Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH SUBTITUSI ABU SERABUT KELAPA (ASK) DALAM CAMPURAN BETON Nora Usrina
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.71 KB)

Abstract

ABSTRAK Bahan buangan atau limbah sering dimanfaatkan menjadi suatu bahan yang dapat difungsikan untuk keperluan tertentu seperti bidang rekayasa bahan bangunan, limbah sudah sering diteliti untuk kemudian dimanfaatkan. Salah satu bahan buangan yang belum begitu banyak diteliti sebagai bahan bangunan beton yaitu abu dari serabut kelapa (ASK). Pada penelitian ini abu serabut kelapa sebagai subtitusi dari semen dalam campuran beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian semen dengan abu serabut kelapa (ASK) terhadap waktu ikat semen,  nilai slump, mutu kuat tekan beton dan kuat tarik belah beton. Komposisi penggantian semen dengan abu serabut kelapa sebanyak 0%, 1,5%, 3%, 4,5%, 6%, 7,5%, 9%, 10,5%, 12%, 13,5% dan 15% dari volume beton. Mutu beton yang direncanakan 20 MPa dan lamanya waktu perendaman 28 hari. Dari pengujian kuat tekan beton pada sampel dengan berbagai variasi abu serabut kelapa diperoleh kesimpulan bahwa material abu serabut kelapa hanya efektif digunakan pada variasi subtitusi 1,5% ASK dan 3% ASK yaitu dengan nilai kuat tekan sebesar 23,32 MPa dan 22,50 MPa.   Kata Kunci : abu serabut kelapa, waktu ikat, kuat tekan beton, kuat tarik belah.
PENGARUH ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN IBU HAMIL SELAMA TRIMESTER III TERHADAP KELUARAN KEHAMILAN: STUDI KOHORT Nora Usrina; Faisal Bin Abdurrahman; Asnawi Abdullah; Radhiah Zakaria; Maidar Maidar
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 8 No 2 (2021): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/sel.v8i2.4831

Abstract

Status gizi ibu selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Pola konsumsi makan ibu selama hamil berpengaruh terhapat kejadian BBLR dan panjang badan lahir pendek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh asupan gizi energi dan protein ibu hamil selama trimester III terhadap keluaran kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode studi kohort selama 3 bulan. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III yang berjumlah 31 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh asupan energi (koef=0,829; 95% CI: 0,3 – 1,3; p-valuer=0,003) dan asupan protein (koef=11,69; 95%CI: 2,4 – 20,9; p-value=0,015) selama trimester III terhadap berat badan bayi saat lahir. Selain itu, terdapat pengaruh asupan energi (koef=0,003; 95% CI: 0,001 – 0,01; p-valuer=0,004) dan asupan protein (koef=0,053; 95%CI: 0,01 – 0,1; p-value=0,012) selama trimester III terhadap panjang badan bayi saat lahir. Penelitian ini menunjukkan bahwa asupan energi dan protein berpengaruh terhadap hasil keluaran kehamilan, sehingga diharapkan ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan asupan makanan terutama selama kehamilan trimester III.
KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI HYBRID DENGAN SUBSTITUSI SEMEN DAN AGREGAT HALUS SERTA PENAMBAHAN NANO MATERIAL BIJIH BESI Nora Usrina; Teuku Budi Aulia; Muttaqin Muttaqin
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jarsp.v1i1.10368

Abstract

SNI 03-6468-2000 defines a high-quality concrete as a concrete with a compressive strength equal to or larger than 41,4 MPa. To obtain a high strength concrete, increasing the quality of material components is needed. The improvement of concrete quality can be done by addition or substitution processes in the concrete mixture. In this research, the substitution of cement, fine aggregate and coarse aggregate with fly ash coal, palm shells, pozzolan sands and the addition of iron ore nanomaterial as filler (BMT-H) were selected. The purpose of this research is to compare the compressive strength of hybrid high-quality concrete (BMT-H) to normal high-quality concrete (BMT-N). Samples of concrete compressive in a cylindrical shape with diameter 15 cm and height 30 cm were prepared. Concrete compressive strength test was performed on concrete at age of 7 days, 28 days, and 56 days. The results of compressive strength maximum on concrete at age 7 days, 28 days and 56 days are 44,28 MPa; 59,48 MPa and 69,71 MPa, consecutively.
EFEKTIVITAS DARK CHOCOLATE DAN WORTEL DALAM MENURUNKAN INTENSITAS DISMINOREA PRIMER Rosvita Dewi Siregar; Nora Veri; Meliani Sukmadewi Harahap; Alchalidi Alchalidi; Nora Usrina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4418

Abstract

Background: Dysminorrhea will get worse if accompanied by an unstable psychological condition. One of the causes of dysmenorrhea is hormonal factors where there is a hormonal imbalance. Pain during menstruation occurs due to high levels of prostaglandin hormones that make the uterine muscles contract. In Indonesia, the incidence of type dysmenorrhea primary is about 54.89% while the rest sufferers with secondary dysmenorrhea. Non-pharmacological therapy for dysmenorrhea is highly recommended, one of which are dark chocolate and carrots.Purpose: To determine the effectiveness of the combination of dark chocholate and carrots in reducing the intensity of dysminorrhea.Methods: This type of research uses a quasi-experimental design with a pretest-post-test control group design with a sample of 28 respondents experiencing primary dysmenorrhea. Pain intensity was measured by Numeric Rating Scale (NRS). Data collection was carried out during the pre-test, namely during menstruation in the first cycle and post-test data collection was carried out in the second cycle or after 30 days of treatment and assessed on the 31st day or the first menstruation in the following month. The statistical test used is Paired sample t-test.Results: The administration of dark chocholate, carrots and a combination of the two was able to reduce the intensity of primary dysminorrhea with a glossy p-value ≤ 0.05.Conclusion: Consumption of dark chocholate, carrots and a combination of both can reduce the intensity of primary dysmenorrhea. Suggestion for adolescents with primary dysmenorrhea to use non-pharmacologic therapy to reduce pain intensity such as carrots and dark chocholate in order to avoid the side effects of pharmacological drugs. Further research is needed in vitro on the mechanism of the combination of carrots and dark chocholate in reducing the intensity of dysmenorrhea Keywords : Dark Chocholate, Carrot, Dysminorea Intensity, adolescents ABSTRAK Latar Belakang : Disminorea akan bertambah parah apabila disertai dengan kondisi psikis yang labil. Salah satu penyebab dismenorea adalah faktor hormonal dimana adanya ketidakseimbangan hormonal. Nyeri ketika menstruasi tersebut timbul akibat tingginya hormon prostaglandin yang membuat otot rahim berkontraksi. Di Indonesia angka kejadian dismenorea tipe primer adalah sekitar 54,89% sedangkan sisanya penderita dengan dismenorea sekunder. Terapi disminorea secara non farmakologi sangat diabjurkan salahs satunya adalah dark chocholate dan wortel.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efektivitas kombinasi dark chocholate dan wortel dalam menurunkan intensitas disminorea.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan desain pretest- post test control group design dengan sampel adalah responden yang mengalami disminorea primer sebanyak 28 orang. Intensitas nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Pengambilan data dilakukan pada saat pre-test yaitu saat haid pada siklus pertama dan pengambilan data post-test dilakukan pada siklus kedua atau saat setelah dilakukannya perlakuan selama 30 hari dan dinilai pada hari ke 31 atau pertama haid di bulan berikutnya. Uji statistik yang digunakan adalah Paired sample t-tes.Hasil Penelitian : Pemberian dark chocholate, wortel dan kombinasi keduanya mampu menurunkan intensitas disminorea primer dengan nilap p-value ≤ 0,05.Kesimpulan : Pemberian dark chocholate, wortel dan kombinasi keduanya mampu menurunkan intensitas disminorea primer.Sarankan pada remaja yang mengalami disminorea primer untuk menggunakan terapi non faramakologis untuk mengurangi intensitas nyeri seperti wortel dan dark chocholate agar terhindar dari efek samping obat-obatan farmakologi. Diperlukan penelitian lebih lanjut secara in vitro tentang mekanisme kombinasi wortel dan dark chocholate dalam menurunkan intensitas disminorea. Kata Kunci : Dark Chocholate, Wortel, Intensitas Disminorea, Remaja Putri 
The number of Leydig cells in high‑fat diet-fed rats after administration of kepok banana peel extract Baidillah Zulkifli; Muslim Akmal; Sri Wahyuni; Gholib Gholib; Mulyadi Adam; Zainuddin Zainuddin; Triva Murtina Lubis; Nora Usrina; Fadya Nirmala
The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7 (2) November 2022
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.742 KB) | DOI: 10.21157/ijtvbr.v7i2.30689

Abstract

The impact of free radicals on testicular Leydig cells can result in the disruption of male reproductive health. The present study aimed to evaluate the effects of a high-fat diet on Leydig cells and the potential of kepok banana peel extract as a medication to mitigate these effects. In total of 20 adult male Wistar rats were assigned to five groups and treated with standard feed (P1), high-fat feed (P2), high-fat feed with simvastatin (P3), and high-fat feed with banana peel extract at doses of 100 and 200 mg/kg BW (P4 and P5). After 60 days of treatment, the number of Leydig cells was determined using HE staining methods. Data were analyzed using an One Way ANOVA test. The results showed that the administration of 100 mg/kg BW of kepok banana peel extract (P4) was able to maintain the number of Leydig cells and counteract the negative effects of a high-fat diet. These findings suggest that kepok banana peel extract may have the potential as a herbal medicine for supporting male reproductive health.
Program Penyuluhan Gizi Saat Menstruasi Pada Remaja di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Norisa, Nanda; Usrina, Nora; Basri, Fitra Ermila; Fitriani, Aida; Asmanidar, Asmanidar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i1.6006

Abstract

Asupan gizi yang tidak seimbang berdampak terhadap keluhan dan masalah saat menstruasi. Berdasarkan hasil penelitian kreatif mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Meulaboh, Julita (2018) di MTsN Meureubo dapat disimpukan adanya hubungan antara status gizi dengan  menarche. Survei awal didapatkan terhadap 20 orang remaja putri yang berdomisili di kecamatan Meureubo didapatkan 8 orang diantaranya merasakan pusing, lemas dan sakit perut saat menstruas. Hal ini menunjukkan  kurangnya pengetahuan pada remaja tentang gizi saat menstruasi. Tujuan kegiatan ini untuk peningkatan pengetahuan pada remaja tentang sangat pentingnya gizi saat menstruasi. Metode yang dilakukan adalah pemberian materi penyuluhan kepada peserta yang berjumlah 200 orang, diawali dengan memberikan angket pre test dan ditutup dengan memberikan angket post test sebagai evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan pada tahapan pre test sebanyak 111 (55,5%) peserta berada pada kategori pengetahuan cukup, pada tahapan post test sebanyak 156 (80,5%) peserta berada pada kategori pengetahuan baik, hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan. Penyuluhan tentang gizi saat menstruasi yang dilakukan pada remaja di kecamatan Meureubo menghasilkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman. Semoga dengan  kegiatan serupa dapat dilaksanakan di kecamatan lainnya di Kabupaten Aceh Barat,  Sangat perlu terpenuhinya zat gizi saat remaja putri untuk keperluan Kesehatan organ reproduksinya. Dan  dapat disimpulkan sangat penting  pengetahuan pada remaja putri tentang status gizi.
The number of Leydig cells in highfat diet-fed rats after administration of kepok banana peel extract Zulkifli, Baidillah; Akmal, Muslim; Wahyuni, Sri; Gholib, Gholib; Adam, Mulyadi; Zainuddin, Zainuddin; Lubis, Triva Murtina; Usrina, Nora; Nirmala, Fadya
The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7 (2) November 2022
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/ijtvbr.v7i2.30689

Abstract

The impact of free radicals on testicular Leydig cells can result in the disruption of male reproductive health. The present study aimed to evaluate the effects of a high-fat diet on Leydig cells and the potential of kepok banana peel extract as a medication to mitigate these effects. In total of 20 adult male Wistar rats were assigned to five groups and treated with standard feed (P1), high-fat feed (P2), high-fat feed with simvastatin (P3), and high-fat feed with banana peel extract at doses of 100 and 200 mg/kg BW (P4 and P5). After 60 days of treatment, the number of Leydig cells was determined using HE staining methods. Data were analyzed using an One Way ANOVA test. The results showed that the administration of 100 mg/kg BW of kepok banana peel extract (P4) was able to maintain the number of Leydig cells and counteract the negative effects of a high-fat diet. These findings suggest that kepok banana peel extract may have the potential as a herbal medicine for supporting male reproductive health.
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Rumoh Gizi Gampong (RGG) dalam Penurunan Stunting Norisa, Nanda; Julianti, Rina; Basri, Fitra Ermila; Dewita, Dewita; Usrina, Nora; Fitrianda, Yunita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17220

Abstract

ABSTRACT The presence of Rumoh Gizi Gampong (RGG) is the spearhead for providing basic health services for the community. Primarily to raise awareness among the public to make efforts so that Acehnese children avoid stunting. RGG is a form of community empowerment at the village/gampong level in efforts to prevent stunting. The RGG activities include a combination of specific and sensitive programs for preventing and handling stunting in Aceh. To find out the factors that influence the implementation of Rumoh Gizi Gampong (RGG) in reducing stunting in the Lampahan Community Health Center Work Area, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. The design of this research is in the form of analytical observational with a cross sectional approach. The subjects in this study were 201 mothers of stunted toddlers who had received PMT for 90 days. This research was carried out for 2 months from May-June 2024. The research location was carried out in the working area of the Lampahan Community Health Center, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. Data collection uses a questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test with a p value ≥ 0.05. There is a significant relationship between maternal knowledge and the implementation of RGG (0.002), there is a significant relationship between the role of midwives and the implementation of RGG (0.002), there is a significant relationship between the role of cadres and the implementation of RGG (0.003) and there is a significant relationship between the role of community leaders and implementation RGG (0.000). There is a relationship between mother's knowledge, the role of midwives, the role of cadres, the role of community leaders and the implementation of RGG. Keywords: Knowledge, Population Density, Pulmonary Tuberculosis, Case Control  ABSTRAK Kehadiran Rumoh Gizi Gampong (RGG) menjadi ujung tombak untuk memberikan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Utamanya untuk menyadarkan masyarakat supaya melakukan upaya-upaya agar anak-anak Aceh terhindar dari stunting. RGG merupkan bentuk pemberdayaan masyarakat ditingkat Desa/Gampong dalam upaya pencegahan stunting. Adapun kegiatan RGG mencakup kombinasi program- program spesifik dan sensitive untuk pencegahan dan penanganan stunting di Aceh. Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Rumoh Gizi Gampong (RGG) dalam Penurunan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 201 ibu yang mempunyai balita stunting yang pernah mendapatkan PMT selama 90 hari. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan dari Mei-Juni 2024. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≥ 0.05. Ada hubungan secara signifikan antara pengetahuan ibu dengan palaksanaan RGG (0.002), ada hubungan secara signifikan antara peran bidan dengan pelaksanaan RGG (0.002), ada hubungan secara signifikan peran kader dengan pelaksanaan RGG (0.003) dan ada hubungan secara signifikan peran tokoh masyarakat dengan pelaksanaan RGG (0.000). Ada hubungan pengetahuan ibu, peran bidan, peran kader, peran tokoh masyarakat dengan pelaksanaan RGG. Kata Kunci: Faktor Pengetahuan, Peran Bidan, Peran Kader, Peran Tokoh Masyarakat, Pelaksanaan RGG
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan yang Tinggal di Pesisir Pantai Orisinal, Orisinal; Yasni, Hilma; Rasima, Rasima; Usrina, Nora; Raisah, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17224

Abstract

ABSTRACT Stunting is a growth failure that lasts for a long time when growing up with limited access to food and health services. Stunted children who come from families with clean water facilities have a 17% chance of achieving normal height when compared to stunted children who come from families who do not have clean water facilities. Stunting is a problem because it is associated with the risk of morbidity and death, brain development so that motor development is delayed. To determine the relationship between factors that influence the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months who live on the coast. The research method used was observational with a cross-sectional design. The population in this study were all toddlers who lived on the coast of the Susoh Community. The sample in the research was parents who had toddlers aged 24-59 months, with sample criteria in the research namely being willing to be respondents, toddlers aged 24-59 months, toddlers monitoring their body and development at the Posyandu, having a KIA book. The sampling technique was carried out using multistage sampling, namely cluster random sampling with a total sample in the study of 69 toddlers consisting of 4 villages in the Susoh Community Health Center area. The data collection method uses primary data and secondary data through interviews and observation. Data analysis in this research is univariate, bivariate and multivariate. The statistical test used is logistic regression with a confidence level of 95% which is analyzed with STATA software. There is no relationship between the factors clean water sources, access to clean water, clean water quality, latrines, employment, and income with the incidence of stunting in children under five (p>0.05). There is a relationship between sanitation factors, waste management, education level and the incidence of stunting in toddlers (p<0.05). There is no relationship between clean water sources, access to clean water, clean water quality, latrines, employment and income and the incidence of stunting in children under five. There is a relationship between sanitation factors, waste management, education level and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months who live on the coast in the Susoh Community Health Center Working Area. Keywords: Stunting, Toddlers, Coastal Areas, Socio-Economics, Water Resources, Sanitation   ABSTRAK Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan yang berlangsung dalam jangka waktu lama ketika tumbuh dengan keterbatasan akses terhadap makanan dan pelayanan kesehatan. Balita stunting berawal dari keluarga dengan fasilitas air bersih memiliki kesempatan sebesar 17% untuk mencapai tinggi badan normal bila dibandingkan dengan anak stunting yang berasal dari keluarga yang tidak memiliki fasilitas air bersih. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan risiko kesakitan dan kematian, perkembangan otak sehingga perkembanagan motorik terlabat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan yang tinggal di pesisir pantai. Metode penelitian yang digunakan observasional dengan rancangan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah seluruh balita yang tinggal di pesisir pantai. Sampel dalam penelitian orang tua yang mempunyai balita usia 24-59 bulan, dengan kriteria sampel dalam penelitian yaitu bersedia menjadi responden, balita berusia 24-59 bulan, balita melakukan pemantau tubuh kembang di Posyandu, memiliki buku KIA. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara multistage sampling yaitu cluster random sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian 69 balita yang terdiri dari 4 desa yang ada diwilayah Puskesmas Susoh. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder melalui wawancara dan observasi. Analisa data dalam penelitian ini berupa univariat, bivariat, dan multivariat. Uji statistic yang digunakan yaitu regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95% yang di analisa dengan Software STATA. Tidak ada hubungan antara faktor sumber air bersih, akses air bersih, kualitas air bersih, jamban, pekerjaan, dan penghasilan dengan kejadian stunting pada balita (p>0.05). Ada hubungan antara faktor sanitasi, pengelolaan limbah, tingkat pendidikan dengan kejadian stunting pada balita (p<0.05). Tidak ada hubungan antara faktor sumber air bersih, akses air bersih, kualitas air bersih, jamban, pekerjaan, dan penghasilan dengan kejadian stunting pada balita. Ada hubungan antara faktor sanitasi, pengelolaan limbah, tingkat pendidikan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan yang tinggal di pesisir pantai di Wilayah Kerja Puskemas Susoh Kata Kunci: Stunting, Balita, Pesisir Pantai, Sosial Ekonomi, Sumber Air, Sanitasi
Faktor Kepadatan Penduduk dan Pengetahuan terhadap Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Ladang Tuha Aceh Selatan Usrina, Nora; Yasni, Hilma; Usman, Said; Zakaria, Radhiah; Julissasman, Julissasman; Raisah, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17062

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization, Tuberculosis is the second most deadly disease in the world in 2021 after Covid-19, and is ranked 13th (thirteenth) as the main cause of death worldwide. Indonesia is ranked third in the world with the highest number of TB cases after India and China. South Aceh Regency is the area with the highest TB cases in Aceh Province. Data from the health service, South Aceh Regency shows an increase in the number of pulmonary TB cases every year. In 2019, there were 260 cases of pulmonary TB, and in 2020, there were 387 cases of pulmonary TB. To determine the factors of knowledge and population density on pulmonary tuberculosis in the working area of Ladang Tuha Community Health Center, South Aceh Regency. This research design is in the form of analytical observational with a case control approach. The population in this study was all pulmonary TB sufferers (BTA+), totaling 52 people. Sampling in this study was a total population of 52 case samples and a control sample of 52 (1:1) and matching was carried out based on age and gender. Data was collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. This research was conducted in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency from 20 May to 06 June 2024 using a questionnaire. Around 43 TB sufferers (82.7%) at most had insufficient knowledge, and 20 TB sufferers (38.5%) did not meet the population density requirements. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between the knowledge factor (p = 0.001) and the population density factor (p = 0.001) with the incidence of pulmonary TB. There is a relationship between population density and knowledge factors with the incidence of pulmonary TB in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency.  Keywords: Knowledge, Population Density, Pulmonary Tuberculosis, Case Control    ABSTRAK Tuberculosis menurut World Heallth Orgalnizaltion sebagai penyakit mematikan nomor dua di dunia pada tahun 2021 setelah Covid-19, dan menjadi urutan ke 13 (tiga belas) sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia. Indonesia menduduki peringkat ke tiga di dunia dengan beban jumlah kasus TBC terbanyak setelah India, dan China. Kabupaten Aceh Selatan adalah wilayah dengan kasus TBC paling tinggi di Provinsi Aceh. Data dari dinas kesehatan, Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan peningkatan jumlah kasus TBC paru setiap tahunnya. Pada tahun 2019, terdapat 260 kasus TBC paru, dan pada tahun 2020, terdapat 387 kasus TBC paru. Mengetahui faktor pengetahuan dan kepadatan penduduk terhadap Tuberkolosis paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru (BTA+) berjumlah 52 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai sampel kasus total populasi sebanyak 52 dan sampel kontrol sebanyak 52 (1:1) dan dilakukan matchingberdasarkan umur dan jenis kelamin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan dari tanggal 20 Mei s.d 06 Juni 2024 dengan menggunakan kuesioner. Sekitar 43 penderita TB (82,7%) paling banyak mempunyai pengetahuan kurang, dan 20 penderita TB (38,5%) tidak memenuhi syarat kepadatan penduduk. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara faktor pengetahuan (p = 0,001) dan faktor kepadatan penduduk (p = 0,001) dengan kejadian TB paru. Ada hubungan antara faktor kepadatan penduduk dan pengetahuan dengan kejadian TB paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepadatan Penduduk, Tuberkulosis Paru, Case Kontrol
Co-Authors Agus Hendra Al Rahmad Aida Fitriani, Aida Ainun Mardiah Alchalidi Alchalidi Amiruddin Amiruddin Arman Sayuti Asmanidar, Asmanidar Asnawi Abdullah Athaillah, Farida Basri, Fitra Ermila budianto panjaitan Cut Aja Nuraskin Daniel Daniel Darmawi . Desiana Desiana, Desiana Erlina Erlina Erwin Erwin Evi Zahara Fadya Nirmala Faisal Bin Abdurrahman Faisal Mustafa Fajar Fakri Fajri, Fauzan Ferdian, Riyan Fitraniar, Iin Fitrianda, Yunita Fitriani agustina Fitriani, Aida Fitriani Ftiraniar, Iin Gholib Gholib Gholib Gholib, Gholib Habibie, Maulana Hanis, Nonong Hanum, Nisrina Hidayana, Hidayana Hidayat, Farah Amalia Hilma Yasni Ibrahim, Nurlaila Ika Friscila, Ika Imran, Herry Julianti, Rina Julissasman, Julissasman Lia Lajuna M. Marthoenis Maidar Maidar Maidar, Maidar Masda Admi Mauyah, Nizan Meliani Sukmadewi Harahap Mochammad Imron Awalludin Mulyadi Adam Mulyadi Adam, Mulyadi Munazar Munazar Munira, Tasya Muslim Akmal Muslim Akmal Mustafa, Nurul Ulya Muttaqin Muttaqin Nanda Norisa Nanda Yulian Syah Nirmala, Fadya Nizan Mauyah Nora Veri NURLIANA NURLIANA Orisinal, Orisinal Putri Raisah Radhiah Zakaria Rahmi Eka Putri, Rahmi Eka Raisah, Putri Rasidah Rasidah, Rasidah Rasima Rasima Rasima, Rasima Razali Daud Reca Reca Reza Kurnia Riandi, Lian Varis Roslizawaty Roslizawaty, Roslizawaty Rosvita Dewi Siregar Salsabila, Risma Sasmita, Yenni Sofiati, Irwani Sri Wahyuni Sri Wahyuni SUBKI Sukma, Zahwa Tamara Syafruddin Syafruddin Taufiq, Said Teuku Budi Aulia Teuku Salfiyadi Triva Murtina Lubis Triva Murtina Lubis Ummu Balqis Usman, Said Winaruddin Winaruddin Yasni, Hilma Yenni Yusriani Yuniwati, Cutyuniwati Yusnaini Zahara, Evi Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zakaria, Radhiah Zamzami, Rumi Sahara Zarwani, Ummu Zulfitri Zulfitri, Zulfitri Zulkifli, Baidillah