cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
STRATEGI PEMASARAN BENANG KARET (RUBBER THREAD) PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA (Jl. Medan-Tanjung Morawa Km. 9,5 Medan) Dicky Tri I.P, Iskandarini, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.816 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal yang mempengaruhi pemasaran  benang karet di PT. Industri Karet Nusantara, untuk menganalisis faktor eksternal yang mempengaruhi pemasaran benang karet di   PT. Industri Karet Nusantara dan menentukan strategi pemasaran benang karet di PT. Industri Karet Nusantara. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi pemasaran benang karet PT. Industri Karet Nusantara ialah produk yang berkualitas, produk sudah dikenal pasar, sumber daya manusia yang handal, teknologi mesin yang ketinggalan, penjualan produk melalui perantara dan kegiatan penjualan yang belum maksimal. Serta faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pemasaran benang karet PT. Industri Karet Nusantara ialah kebutuhan hasil jadi karet yang meningkat, perkembangan trend pakaian dunia yang pesat, pangsa pasar yang luas, kompetitor yang semakin banyak, ketidakstabilan harga bahan dasar karet dan harga produk yang bersaing. Serta strategi pemasaran yang cocok untuk meningkatkan penjualan benang karet hasil produksi PT. Industri Karet Nusantara adalah strategi WO (Weaknesses-Opportunities). Kata kunci : Benang Karet, Strategi Pemasaran, Analisis SWOT.  
ANALISIS PERMINTAAN AYAM BROILER/PEDAGING di KOTA MEDAN (Studi kasus : Pasar Sei Kambing C II, Pasar Titi Papan, Pasar Simalingkar, dan Pasar Simpang Limun Kota Medan) Eko Pranata; A.T. Hutajulu, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.751 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permintaan ayam broiler/pedaging di lokasi penelitian; untuk menganalisis  faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ayam broiler/pedaging; untuk mengetahui perkembangan harga ayam potong di Kota Medan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda menggunakan alat bantu SPSS 17. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan sampel dengan metode slovin dengan jumlah sampel 100 konsumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli s/d Agustus tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil estimasi dapat diperoleh nilai determinasi (R2) sebesar 0,702. Hal ini berarti 70,2% variasi yang terjadi pada variabel pendapatan, harga barang subtitusi, usia, tingkat pendidikan,harga ayam broiler/pedaging dan jumlah tanggungan dapat menjelaskan jumlah permintaan aym broiler/pedaging, sedangkan 29,8% lagi dipengaruhi oleh variabel lain. Secara serempak menunjukkan bahwa dari keseluruhan variabel bebas memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah permintaan ayam broiler/pedaging. Secara parsial variabel tingkat pendapatan, usia dan jumlah tanggungan berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan ayam broiler/pedaging, sedangkan pada harga ikan gembung, tingkat pendidikan dan harga ayam broiler/pedaging tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan ayam broiler/pedaging. Kata Kunci :  Permintaan, Ayam Broiler/pedaging, Rumah Tangga
PERBEDAAN SISTEM TATA NIAGA BERAS ORGANIK DENGAN BERAS ANORGANIK (Studi Kasus Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Eva Amalia; Kelin Tarigan; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.73 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan bentuk saluran tata niaga antara beras organik dengan beras anorganik di daerah penelitian dan untuk menjelaskan perbedaan fungsi-fungsi tata niaga yang dilakukan oleh petani dan masing-masing lembaga tata niaga beras organik dengan beras anorganik di daerah penelitian. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive, pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara sensus. Data yang digunakan adalah data primer pelaku-pelaku tata niaga beras organik di daerah penelitian melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan. Penelitian ini menggunakan perhitungan sederhana dengan rumus-rumus sesuai teori tata niaga. Hasil analisis menunjukkan bahwa saluran tata niaga beras organik di daerah penelitian adalah Petani beras organik – Lembaga Kelompok Tani – JaPPSA – Konsumen. Saluran tata niaga beras anorganik di daerah penelitian adalah Petani beras anorganik – Pedagang Pengumpul – Pengolah – Grosir – Kios – Konsumen. Setiap lembaga tata niaga yang terlibat dalam saluran tata niaga beras organik maupun beras anorganik melakukan fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan fungsi ini menyebabkan biaya yang dikeluarkan oleh setiap lembaga juga berbeda. Biaya tata niaga, sebaran harga dan persentase margin pedagang pengolah beras organik yaitu lembaga kelompok dan beras anorganik yaitu pengolah lebih besar dibandingkan dengan lembaga tata niaga lain yang terlibat dalam saluran pemasaran. Saluran tata niaga beras organik dan beras anorganik di daerah penelitian efisien.   Kata Kunci: Tata Niaga, Beras Organik, Beras Anorganik
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA TERNAK SAPI POTONG (Studi Kasus: Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat) Rafika Zahara; Thomson Sebayang; Diana Chalil
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.544 KB)

Abstract

ABSTRAK Terdapat dua cara investasi dalam peternakan sapi yaitu usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong. Akan tetapi, usaha pembibitan sapi potong kurang diminati oleh investor karena relatif lebih rumit dan memerlukan jangka waktu usaha yang lebih lama dibandingkan dengan usaha penggemukan sapi potong. Hal tersebut dapat dilihat dengan skala usaha peternakan yang relatif kecil. Untuk menganalisis kondisi tersebut maka dilakukan penelitian terhadap 30 orang peternak usaha pembibitan dan 30 orang peternak usaha penggemukan sapi potong. Besar sampel ditentukan dengan Metode Slovin, Propotionate Stratified Sampling dan penarikan sampel ditentukan dengan Metode Snowball Sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan Metode Hayami dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Nilai tambah yang dihasilkan pada usaha pembibitan lebih kecil dibandingkan pada usaha penggemukan sapi  potong (2) harga indukan sapi, harga anakan sapi, biaya obat cacing, biaya garam, biaya BBM dan upah tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap nilai tambah usaha pembibitan sapi potong (3) harga sapi bakalan penggemukan, harga sapi hasil penggemukan, biaya obat cacing, biaya garam, biaya BBM dan upah tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap nilai tambah usaha penggemukan sapi potong. Kata Kunci : Sapi Potong, Usaha Pembibitan, Usaha Penggemukan, Nilai Tambah
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI CABAI MERAH (Studi Kasus : Pasar Brayan, Pasar Denai, Pasar Petisah, Pasar Marelan di Kota Medan) Aisyah Arfani; M. Jufri, Salimah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.655 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap konsumen terhadap konsumsi cabai merah; mengetahui  pengaruh harga, pendapatan dan jumlah tanggungan terhadap konsumsi cabai merah; dan perkembangan harga dan permintaan konsumen terhadap  cabai merah di Kota Medan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s/d April tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan nilai determinasi (R2) sebesar 0,607. Hal ini berarti 60,7% variasi yang terjadi pada variabel harga, pendapatan dan, jumlah tanggungan dapat menjelaskan jumlah konsumsi cabai merah, sedangkan 39,9% lagi dipengaruhi oleh variabel lain. Secara serempak menunjukkan bahwa dari keseluruhan variabel bebas memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah konsumsi cabai merah. Secara parsial hanya variabel pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi cabai merah.   Kata kunci: sikap konsumen, harga, konsumsi cabai merah
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PEMASARAN KOPRA (Kasus: Desa Silo baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan) Indri Pratiwi Pohan; Luhut Sihombing; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.939 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah yang diperoleh petani dan pengolah kopra di daerah penelitian, menganalisis tata niaga kopra, menganalisis biaya pemasaran, marjin pemasaran, price spread, share margin dan menganalisis elastisitas transmisi harga pada masing-masing saluran pemasaran kopra, serta menganalisis tingkat efisiensi pemasaran kopra di daerah penelitian. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara Simple Random Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang, sampel pedagang dan konsumen digunakan metode Snowball Sampling. Untuk menganalisis nilai tambah digunakan metode Hayami. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh petani kelapa bulat menjadi kelapa kupas tergolong tinggi yakni sebesar 61,5%, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kelapa kupas menjadi kopra tergolong rendah yakni sebesar 24%, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kopra menjadi tepung tergolong rendah yakni sebesar 18,22%, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kopra menjadi minyak tergolong tinggi yakni sebesar 64,69%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat 2 saluran pemasaran di daerah penelitian. Biaya pemasaran tertinggi terdapat pada saluran I (Petani-Pedagang Pengumpul– pedagang Besar) sebesar Rp. 2.172,24/kg, sedangkan biaya pemasaran terendah terdapat pada saluran pemasaran II (Petani-Pedagang Besar) sebesar Rp. 1.605,07/kg. Saluran tataniaga yang ada sudah efisien, dimana saluran pemasaran II lebih efisien dari saluran pemasaran I karena saluran pemasarannya lebih pendek dan biayanya lebih kecil daripada saluran pemasaran I. Kata kunci: Kopra, nilai tambah,, margin pemasaran, efisiensi
PERANAN ISTRI NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA (Kasus : Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang) Ameriyani Harahap; Lily Fauzia, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.149 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh istri nelayan, bagaimana kontribusi yang diberikan istri dan ada tidaknya pengaruh karakteristik istri nelayan yaitu umur, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja dan jumlah tanggungan terhadap pendapatan istri nelayan di daerah penelitian.Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu.Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Simple Random Sampling.Sampel diambil sejumlah 30 sampel dari 366 jumlah populasi.Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan istri nelayan adalah mencari kerang dan mengupas kerang lalu menjualnya. Kontribusi yang diberikan oleh istri untuk pendapatan keluarga sebesar 21,06% (<30%) yang artinya kontribusi yang diberikannya rendah. Variabel umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan dan pengalaman bekerja secara serempak tidak berpengaruh secara nyata terhadap variabel pendapatan.Dan secara parsial, variabel umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan dan pengalaman bekerja juga tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pendapatan.   Kata kunci:Istri nelayan, pendapatan keluarga, karakteristik sosial ekonomi
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG YANG MENJUAL BIJI BASAH DENGAN MENJUAL BIJI KERING (Studi Kasus: Desa Tuppak Raja, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi) Jandwi Sarah Br Kacaribu; Kelin Tarigan; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.925 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbandingan pendapatan petani yang menjual biji basah dengan menjual biji kering per petani dan per ha, menganalisis nilai tambah yang diperoleh petani yang menjual biji kering, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi alasan petani menjual biji jagung basah dan biji jagung kering. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Metode analisis yang digunakan adalah uji beda rata-rata sampel t test, Metode Hayami, dan metode deskriptif. Hasil penelitian menyimpulakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pendapatan petani yang menjual biji basah dengan petani yang menjual biji kering jika diukur per petani dan ada perbedaan yang signifikan pendapatan petani yang menjual biji basah dengan petani yang menjual biji kering jika diukur per ha. Ada nilai tambah yang diperoleh petani yang menjual biji kering. Alasan petani menjual biji jagung basah adalah butuh pengembalian uang yang cepat, jumlah hari hujan yang tidak menentu, upah tenaga kerja pada proses pengeringan, dan tidak tersedianya tempat penyimpanan biji jagung. Sedangkan alasan petani menjual biji kering adalah harga jual jagung yang lebih tinggi dan ketersediaan tempat penyimpanan jagung. Kata Kunci: Pendapatan, Biji Jagung Basah, Biji Jagung Kering, Nilai Tambah
PARTISPASI PETANI DALAM PROGRAM SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT) PADI NON HIBRIDA (Sudi Kasus : Desa Matang Ara Jawa Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darusslam) Muhammad Sholeh; Meneth Ginting; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.88 KB)

Abstract

ABSTRAK SL-PTT merupakan program yang berfungsi sebagai pusat belajar pengambilan keputusan para petani/kelompok tani, sekaligus tempat tukar menukar informasi dan pengalaman lapangan, pembinaan manajemen  kelompok serta percontohan bagi kawasan lainnya guna tercapainya peningkatan produktivitas tanaman pangan. Penelitian ini bertujuan untuk 1)mengetahui perkembangan program SL-PTT, 2)karateristik sosial ekonomi petani program SL-PTT, 3)tingkat partisipasi petani dalam program SL-PTT, 4)perbedaan tingkat partisipasi petani dalam program SL-PTT dan 5)hubungan faktor sosial ekonomi petani (tingkat pendidikan, umur, pengalaman bertani, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan dan frekuensi mengikuti penyuluhan/pertemuan) dengan tingkat partisipasi petani dalam program SL-PTT. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang mengikuti program SL-PTT di daerah penelitian. Metode analisis data yang digunakan yaitu secara deskriptif dan analisis korelasi Rank Spearman dengan bantuan uji t. Dari hasil penelitian diperoleh perkembangan program SL-PTT dari segi perkembangan luas lahan, luas areal panen, produktivitas, jumlah produksi dan jumlah kelompok tani mulai tahun 2009 – 2012. Persentase kenaikan luas lahan yang menerapkan program SL-PTT sebesar 100%,  persentase kenaikan jumlah kelompoktani  yang mengikuti program SL-PTT sebesar 100%, persentase kenaikan luas areal panen 10,7%, persentase kenaikan produktivitas padi per hektarnya sebesar 11,1% dan persentase kenaikan jumlah produksi sebesar 130%; tingkat partisipasi petani dalam program SL-PTT pada Kelompoktani Tani Makmur adalah tinggi dengan berada di tangga Patnership level Citizen Power dan pada Kelompoktani Tunas Baru adalah rendah dengan berada di tangga Placation level Degree of Tokenism; terdapat hubungan antara umur petani, pengalaman bertani dan luas lahan dengan tingkat partisipasi petani dalam program SL-PTT pada Kelompoktani Tani Makmur dan terdapat hubungan antara luas lahan, jumlah tanggungan dan frekuensi mengikuti penyuluhan dengan tingkat partisipasi petani dalam program SL-PTT pada Kelompoktani Tunas Baru. Kata Kunci: SL-PTT, Partisipasi Petani, Karakteristik Sosial Ekonomi Petani
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN KAKAO ( Studi Kasus : Desa Lau Sireme, Desa Lau Bagot, Desa Sukandebi, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi ) Nike Salfida KaroKaro; Kelin Tarigan; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.464 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan saluran pemasaran komoditi kakao dengan efisiensi saluran pemasaran di Desa Lau Sireme, Desa Lau Bagot, Desa Sukandebi, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi dan menganalisis perbedaan efisiensi pemasaran bila petani menjual kepada pedagang pengumpul desa dengan pedagang besar (kecamatan) membeli langsung ke lahan usahatani. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Metode penelitian ditentukan secara purposive (sengaja) dengan jumlah sampel 81 kk (populasi 432 kk). Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Eta dan analisis uji beda rata-rata independent sampel t test. Hasil penelitian menunjukkan derajat hubungan antara saluran pemasaran dengan efisiensi pemasaran tinggi. Ada perbedaan nyata saluran pemasaran I dengan saluran pemasaran II. Saluran pemasaran II lebih efisien dari saluran pemasaran I. Kata Kunci : Saluran Pemasaran, efisiensi, pemasaran kakao.

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue