cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA DAGING SAPI DI SUMATERA UTARA Winda Ayu Wulandari; Tavi Supriana; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.658 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh dari produksi daging sapi, jumlah impor sapi, permintaan daging sapi dan harga daging sapi pada bulan sebelumnya terhadap harga daging sapi di Sumatera Utara. Penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa produksi daging sapi di Sumatera Utara pada tahun 2012 memiliki produksi terbesar keenam setelah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan Banten yaitu 14.936 ton. Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data time series bulanan dari tahun 2007-2011. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 di Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi harga daging sapi di Sumatera Utara yaitu jumlah impor sapi, permintaan daging sapi dan harga daging sapi bulan sebelumnya memiliki pengaruh positif yang nyata terhadap harga daging sapi di Sumatera Utara.  Produksi daging sapi memiliki pengaruh negatif dan tidak nyata terhadap harga daging sapi di Sumatera Utara.   Kata Kunci : Harga Daging Sapi, Produksi Daging Sapi, Permintaan Daging Sapi  
ANALISIS TATANIAGA AYAM RAS PEDAGING DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Fauzul Azhimah; Rahmanta Ginting, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.616 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis saluran tataniaga ayam ras pedaging di Kabupaten Serdang Bedagai, (2) untuk menganalisis besarnya share margin lembaga tataniaga ayam ras pedaging di Kabupaten Serdang Bedagai (3) untuk menganalisis efisiensi tataniaga ayam ras pedaging di Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan untuk menganalisis saluran tataniaga ayam ras pedaging digunakan metode deskriptif, untuk menganalisis besarnya share margin lembaga tataniaga ayam ras pedaging digunakan perhitungan margin, share petani, share biaya, share keuntungan, dan nisbah margin, dan untuk menganalisis efisiensi tataniaga ayam ras pedaging digunakan perbandingan keuntungan dengan biaya yang dikeluarkan produsen dan lembaga tataniaga. Hasil penelitian diperoleh (1) saluran tataniaga ayam ras pedaging di Kabupaten Serdang Bedagai ada tiga saluran tataniaga (2) share margin peternak saluran pertama 73,08%, share margin peternak  saluran kedua 86% dan share margin peternak saluran ketiga adalah 100%. untuk share margin pedagang pengumpul adalah 6,32%. Dan untuk share margin pedagang pengecer saluran pertama adalah 6,93% dan saluran kedua 7,31%. (3) tingkat efisiensi ketiga saluran tataniaga ayam ras pedaging di Kabupaten Serdang Bedagai adalah 21,70%, 28,31%, dan 23,54%. Kata Kunci: Ayam ras pedaging, Tataniaga, Price Spread, Efisiensi.
SIKAP PETANI TERHADAP PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) (Studi Kasus: Desa Simanampang, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara) Dessy Suminta Uli Sitompul; Meneth Ginting, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.625 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui perkembangan P3A selama lima tahun terakhir, (2) mengidentifikasi kegiatan organisasi P3A, (3) mengetahui sikap petani terhadap organisasi P3A, (4) mengetahui hubungan karakteristik anggota P3A terhadap sikap anggota terhadap organisasi P3A, (5) kendala-kendala yang dihadapi anggota P3A dalam melaksanakan program P3A. Penelitian menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisis dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis Skala Likert, dan analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian perkembangan organisasi P3A selama lima tahun terakhir di daerah penelitian mengalami peningkatan pada jumlah anggota  dengan jumlah rata-rata 6,4% per tahun. Rapat anggota selalu terlaksana. Sedangkan banyaknya iuran wajib P3A yang harus dibayar petani anggota mengalami penurunan. Kegiatan mengatur pembagian dan penggunaan jaringan irigasi, melaksanakan pemungutan iuran, mengadakan rapat anggota dan membuat laporan pertanggung jawaban, gotong royong untuk pemeliharaan jaringan irigasi adalah kegiatan yang terlaksana di daerah penelitian. Sedangkan kegiatan yang tidak terlaksana di daerah penelitian adalah kegiatan menerapkan sanksi tegas bagi anggota yang melanggar AD/ART, mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah, pengembangan sumber daya manusia, serta mengadakan penyuluhan kepada petani anggota. Sikap petani terhadap organisasi P3A di daerah penelitian adalah sebanyak 13 jiwa (43,33%) memiliki sikap positif dan 17 jiwa (56,67%) memiliki sikap negatif atau kurang memberi tanggapan yang baik. Tidak semua karakteristik sosial ekonomi petani anggota yang memilki hubungan dengan sikap petani terhadap organisasi. Karakteristik sosial ekonomi petani anggota yang memiliki hubungan dengan sikap petani terhadap organisasi P3A adalah pengalaman bertani. Kendala-kendala yang terdapat dalam organisasi P3A adalah kualitas bendungan jaringan irigasi dan kualitas air irigasi yang kurang baik, masalah pembukuan, kurangnya wawasan anggota dan pengurus tentang organisasi dan pengembangan usahatani, serta tidak adanya kesepakatan antara petani hilir dan petani hulu dalam hal pembagian saluran air irigasi. Kata kunci: sikap petani, organisasi, karakteristik sosial ekonomi, perkumpulan petani pemakai air (P3A)
ANALISIS USHA PENANGKAPAN IKAN (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Nibung,Kota tanjung Balai) Romelia J Hutajulu; Thomson Sebayang; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.084 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanjung Balai merupakan penghasil ikan terbesar di Sumatera Utara. Hasil ikan ini banyak di ekspor ke luar negeri. Namun harga yang di terima nelayan lebih kecil dibandingkan dengan harga jual ekspor. Pendapatan yang di terima nelayan hanya bisa dipakai untuk kehidupan sehari – hari tidak untuk di tabung. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan ikan di daerah penelitian, (2) untuk menganalisis perbedaan biaya operasional dan pendapatan nelayan kapal kapasitas  3 – 5 GT dengan kapal kapasitas 6 – 10  GT di daerah penelitian. Data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang dieroleh dengancara wawancara langsung dengan nelayan di Kecamatan Teluk Nibung. Kota Tanjung balai dan data sekunder. Dalam menganalisi besarnya pengaruh variabel, digunakan ada model regresi linear berganda  metode estimasi yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil ( Ordinary Least Square). Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa Faktor yang berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan ikan di daerah penelitian adalah variabel kapasitas kapal, sedangkan variabel lama melaut dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata, biaya operasional penangkapan dan pendapatan usaha penangkapan ikan yang menggunakan kapal berkapasitas 6–10 GT  berbeda nyata dengan kapasitas 3–5 GT di daerah penelitian. Pendapatan bersih dan biaya operasional kapal kapasitas 6-10 GT lebih tinggi dari pendapatan bersih dan biaya operasional kapal kapasitas 3-5 GT. Keywords : biaya operasional, harga jual, nelayan
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOPI MANDAILING (Coffea arabica) Studi Kasus : Desa Simpang Banyak Julu, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal Nova Rohani Toguria; Diana Chalil; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.748 KB)

Abstract

ABSTRAK Kopi Mandailing merupakan salah satu Kopi Arabika spesialti dari Provinsi Sumatera Utara. Permintaan dan harga jual ekspor cukup tinggi namun belum dapat dimanfaatkan oleh produsen di Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agribisnis Kopi Mandailing di Desa Simpang Banyak Julu, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal. Selanjutnya dari identifikasi tersebut akan disusun strategi pengembangan agribisnis Kopi Mandailing. Data diperoleh dari 20 petani Kopi Mandailing yang ditentukan secara sensus. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis kuantitatif matriks SWOT. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi adalah: 1)Kondisi fisik dan mutu kopi Mandailing, 2)Produksi kopi Mandailing, 3)Pengalaman petani dalam usaha tani kopi Mandailing, 4)Penguasaan petani terhadap teknik budidaya kopi, 5)Luas lahan dan 6)Penggunaan input. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan kopi Mandailing yaitu: 1)Permintaan kopi Mandailing, 2)Lembaga pendukung permodalan, 3)Tenaga pendamping, 4)Sarana pendukung dan infrastruktur, 5)Tenaga kerja yang digunakan, 6)Posisi tawar, 7)Akses pasar, 8)Harga input rata-rata, 9)Harga jual kopi Mandailing di tingkat petani dan 10)Bantuan pemerintah. Dalam faktor internal kekuatan lebih banyak daripada kelemahan dengan selisih 1,54 sementara pada faktor eksternal peluang lebih banyak daripada ancaman dengan selisih 0,47. Dengan demikian diperoleh strategi agresif pada kuadran I. Penjelasan dari strategi tersebut dapat dijabarkan dalam empat kombinasi alternatif strategis, yaitu strategi SO, strategi ST, strategi WO dan strategi WT.   Kata Kunci : Kopi Mandailing, faktor internal, faktor eksternal, strategi
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DAN STRATEGI MITIGASINYA TERHADAP PROGRAM SWASEMBADA BERAS DI KABUPATEN ASAHAN (Studi Kasus : Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan) Egi Sapa Prayuda; Luhut Sihombing; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.872 KB)

Abstract

ABSTRAK Alih fungsi lahan atau konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula menjadi fungsi lain. Alih fungsi lahan berdampak terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri atau perubahan/penyesuaian penggunaan. Hal ini disebabkan oleh faktor - faktor yang secara garis besar meliputi keperluan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin bertambah jumlahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan luas lahan dan produksi padi sawah selama 8 tahun terakhir, perkembangan alih fungsi lahan padi sawah selama 8 tahun terakhir, dampak alih fungsi lahan dan strategi mitigasinya terhadap swasembada beras, dan faktor – faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan di daerah. Metode penelitian yang digunakan yaitu secara purposive, metode penarikan sampel dilakukan secara Snowball sampling, metode analisis data menggunakan metode analisis SWOT dan metode chi-square.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa : perkembangan luas lahan dan produksi padi sawah selama 8 tahun terakhir mengalami penurunan, pengalihfungsian lahan padi sawah selama 8 tahun terakhir mengalami penurunan, dampak alih fungsi lahan yaitu internal ( tingkat keamanan, alih komoditi ke perkebunan, kondisi fisik/tingkat kesuburan tanah, sistem warisan, dan harga tanah) dan eksternal (fluktuasi harga gabah, kapasitas pasokan air, permintaan/kebutuhan beras Asahan, permintaan/kebutuhan beras Sumatera Utara, dan peranan pemerintah dalam pemberian bantuan) dan strategi mitigasinya yaitu secara defensif terhadap swasembada beras di daerah penelitian, dan faktor – faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan di daerah penelitian yaitu pertambahan luas lahan perkebunan. Hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya lahan perkebunan menjadi dasar menurunnya atau beralih fungsinya lahan padi sawah di daerah tersebut.   Kata Kunci : dampak, alih fungsi lahan, strategi mitigasi, sawah.
ANALISIS USAHATANI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN KOPRA (Studi Kasus : Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan) Muhammad Alviza; Luhut Sihombing; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.743 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani dan prospek pengembangan kopra di kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan provinsi Sumatera Utara. Secara khusus bertujuan untuk membandingkan pendapatan usahatani kelapa dan pendapatan usahatani kopra, menganalisis kelayakan usaha tani kopra, dan untuk mengetahui strategi pengembangan kopra di daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis Paired T-test dengan bantuan program SPSS 17 for Windows, dengan membandingkan pendapatan usahatani sebelum dan sesusah diolah menjadi kopra. Kelayakan  usahatani dianalisis dengan menggunakan R/C rasio. Strategi pengembangan kopra dianalisis dengan matriks SWOT. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari wawancara dengan petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2013. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendapatan usahatani kopra lebih tinggi daripada pendapatan usahatani kelapa pada tingkat kepercayaan 95%. Nilai t-hitung yang diperoleh yaitu sebesar -4,094 sedangkan nilai t-tabel sebesar -1,81. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan usahatani kopra lebih tinggi daripada pendapatan usahatani kelapa. Nilai kelayakan usahatani R/C rasio yaitu sebesar 1,33. Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap biaya yang dikeluarkan pada awal kegiatan usahatani sebesar Rp 1.000 akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1.330 pada akhir kegiatan  usahatani. Oleh karena itu usahatani kopra di daerah penelitian layak untuk diusahakan. Strategi usahatani kopra yang tepat dilakukan di daerah penelitian adalah strategi pengembangan produk. Kata Kunci : Kopra, Pendapatan, Strategi Pengembangan, Usahatani
ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS KOPI ARABIKA DI KABUPATEN TAPANULI UTARA ( Studi Kasus : Desa Bahal Batu III, Kecamatan Siborong-Borong) Ayunda Pratiwi; Thomson Sebayang; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.6 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini selain untuk menganalisis perkembangan volume produksi kopi Arabika, perkembangan luas areal dan produktivitas kopi Arabika, perkembangan harga jual kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara, juga untuk menganalisis daya saing (keunggulan kompetitif dan komparatif) usahatani komoditi kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara serta menganalisis dampak kebijakan pemerintah pada input-output terhadap usahatani kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara.   Metode yang digunakan menganalisis kecederungan perkembangan luas areal, produksi dan harga jual kopi adalah metode trend linier analysis, sedang untuk menganalisis daya saing komoditas kopi Arabika digunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM).   Hasil penelitian menyimpulkan bahwa volume produksi dan luas areal kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara berfluktuasi namun cenderung meningkat sedangkan produktivitas relatif stabil. Perkembangann harga jual kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara cenderung meningkat, namun harga jual di kabupaten ini lebih rendah dibandingkan dengan harga jual di tingkat provinsi Sumatera Utara dan harga ekspor. Dari sisi harga, kopi hasil produksi kabupaten Tapanuli Utara memiliki nilai daya saing di pasar domestik dan internasional. Usahatani kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara memiliki daya saing karena memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sehingga layak untuk dikembangkan. Kebijakan pemerintah pada harga ­input-output usahatani kopi Arabika, berdampak negatif terhadap penerimaan petani pada tingkat harga private output, namun berdampak positif bagi petani kopi pada tingkat harga private input tradable, disebabkan adanya subsidi pupuk yang membantu petani dalam mengurangi biaya input produksi. Kata kunci : harga, daya saing kopi Arabika
ANALISIS PENGARUH BIAYA INPUT DAN TENAGA KERJA TERHADAP KONVERSI LUAS LAHAN KARET MENJADI LAHAN KELAPA SAWIT ( Studi Kasus : Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhan Batu ) Cindi Melani Goenawan; Tavi Supriana; Mozart B. Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.006 KB)

Abstract

ABSTRAK Alih fungsi lahan atau lazimnya disebut konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh lahan dari fungsinya semula menjadi fungsi lain. Alih fungsi lahan juga dapat diartikan sebagai perubahan untuk penggunaan lain disebabkan oleh faktor bertambah dan meningkatnya permintaan akan mutu kehidupan yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis  faktor-faktor yang mempengaruhi konversi lahan karet menjadi lahan kelapa sawit. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah Accidental Purposive Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah model Regresi Linier Berganda dengan estimasi menggunakan metode kuadrat terkecil (Ordinary Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tenaga kerja karet dan biaya tenaga kerja kelapa sawit secara simultan dan parsial berpengaruh nyata terhadap konversi lahan karet menjadi lahan kelapa sawit di Desa Kampung Dalam Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu, sedangkan biaya input karet dan biaya input kelapa sawit tidak berpengaruh nyata. Kata Kunci: konversi lahan, karet, kelapa sawit, biaya input, biaya tenaga kerja.    
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN GERAI KOPI DI KOTA MEDAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Siti Sara; Thomson Sebayang, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.365 KB)

Abstract

ABSTRAK Siti Sara (090304099) dengan judul skripsi “Analisis Kepuasan Konsumen Gerai Kopi di Kota Medan dan Faktor yang Mempengaruhinya” yang dibimbing oleh Bapak Ir. Thomson Sebayang, MT selaku ketua pembimbing dan Ibu Emalisa, SP, M. Si selaku komisi pembimbing.   Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pengambilan keputusan oleh konsumen, posisi dari tingkat kepuasan konsumen gerai kopi di Kota Medan, kontribusi bauran pemasaran berupa tempat, harga, produk dan promosi terhadap tingkat kepuasan serta besar kontribusi tingkat kepuasan konsumen terhadap keinginan rekomendasi oleh konsumen kepada orang lain.   Metode penelitian data untuk hipotesis yang pertama adalah dengan metode deskriptif dari hasil persentase tingkat kepuasan hasil skor dan pengelompokan tingkat kepuasan dengan rentang skala, untuk  hipotesis yang kedua menggunakan metode analisis SEM (Structural Equation Modeling), untuk hipotesis yang ketiga juga menggunakan alat analisis SEM (Structural Equation Modeling).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi tingkat kepuasan konsmen berada pada tingkatan puas, kemudian komponen bauran pemasaran tempat dan produk mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen secara signifikan serta tingkat kepuasan konsumen memberikan kontribusi besar terhadap keinginan rekomendasi oleh konsmen kepada orang lain.   Kata Kunci : Proses Pengambilan Keputusan, Tingkat Kepuasan, Bauran Pemasaran dan Keinginan Rekomendasi.

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue