cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISIS TINGKAT KEEKONOMISAN TERHADAP PENGGUNAAN PROFIL KASTELA SEBAGAI BALOK PADA KONSTRUKSI BAJA (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN SHOWROOM BMW MEDAN) Sarah Yosephin Hutabarat
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.109 KB)

Abstract

AbstrakBaja adalah salah satu material yang paling sering digunakan dalam dunia konstruksi oleh karena berbagaikelebihannya, namun karena harganya yang relatif mahal maka dibutuhkanlah solusi untukmengantipasinya, yakni seperti dengan cara mengaplikasikan desain ekonomis pada konstruksi baja. Adapundesain ekonomis yang cukup populer digunakan saat ini adalah desain profil baja dengan bukaan pada pelatbadannya atau disebut juga dengan profil kastela. Pada penelitian ini, penulis menganalisis tingkatkeekonomisan penggunaan profil kastela sebagai balok pada Proyek Pembangunan Showroom BMWMedan. Profil kastela dibandingkan dengan profil padat, yang merupakan profil dengan desain yangumumnya dipakai pada konstruksi baja. Perbandingan yang dilakukan meliputi perbandingan biaya danmanajemen pekerjaan, yang ditujukan untuk mengetahui desain mana yang lebih ekonomis, dan seberapabesar tingkat keekonomisannya. Hasil analisis menunjukkan penghematan sebesar 17,509 % ataspenggunaan profil kastela sebagai balok pada Proyek Pembangunan Showroom BMW Medan, apabila dibandingkan dengan profil padat. Hal ini dikarenakan oleh besarnya penghematan material baja apabilamenggunakan profil kastela yakni sebesar 15,519 % pada beratnya dan 56,466 % pada luasannya. Melaluipenelitian ini, profil kastela dinyatakan lebih ekonomis apabila dibandingkan dengan profil padat. Kata-kata kunci: konstruksi baja, balok baja, profil kastela, profil padat.
Penerapan Metode CPM Dan PERT Pada Penjadwalan Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Rehabilitasi / Perbaikan Dan Peningkatan Infrastruktur Irigasi Daerah Lintas Kabupaten/Kota D.I Pekan Dolok) Sri Setiawati
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.474 KB)

Abstract

Abstrak Dalam suatu proyek konstruksi, proses penjadwalan adalah salah satu faktor penting penentu berhasil atau tidaknya proyek konstruksi tersebut. Apabila penjadwalan dilakukan dengan cermat dan teliti maka kemungkinan proyek tersebut berhasil akan semakin besar. Dimana penjadwalan itu sendiri memiliki pengertian yaitu merupakan perangkat untuk menentukan aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek dalam urutan serta kerangka waktu tertentu, di mana setiap aktivitas harus dilaksanakan agar proyek selesai tepat waktu dengan biaya yang ekonomis. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah penerapan metode CPM dan PERT pada penjadwalan proyek konstruksi yang awalnya menggunakan metode Bar Chart dalam penjadwalannya sehingga menghasilkan time schedule dengan durasi kerja yang tepat dan memiliki probabilitas keberhasilan yang tinggi. Dalam penjadwalan diperlukan diagram network untuk menentukan urutan keseluruhan kegiatan. Untuk menyusun diagram network perlu diketahui kegiatan apa yang menjadi predecessor, successor, dan concurrent. Untuk menyusun diagram network pada metode CPM dan PERT digunakan pendekatan AOA atau Activity On Arrow. Tujuan dari perencanaan jadwal adalah untuk mempermudah perumusan masalah proyek, menentukan metode atau cara yang sesuai, agar kelancaran kegiatan lebih terorganisir, sehingga mendapatkan hasil akhir yang optimum. Sedangkan manfaat perencanaan tersebut bagi proyek adalah untuk mengetahui keterkaitan antar kegiatan, mengetahui kegiatan yang diperlukan menjadi perhatian (kegiatan kritis), mengetahui dengan jelas kapan memulai kegiatan dan kapan harus menyelesaikannya. Dari hasil perhitungan perencana dengan menggunkan metode Bar Chart dan dengan metode CPM yang digunakan peneliti didapatkan durasi keseluruhan kegiatan proyek adalah 150 hari kerja. Sedangkan dengan menggunakan metode PERT didapatkan hasil bahwa probabilitas keberhasilan selesainya proyek dengan durasi 150 hari hanya 25%. Dengan menggunakan metode PERT didapat bahwa dengan durasi penyelesaian proyek selama 164 - 187 hari memiliki probabilitas 80% - 99,97%. Kata Kunci : CPM, PERT, diagram network.
KAJIAN KUAT TEKAN BEBAS STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN STABIIZING AGENTS SERBUK KACA DAN SEMEN Sri Wahyuni Hutagalung
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.911 KB)

Abstract

ABSTRAK: Stabilisasi merupakan usaha memperbaiki tanah. Salah satu stabilisasi tanah yang biasadilakukan adalah dengan  menambahkan bahan kimia. Dalam penelitian ini digunakan bahan pencampursemen dan serbuk kaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai kuat tekan tanahyang dicampur dengan semen dan serbuk kaca dengan melakukan uji UCT (Unconfined Compression Test)dan menetahui pengaruh waktu pemeraman terhadap kuat tekan tanah yang distabilisasi. Dari penelitian inidiperoleh jenis tanah termasuk  CL (Clay – Low Plasticity) berdasarkan klasifikasi USCS dan tergolong A –6 berdasarkan klasifikasi AASHTO. Material campuran stabilisator paling efektif yaitu variasi campuran 2%PC + 9% SK. Nilai kuat tekan tanah campuran dengan waktu pemeraman (curring time) 14 hari lebih besardibandingkan dengan 1 hari. Nilai kuat tekan tanah campuran pada waktu pemeraman 1 hari sebesar 2,72kg/cm² dan pada waktu pemeraman 14 hari sebesar 2,79 kg/cm². Dengan naiknya kadar serbuk kaca, kuattekan bebas selalu naik sampai dengan kadar 2% PC + 9% SK kemudian menurun dan konstan pada serbukkaca yang lebih tinggi tetapi tetap di atas nilai kuat tekan tanah asli. Kata Kunci: waktu pemeraman, uct, lempung, semen, serbuk kaca, stabilsasi  
PENGGUNAAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR BETON Thomson Kwan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.783 KB)

Abstract

ABSTRAK Beton merupakan material utama untuk konstruksi yang banyak digunakan di seluruh dunia.Namun dengan meningkatnya jumlah penggunaan beton dari waktu ke waktu yang menyebabkanjumlah sumber daya yang tersedia menurun, maka alternatif yang dapat digunakan untukmengatasinya adalah dengan memanfaatkan hasil dari limbah-limbah industri. Salah satunya adalah pemanfaatan cangkang kelapa sawit. Cangkang kelapa sawit diharapkan dapat digunakan sebagai bahan substitusi pada beton. Dalam penelitian ini, cangkang kelapa sawit dijadikan sebagai substitusiagregat kasar beton dengan variasi I (beton normal), variasi II (substitusi 5% cangkang kelapa sawit),variasi III (substitusi 10% cangkang kelapa sawit), dan variasi IV (substitusi 15% cangkang kelapasawit). Jumlah benda uji masing-masing 3 buah silinder untuk setiap variasi dan masing-masing 1buah balok untuk variasi I dan II. Pengujian yang dilakukan berupa slump tes, kuat tekan, kuat lentur,absorbsi dan pengamatan pola retak pada saat benda uji berumur 28 hari. Dari hasil pengujiandiperoleh kenaikan pada nilai absorbsi dan penurunan pada nilai slump, kuat tekan, dan kuat lentur.Untuk pola retak, balok dengan substitusi cangkang kelapa sawit memiliki jumlah, panjang, dan lebarretak yang lebih banyak dibandingkan balok normal. Hal ini dikarenakan kerikil memiliki teksturyang lebih padat dan keras dari cangkang kelapa sawit. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwacangkang kelapa sawit tidak layak digunakan sebagai pengganti agregat kasar. Kata kunci: cangkang kelapa sawit, kuat tekan, kuat lentur, absorbsi, pola retak
KAJIAN PENDAHULUAN BETON LOLOS AIR (POROUS CONCRETE) DENGAN PENAMBAHAN MASTERROC HCA10 Zulfikar Rahmi Karolina
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.429 KB)

Abstract

ABSTRAK Peenelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana besarnya kekuatan beton berpori dari nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan mengukur laju infiltrasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan   chemicaladmixture tipe b yang berfungsi sebagai retarder admixture. Dosis chemical admixture yang digunakan adalah0.8% terhadap cementitious. Parameter yang dikunci yaitu faktor air semen sebesar 0.38 dan jumlah semensebanyak 300 kg/m3 untuk tiap variasi. Sampel yang digunakan adalah berbentuk silinder (Φ = 15 ; h = 30) danpelat (t=10 cm; p=80 cm; l=80 cm) dengan mutu beton yang direncanakan 20 MPa. Jumlah sampel sebanyak 35sampel (30 silinder dan 5 pelat), terdiri dari 5 variasi dan masing-masing variasi sebanyak 7 sampel. Sampeldiuji pada umur 28 hari, dengan terlebih dahulu dilakukan perawatan sebelum pengujian. Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan tertinggi pada variasi I (tanpa menggunakan pasir) yaitu sebesar 21,40 MPa, 19,25 MPa, dan 20,5 MPa. Kuat tekan terendah  yaitu pada variasi IV (15% Pasir; 85%Kerikil) sebesar 7,93 MPa, 8,04 MPa, dan 6,91 MPa. Pada pengujian kuat tarik belah tertinggi yaitu pada variasiI (tanpa pasir) sebesar 4,81 MPa, 4,63 MPa, dan 4,54 MPa. Kuat tarik belah terendah yaitu pada variasi IV(15%pasir; 85% kerikil) sebesar 1,77 MPa, 1,59 MPa, dan 1,59 MPa. Sedangkan untuk pengujian laju infiltrasi nilaitertinggi diperoleh pada variasi I (tanpa pasir) yaitu rata-rata sebesar  4,94 x 10-3 mm/jam dan nilai laju infiltrasiterendah yaitu pada variasi V (20% pasir dan 80% kerikil) yaitu 2,10 x 10-3 mm/jam. Jika diadakan penelitian lebih lanjut ada baiknya nilai variasi dosis  penambahan Masterroc HCA10diperbanyak agar dapat ditentukan dosis yang paling ekonomis dan penambahan variasi pasir untukmendapatkan nilai kuat tekan yang lebih baik. Kata kunci : chemical admixture type b, slump, kuat tekan beton, kuat tarik belah, Laju infiltrasi
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA BANGUNAN REFINERY DAN FRAKSINASI SEMBILAN LANTAI Ahmad Amanu Surya
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.445 KB)

Abstract

ABSTRAK Struktur baja (steel structure) adalah material yang banyak digunakan dalam bangunan industri khususnya bangunan dengan fungsi sebagai refinery dan fraksinasi.Namun, dibutuhkan perencanaan yang optimum agar kinerja dari bangunan tersebut dapat memenuhi standart keamanan dan  kenyamanan Penelitian inimenggunakan struktur baja sebagai rangka utama.Beban mati di hitung berdasarkan berat jenis, beban hidup dan beban angin di hitung berdasarkan peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung 1983, sedangkan beban gempa di hitung dengan tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (SNI 1726:2012). Struktur baja sendiri di hitung dengan spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural (SNI 1729:2015). Analisa struktur untuk struktur sekunder dilakukan dengan manual sedangkan untuk struktur primer dilakukan dengan menggunakan bantuan software etabs 2015. Dari hasil penelitian diperoleh dimensi struktur sekunder berupa pelat lantai floordeck, pelat lantai chekered, balok pengaku,dan balok anak, untuk struktur primer diperoleh dimensi balok kolom yang memenuhi standart keamanan dan kenyamanan. Struktur primer juga di disain denganbatas daktailitas sehingga pada saat terjadi gempa simpangan antar lantai tidak terlalu jauh   Kata kunci: struktur baja,kinerja ultimate, kinerja layan,
KAJIAN GAYA PRATEGANG PRECAST DOUBLE TEE PADA KONSTRUKSI JEMBATAN BENTANG 40 M George Lumban Tobing
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.363 KB)

Abstract

ABSTRAK Beton Prategang telah mengalami perkembangan yang sangat pesat misalnya dalam jembatan. Gelagar jembatan beton prategang  dewasa ini terdiri beberapa jenis bentuk penampang dengan spesifikasi yang sesuai standard seperti U Girder, Box Girder, I Girder, dan Precast Double Tee Beam. Precast Double Tee Beam (PDT) adalah inovasi terbaru dalam dunia konstruksi jembatan yang didesain sebagai gelagar utama. Pada tugas akhir ini penulis akan mengkaji kelayakan pemakaian Precast Double Tee pada konstruksi jembatan bentang menengah statis tak tentu secara khusus dalam analisa gaya prategangnya dengan metode pratarik (pretension method) sehingga didapat informasi mengenai besarnya kabel prategang yang digunakan, analisa lendutan, dan kehilangan gaya prategangnya kemudian kontrol dan analisa tegangan dilakukan sesuai persyaratan building code. Sebagai pembanding penulis akan membandingkan kajian Precast Double Tee dengan Precast I Girder sebagai profil gelagar yang telah lazim digunakan di Indonesia dengan ruang lingkup analisis yang sama sehingga didapat juga informasi mengenai tingkat keekonomisan dari segi struktural diantara kedua gelagar tersebut. Adapun dasar-dasar dalam analisis dan perencanaan ini mengacu pada Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan (SNI-T-12-2004), Standar Pembebanan Jembatan (RSNI-T-02-2005), Standar Penampang dari PCI. Hasil dari pengkajian ini adalah bentuk desain Precast Double Tee yang layak pakai sebagai gelagar jembatan sesuai persyaratan jembatan yang ada di Indonesia dan diperoleh nilai perbandingan tingkat keekonomisan dari segi struktural antara Precast Double Tee dan Precast I Girder. Kata kunci : precast double tee, metode pratarik, analisa tegangan, statis tak tentu.
STUDI KARAKTERISTIK ARUS PEJALAN KAKI YANG MELALUI AKSES KAMPUS USU Kaka Riad Chofif
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.667 KB)

Abstract

ABSTRAK Pejalan kaki (pedestrian) adalah setiap orang yang berjalan di ruang lalu lintas jalan. Jalur pejalan kaki dapat juga dikatakan sebagai ruang terbuka publik, karena pada jalur ini dapat digunakan juga sebagai fasilitas untuk bersosialisasi antar individu. Karakteristik pejalan kaki dapat diekspresikan dengan cara yang mirip dengan ekspresi kinerja lalu lintas kendaraan bermotor yaitu berupa arus (flow), kecepatan (speed), kepadatan (density), dan ruang (space).Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey. dimana lokasi yang digunakan sebagai lokasi survey adalah pintu yang digunakan sebagai jalur masuk mahasiswa USU yaitu pintu sumber, pintu 1, pintu 3, pintu 4, pintu susuk dan pintu pasar 1. Adapun data yang diperlukan dalam survey ini yaitu data volume pejalan kaki, data waktu tempuh dan data lebar efektif jalur pejalan kaki. Penelitian ini juga membedakan karakteristik pejalan kaki berdasarkan gender (pria-wanita) dan jumlah pejalan kaki dalam melakukan perjalanan (grup – individu). Dari hasil penelitian ini menunjukkan hasil bahwa disemua lokasi survey kecepatan (speed) berjalan pria lebih besar 10.08 % dibandingkan wanita dan kecepatan pejalan kaki secara individu juga lebih besar 7.56 % dibandingkan dengan pejalan kaki grup Untuk nilai kepadatan (density) hampir disemua lokasi survey menunjukkan bahwa kepadatan maksimum pejalan kaki pria  4.59% lebih rendah dibandingkan dengan pejalan kaki wanita dan untuk pejalan kaki individu memiliki nilai kepadatan maksimum yang lebih tinggi 2.805%  dibandingkan pejalan kaki grup. Berdasarkan jumlah volume tertinggi dan lebar efektif jalur pejalan kaki untuk pintu 1 & 4 LOS berada pada ketgori B, sedangkan pintu 3 berada pada ketegori A. Kata kunci: pejalan kaki, karakteristik, arus, kecepatan, kepadatan, ruang, tingkat pelayanan.
PENGARUH AKIBAT ADANYA BAHAN SUBSTITUSI ABU CANGKANG TELUR SEBAGAI TAMBAHAN SEMEN DAN KERAK BOILER SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR Michael Michael
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.993 KB)

Abstract

AbstrakBeton biasanya digunakan dalam berbagai bidang seperti pada bidang konstruksi, drainase, jalan raya.Untuk penggunaannya yang cukup luas, penggunaan material pembuatan beton akan semakin cepat berkurang. Olekarena itu digunakan material lain sebagai substitusi ataupun pengganti yang lebih ekonomis. Material yangdigunakan abu kerak boiler (AKB) sebagai bahan substitusi pasir dan abu cangkang telur (ACT) sebagai bahatambahan pada semen. Variasi pencampuran material AKB (10%, 15%, dan 25%) dan ACT (5% dan 7.5%). Bendauji yang digunakan berbentuk silinder dengan jumlah benda uji sebanyak 42 buah. Jumlah benda uji untuk pengujiankuat tekan dan pengujian kuat tarik belah masing-masing 3 buah. Pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, danabsorbsi dilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan mengalami penurunan dan hasil pengujian kuattarik belah mengalami kenaikan, sehingga pada penelitian selanjutnya diperlukan variasi yang lebih spesifik.Kata kunci: semen, pasir, beton
Penilaian Kriteria Green Building Pada Bangunan Gedung Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Nanda Firnando
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.295 KB)

Abstract

Abstrak 3 Isu yang sedang dihadapi oleh masyarakat global pada saat ini adalah isu pemanasanglobal yang diyakini oleh peneliti disebabkan oleh kegiatan pembangunan. Saat ini, setiaprangkaian kegiatan pembangunan mempunyai potensi dampak negatif terhadap lingkungansehingga diperlukan kesadaran dan pengetahuan bagi pelaku konstruksi dalam meminimalkanpengaruh negatif tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan para pelaku konstruksi dalammembangun diantaranya adalah menerapkan konsep Green Building. Dengan Adanya program Eco-campus yang sedang berkembang di Indonesia sebagaidukungan terhadap peduli lingkungan, memacu berbagai perguruan tinggi untuk mewujudkannya,termasuk di Universitas Sumatera Utara (USU). Meski di awal pembangunan bangunan-bangunandi USU tidak dirancang sesuai kriteria green building, namun secara sekilas penerapan konseptersebut dapat dilihat meski hasilnya belum maksimal seperti yang diharapkan. Oleh karena itu,perlu dilakukan evaluasi terhadap bangunan untuk mengetahui sudah sejauh mana penerapankriteria green building pada bangunan tersebut agar dapat dijadikan langkah awal program Ecocampuskedepannya.Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran kriteria greenbuilding berdasarkan standar Greenship-GBCI pada gedung dengan cara melakukan pengamatanlangsung dan wawancara verifikasi. Berdasarkan data yang terkumpul dan perhitungan yang telahdilakukan pada Gedung Rumah Sakit USU terhadap 41 kriteria Greenship, gedung memperolehtotal poin sebesar 48 poin dari 117 poin maksimal. Dengan demikian, gedung dianggap telahmemenuhi kriteria sebagai gedung terbangun yang menerapkan konsep Green Building sesuaiperangkat penilaian dari GBCI Dan memiliki nilai standar minimum pemenuhan rating sebesar 47poin untuk peringkat Perak (Silver).Kata Kunci: Bangunan Hijau, Greenship-GBCI, Gedung Rumah Sakit USU