usaha pengolahan ikan asin dalam jangka waktu satu bulan, untuk menjelaskan pengaruh skala usaha terhadap jumlah curahan tenaga kerja yang digunakan dalam usaha pengolahan ikan asin dalam jangka waktu satu bulan, untuk menjelaskan perbedaan nilai tambah (value added) per ton yang diperoleh pada usaha pengolahan ikan asin dalam jangka waktu satu bulan, dan untuk menjelaskan pengaruh skala usaha terhadap pendapatan usaha pengolahan ikan asin per ton dalam jangka waktu satu bulan. Metode penentuan sampel ditentukan secara purposive yaitu di Desa Hajoran, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan menggunakan Stratified accidental Sampling, yaitu: skala usaha kecil (≤ 1 Ton),  skala usaha menengah (1-2 Ton), dan skala usaha besar (> 2 Ton). Metode analisis data adalah dengan Uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan total biaya produksi rata-rata dan curahan tenaga kerja rata-rata pada berbagai strata skala usaha pengolahan ikan asin dan tidak ada perbedaan nilai tambah rata-rata dan pendapatan rata-rata pada  berbagai skala usaha pengolahan ikan asin. Kata kunci : skala usaha, ikan asin, total biaya produksi, curahan tenaga kerja, nilai tambah, pendapatan
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN INDUSTRI BATU BATA DAN DAMPAKNYA TERHADAP LUAS LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN DELI SERDANG (Studi Kasus : Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Pagar Merbau) Roima Novita Sari Sianturi; A.T. Hutajulu; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.427 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengolahan batu bata, besar pendapatan industri batu bata, kelayakan usaha industri batu bata dan dampak pengolahan industri batu bata terhadap luas lahan pertanian. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive yaitu desa Tanjung Mulia dengan jumlah industri batu bata terbanyak. Metode penentuan sampel ditentukan dengan metode Simple Random Sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian ini adalah sistem pengolahan batu bata sudah intensif. Jumlah pendapatan bersih industri batu bata adalah sebesar                                               Rp 4.465.609,72/bulan. Industri pengolahan batu bata layak untuk diusahakan di daerah penelitian. Terjadi penurunan luas lahan pertanian akibat pengolahan industri batu bata di daerah penelitian. Kata Kunci : Pendapatan, Industri Batu Bata, Kelayakan, Dampak, Luas Lahan

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue