cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
SIMULASI KOORDINASI RAMBU LALU LINTAS TERHADAP VOLUME KENDARAAN SAAT WAKTU PUNCAK LALU LINTAS DI PERSIMPANGAN MENGUNAKAN SOFTWARE VISSIM (Studi kasus : Jl. Jamin Ginting – Jl. Pattimura – Jl. Mongonsidi) Tamasaka Artoka Tarigan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1593.299 KB)

Abstract

Abstrak Ketiga simpang yakni simpang USU (simpang I), simpang Siti Hajar (simpang II), dan simpang Mongonsidi (simpang III) adalah salah satu simpang yang berdekatan di kota Medan. Akibat belumadanya koordinasi pada ketiga simpang tersebut, pengguna kendaraan dari simpang I menuju simpang IIIatau pun sebaliknya sering sekali mendapati sinyal merah pada simpang berikutnya setelah meninggalkansetiap simpang yang dilewati yang menyebabkan setiap pengguna kendaraan merasa tidak nyaman danmerasa menunggu terlalu lama. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan studi untuk  mendapatkankoordinasi yang tepat. Digunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) untuk pengolahan datalalu lintas dan digunakan perangkat lunak Vissim untuk percobaan koordinasi dan simulasi. Setelahdikoordinasikan dan telah dicoba dengan berbagai alternatif koordinasi, didapatkan hasil waktu siklus 160detik untuk setiap simpangnya. Simpang I dimulai pada detik 0, simpang II dimulai pada detik 45, dansimpang III dimulai pada detik 62. Juga didapatkan hasil tundaan rata rata 99,13 dan henti rata rata 1,4menggunakan software Vissim.  Kata Kunci : Koordinasi, Simpang Bersinyal, Vissim
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA TANAH PASIR BERLDENGAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA Yudha Pramudika
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.275 KB)

Abstract

ABSTRAK Analisa daya dukung tanah pada umumnya berasumsi bahwa lapisan tanah itu homogen (satu lapis saja). Akantetapi, tanah yang berlapis – lapislah yang sering kita jumpai pada keadaan sebenarnya. Tulisan ini menyajikananalisa daya dukung tanah pada pondasi menerus pada tanah pasir berlapis (dua lapis) dengan metode analitisdalam hal ini menggunakan persamaan Terzaghi, Meyerhof, dan Vesic, dan metode elemen hinggamenggunakan bantuan program Plaxis.Metodologi dalam penulisan ini yaitu memodelkan pondasi sedemikian rupa pada tanah pasir 2 lapis. Kemudiandivariasikan lah nilai dari tebal lapisan tanah pasir yang berada tepat di bawah pondasi. Rasio perbandingan nilaiketebalan lapisan tanah pasir pertama dengan lebar pondasi adalah A (H/B=0,5), B (H/B=1,0), C (H/B=1,5), danD (H/B=2,0).Dari hasil perhitungan dan analisa pada metode analitis dan metode elemen hingga menghasilkan nilai – nilaisebagai berikut: metode analitis dengan cara Terzaghi menghasilkan qu: 308,772 kN/m2 (kondisi A); 302,627kN/m2 (kondisi B); 297,7105 kN/m2 (kondisi C); 297,7105 kN/m2 (kondisi D), untuk Meyerhof menghasilkanqu: 358,836 kN/m2 (kondisi A); 352,209 kN/m2 (kondisi B); 346,907 kN/m2 (kondisi C); 346,907 kN/m2(kondisi D), untuk Vesic menghasilkan qu: 272,526 kN/m2 (kondisi A); 266,988 kN/m2 (kondisi B); 262,558kN/m2 (kondisi A); 262,558 kN/m2 (kondisi A). Pada metode elemen hingga menghasilkan nilai qu sebagaiberikut: 262,035 kN/m2 (kondisi A); 258,095 kN/m2 (kondisi B); 234,329 kN/m2 (kondisi C); 233,189 kN/m2(kondisi D). Terdapat perbedaan yang tidak terlalu mencolok dikarenakan setiap metode terdapat perbedaan –perbedaan dalam hal perhitungan daya dukung batasnya. Kata Kunci: daya dukung ultimit pada pasir berlapis, Terzaghi, Meyerhof, Vesic, Plaxis
Studi Penggunaan Tulangan Pengekang Tidak Standar Dengan Perkuatan Pen-Binder Pada Kolom Berbentuk Persegi Dengan Aplikasi ANSYS Yulistia Hadi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.781 KB)

Abstract

Abstrak Kolom memegang peranan penting dari suatu bangunan karena memikul beban aksial, momen lentur, dan gaya geser. Tidak dipungkiri bahwa peranan penting kolom tersebut sangat bergantung akan bahan material yang dipakai serta perencanaan yang matang. Beton bertulang masih menjadi dambaan sebagai bahan material kolom yang mana sangat memerlukan peran tulangan sengkang sebagai salah satu elemennya. Dengan adanya perkembangan teknologi, ditemukanlah elemen penunjang sengkang berkait 900 bernama Pen-Binder yang dapat memberikan kinerja sengkang 900 setara dengan sengkang berkait 1350. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja tulangan kolom berkait sengkang 900, 1350, dan 900 + Pen Binder terhadap pembebanan aksial dengan bantuan aplikasi ANSYS 12.1. Peningkatan kapasitas beban aksial ultimate yang signifikan akan memberikan faktor keamanan yang tinggi pada perencanaan kolom. Dalam jurnal ini, penulis membahas mengenai pembebanan aksial sentris pada model tulangan kolom serta peningkatan kekuatan yang digambarkan dalam diagram interaksi. Dari hasil analisis diperoleh bahwa peningkatan kuat tekan model tulangan dengan kait 1350 adalah sebesar 3.021 % lebih tinggi dari pada kolom dengan tulangan berkait 900. Sedangkan peningkatan kuat tekan model tulangan dengan kait 900 + pen binder adalah sebesar  8.79 % lebih tinggi dari pada kolom dengan tulangan berkait 900.   Kata Kunci :Kolom, Sengkang, Beban Aksial.
PEMODELAN ARUS PASANG SURUT DAN SEDIMEN MELAYANG DI MUARA SUNGAI BELAWAN Dhika Swandana
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.427 KB)

Abstract

ABSTRACT Belawan River estuary is a potential estuary with the strategic location, derives it as a port location and local economy growth sector as well as international. However, the issue of climate chaging and unbalanced exploration bring many problems toward the components of estuary. Tidal flood, seawater intrusion, and sedimentation are some of those problems. The purpose of the research is to know the situation and characteristic of Belawan River estuary. The components of estuary, such as: bathymetry, current, tidal, temperature, salinity, and sediment are analyzed based on laboratoriun test and  survey. And then being analyzed with literature and created to be a model in particular computer programming. The score of the components are connected and presented with the certain observation and time. Bathymetry is calculated with exponential equation, tidal flow are visualized in sine function, temperature and salinity and then calculated with Gauss distribution, and obtained sediment levelfrom the accumulation of erosion factor. From the research, we can be conclusion that tidal raising is affecting the Belawan River estuary’s characteristic as far as 18 km from the estuary mouth. The water depth which is affected by the main components ofsolar semidiurnal (S2) , lunar semidiurnal (M2), and lunar quarter diurnal (M4) create a maximum tidal difference with 1,9 metre high. The estuary is not only affected by seawater, but also the riverwater discharge which causethe water molecul displacement from upstream to the sea and vice versa. This case creates the score of temperature, salinity, and sediment level becomes nonlinear at its point and hour. Also it can be goined the maximum sediment scorewith 373.69 mg/dm3. Key words: estuary, bathymetry, current, tidal, temperature, salinity, sediment
PEMODELAN ARUS PASANG SURUT DAN SEDIMEN MELAYANG DI MUARA SUNGAI BELAWAN Dhika Swandana
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.427 KB)

Abstract

ABSTRACT Belawan River estuary is a potential estuary with the strategic location, derives it as a port location and local economy growth sector as well as international. However, the issue of climate chaging and unbalanced exploration bring many problems toward the components of estuary. Tidal flood, seawater intrusion, and sedimentation are some of those problems. The purpose of the research is to know the situation and characteristic of Belawan River estuary. The components of estuary, such as: bathymetry, current, tidal, temperature, salinity, and sediment are analyzed based on laboratoriun test and  survey. And then being analyzed with literature and created to be a model in particular computer programming. The score of the components are connected and presented with the certain observation and time. Bathymetry is calculated with exponential equation, tidal flow are visualized in sine function, temperature and salinity and then calculated with Gauss distribution, and obtained sediment levelfrom the accumulation of erosion factor. From the research, we can be conclusion that tidal raising is affecting the Belawan River estuary’s characteristic as far as 18 km from the estuary mouth. The water depth which is affected by the main components ofsolar semidiurnal (S2) , lunar semidiurnal (M2), and lunar quarter diurnal (M4) create a maximum tidal difference with 1,9 metre high. The estuary is not only affected by seawater, but also the riverwater discharge which causethe water molecul displacement from upstream to the sea and vice versa. This case creates the score of temperature, salinity, and sediment level becomes nonlinear at its point and hour. Also it can be goined the maximum sediment scorewith 373.69 mg/dm3. Key words: estuary, bathymetry, current, tidal, temperature, salinity, sediment
PEMODELAN ARUS PASANG SURUT DAN SEDIMEN MELAYANG DI MUARA SUNGAI BELAWAN Besman Surbakti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Estuari Sungai Belawan merupakan estuari yang potensial dengan letak strategis menjadikannya sebagai lokasi dermaga pelabuhan dan sektor pertumbuhan ekonomi lokal maupun internasioal.Namun, perubahan iklim global dan eksplorasi yang tidak seimbang menyebabkan banyaknya permasalahan pada komponen-komponen penyusun estuarinya. Banjir Rob, intrusi air asin, dan sedimentasi adalah beberapa dari permasalahan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keadaan dan karakteristik estuari Sungai Belawan. Komponen estuari seperti: bathimetri, arus, pasang surut, temperatur, salinitas, dan sedimen dicari dengan uji laboratorium dan survei. Kemudian di analisis dengan literatur dan dijadikan sebuah pemodelan dalam bentuk pemograman komputer.Nilai-nilai dari komponen tersebut dihubungkan dan disajikan sesuai dengan titik pengamatan dan waktu. Bathimetri dihitung menggunakan persamaan eksponensial, arus pasang surut divisualkan dalam fungsi sinus, temperatur dan salinitas dihitung dengan distribusi gaussian, dan kadar sedimen diperoleh dengan akumulasi faktor erosi. Dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kenaikan pasang dan surut air laut mempengaruhi karakteristik estuari Sungai Belawan sejauh 18 km dari mulut muara. Kedalaman air yang dipengaruhi oleh komponen utama pasang surut matahari (S2), bulan (M2), dan pembangkit (M4) membuat perbedaan maksimum air pasang dan surut setinggi 1,9 m. Estuari yang tidak hanya dipengaruhi oleh air laut, tetapi juga oleh debit air sungai menyebabkan adanya perpindahan (displacement) molekul air baik dari hulu sungai menuju laut atau sebaliknya. Hal ini membuat nilai dari temperatur, salinitas, dan kadar sedimen menjadi tidak linear pada setiap titik dan jamnya. Juga diperoleh nilai kadar sedimen melayang maksimum sebesar 373.69 mg/dm3. Kata kunci: estuari, bathimetri, arus, pasang surut, temperatur, salinitas, sedimen
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BESI SEBAGAI BAHAN STABILISASI PADA TANAH LEMPUNG DENGAN UJI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) Wisman Sudaryanto Sitorus
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.001 KB)

Abstract

ABSTRAK: Stabilisasi tanah merupakan usaha untuk merubah atau memperbaiki sifat-sifat teknis tanahtertentu agar memenuhi syarat teknis tertentu. Dalam penelitian ini, stabilisasi tanah yang dilakukanmerupakan stabilisasi tanah secara kimiawi dengan bahan pencampur limbah besi. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah besi terhadap nilai CBR pada lama pemeramanselama 1 hari dan mencari kadar campuran limbah besi yang efektif untuk mencapai nilai CBR terbesar. Daripenelitian ini diperoleh jenis tanah termasuk  CL (Clay – Low Plasticity) berdasarkan klasifikasi USCS dantergolong A-6 (5) berdasarkan klasifikasi AASHTO dengan material campuran stabilisator paling efektifyaitu variasi campuran 11% LB. Nilai CBR yang dihasilkan oleh campuran 11% LB yang diperam selama 1hari adalah 8,78%. Dengan naiknya kadar limbah besi, nilai CBR selalu naik sampai dengan kadar 11% LBkemudian menurun dan konstan pada campuran limbah besi yang lebih tinggi tetapi tetap di atas nilai CBRtanah asli. Kata Kunci: lempung, limbah besi, stabilisasi tanah, CBR.
PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN STEEL SLAG SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN LENTUR PADA BETON BERTULANG DENGAN BETON NORMAL ( STUDI EKSPERIMENTAL ) Triboy AM Lumban
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.215 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu unsur utama dalam pembangunan itu adalah Beton. Bahan dasar dari beton adalah campurandari semen, air,agregat halus dan agregat kasar, sedangkan beton yang menggunakan tulangan baja disebutbeton bertulang. Perkembangan zaman di era globalisasi yang pesat ini mengakibatkan terus bertambahnyajumlah barang bekas/limbah yang keberadaanya dapat menjadi masalah bagi kehidupan, salah satunya adalahkeberadaan limbah steel slag. Untuk itu, banyak hal yang telah dilakukan dalam rangka mendaur ulang gunamengatasi masalah keberadaan limbah ini. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan limbah tersebut untukkeperluan yang bisa digunakan. Dalam penelitian ini, steel slag digunakan sebagai bahan pengganti atausubstitusi  pada campuran beton normal. Variasi penambahan  steel slag  pada beton normal untuk mengetahuinilai kuat tekan dan kuat lentur yang lebih baik serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton berupa kuattekan dan  kuat lenturnya. Adapun variasi penambahan steel slag yang digunakan adalah 0%, 15%, 25% danpengujian yang dilakukan berupa kuat tekan dan kuat lentur. Dari hasil pengujian diperoleh hasil peningkatanpada nilai slump, peningkatan nilai kuat tekan dan peningkatan kapasitas lentur. Peningkatan kuat tekan steelslag  masing-masing sebesar 11,91% dan 20,35%, dari beton normal. Sedangkan peningkatan kuat lentursubstitusi steel slag masing-masing sebesar 16.62% dan 31.18% dari beton normal. Untuk itu, jika diadakanpenelitian lebih lanjut ada baiknya nilai variasi steel slag diperbesar lagi lebih dari 25% agar dapat dimanfaatkansebagai bahan pengganti. Penelitian lanjutan untuk beton mutu tinggi dapat dilakukan dengan mencampur suatularutan yang dapat meningkatkan daya ikat antara steel slag dengan material penyusun beton lainnya. .Kata kunci: steel slag, kuat tekan, kuat lentur.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN SERAT NILONTERHADAP BALOK BETON BERTULANG Dachi Tatano Jisakhi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.251 KB)

Abstract

Abstrak Penggunaan struktur beton bertulang pada saat ini sudah umum digunakan dalam perencanaan bangunanbangunan.Hal ini disebabkan biaya yang dikeluarkan lebih murah daripada struktur baja. Bahan yangbanyak memakan biaya dalam perencanaan struktur beton bertulang adalah tulangan.Pada penelitian ini akan dibahas pengaruh penambahan serat nilon pada perencanaan struktur betonbertulang terutama pada tulangannya. Penelitian ini menggunakan 2 buah balok beton bertulang sebagaibenda uji. Dimana satu balok digunakan sebagai balok kontrol dan balok lainnya menggunakan seratnilon sebesar 2% dari volume semen. Kedua balok direncanakan dengan mutu, dimensi, dan tulanganyang sama yang kemudian dilakukan pengujian setelah berumur 28 hari. Pengujian dilakukan dengan memberikan pembebanan pada balok hingga runtuh. Setelah mendapatkanbeban aktual, lalu dilakukan perhitungan tulangan kembali untuk membandingkan perbedaan kebutuhantulangan pada balok beton bertulang tanpa serat nilon dan dengan serat nilon. Penggunaan serat nilonpada balok beton bertulang dapat mengurangi jumlah kebutuhan tulangan sebanyak 15,76 %. Kata kunci: serat nilon, tulangan
STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN ABU GUNUNG VULKANIK DITINJAU DARI NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO Samuel Mario Arnoldi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.634 KB)

Abstract

ABSTRAK: Stabilisasi tanah merupakan usaha untuk merubah atau memperbaiki sifat-sifat teknis tanahtertentu agar memenuhi syarat teknis tertentu.Dalam penelitian ini, stabilisasi tanah yang dilakukanmerupakan stabilisasi tanah secara kimiawi dengan bahan pencampur abu gunung vulkanik. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan abu gunung vulkanik terhadap nilai CBR,untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman 1 hari dan 14 hari campuran terhadap nilai CBR, dan mencarikadar campuran dengan lama pemeraman yang efektif untuk menghasilkan nilai CBR terbesar. Daripenelitian ini diperoleh jenis tanah termasuk  CL (Clay – Low Plasticity) berdasarkan klasifikasi USCS dantergolong A-6 (6) berdasarkan klasifikasi AASHTO dengan material campuran stabilisator paling efektifyaitu variasi campuran 10% AGV pada pemeraman 14 hari. Nilai CBR yang dihasilkan oleh campuran 10%AGV yang diperam selama 14 hari adalah 8,95%. Dengan naiknya kadar abu gunung vulkanik, nilai CBRselalu naik sampai dengan kadar 10% AGV kemudian menurun dan konstan pada campuran abu gunungvulkanik yang lebih tinggi tetapi tetap di atas nilai CBR tanah asli. Kata Kunci: lempung, abu gunung vulkanik, stabilisasi tanah, CBR