cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS PERMINTAAN DAGING SAPI DI KOTA MEDAN Dionica Putri; HM Mozart B. Darus; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.73 KB)

Abstract

  ABSTRAK Permintaan daging sapi dipengaruhi oleh harga daging sapi dan faktor lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana pengaruh faktor-faktor harga daging sapi, harga barang substitusi, harga barang komplementer, dan PDRB per kapita terhadap permintaan daging sapi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan alat bantu SPSS 16. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan data dengan metode time series dengan jumlah sampel 22 tahun. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan keseluruhan variabel bebas yaitu harga daging sapi, harga barang substitusi, harga barang komplementer, dan PDRB per kapita tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah permintaan daging sapi. Secara parsial harga daging sapi, harga barang substitusi, harga barang komplementer, dan PDRB per kapita tidak memberikan pengaruh nyata terhadap permintaan daging sapi.   Kata kunci:     Permintaan daging sapi, harga barang substitusi, harga barang komplementer, PDRB per kapita
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Pendapatan Usahatani Jagung (Studi Kasus : Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat) Adinda Soraya Nasution; Satia Negara Lubis, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.23 KB)

Abstract

ABSTRAK Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu daerah produsen jagung. Dimana salah satu sentra produksinya adalah Kabupaten Langkat. Jagung yang diproduksi  digunakan untuk konsumsi industri pakan ternak dan industri makanan. Tujuan penelitian adalah : untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahaani jagung, dan untuk mengetahui apakah layak atau tidak usahatani itu dijalankan. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Metode analisis untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi  digunakan Fungsi Produksi model Coob-Douglas, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung digunakan Fungsi Pendapatan model Regresi Linier Berganda, untuk mengetahui kelayakan usahatani di hitung dengan mengukur menggunakan perbandingan (ratio atau nisbah) antara penerimaan (revenue) dan biaya (cost). Hasil penelitian antara lain: Produksi jagung di daerah penelitian tergolong tinggi, Pendapatan petani di daerah penelitian tergolong tinggi, dan usahatani jagung di daerah penelitian tergolong efesien. Kata Kunci : Produksi Jagung, Pendapatan Usahatani, Efisiensi Usahatani Jagung
ANALISIS SALURAN TATANIAGA SAWI DI KELURAHAN TERJUN KECAMATAN MEDAN MARELAN Hirorimus Limbong; Sinar Indra Kesuma, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.002 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi saluran tataniaga di daerah penelitian, Untuk menganalisis besarnya biaya tataniaga, price spread dan share margin setiap saluran tataniaga sawi di daerah penelitian dan Untuk menganalisis tingkat efesiensi tataniaga sawi di daerah penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: Pada tingkatan petani, price spread untuk biaya tataniaga adalah sebesar Rp. 52,- dengan share marginnya sebesar 0,94%. Pada tingkatan pedagang pengumpul, price spread untuk biaya tataniaga adalah sebesar Rp. 225,- dengan share marginnya sebesar 4,09%. Sedangkan untuk pedagang pengecer, price spread untuk biaya tataniaga adalah sebesar Rp. 212,- dengan share marginnya sebesar 3,85%. Biaya tata niaga, sebaran harga (price spread) dan persentasi mergin (share margin) pedagang yang menyalurkan sayuran sawi, pedagang pengumpul memperoleh keuntungan yang paling besar di banding lembaga tata niaga yag lain yang terlibat dalam saluran pemasaran. Saluran tata niaga sayuran sawi yang ada di daerah penelitian efesien.   Kata Kunci: Tataniaga, Struktur Pasar, Usaha Tani Sawi
ANALISIS BENIH PADI BERSERTIFIKAT PADA PT.SANG HYANG SERI (Persero) (Studi Kasus : PT.Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional IV Cabang Deli Serdang, Kabupaten Deli Serdang) Karina Sukma Br Tobing; Rahmanta Ginting; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.856 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis benih padi bersertifikat pada PT. Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional IV Cabang Deli Serdang. Penelitian ini dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa PT.Sang Hyang Seri merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi dan distribusi benih khususnya benih padi bersertifikat. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui iklim, teknologi, sumber daya manusia sudah sesuai untuk memproduksi benih padi pada PT.Sang Hyang Seri dan untuk mengetahui bauran pemasaran benih padi bersertifikat pada PT.Sang Hyang Seri adalah metode deskriptif, metode yang digunakan untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat dan sesuai bagi perusahaan untuk masa yang akan datang adalah metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim, teknologi, dan sumber daya manusia telah sesuai untuk memproduksi benih padi bersertifikat pada PT.Sang Hyang Seri (Persero). PT.Sang Hyang Seri (Persero) melakukan 2 (dua) macam bauran pemasaran adalah dari produsen (PT.Sang Hyang Seri) langsung ke petani (konsumen) dan dari produsen (PT.Sang Hyang Seri) ke penyalur (kios) kemudian ke petani (konsumen). Strategi pemasaran dalam pemasaran benih padi bersertifikat adalah dengan menggunakan strategi agresif yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Kata Kunci : benih padi bersertifikat, produksi, bauran pemasaran, strategi
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KEDELAI MENJADI SUSU KEDELAI PADA SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KOTA MEDAN Aminah Nur; Lily Fauzia; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.773 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan susu kedelai di daerah penelitian, untuk menganalisis besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi susu kedelai, dan untuk mengetahui berbagai masalah yang terdapat dalam usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan rumus perhitungan nilai tambah. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 di enam kecamatan di kota Medan. Hasil penelitian di peroleh bahwa proses pembuatan susu kedelai di daerah penelitian masih tergolong sederhana. Dan berdasarkan hasil perhitungan analisis nilai tambah, nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan kedelai menjadi susu kedelai di daerah penelitian masih tergolong rendah dengan rasio nilai tambah < 50% (37,8%). Masalah-masalah yang terdapat pada usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai di daerah penelitian yaitu proses pengolahan yang masih menggunakan alat yang sederhana, keterbatasan modal dan jangkauan pemasaran yang masih terbatas. Kata Kunci : Kedelai, Susu Kedelai, Nilai Tambah.
SIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT (CD) TERNAK SAPI SISTEM BERGULIR PT. TOBA PULP LESTARI, TBK (Studi Kasus : Kecamatan Porsea dan Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir) Baginda Siregar; Lily Fauzia, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.597 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan untuk mengetahui sikap petani terhadap program Community Development (CD) ternak sapi sistem bergulir, mengetahui hubungan karakteristik sosial ekonomi petani dengan sikap petani terhadap Program Community Development (CD) ternak sapi sistem bergulir, mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi petani dalam menjalankan program tersebut. Adapun sampel berjumlah 30 petani yang berada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Porsea dan Kecamatan Parmaksian. Data dianalisis dengan menggunakan uji beda rata - rata dan dengan metode penskalaan likert. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yang pertama menunjukkan bahwa dari 30 petani sampel dimana 22 orang (73,33 %) memiliki sikap positif terhadap program tersebut dan 8 orang (26,67 %) menyatakan sikap negatif terhadap program tersebut, kedua ada hubungan antara karakteristik sosial ekonomi petani yaitu jumlah tanggungan petani dengan sikap petani terhadap Program Community Development (CD) ternak sapi sistem bergulir, ketiga kendala-kendala yang dihadapi petani dalam pelaksanaan program tersebut yaitu kurangnya modal petani dalam pembuatan kandang, sebagian kecil petani kesulitan dalam pembudidayaan ternak sapi, ketersediaan pakan hijau yang kurang mencukupi, proses tahap perguliran yang kurang transparan dan kebiasaan petani yang masih tradisional. Kata Kunci : Sikap Petani, Program Community Development (CD), Ternak Sapi.
ANALISIS HARGA POKOK TANDAN BUAH SEGAR(TBS), CPO DAN INTI SAWIT DI KEBUN GUNUNG BAYU PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV KABUPATEN SIMALUNGUN M. Zainul Arifin SPY, Salmiah, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.65 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok TBS, CPO dan Inti Sawit dan untuk mengetahui perbandingan harga pokok dengan harga jual TBS, CPO dan Inti Sawit di kebun Gunung Bayu PTPN IV pada 5 tahun terakhir (2008-2012). Berdasarkan penelitian antara 2008-2012 di kebun Gunung Bayu menunjukkan bahwa harga pokok TBS berfluktuasi dengan harga pokok tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar Rp 586.85,-/kg dan terendah terjadi pada tahun 2012 sebesar Rp 515.52,-/kg, harga pokok CPO berfluktuasi dimana harga pokok tertinggi terjadi pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp 1,304.13,-/kg dan terendah ditahun 2008 yaitu sebesar Rp 1,076.09.-/kg Dan harga pokok Inti Sawit juga berfluktuasi dimana harga pokok tertinggi terjadi pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp 1,304.13,-/kg dan terendah ditahun 2008 yaitu sebesar Rp 1,076.09.-/kg. Dan hasil perbandingan harga pokok dengan harga jual TBS, CPO, dan Inti Sawit di kebun Gunung Bayu 2008-2012 menunjukkan hasil perbandingan harga pokok dengan harga jual TBS rata-rata 42,93% , hasil perbandingan harga pokok dengan harga jual CPO hasil analisis rata-rata 70,54%  dan hasil perbandingan harga pokok dengan harga jual Inti Sawit menunjukkan hasil analisis rata-rata 50,03%. Kata kunci :Analisis Perhitungan, Harga Pokok TBS, CPO dan Inti Sawit,  Biaya Produksi.
ANALISIS TINGKAT DAYA SAING KARET INDONESIA Riezki Rakhmadina; Tavi Supriana; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.825 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan dan meningkatnya produksi karet Indonesia serta permintaan dunia terhadap karet menjadikan peluang bagi Indonesia untuk menempatkan diri sebagai negara produsen utama karet di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan besarnya tingkat daya saing karet Indonesia dibandingkan dengan negara Thailand ditinjau dari jumlah produksi, konsumsi, ekspor, impor dari tahun 2007-2011. Metode penelitian yang digunakan dengan Uji Beda rata-rata dengan menggunakan Uji Mann-Whitney. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan ada perbedaan yang nyata jumlah produksi karet alam dan karet sintetis; jumlah impor karet alam; jumlah ekspor karet alam dan karet sintetis; serta daya saing ekspor karet antara negara Indonesia dengan negara Thailand. Tidak ada perbedaan yang nyata jumlah konsumsi karet alam dan karet sintetis; jumlah impor karet sintetis antara negara Indonesia dengan negara Thailand. Kata kunci: tingkat daya saing karet, jumlah produksi karet, jumlah konsumsi karet, jumlah impor karet, dan jumlah ekspor karet
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP SISTEM PERTANIAN PADI ORGANIK (Studi Kasus : Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Tasnim Ahsanu Amala; Diana Chalil; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.293 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejak tahun 2001, Pemerintah Indonesia telah mensosialisasikan pertanian organik. Dengan program “Go Organic 2010” ditargetkan pada tahun 2010 dapat terealisasikan berbagai hal seperti: pengembangan produksi dan distribusi pupuk organik, mengalokasikan dana pembinaan dan alokasi subsidi pupuk organik, mengalokasikan dana pengadaan sarana dan membangun fasilitas pendukung yang dibutuhkan, sistem distribusi pupuk organik secara pabrikan serta adanya program-program pelatihan tentang manfaat penggunaan pupuk organik melalui demplot dan kelompok tani. Namun kenyataannya sampai dengan tahun 2010 masih sangat sedikit petani padi yang menerapkan pertanian organik. Untuk menganalisis hal tersebut dilakukan penelitian di Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Data dikumpulkan dari 40 petani yang ditentukan secara Cluster Propotional Sampling. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap sistem pertanian padi organik dikatakan tinggi. Faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan tingkat adopsi petani terhadap sistem pertanian padi organik adalah keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan dicoba, kemungkinan diamati, pengalaman bertani, tingkat kosmopolitan, tingkat partisipasi, saluran antarpribadi. Kata kunci: tingkat adopsi, faktor yang berhubungan, padi organik
FAKTOR YANG MENENTUKAN HARGA REFERENSI DAERAH (HRD) JAGUNG DI SUMATERA UTARA Christy J. A. Sitepu; Satia Negara Lubis, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.044 KB)

Abstract

ABSTRAK Jagung merupakan bahan baku utama dalam pembuatan pakan. Proporsi penggunaan jagung dalam pembuatan pakan ayam ras mencapai 51.4 persen dari total bahan baku yang digunakan. Laju peningkatan produksi jagung di Indonesia relatif masih lamban, sedangkan kebutuhan jagung sebagai bahan baku industri pakan dan industri pangan mengalami peningkatan yang lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menentukan harga referensi daerah jagung di Sumatera Utara, untuk mengetahui perkembangan harga referensi daerah jagung dan ketersediaan jagung di Sumatera Utara, untuk menganalisis alternatif kebijakan dalam penentuan harga referensi daerah jagung. Data yang digunakan berasal dari data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi jagung tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga referensi daerah jagung dan alternatif kebijakan yang diambil adalah tetap mempertahankan penentuan harga referensi daerah jagung, yaitu biaya produksi ditambah margin keuntungan 30 %. Kata Kunci: jagung, harga referensi daerah jagung, biaya produksi jagung.

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue