cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
PERBANDINGAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN PEMAKAIAN FIBER BAJA DAN PEMAKAIAN FIBER BENDRAT Rodo Roy Naldi Silalahi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.812 KB)

Abstract

ABSTRAK Daya tahan beton yang rendah terhadap gaya tarik dan geser dapat ditingkatkan dengan menambahkan fiber pada beton. Gagasan utamanya adalah memberi tulangan mikro pada beton dengan fiber yang disebar secara merata. Hal ini akan mencegah retak awal pada beton, sehingga kemampuan beton untuk menahan gaya lentur, aksial, dan geser akan meningkat. Pada penelitian ini dibuat 3 benda uji balok beton bertulang (ukuran 20mm x 30mm x 320 mm) dengan rincian sebagai berikut: 1 benda uji balok beton bertulang biasa, 1 benda uji balok beton bertulang dengan pemakaian fiber baja dan 1 benda uji balok beton bertulang dengan pemakaian fiber bendrat. Kadar fiber yang digunakan adalah sebesar 2% dari berat semen. Benda uji diletetakkan pada tumpuan sederhana dengan tumpuan sendi rol, kemudian diberi beban ssecara bertahap hingga mencapai keruntuhan. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh balok beton bertulang dengan fiber baja tidak hanya mereduksi lendutan sebesar 25,7% tetapi juga mereduksi panjang retak total sebesar 45% bila dibandingkan dengan balok tanpa fiber. Sedangkan balok beton bertulang dengan pemakaian fiber bendrat mereduksi lendutan sebesar 18,6% dan mengurangi panjang retak total sebesar 36% bila dibandingkan dengan balok tanpa fiber. Akhirnya, dapat dinyatakan bahwa pemakaian fiber baja lebih baik daripada pemakaian fiber bendrat bila ditinjau dari lendutan dan pola retak, dan pemakaian fiber pada beton dapat meningkatkan kinerja balok beton bertulang. Kata kunci: Balok Beton Bertulang, Fiber Baja, Fiber Bendrat, Lendutan.
KORELASI PENGETAHUAN ATURAN SIMPANG PRIORITAS TERHADAP PERILAKU BERLALU LINTAS PADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR PEREMPUAN (STUDI KASUS: LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA) Nurul Aini
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.895 KB)

Abstract

ABSTRAK Persimpangan merupakan pertemuan dua atau lebih ruas jalan yang berada pada satu bidang. Peraturan mengenai simpang prioritas bertujuan untuk memberikan panduan dalam berkendara yang aman dan selamat. Pengetahuan mengenai simpang prioritas diharapkan dapat mempengaruhi perilaku dalam berkendara. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan pengendara mengenai aturan simpang prioritas dan hubungannya dengan perilaku dalam berkendara. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat instrumen penelitian. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswi Universitas Sumatera Utara yang dapat mengendarai sepeda motor. Populasi mahasiswi yang dapat mengendarai motor tidaklah dapat diketahui secara pasti, oleh karena itu jumlah sampel dilihat berdasarkan tabel jumlah sampel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan kesalahan error sebesar 5% sehingga didapat jumlah sampel sebanyak 350 sampel. Kemudian data yang telah dikumpulkan dari kuesioner tersebut dianalisis dengan metode analisa korelasi dan regresi. Dari data yang terkumpul, hasilnya menunjukkan bahwa kategori pengetahuan dan perilaku responden berada pada kategori sedang, yang artinya bahwa responden memiliki pengetahuan yang cukup mengenai simpang prioritas. Analisis regresi menunjukkan bahwa R bernilai 0,502. Ini berarti bahwa korelasi atau hubungan antara pengetahuan dengan perilaku sudah cukup atau berada pada tingkatan sedang. R kuadrat bernilai 0,252 yang berarti hanya 25,2% saja dari pengetahuan yang mempengaruhi perilaku berkendara, sementara sisanya dipengaruhi oleh alasan lain. Dan pada pengendara dengan periode berkendara lebih dari 9 tahun ternyata memiliki koefisien korelasi yang cukup besar yaitu 0,792 dan R kuadrat bernilai 0,627 yang berarti sebesar 62,7% dari perilaku dapat dijelaskan dari pengetahuan. Kata Kunci: simpang prioritas, pengetahuan, perilaku berkendara
EVALUASI KINERJA SALURAN JARINGAN IRIGASI JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Fahrol Ramadhan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.039 KB)

Abstract

ABSTRAK Irigasi merupakan salah satu sarana pemanfaatan sumber daya air yang berfungsi sebagai penyedia, pengatur dan penyalur air untuk menunjang lahan pertanian. Sistem pengelolaan irigasi yang efisien dan efektif sangat mempengaruhi hasil produksi pertanian yang maksimal dalam rangka ketahanan pangan nasional. Pengevaluasian kinerja jaringan saluran irigasi Jeuram Kabupaten Nagan Raya dilakukan mengingat faktor usia saluran dan kurangnya pemeliharaan. Dalam studi ini, kinerja jaringan saluran irigasi ditinjau dari tingkat efisiensi dan efektifitas saluran sekunder Jeuram. Analisa tingkat efisiensi ditinjau dari evaluasi debit aliran di pangkal dan di ujung saluran. Sebagai sampel diambil 4 saluran yaitu pada saluran BJr 3 - BJr 4, BJr 5 - BJr 6, BJr 9 - BJr 10 dan BJr 14 - BJr 15. Tingkat efisiensi pada saluran sekunder Jeuram tersebut sebesar 88,75% dengan tingkat efektifitas saluran sebesar 98,11%. Analisa debit andalan pada DAS Krueng Seunagan dengan menggunakan Metode F.J. Mock menunjukkan bahwa debit andalan (80%) tertinggi terjadi pada bulan April yaitu 18,66 m3/detik dan yang terendah pada bulan Februari yaitu 7,41 m3/detik, sedangkan debit yang disalurkan untuk irigasi adalah 12,00 m3/s. Untuk itu debit 7,00 m3/detik merupakan debit yang lebih terjamin untuk bisa disalurkan ke lahan irigasi. Kata kunci: Kinerja irigasi, Efisiensi saluran, Efektifitas saluran.
KAJIAN PERBANDINGAN PERIODE GETAR ALAMI FUNDAMENTAL BANGUNAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN EMPIRIS DAN METODE ANALITIS TERHADAP BERBAGAI VARIASI BANGUNAN JENIS RANGKA BETON PEMIKUL MOMEN Deser Christian Wijaya
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.672 KB)

Abstract

ABSTRAK Tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan periode getar fundamental bangunan yang didapatkan dari persamaan empiris terhadap periode getar bangunan hasil analitis menggunakan program SAP2000 versi10 terhadap berbagai variasi parameter bangunan jenis rangka beton pemikul momen. Persamaan empiris untuk menghitung periode getar bangunan merupakan pendekatan sederhana yang terdapat dalam sejumlah peraturan. Berdasarkan pengujian, periode hasil analisis program berbeda dengan periode dari persamaan empiris sebab terdapat berbagai variabel yang tidak terdapat di dalam variabel persamaan empiris. Penjabaran hasil-hasil analisis periode ditampilkan dalam bentuk tabel beserta deviasi periodenya. Nilai deviasi terbesar adalah terjadi pada portal 5a, dan nilai deviasi terkecil terjadi pada portal 7a. Periode natural dari persamaan empiris untuk bangunan beraturan telah cukup aman digunakan dalam desain struktur karena nilai periodenya lebih kecil dari periode hasil analisis program SAP2000 sehingga koefisien getar dasar bangunan menjadi lebih besar dan berimplikasi pada desain bangunan yang lebih kuat dan aman. Kata Kunci : Periode Getar Fundamental, Persamaan Empiris, Deviasi Periode
EKSPERIMEN TEKUK P KRITIS PADA CIRCULAR HOLLOW SECTIONS Yelena Hartanti Depari
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.448 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada konstruksi baja permasalahan yang sangat penting adalah mengenai stabilitas, dikarenakan komponen struktur baja rentan terhadap tekuk akibat pembebanan yang melebihi kapasitasnya sehingga terjadi ketidakstabilan pada struktur baja. Terjadinya fenomena tekuk pada struktur baja disebabkan karena elemen baja pada umumnya sangat tipis, sehingga mudah mengalami tekuk yang akan mengurangi kapasitas dari struktur itu sendiri. Pada permasalahan ini penulis melakukan eksperimen pada Circular Hollow Sections (pipa) diameter 40 mm dan tebal 2 mm ; pada profil siku dengan ukuran 35.35.4 mm, masing-masing dengan panjang 500 mm, yang mengalami pembebanan gaya aksial. Pada kenyataan benda uji tersebut akan mengalami tekuk lentur dan terjadi ketidakstabilan akibat pembebanan gaya aksialnya. Setelah memperoleh data hasil pengujian dan dianalisa, dapat disimpulkan bahwa P kritis yang diperoleh pada perhitungan secara analisa lebih besar daripada yang terjadi saat eksperimen. Kata Kunci : Baja, Tekuk, Beban Kritis
KAJIAN LAJU ANGKUTAN SEDIMEN PADA SUNGAI WAMPU Arta Olihen Boangmanalu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.088 KB)

Abstract

ABSTRAK Sungai merupakan sarana yang sangat penting dalam proses pengangkutan sedimen. Sungai berfungsi untuk mengalirkan sedimen-sedimen dari hasil erosi yang nantinya akan diteruskan ke laut. Sedimentasi adalah proses pengendapan material yang terangkut oleh aliran dari bagian hulu. Proses sedimentasi meliputi proses erosi, transportasi (angkutan), pengendapan (deposition) dan pemadatan (compaction) dari sedimentasi itu sendiri. Sungai-sungai membawa sedimen dalam setiap alirannya. Sedimen dapat berada di berbagai lokasi dalam aliran, tergantung pada keseimbangan antara kecepatan ke atas pada partikel dan kecepatan pengendapan partikel. Untuk menghitung laju angkutan sedimen banyak metode yang bisa digunakan. Diantaranya yaitu metode Yang’s, Engelund and Hansen, Shen and Hung. Dalam penggunaan metode-metode tersebut diperlukan ukuran kedalaman penampang sungai. Dan untuk menghitung kedalaman sungai digunakan metode pendekatan Einstein. Dari hasil perhitungan yang dilakukan, dengan metode Yang’s didapat hasil sedimen 2.293.477 ton, dengan metode Engelund and Hansen didapat hasil sedimen 14.359.167 ton, dengan metode Shen and Hung didapat hasil sedimen 311.639,5 ton (untuk tahun 2008). Maka dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa metode angkutan sedimen yang dipakai untuk perhitungan muatan sedimen sungai adalah metode Engelund and Hansen karena hasilnya lebih memungkinkan dan jumlah muatan sedimen yang dihasilkan lebih besar daripada metode lainnya. Kata kunci :angkutan sedimen
¬¬¬ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI KELOMPOK MINI PILE PABRIK PKO PTPN III SEI MANGKEI Debora Nainggolan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.993 KB)

Abstract

ABSTRAK Suatu perencanaan pondasi tiang harus dilakukan dengan teliti dan secermat mungkin. Setiap Pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang pada Proyek Pabrik PKO PTPN III Sei Mangkei. Analisis dilakukan dengan metode statis dan dinamis untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang. Kapasitas dukung tiang pancang dengan metode statis dihitung berdasarkan data- data lapangan (SPT dan SPT), sedangkan metode dinamis dihitung berdasarkan data lapangan yaitu PDA. Dalam tulisan ini, akan dijelaskan secara singkat bagaimana mencari daya dukung tiang pancang beberapa metode seperti Meyerhoff, Tomlinson dan Bagemann, serta Broms. Hasil perhitungan daya dukung ultimate (Qu) tiang pada kedalaman yang sama yaitu 10,20 m, untuk CPT diperoleh (Qu) = 67,20 ton, data (Qu) = SPT 50,31 ton (kedalaman 10 m), dan data Pile Driving Analyzer (Qu) = 68,00 ton. Dengan menggunakan Metode Broms untuk kondisi tanah seragam (pasir) diperoleh hasil perhitungan kapasitas lateral tiang panjang (H) = 3,84 Ton. Daya dukung kapasitas ijin kelompok (Qg) = 119,10 ton. Kata kunci: kapasitas daya dukung , CPT , SPT, PDA.
ANALISA DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDAS TIANG PANCANG PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Christian Albert Sinaga
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.903 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi bertujuan sebagai penopang bangunan dan meneruskan beban bangunan di atasnya ke lapisan tanah yang cukup kuat daya dukungnya. Untuk itu, pondasi bangunan harus diperhitungkan agar dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban-beban yang bekerja, gaya-gaya luar seperti tekanan angin, gempa bumi, dan lain-lain dan tidak boleh terjadi penurunan melebihi batas yang diijinkan. Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam yang umum digunakan. Untuk menghitung kapasitas tiang, terdapat banyak rumus yang dapat digunakan. Hasil masing- masing rumus tersebut menghasilkan nilai kapasitas yang berbeda beda. Tujuan studi ini untuk menghitung dan menganalisis daya dukung dan penurunan kelompok mini pile dari hasil Sondir, Standard Penetration Test (SPT), dan membandingkan hasil perhitungan tersebut dengan hasil dari test Pile Driving Analizer (PDA) Hasil perhitungan daya dukung ultimit (Qu)tiang pada kedalaman yang sama yaitu 18,8 m, untuk sondir diperoleh 98,225 ton, data PDA 42,8 ton, dan data SPT 83,885 ton pada kedalaman 18,45 m. Sedangkan untuk penurunan pada kedalaman yang sama yaitu 18,8 m, untuk sondir 6,67 mm, untuk data PDA 6,9 mm, dan data SPT 6,1 mm pada kedalaman 18,45 m. Terdapat perbedaan daya dukung dan penurunan tiang dari 4 titik sondir, satu titik SPT dan berdasarkan hasil test PDA. Perbedaan hasil tersebut dapat disebabkan oleh perbedaan jenis tanah yang terdekat sekalipun dan cara pelaksanaan pengujian yang bergantung pada ketelitian operator. Kata kunci : Daya dukung, penurunan, CPT, SPT, PDA
KAJIAN EFEKTIFITAS SEMEN DAN FLY ASH DALAM STABILITAS TANAH LEMPUNG DENGAN UJI TRIAXIAL CU DAN APLIKASI PADA STABILISASI LERENG Frengky Alexander Silaban
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.401 KB)

Abstract

ABSTRAK Upaya perbaikan tanah lempung menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan dalam pembangunan konstruksi, dikarenakan sifat dari tanah lempung yang sangat rentan terhadap kembang-susut saat diberikan air sehingga dapat membahayakan dalam pembangunan suatu konstruksi. Perbaikan tanah lempung dengan menggunakan bahan tambah (semen dan fly ash) adalah salah satu upaya dalam perbaikan tanah. Penelitian yang menggunkan sampel tanah yang berasal dari Jl. Raya Medan Tenggara, Medan, Sumatera Utara ini juga ditujukan untuk mengetahui sifak fisik tanah serta besar peningkatan kekuatan tanah dengan campuran bahan tambah dengan kadar dan variasi tertentu serta menggunakannya dalam upaya penentuan angka keamanan pada stabilisasi lereng dengan menggunakan uji Triaxial CU. Dari hasil analisis, didapat bahwa variasi pencampuran 2% PC + 6% FA dengan waktu peram 7 hari menghasilkan angka keamanan tertinggi yakni 1.70 namun dengan menggunakan variasi campuran 2% PC + 2% FA dengan waktu peram 0 hari menghasilkan angka keamanan sebesar 1.55, ternyata sudah memenuhi syarat keamanan lereng. Kata Kunci : Perbaikan tanah, angka keamanan lereng, Uji Triaxial CU
ANALISA BANGKITAN PERJALANAN PENDUDUK KELAS EKONOMI MENENGAH KE BAWAH DI KELURAHAN AUR Sri Irianti Ulina Pinem
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.811 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisa faktor penentu bangkitan perjalanan dan memodelkan bangkitan perjalanan yang dilakukan oleh penduduk kelas ekonomi menengah ke bawah yang tinggal di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengestimasi besarnya pergerakan yang keluar dari kelurahan tersebut sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memprediksi jumlah perjalanan penduduk yang terjadi pada daerah studi pada masa yang akan datang. Survei primer dilakukan melalui pengisian kuesioner pada 120 keluarga di daerah studi yang terdiri dari penduduk kelas bawah dengan pendapatan rumah tangga per bulan dibawah Rp.600.000 sedangkan penduduk kelas menengah dengan pendapatan Rp.600.000-Rp 4.000.000 pendapatan keluarga per bulan. Hasil dari kuesioner ditabulasikan menjadi 12 variabel bebas dan 3 variabel terikat, kemudian dianalisis melalui program microsoft excel. Persamaan regresi digunakan untuk memodelkan bangkitan pergerakan pada daerah studi. Dari hasil uji model, diperoleh model bangkitan perjalanan terbaik di daerah studi yaitu Y1 = 4,815 + 8,804 X8 + 8,942 X9, dengan Y1 (model terbaik berdasarkan kepemilikan sepeda motor per minggu), X8 (jumlah anggota keluarga yang bekerja (orang), X9 (jumlah anggota keluarga dengan status pelajar/mahasiswa). Kata kunci: model, bangkitan, ekonomi.