cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KOPI ARABIKA DI SUMATERA UTARA Esterina Hia; Rahmanta Ginting; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.24 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi arabika  dan menganalisis surplus produsen, surplus konsumen terhadap ekspor kopi arabika di Sumatera Utara, dengan menggunakan data sekunder dari tahun 2002-2012 yang berasal dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) wilayah Sumatera Utara dan berbagai sumber lainnya. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Variabel-variabel bebas dalam penelitian ini adalah harga ekspor kopi arabika Sumatera Utara, GDP perkapita riil Amerika Serikat, nilai tukar nominal rupiah terhadap dollar, dan variabel terikat adalah nilai ekspor kopi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga ekspor kopi arabika Sumatera Utara, GDP perkapita riil Amerika Serikat berpengaruh positif terhadap nilai ekspor kopi di Sumatera Utara dan nilai tukar nominal rupiah terhadap dollar berpengaruh negatif terhadap nilai ekspor kopi arabika di Sumatera Utara memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ekspor kopi Sumatera Utara. Dari hasil analisis menunjukan bahwa surplus konsumen lebih besar dari pada surplus produsen, berarti keuntungan lebih banyak dinikmati oleh para konsumen di banding produsen dalam kegiatan ekspor kopi arabika Sumatera Utara. Kata Kunci:    Nilai Ekspor, GDP  Amerika Serikat, Kurs Nominal, Surpus Konsumen, Surplus Produsen
RESPON MASYARAKAT PENERIMA RASKIN TERHADAP PROGRAM BERAS BAGI KELUARGA MISKIN (RASKIN) Studi Kasus : Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor Kota Medan Siti Ulparia Lubis; Tavi Supriana, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.782 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Raskin di Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, menganalisis bagaimana respon masyarakat penerima Raskin terhadap program beras bagi keluarga miskin (Raskin) serta menganalisis hubungan antara karakteristik responden dengan respon masyarakat penerima Raskin terhadap Program Raskin. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara Simple Random Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 94 KK. Jumlah sampel dalam penelitian ditentukan dengan Metode Slovin. Pelaksanaan program Raskin dikelurahan Kwala Bekala dianalisis secara deskriptif. Respon masyarakat penerima Raskin terhadap program Raskin menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif. Hubungan antara karakteristik responden dengan respon masyrakat penerima menggunakan analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyaluran Raskin di Kelurahan Kwala Bekala yang tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah adalah jumlah Raskin yang dibagikan kepada rumah tangga penerima sebesar 10 kg/RTS dengan  harga Rp1700/Kg. Ada biaya tambahan yang dikenai kepada masyarakat yaitu biaya timbangan sebesar Rp1000/kg sebagai biaya perbaikan timbangan dan biaya karung BULOG masing - masing sebesar Rp1000 dalam setiap pemakaian. Musyawarah penentuan penerima manfaat Raskin tidak pernah dilaksanakan sehingga masih ada beberapa rumah tangga miskin yang tidak menerima Raskin. Masyarakat penerima Raskin kurang mengerti tujuan dan manfaat dilaksanakannya program Raskin namun masyarakat menerima dan mengharapkan program tersebut. Masyarakat kurang berpatisipasi dalam melaksanakan beberapa kegiatan program Raskin karena tim program Raskin di Kelurahan kurang melibatkan masyarakat. Ada hubungna antara jumlah tanggungan rumah tangga penerima dengan partisipasi masyarakat serta ada hubungan antara tahun pertama memperoleh Raskin dengan sikap masyarakat.   Kata kunci : raskin, respon masyarakat penerima, partisipasi masyarakat
STUDI MENGENAI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) HORTIKULTURA KABUPATEN KARO (Studi Kasus : Desa Serdang dan Desa Paribun Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo) Syafrizal Barus; Meneth Ginting; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.189 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui perkembangan program PUAP di Kabupaten Karo, 2) untuk menganalisis perbedaan tingkat pengembalian dana program PUAP di daerah penelitian, 3) untuk mengetahui perbedaan karakteristik sosial ekonomi petani penerima dana PUAP di daerah penelitian (Gapoktan A pengembalian dana lancar dan Gapoktan B pengembalian dana tidak lancar), 4) untuk menganalisis perbedaan pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani penerima dana PUAP terhadap tingkat pengembalian dana program PUAP antara Gapoktan A dan B, 5) untuk menganalisis perbedaan hubungan karakteristik sosial ekonomi petani penerima dana PUAP dengan tingkat pengembalian dana program PUAP antara Gapoktan A dan B. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Juli tahun 2013 dengan menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 81 petani. Analisis dilakukan dengan analisis  deskriptif, analisis regresi linier berganda dan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian ini adalah perkembangan program PUAP dapat dilihat dari jumlah dana dan jumlah anggota. Di Kabupaten Karo jumlah dana PUAP berkembang dari Rp 4.400.000.000,00 pada tahun 2008 menjadi Rp.14.045.179.647,00 pada tahun 2012 dan jumlah anggota Gapoktan bertambah dari 16.500 orang pada tahun 2008  menjadi 40.411 orang pada tahun 2012. Perbedaan tingkat pengembalian dana program PUAP di Gapoktan A adalah sangat tinggi sedangkan di Gapoktan B adalah  sedang. Karakteristik sosial ekonomi antara Gapoktan A dan B tidak terlalu berbeda. Berdasarkan hasil regresi linier berganda tidak terdapat perbedaan pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani terhadap tingkat pengembalian dana di Gapoktan A dan B.  Berdasarkan hasil korelasi rank Spearman tidak terdapat hubungan yang nyata antara  karakteristik sosial ekonomi petani dengan tingkat pengembalian dana antara di Gapoktan A dan B.   Kata kunci: Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan, Tingkat Pengembalian Dana, Karakteristik Sosial Ekonomi Petani  
ANALISIS KOMPARASI NILAI TAMBAH DALAM BERBAGAI PRODUK OLAHAN KEDELAI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KOTA MEDAN Sitri Sorga; HM Mozart B Darus; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.806 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pengolahan kedelai menjadi tahu, pengolahan kedelai menjadi tempe, dan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai di daerah penelitian, (2) untuk menganalisis besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu, pengolahan kedelai menjadi tempe, dan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai di daerah penelitian, dan    (3) untuk menganalisis perbandingan nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu,  pengolahan kedelai menjadi tempe, dan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai di daerah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengetahui proses pengolahan tahu, tempe, dan susu kedelai adalah metode deskriptif, untuk menghitung nilai tambah digunakan metode Hayami, dan untuk membandingkan nilai tambah digunakan metode friedman. Hasil penelitian diperoleh (1) proses pengolahan kedelai menjadi tahu sangat rumit dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak, proses pengolahan kedelai menjadi tempe tidak terlalu rumit, dan proses pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sangat mudah dan membutuhkan sedikit tenaga kerja, (2) nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kedelai menjadi tahu sebesar Rp 8.340,37,- dengan rasio nilai tambah 50,64%, nilai tambah  pengolahan kedelai menjadi tempe sebesar Rp 8.886,82,- dengan rasio nilai tambah 50,76%, dan nilai tambah pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sebesar  Rp 30.970,61,- dengan rasio nilai tambah 56,73%, dan (3) nilai tambah pada usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai, lebih tinggi dari usaha pengolahan kedelai menjadi tahu dan pengolahan kedelai menjadi tempe.   Kata Kunci: Tahu, Tempe, Susu Kedelai, Nilai Tambah,  
ANALISIS KONSUMSI PANGAN BERAS DAN PANGAN NON BERAS (Studi Kasus : Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang) Ellen Dewi Fransiska; Satia Negara Lubis; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.579 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi pangan rumah tangga, dan menyusun strategi diversifikasi pangan non-beras. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dengan sistem simple random sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: faktor-faktor yang yang secara parsial memiliki pengaruh yang nyata dan positif terhadap konsumsi pangan rumah tangga adalah : pendapatan rumah tangga, dan jumlah anggota rumah tangga. Dan faktor- faktor yang secara parsial tidak memiliki pengaruh yang nyata/signifikan terhadap konsumsi pangan rumah tangga adalah : tingkat pendidikan ibu. Strategi yang dapat digunakan adalah strategi WO (Weaknesse-Opurtunities), yaitu pemberdayaan kaum perempuan melalui peningkatan pendidikan dan ketrampilan melalaui pemanfataan lahan pekarangan, meningkatkan produksi perikanan melalui pemberdayaan masyarakat dalam mengolah produk ikan segar menjadi olahan sehingga dapat menambah lapangan pekerjaan, serta meningkatkan promosi pangan yang beragam, bergizi, dan berimbang. Kata Kunci : konsumsi pangan beras, non-beras, regresi linear berganda, strategi
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN Rizki Andini; Satia Negara Lubis; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.592 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permintaan daging sapi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta elastisitas terhadap permintaan daging sapi di Kota Medan dengan menggunakan data sekunder di tahun 2001 – 2011 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan dan berbagai sumber lainnya. Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan daging sapi di Kota Medan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun selama sebelas tahun (2001-2011) dan permintaannya dipengaruhi oleh harga daging sapi, harga daging kambing/domba dan harga ayam kampung sebagai barang substitusi. Permintaan daging sapi di Kota Medan bersifat elastis terhadap harga dan harga daging kambing/domba dan bersifat tidak elastis tehadap harga ayam kampung sebagai barang substitusi. Sehingga, pedagang di pasar perlu meningkatkan mutu dengan harga yang tidak terlalu mahal agar tetap bertahan di dalam persaingan pasar. Kata Kunci : Permintaan Daging Sapi, Harga, Barang Substitusi, Elastisitas
ANALISIS PERMINTAAN DAN PENAWARAN KEDELAI DI SUMATERA UTARA Apriyani Barus; Satia Negara Lubis; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.603 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran kedelai di Sumatera Utara, sehingga diperoleh keseimbangan pasar kedelai. Data yang digunakan adalah data sekunder periode tahun 1997-2012 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Sumatera Utara dan berbagai sumber lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi liniear berganda dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga kedelai, harga pakan ternak dan harga daging ayam berpengaruh  tidak significant terhadap permintaan kedelai. Permintaan kedelai dipengaruhi oleh permintaan kedelai tahun sebelumnya;  harga daging ayam tahun sebelumnya dan penawaran kedelai tahun sebelumnya menunjukkan ada pengaruh yang tidak significant terhadap penawaran kedelai. Penawaran kedelai dipengaruhi oleh harga kedelai tahun sebelumnya; keseimbangan pasar penawaran dan permintaan kedelai adalah konvergen (mengarah pada titik keseimbangan). Kondisi konvergen ini tidak merugikan petani karena petani dapat mengendalikan produksinya agar tidak terjadi produksi kedelai yang berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh harga terhadap penawaran tidak terlalu besar sehingga penambahan produksi sebagai respon atas kenaikan  harga tidak berlebihan dan harga kedelai tetap stabil atau berada pada titik keseimbangan yang diharapkan petani kedelai.   Kata kunci : kedelai, permintaan, penawaran, keseimbangan, analisis dinamis
STUDI PELAKSANAAN PROGRAM SRI ( System of Rice Intensification) PETANI PEMULA DAN PETANI BERPENGALAMAN (Studi Kasus: Desa Aras, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara) Riwanto Sihombing; Meneth Ginting; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.081 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan program SRI dan hubungannya terhadap karakteristik petani, juga untuk mengetahui berbagai masalah dan cara penanggulangannya pada pelaksanaan program SRI di Desa Aras, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara. Pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Sampling dengan jumlah sampel 30 yang berasal dari 610 petani. Metode penelitian yang digunakan adalah: analisis data deskriptif dan analisis koefisien korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan program SRI, petani pemula dan petani berpengalaman mampu melaksanakannya. Menurut mereka bahwa pola tanam SRI mempunyai keunggulan yaitu hemat air, hemat biaya, hemat waktu, produksi meningkat, dan ramah lingkungan. Namun, pola tanam program SRI lebih rumit dibandingkan dengan pola konvensional yang biasa mereka lakukan. Untuk mengatasi kerumitan tersebut, petani membiasakan sistem tanam padi SRI setiap masa tanam. Kata Kunci : SRI (System of Rice Intensification), Petani Pemula, Petani Berpengalaman.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI TERHADAP LUAS TANAM BAWANG MERAH DI BERDASARKAN PENDAPAT PETANI DI KABUPATEN DAIRI Meidianta Ginting; Thomson Sebayang, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.708 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejak tahun 2007-2011 permintaan bawang merah terus meningkat. Namun sebaliknya, luas tanam bawang merah di Kabupaten Dairi terus menurun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan permintaan bawang merah belum merupakan faktor dominan yang menjadi keputusan petani untuk menentukan luas tanam. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh persepsi petani mengenai faktor inovasi teknologi dan modal usaha terhadap luas tanam bawang merah. Untuk menjelaskan pengaruh persepsi petani mengenai faktor umur, pendidikan formal dan penyuluhan terhadap inovasi teknologi yang dikuasai petani. Untuk menjelaskan pengaruh persepsi petani mengenai faktor harga bibit, harga pupuk, harga pestisida dan upah tenaga kerja terhadap faktor modal usaha. Data yang digunakan berasal dari data 82 petani sampel di Kabupaten Dairi yang ditentukan secara simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan metode regresi berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa keputusan petani untuk menentukan luas tanam dipengaruhi oleh  persepsi mereka tentang modal yang digunakan. Persepsi petani tentang modal tersebut adalah mengenai harga bibit, harga pupuk dan upah tenaga kerja. Kata Kunci : Bawang merah, Persepsi, Keputusan Petani, Faktor-Faktor Pengaruh
ANALISIS OPTIMALISASI PENGGUNAAN INPUT PADA USAHA BUDIDAYA PERIKANAN (Studi Kasus : Kota Tanjung Balai) Debbie Febrina Manurung; Thomson Sebayang; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.353 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah faktor input produksi usaha budidaya perikanan berpengaruh nyata terhadap produksi dan untuk menganalisis optimalisasi penggunaan input produksi pada usaha budidaya perikanan di Kota Tanjung Balai.   Metode yang digunakan untuk menganalisis pengaruh input produksi terhadap produksi dan optimalisasi penggunaan input adalah model Cobb Douglas, dengan model penduga Ordinary Least Square (OLS) dibantu perangkat lunak SPSS 16, sedangkan untuk analisis optimalisasi input digunakan analisis perbandingan Nilai Produk Marginal (NPM) dengan harga satuan input.   Hasil penelitian menyimpulkan bahwa input produksi secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi karena (0,000)< 0,05. Input produksi yang berpengaruh nyata secara parsial terhadap produksi adalah benih dan pakan karena < 0,05 dan sama dengan 0,05, sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata karena >0,05. Penggunaan input produksi di daerah penelitian belum mencapai tingkat optimal, sehingga diperlukan penambahan input produksi benih, pakan, dan tenaga kerja agar produksi menjadi optimal. Kata kunci : Ikan, Input, produksi,Optimalisasi

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue