cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISIS WATER HAMMER PADA PIPA TRANSMISI YANG MENGGUNAKAN POMPA SENTRIFUGAL Alfian Arbie Simbolon
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.526 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada sistem transmisi aliran menggunakan pompa, benturan fluida (water hammer) akan terjadi ketika adanya perubahan tekanan secara mendadak yang ada di dalam sistem perpipaan, dikarenakan kegagalan operasional pompa. Besarnya lonjakan atau besarnya tekanan karena benturan air (water hammer), tergantung pada laju perubahan  kecepatan aliran. Dalam hal ini tergantung pola menjalankan dan menghentikan pompa. Analisis water hammer dilakukan dengan melakukan simulasi pada sistem dengan melakukan perbandingan perubahan panjang pipa, diameter pipa, dan head pompa sentrifugal. Simulasi dilakukan dengan bantuan software Bentley Hammer v8i SELECT Series 4 dengan menginput data pipa, pompa, dan data aliran yang menghasilkan profil tekanan, profil kecepatan, dan profil hydraulic grade. Diambil beberapa sampel waktu dari 60 detik yang ditinjau yakni t = 0.444800s, 0.508300s, 0.571900s, 0.762500s, 1.080200s, 10,611200s, dan 27.639900s.Berdasarkan hasil simulasi didapat kesimpulan perubahan besaran panjang pipa dan head pompa sangat berpengaruh terhadap fluktuasi gelombang water hammer. Kata kunci :Pompa sentrifugal, water hammer, pipa, aliran transien.
PERENCANAAN PERBAIKAN PERSIMPANGAN PADA JALAN AKSES BANDARA KUALA NAMU - SIMP. BATANG KUIS Bonar Munsa Mungkur
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.488 KB)

Abstract

ABSTRAK Bandara Internasional Kuala Namu adalah sebuah bandara yang terletak di SumateraUtara, yang menggantikan Bandara Internasional Polonia. Masalah yang terjadi saatini, besarnya arus lalu lintas menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu akibatjalan akses hanya melalui jalan arteri akses non tol Medan – Kuala Namu sehinggapada persimpangan dengan Jalan Batang Kuis rentan terjadi kecelakaan yang jugadiakibatkan kendaraan yang melawan arus lalu lintas untuk memutar balik (dari arahJalan Batang Kuis menuju Sp. Kayu Besar/Medan). Untuk itu persimpangan ini perludilakukan perencanaan perbaikan persimpangan pada Jalan Akses Bandara Kualanamu– Simp. Batang Kuis.Aspek yang akan dikaji adalah aspek keadaan geometrikpersimpangan sebidang, keadaan intensitas aktivitas penduduk dan pola penggunaanlahan, volume lalu lintas, dan kecepatan rencana kendaraan. Dari hasil analisa kinerjalalu lintas di simpang jalan akses Bandara Kuala Namu dengan jalan Batang Kuis,maka diambil kesimpulan perbaikan persimpangan adalah dengan kanalisasi sertamemakai APILL, karena untuk mengakomodir kendaraan yang menuju dan dari JalanBatang Kuis (saat ini banyak kendaraan yang melawan arah untuk menuju dan dariJalan Batang Kuis. Derajat kejenuhan yang didapat untuk 10 tahun kedepan dariperhitungan sinyal lalu lintas adalalah sebesar 0,787 untuk saat ini sebesar 0,586. Kata Kunci : Perbaikan, Perencanaan, Traffic
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PLASTIK PET SEBAGAI AGREGAT KASAR PADA BETON RINGAN STRUKTURAL Dhiyando Giovanni Alfiandi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.157 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan barang dengan bahan dasar plastik sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kebanyakan. Baik untuk alat rumah tangga, alat elektronik bahkan bahan pembungkus makanan dan minuman. Dalam penelitian ini limbah PET digunakan sebagai pengganti bahan agregat kasar kerikil yang biasanya digunakan untuk campuran beton, dalam penelitian ini adalah campuran beton ringan Dengan dilakukannya penelitian ini, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui cara pengolahan limbah PET menjadi agregat campuran beton ringan, untuk mengetahui cara pencampuran bahan aditif foaming agent ke dalam campuran beton ringan dan untuk mengetahui kinerja dari beton ringan dengan agregat limbah PET. Penggunaan plastik PET sebagai agregat kasar pada beton ringan menghasilkan beton dengan berat rata-rata 1357,113 kg/m3 untuk FM 1 6,317 dengan menggunakan foam, 1733,201 kg/m3 untuk FM 2 6,738 dan 1717,528 kg/m3 untuk FM 3 7,08. Kuat tarik belah dan kuat tekan maksimum dicapai pada sampel FM 3 dengan nilai 5,184 MPa untuk kuat tarik belah dan 15,14 MPa untuk kuat tekan. Berdasarkan syarat berat isi, seluruh sampel dapat dikategorikan sebagai beton ringan struktural karena berat isi berada pada rentang 1400-1800 kg/m3, tetapi untuk kuat tekan sampel tidak dapat dikategorikan sebagai beton ringan struktural karena tidak memenuhi persyaratan kuat tekan minimum 17 MPa. Dari penelitian ini dapat dikatakan bahwa variasi gradasi dapat mempengaruhi kekuatan dari beton dan penggunaan plastik PET di dalam pembuatan beton ringan masih dapat dilakukan tetapi belum dapat digunakan sebagai beton ringan struktural.   Kata Kunci : beton ringan, agregat kasar, plastik PET, kuat tekan, kuat tarik belah, absorbsi
BANGKITAN PERJALANAN MENUJU SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI DARI ZONA PERUMAHAN (STUDI KASUS : PERUMAHAN DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS) Hans Fredrick Toga Panjaitan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.727 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dasar dari bangkitan perjalanan adalah bagaimana menghasilkan modelhubungan yang mengaitkan parameter tata guna lahan dengan jumlah pergerakanyang menuju ke suatu zona atau jumlah pergerakan yang meninggalkan suatuzona. Model ini sangat dibutuhkan apabila efek tata guna lahan dan kepemilikanpergerakan terhadap besarnya bangkitan dan tarikan pergerakan berubah sebagaifungsi dari waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pergerakan menuju sekolahdan perguruan tinggi yang disebabkan oleh penghuni kawasan perumahan diKecamatan Medan Amplas. Dari pergerakan tersebut nantinya akan diperolehmodel bangkitan perjalanan yang terjadi di kawasan perumahan tersebut.. Dataprimer diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner di Perumahan Vila GadingMas I, Perumahan Vila Gading Mas II, dan Perumahan Vila Gading Mas III.Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah metode analisis regresilinear berganda dengan bantuan software SPSS 22 (Statistical Product andSolution Service).
STUDI PENGARUH LETAK TAMBATAN LATERAL PADA SAYAP BAWAH BALOK H DENGAN PELAT YANG DICOR DI ATAS BALOK TERHADAP PERPINDAHAN LATERAL MAXIMUM PADA SAYAP BAWAH BALOK DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ABAQUS Jason Pratama Salim
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.723 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penampang tipis terbuka pada profil H baja yang sering dijadikan balok, tentu merupakan profil dengan penampang yang sangat rentan terhadap masalah stabilitas. Ketika balok dengan bentuk langsing diberikan beban lentur terhadap sumbu lemah penampang, lendutan pada arah sumbu pembebanan akan muncul pada awalnya, namun, jika tidak adanya pengaku lateral yang cukup pada balok untuk melawan daerah tekan, lendutan dengan arah lateral dan perputaran penampang akan muncul pada nilai pembebanan tertentu yang dikenal dengan tekuk torsi lateral. Deformasi lateral dan puntir dari balok menjadi salah satu kriteria yang menentukan performa dari balok baja saat memikul gempa besar. Beberapa analisis dilakukan terhadap balok baja yang dibebani oleh momen kurvatur ganda dengan beban siklik yang mencerminkan kondisi pembebanan balok pada saat memikul beban gempa. Perilaku stabilitas balok dianalisis dengan kriteria balok yang memiliki pelat lantai yang dicor di atasnya dan dengan balok yang tidak ada pelat lantai di atasnya. Tiap balok dianalisis dengan jarak perletakan bresing yang berbeda-beda guna mengetahui letak bresing yang lebih efisien dalam mengurangi perpindahan lateral dan puntir penampang yang terjadi saat terjadinya tekuk torsi lateral. Analisa stuktur balok-balok di atas dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Abaqus versi 13. Hasil dari analisis menunjukkan efisiensi dari jumlah perletakan bresing yang bisa dihemat yang dibandingkan dengan standar peraturan yang tercantum pada AISC Seismic Provision 2010.   Kata kunci : Stabilitas balok, tekuk torsi lateral, efisiensi perletakan bresing.
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN KERAK BOILER TERHADAP BETON Jeffry Jeffry
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.752 KB)

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini pembangunan mengalami kemajuan yang pesat, hal ini dapat terlihat daribanyaknya infrastruktur yang sedang dibangun sekarang ini yang mengakibatkan kebutuhan akanbahan konstruksi meningkat sehingga para ahli melakukan penelitian dalam pembuatan bahankonstruksi dengan menggunakan benda yang tak habis pakai (limbah) sebagai alternative penggantimaupun sebagai bahan tambah yang dapat meningkatkan mutu dari bahan konstruksi. Salah satulimbah yang dapat dimanfaatkan adalah kerak boiler. Pada penelitian ini, akan terlihat pengaruhsubstitusi kerak boiler terhadap agregat halus terhadap kuat tekan, nilai slump, berat satuan betonpada sampel silinder dan pengujian lendutan terhadap balok. Komposisi substitusi kerak boilerterhadap agregat halus yaitu sebesar 5%, 10%, dan 15%.  Jumlah sampel sebanyak 24 buah untuksilinder setiap variasi 6 buah. Dan 2 buah sampel untuk balok yaitu balok normal dan balok substitusikerak boiler dengan kuat tekan maksimum pada umur 28 hari. Dari hasil penelitian di dapat bahwakuat tekan beton mengalami kenaikan sampai 10% substitusi kerak boiler dan mengalami penurunanpada 15 % substitusi kerak boiler. Absorbsi mengalami kenaikan setiap penambahan jumlahsubstitusi kerak boiler terhadap agregat halus. Nilai slump berkurang seiring dengan penambahansubstitusi kerak boiler terhadap agregat halus Kata kunci: kerak boiler, kuat tekan, nilai slump, absorbsi, lendutan
PEMBUATAN BETON RINGAN BERAGREGAT LIMBAH PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) DENGAN PENAMBAHAN SILICA FUME Muhammad Arief Rizky
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.623 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan plastik yang terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, menyebabkan jumlah limbah plastik pun ikut terus meningkat. Sifat plastik yang non-biodegradable  menyebabkan plastik membutuhkan waktu ratusan tahun agar dapat terurai secara sempurna. Kebanyakan dari kita menghilangkan limbah plastik ini dengan cara membakar. Padahal dengan membakar limbah plastik akan melepaskan berbagai zat-zat yang berbahaya bagi lingkungan. Hal itu menyebabkan diperlukannya penanggulangan limbah plastik yang lebih efisien. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi agregat buatan dalam campuran beton ringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengolahan limbah plastik HDPE menjadi agregat kasar buatan untuk campuran beton ringan, untuk mengetahui perilaku mekanik beton ringan beragregat limbah plastik yang menggunakan bahan tambah silica fume, dan untuk mengetahui pengaruh perbedaan gradasi agregat kasar pada beton ringan tersebut. Pada penelitian ini digunakan tiga jenis variasi gradasi agregat kasar, yaitu 25-4,75 mm (zona I), 19-4,75 mm (zona II), dan 12,5-4,75 mm (zona III). Penggunaan perbedaan gradasi agregat kasar ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan gradasi agregat kasar pada beton ringan. Dari hasil penelitian ini diperoleh kuat tekan maksimum terjadi pada beton yang menggunakan agregat kasar zona II yaitu sebesar 9,17 MPa. Kuat tarik belah maksimum juga terjadi beton yang menggunakan agregat kasar zona II yaitu sebesar 0,88 MPa. Berat isi beton ringan rata-rata pada penelitian ini adalah 1575 kg/m3. Dengan berat isi demikian, dapat dikategorikan ke dalam beton ringan struktural karena syarat berat isinya berada pada rentang 1400-1850 kg/m³. Namun, untuk kekuatannya tidak dapat dikategorikan ke dalam beton ringan struktural karena tidak memenuhi persyaratan kuat tekan minimum 17,24 MPa. Kata Kunci : beton ringan, agregat kasar buatan, limbah plastik HDPE, kuat tekan, kuat tarik belah
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN TOL Muhammad Reza Adhiputra
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.705 KB)

Abstract

Abstrak Perekonomian di Indonesia semakin meningkat, pemerintah sedang melaksanakan proyek Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk infrastruktur di Sumatera. Untuk mendukung Program MP3EI dilakukan pembangunan infrastruktur transportasi seperti jalan bebas hambatan (jalan toll). Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) merupakan salah satu proyek MP3EI di provinsi Sumatera Utara yang termasuk dalam proyek Multi Years dan section pekerjaan dibagi atas 2 section yaitu Medan-Parbarakan-Tebing Tinggi (Medan – Tebing Tinggi) dan Medan-Parabarakan-Kualanamu (Medan - Kualanamu). Pada section jalan tol Medan-Kualanamu terdapat  kendala keterlambatan yang disebabkan beberapa faktor, sehingga waktu pelaksanaan konstruksi tersebut tidak sesuai schedulleperencanaan. Faktor-faktor keterlambatan ini akan meningkatkan biaya konstruksi dan mengurangi biaya investasi pada jalan tol tersebut. Penelitian ini mencari faktor penyebab keterlambatan menggunakan metode wawancara kuesioner terhadap responden yang bekerja pada proyek tersebut. Analisis data kuantitatif menggunakan metode statistik Non parametrik, Variabel Ordinal, korelasi Rank Spearman, konkordansi korelasi Kendall, nilai rata-rata (mean rank). Berdasarkan analisis data yang digunakan, maka didapat faktor dominan keterlambatan proyek jalan tol Medan-Kualanamu yaitu Variabel x7.7 (sulitnya pembebasan lahan oleh masyarakat) merupakan  faktor utama memiliki nilai Kendall’s adalah 79,5 % dan Spearman’s adalah 80,2 % dengan nilai Mean yaitu 3,8333; Variabel x7.6 (terjadi sengketa lahan) memiliki nilai Kendall’s adalah 77,4% dan nilai Spearman’s adalah 77,7 % dengan nilai Mean yaitu 3,6333; Variabel x7.8 (keamanan kerja dilapangan yang kurang terjamin) memiliki nilai Kendall’s adalah 65,8 % dan Spearman’s adalah 70,2 %, nilai Mean yaitu 3,4667. yang termasuk aspek FourceMajeure; dan Variabel x1.2 (kurangnya jumlah tenaga kerja dilapangan) yang termasuk aspek tenaga kerja memiliki nilai Kendall’sadalah 55,4 %, nilai Spearman’s adalah 50,2 % dan nilai Mean 1,055326. Berdasarkan nilai Kendall’s dan Spearman’s tertinggi yaitu variabel x7.7 (sulitnya pembebasan lahan oleh masyarakat) variabel x.7.7 merupakan penyebab utama keterlambatan pada proyek tersebut.   Kata kunci : faktor keterlambatan, Section tol Medan-Kualanamu, Korelasi Spearman, Korelasi Kendall’s,
EVALUASI KONDISI TINGGI JAGAAN (FREEBOARD) JEMBATAN KERETA API PADA SUNGAI BATANG SERANGAN Muhammad Jefrizal Pasaribu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.275 KB)

Abstract

ABSTRAK Jembatan merupakan penghubung antara dua jalur yang terpisah akibat adanya halangan berupa lembah, sungai, danau, atau laut. Baik itu jembatan untuk jalan raya, maupun jembatan kereta api. Untuk itu selain struktur jambatan, perlu dilakukan analisis tentang hidrologi terhadap jembatan, yaitu  dengan memperhatikan tinggi jagaan (freeboard) antara tinggi muka air dan gelagar terbawah jembatan. Dalam penelitian ini, penulis melakukan evaluasi kondisi eksisting jembatan kereta api yang berada di sungai Batang Serangan, kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hal ini bertujuan agar jembatan tetap dapat digunakan meskipun tinggi muka air aliran yang ada di bawahnya bertambah. Analisis hidrologi yang dilakukan ialah analisis frekuensi curah hujan dan analisis debit banjir. Hal ini dilakukan untuk selanjutnya menentukan tinggi muka air pada aliran sungai. Periode ulang yang digunakan untuk perhitungan curah hujan rencana 25 tahun, R25. Metode yang digunakan dalam menganalisis frekuensi curah hujan ialah metode Normal, Log Normal, Log Pearson-III, dan Gumbel. Selanjutnya untuk menganalisis debit banjir rencana 25 tahun, Q25 digunakan  metode hidrograf satuan sintetik Nakayasu (HSS-Nakayasu), dan kemudian untuk menentukan tinggi muka air rencana digunakan aplikasi Hec-RAS 4.0. Dari hasil analisis frekuensi curah hujan digunakan metode Gumbel untuk menghitung curah hujan rencana 25 tahun, R25 yaitu sebesar 236,6982 mm. Selanjutnya dilakukan perhitungan debit banjir rencana 25 tahun, Q25 dengan menggunakan metode HSS-Nakayasu. Hasil perhitungan diperoleh sebesar 2300,96  . Kemudian data-data hasil perhitungan yang ada diinput ke dalam aplikasi Hec-RAS 4.0 untuk memvisualisasikan kondisi tinggi muka air terhadap jembatan. Hasilnya ialah tinggi air untuk periode 25 tahun naik menjadi 6,08 m dari kondisi saat ini. Dari sini penulis menyimpulkan bahwa kondisi eksisting jembatan kereta api tersebut tidak memenuhi persyaratan minimum tinggi jagaan jembatan kereta api. Penulis menyarankan agar elevasi jembatan dinaikkan 3,15 m atau dilakukan normalisasi sungai 300 m di hulu jembatan dan 300 m di hilir jembatan agar kereta api yang melintasi jembatan tersebut tetap dapat beroperasi dengan baik. Kata kunci:          Jembatan, freeboard, banjir.
PENGARUH KUAT TEKAN BETON DENGAN MENCAMPURKAN BAKTERI BASILUS SUBTILIS YANG DI KAPSULISASIKAN KALSIUM LAKTAT Pangeran Pangeran
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.125 KB)

Abstract

ABSTRAK Sesuai dengan berkembangnya inovasi, teknologi pencampuran beton dengan menggunakan bakteri basilus subtilis sudah mulai banyak dikembangkan, karena dampak yangdihasilkan pada penelitian ini meningkatkan mutu kuat tekan sebanyak 10, dimana padapengujian SEM menunjukkan hasil bahwa bakteri tersebut tumbuh dan menutupi keretakan sejenismicro cracks dengan pembesaran 40000 x. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penanaman bakteri pada mediaagar, dan dikapsulisasi dengan menggunakan kalsium laktat, dan pada beton itu sendiri digunakanmetode curing yang sangat cocok untuk menahan suhu ph yang cocok dengan pencampuran kapsulberisi bakteri terhadap beton. Berdasarkan analisa pada penelitian ini didapat bahwa Hasil Kuat Tekan menunjukkanbeton dengan campuran B.Subtilis+Na (10gr) +Ca(40gr) , B.Subtilis+Na (5gr) +Ca(30gr) ,BetonNormal menunjukkan hasil yang signifikan diatas mutu rencana awal dengan penambahan sebesar10,21 o/o ,7,6 o/o , 10 o.. o/Dari hasil SEM didapat bahwa perkembangan bakteri selama ditinjau selama 2 bulanbelum terlalu signifikan dikarenakan banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi bakteri didalambeton tersebut Kata Kunci: Bakteri basilus subtilis, Beton bakteri, SEM beton