cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING AYAM BROILER DI KOTA MEDAN Helmi Mawaddah; Satia Negara Lubis, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.23 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permintaan daging ayam broiler di Kota Medan dari tahun 2002-2011 dan menganalisis faktor-faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan data time series dan dianalisis dengan metode linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi daging ayam broiler periode 2002-2011 tidak mencukupi permintaan daging ayam broiler di Kota Medan. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa secara serempak harga daging ayam broiler, harga daging ayam buras, harga telur ayam broiler dan pendapatan perkapita Kota Medan mempengaruhi permintaan daging ayam broiler di Kota Medan. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa secara parsial hanya pendapatan perkapita Kota Medan yang mempengaruhi permintaan daging ayam broiler di Kota Medan. Kata kunci: permintaan, produksi, daging ayam broiler
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL KELAPA SAWIT RAKYAT (Studi Kasus: Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau) Dionica Putri; H M Mozart B Darus; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.266 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi besar biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kelapa sawit rakyat menurut umur tanaman, untuk mengidentifikasi tingkat pendapatan petani kelapa sawit rakyat per tahun menurut umur tanaman, dan untuk menganalisis tingkat kelayakan finansial kelapa sawit rakyat di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi besar biaya produksi adalah dengan rumus TC=FC+VC, untuk mengidentifikasi tingkat pendapatan adalah dengan rumus I=TR-TC, dan dan untuk menganalisis tingkat kelayakan finansial adalah dengan analisis NPV, IRR, dan B/C. Metode penentuan sampel adalah metode accidental. Besarnya sampel penelitian adalah sebanyak 57 sampel. Metode pengumpulan data adalah dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan pada bulan September tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha perkebunan kelapa sawit rakyat di daerah penelitian memiliki biaya rata-rata produksi per hektar selama setahun adalah Rp 10.013.643,- yang terbesar adalah biaya sarana produksi sebesar  Rp5.521.838,- yang kedua ialah biaya tenaga kerja sebesar Rp 4.334.894,- dan yang terakhir biaya penyusutan hanya sebesar Rp 156.911,-. Rata-rata pendapatan petani sampel per hektar dalam setahun adalah Rp 8.939.940,- dan Rata-rata pendapatan per petani selama setahun adalah sebesar Rp 124.382.567,-. Secara finansial, usaha Perkebunan kelapa sawit rakyat di daerah penelitian dikatakan layak untuk diusahakan dengan nilai NPV 28.692.267, IRR sebesar 24,034%dan B/C sebesar 2,815   Kata kunci:     Kelapa Sawit Rakyat, Biaya Produksi, Pendapatan, Analisis.
ANALISIS PENDAPATAN AGROINDUSTRI DODOL DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Desy Arisandy; Kelin Tarigan; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.042 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) pengaruh biaya produksi terhadap besar penerimaan/kg dodol, (2) hubungan jumlah produksi terhadap besar pendapatan/kg dodol, (3) komposisi biaya/kg dodol, (4) perbedaan pendapatan agroindustri dodol berdasarkan skala usahanya di Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian dilaksakan pada bulan Mei-Juni 2013 dengan menggunakan metode stratified random sampling dimana besar sampel sebanyak 44 unit usaha yang terdiri dari 32 unit skala rumah tangga dan 12 unit skala kecil. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, korelasi, perhitungan biaya produksi dan uji independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi memberikan pengaruh yang nyata terhadap penerimaan/kg dodol dan ada hubungan yang signifikan antara jumlah produksi dengan pendapatan/kg dodol. Komposisi biaya/kg dodol yang paling tinggi adalah biaya bahan baku yaitu sebesar 73,85% untuk dodol biasa, 77,47% untuk dodol durian, dan 73,67% untuk dodol pandan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan agroindustri dodol skala rumah tangga dengan agroindustri dodol skala kecil. Kata Kunci : biaya produksi dodol, penerimaan agroindustri dodol, pendapatan usaha dodol.
FAKTOR- FAKTOR PENDORONG DAN PENARIK ALIH FUNGSI USAHA PERKEBUNAN KOPI ROBUSTA (Coffea robusta L) KE KOPI ARABIKA (Coffea arabica) (Studi Kasus: Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun) Arianty Lediana Damanik; Diana Chalil; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.509 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir kopi yang penting dengan total pangsa pasar sekitar 30% dari pangsa pasar dunia. Secara umum terdapat 2 jenis kopi yang dimiliki dan diekspor Indonesia yaitu Kopi Robusta dan Arabika. Kopi Arabika memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan Kopi Robusta, tetapi permintaan Kopi Robusta lebih tinggi, namun terdapat kecenderungan alih fungsi dari Kopi Robusta ke Kopi Arabika. Hal tersebut dapat menimbulkan excess supply. Untuk menganalisis faktor- faktor pendorong dan penarik alih fungsi usaha Kopi Robusta ke Kopi Arabika dilakukan penelitian  di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Data dikumpulkan dari 60 petani dengan metode deskriptif dan selanjutnya data di estimasi dengan menggunakan  uji beda rata-rata, dan diperoleh hasil penelitian  bahwa faktor pendorong  penarik terjadinya alih fungsi usaha Kopi Robusta ke Kopi Arabika adalah umur panen I Kopi Arabika yang lebih cepat, intensitas panen yang lebih tinggi, , harga jual lebih tinggi, Produktivitas yang lebih tinggi, waktu pengeringan yang lebih cepat, jam kerja pasca panen yang lebih singkat, biaya pupuk yang lebih rendah. Kata Kunci: Kopi Robusta, Kopi Arabika, Alih Fungsi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN DAN PERMINTAAN JERUK MANIS DI PASAR TRADISIONAL KOTA MEDAN Rahmanta Ginting, Asmidah; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.636 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran jeruk manis di pasar tradisional Kota Medan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan jeruk manis di pasar tradisional Kota Medan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni, 2013. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 30 pedagang jeruk manis dan 30 konsumen jeruk manis di Pasar Tradisional yaitu Pusat Pasar, Pasar Petisah, dan Pasar Medan Deli. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Dari sisi penawaran, secara serempak harga beli pedagang, biaya penjualan, dan keuntungan berpengaruh secara nyata terhadap jumlah penawaran jeruk manis. Secara parsial bahwa variabel harga beli pedagang tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah penawaran jeruk manis, sedangkan biaya penjualan dan keuntungan berpengaruh secara nyata terhadap jumlah penawaran jeruk manis (2) Dari sisi permintaan, secara serempak harga beli konsumen, pendapatan, dan jumlah anggota keluarga berpengaruh secara nyata terhadap jumlah permintaan jeruk manis. Secara parsial bahwa variabel harga beli konsumen dan pendapatan berpengaruh secara nyata terhadap jumlah permintaan jeruk manis, sedangkan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah permintaan jeruk manis. Kata Kunci: Penawaran, permintaan, biaya.
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI PADI SAWAH MELALUI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DENGAN SISTEM TANAM NON JAJAR LEGOWO (Studi Kasus: Desa Sukamandi Hilir, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang) Ayudya Melasari; Tavi Supriana; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.791 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah sistem tanam jajar legowo mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani di daerah penelitian, menganalisis perbedaan produktivitas dan pendapatan di daerah penelitian, menganalisis perbedaan pendapatan petani berdasarkan strata luas lahan pada sistem tanam jajar legowo dengan sistem tanam non jajar legowo   di daerah penelitian. Penelitian menggunakan metode Stratified Random Sampling. Analisis dilakukan dengan analisis  deskriptif, analisis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem tanam jajar legowo dapat meningkatkan produktivitas petani sebesar 6.485,17 Kg/Ha dengan pendapatan sebesar Rp. 11.627.931,11; sedangkan dengan menggunakan sistem tanam non jajar legowo menghasilkan produktivitas sebesar 5.573,11 Kg/Ha dengan pendapatan sebesar Rp. 9.839.868,83. Produktivitas usaha tani yang menggunakan sistem tanam jajar legowo (6.485,13 Kg/Ha) lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas pada sistem tanam non  jajar legowo (5.573,13 Kg/Ha); sedangkan pendapatan pada sistem tanam jajar legowo ( Rp. 11.627.931) lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan pada sistem tanam non jajar ( Rp. 9.839.869). Ada perbedaan pendapatan antara sistem tanam jajar legowo dengan sistem tanam non jajar legowo menurut strata luas lahan.   Kata kunci: sistem tanam jajar legowo, sistem tanam non jajar legowo, produktivitas, pendapatan
ANALISIS MARKETING BILL KOMODTI CABAI MERAH DI KOTA MEDAN Arini Pebristya Duha; HM Mozart B. Darus; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.251 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis marketing bill komoditi cabai merah di Kota Medan. Diantaranya dengan  menganalisis tingkat konsumsi nilai transaksi dan margin pemasaran yang terdapat pada petani dan pedagang perantara cabai merah didaerah penelitian. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive, pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode snowball sampling. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari petani yang di Kabupaten Karo, pedagang besar dan pedagang pengecer yang di Kota Medan melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu dan data sekunder diperoleh dari Badan Ketahanan Pangan Kota Medan, Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, dan Dinas Perhubungan Sumatera Utara. Responden diambil dengan menggunakan metode snowball Sampling sehingga ditentukan besar sampel untuk keseluruhan sebanyak 30 orang yang mengusahakan dan menyalurkan cabai merah ke Kota Medan . Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif mengenai Tingkat Konsumsi, Volume dan Nilai Transaksi, dan Marketing Bill dianalisis dengan Marketing Margin, Price Spread dan Share Margin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi cabai merah meningkat tahun 2010 sebesar 4.761,8 ton/tahun,  dan pada tahun 2011 sebesar 23.480 ton/tahun, total volume cabai merah sebesar 9.827 ton dengan total nilai transaksi Rp.241.698.699. Marketing Bill diperoleh sebesar Rp. 5.400 dimana share cost tertinggi terdapat pada pedagang besar sebesar 54,06% dan share profit tertinggi terdapat pada pedagang pengumpul sebesar 84,2%. Terdapat perbedaan biaya dan keuntungan setiap pelaku pemasaran.   Kata Kunci : Cabai Merah, Konsumsi, Marketing Bill, Margin Pemasaran
PENGARUH SISTEM PENGELOLAAN USAHATANI CABAI MERAH TERHADAP JUMLAH PRODUKSI DAN TINGKAT PENDAPATAN David Hismanta Depari; Sinar Indra Kesuma, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.881 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas lahan, frekuensi panen, jumlah produksi, jumlah biaya produksi, jumlah tenaga kerja, jumlah penerimaan dan tingkat pendapatan usahatani cabai merah dengan sistem pengelolaan biasa dan intensif, pengaruh sistem pengelolaan usahatani cabai merah terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan, pengaruh sistem pengelolaan dan jumlah tenaga kerja usahatani cabai merah terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: pada sistem pengelolaan biasa jumlah penerimaan sebesar Rp. 16.052.085,7 dan tingkat pendapatan usahatani cabai merah  sebesar Rp. 11.608.380,4. Pada sistem pengelolaan intensif jumlah penerimaan sebesar Rp. 73.357.129,4 dan tingkat pendapatan usahatani cabai merah sebesar Rp. 57.248.041,2 . Berdasarkan hasil uji statistik sistem pengelolaan usahatani cabai merah berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan. Berdasarkan hasil uji statistik sistem pengelolaan dan jumlah tenaga kerja usahatani cabai merah berpengaruh nyata  terhadap jumlah produksi dan tingkat pendapatan Kata kunci : Sistem Pengelolaan, Produksi, Pendapatan, Cabai Merah
STRATEGI PENGEMBANGAN KUD DI KABUPATEN DELI SERDANG Dede Prasetya, Iskandarini, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.376 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untukUntuk menganalisis faktor internal yang mempengaruhi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang,Untuk menganalisis faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang,Menentukan strategi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang.Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang ialah KUD yang memiliki badan hukum, struktur organisasi yang sesuai dengan koperasi,  banyaknya unit usaha yang dikelola koperasi,kurangnya sumber modal bagi koperasi,pengelola yang kurang inovatif dalam menemukan ide baru untuk pengembangan KUD,pengelola sulit menentukan bisnis inti.Dan Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdang ialah, Adanya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi, adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi, adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi, adanya persaingan usaha yang semakin ketat,adanya anggapan negatif dari masyarakat, menurunnya daya beli masyarakat. Serta strategi yang cocok untuk pengembangan KUD di Kabupaten Deli Serdangadalahstrategi ST(Strenght-Threats). Kata Kunci:Koperasi Unit Desa, Strategi Pengembangan KUD, Modal
ANALISIS USAHA DAN PEMASARAN TERNAK KELINCI (Studi Kasus : Desa Gundaling II dan Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo) Dendy Trifonius Adrianto
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.127 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian usaha dan pemasaran ternak kelinci dilakukan untuk menjelaskan sistem pengelolaan usaha ternak kelinci, produktivitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi serta  menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha dan pemasaran ternak kelinci di Kelurahan Gundaling II dan Desa Sempajaya Kecamatan  Berastagi Kabupaten Karo. Daerah penelitian di tentukan secara metode purposive (sengaja). Metode penetuan dan penarikan sampel yang digunakan adalah Metode Purposive Sampling, yaitu 20 peternak seluruhnya dijadikan sampel dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Metode analisis data digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis fungsi Coubb Douglass, analisis pendapatan dan kelayakan serta analisis pemasaran yaitu  saluran pemasaran dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem pengelolaan usaha ternak kelinci ini sudah sesuai dengan anjuran Dinas Peternakan dan literatur yang ada. Produktivitas ternak kelinci pada daerah penelitian masih tergolong rendah yaitu rata-rata 6 ekor per indukan dimana faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ternak kelinci yaitu Induk, obat-obatan dan tenaga kerja sbesar 96%. Rata-rata pendapatan peternak pada usaha ini yaitu Rp. 3.986.760. Hasil analisis kelayakan usaha ternak kelinci di daerah penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak kelinci di daerah penelitian layak diusahakan. Untuk hasil analisis efisiensi pemasaran di daerah penelitian, menunjukkan bahwa usaha ternak kelinci di daerah penelitian belum efisien. Kata Kunci : Kelinci, Faktor Produksi, Kelayakan, Pemasaran

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue