cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
Analisa Arus Jenuh Dan Panjang Antrian Pada Simpang Bersinyal Dan Mikrosimulasi Menggunakan Software Vissim (Studi Kasus: Simpang Hotel Danau Toba Internasional dan Simpang Karya Wisata di Kota Medan) Rozaqon Insani Lubis
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.032 KB)

Abstract

ABSTRAKArus jenuh dan panjang antrian terjadi pada saat jam puncak  pada setiap harinya. Volume lalu lintas yang terjadi pada saat jam puncak digunakan sebagai pedoman untuk merencanakan suatutindakan untuk mengurangi penyebab terjadinya arus jenuh dan panjang antrian. Penelitian inibertujuan untuk untuk menganalisa arus jenuh dan panjang antrian sesuai MKJI 1997 danmembandingkan nilai panjang antrian keadaan lapangan dengan hasil yang didapat pada simulasi menggunakan VISSIM. Pada penelitian ini, akan digunakan metode time slice untuk menghitung arusjenuh dan software Vissim untuk menghitung panjang antrian. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai arus jenuh maksimum dengan metode timeslice pada simpang HDTI terjadi pada kaki simpang Jl. Imam Bonjol dengan nilai=7427smp/jam,sedangkan pada simpang Karya Wisata nilai maksimum arus jenuh terjadi pada kaki simpang Jl. A. H.Nasution Timur dengan nilai=7025smp/jam. Berdasarkan survei lapangan, disimpulkan bahwa nilai panjang antrian maksimum dari simpangKarya Wisata=308,2m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Ah. Nasution Timur dan nilai minimumpanjang antrian dari simpang Karya Wisata=15,4 m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Karya Wisata,sedangkan nilai panjang antrian maksimum dari simpang HDTI=175,6m yang terjadi pada KakiSimpang Jl. Imam Bonjol  dan nilai minimum panjang antrian pada simpang HDTI=23,7m yang terjadipada Kaki Simpang Jl. Zainul Arifin. Berdasarkan simulasi vissim nilai panjang antrian maksimum padasimpang Karya Wisata=344,34m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Ah. Nasution Timur dan nilaiminimum panjang antrian pada simpang Karya Wisata=35,33m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Ah.Nasution Barat, sedangkann nilai panjang antrian maksimum pada simpang HDTI=152,89m yang terjadipada Kaki Simpang Jl. Imam Bonjol dan nilai panjang antrian minimum pada simpang HDTI=27,86myang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Palang Merah.Kata Kunci: arus jenuh, time slice, panjang antrian, simulasi Vissim
ANALISA DIMENSI DAN STABILITAS BANGUNAN PENGAMAN (JETTY) MUARA LAMTEH DI KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Rizqan Maulidin
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.074 KB)

Abstract

ABSTRAK Analisa dimensi dan stabilitas bangunan pengaman (jetty) Muara Lamteh di Kecamatan Peukan BadaKabupaten Aceh Besar merupakan perencanaan bangunan fisik berupa bangunan jetty sebagai pengaman muaraLamteh terhadap pendangkalan. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk merencanakan bangunan pengamanmuara sungai untuk alur pelayaran  dengan menggunakan jenis bangunan pelindung batu alam (rubble mound).Adapun ruang lingkup pada analisa jetty dengan jenis rubble mound ini meliputi perencanaan kemiringan jetty,perhitungan lebar jetty, perhitungan ukuran batu pelindung, perhitungan jumlah unit pelindung, perhitungan beratbatu pelindung, perhitungan tinggi jetty, perhitungan tebal lapis lindung,  perhitungan jumlah lapis pada jetty,perhitungan tinggi muka air rencana dan perhitungan stabilitas jetty itu sendiri. Data teknis yang diperoleh darilokasi perencanaan berupa elevasi muka air antara -0,5 meter sampai pada -3,0 meter di ujung lokasiperencanaan tambahan jetty. Dari hasil pengolahan data angin maka diperolah angin dominan untuk lokasiperencanaan dari arah timur laut dengan tinggi gelombang rencana yang dihasilkan sebesar 2,2 m. Struktur jettyjenis rubble mound memiliki kemiringan 1:1,5 dengan lebar 3,2 m terdiri dari susunan batu dengan berat batupelindung utama sebesar ±2,4 ton, lapis kedua ±(1,2-1,6) ton, dengan lapis inti (7,9 -159) kg dengan ketebalan1,5-2 m, jetty tersebut memiliki ketinggian 6,1-8,6 m, stabilitas jetty terhadap daya dukung tanah memiliki angkayang aman yaitu 4,8 >2 dan terhadap geser juga aman karena memiliki angka yang lebih besar dari 1,25. Kata Kunci : Jetty, Rubble Mound
Studi Daya Guna dan Hasil Guna Jaringan Jalan Kabupaten Monica Putri
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.849 KB)

Abstract

ABSTRAK Kinerja jaringan jalan yang baik dapat menjadikan perekonomian suatu daerah menjadi lebih berkembang. Kabupaten Labuhanbatu Selatan merupakan kabupaten yang baru dimekarkan pada tahun 2008.Sektor pertanian, jumlah penduduk, dan adanya pusat pusat kegiatan baru seiring waktu terus berkembang, sehingga membutuhkan tingkat pelayanan jaringan jalan yang berdaya guna dan berhasil guna.Daya guna penyelenggaraan sistem jaringan jalan dapat diartikan sebagai ukuran kinerja yang berkaitan dengan input (dana dan sumber daya) dan output berupa volume kegiatan penanganan, kuantitas dan kualitas sistem jaringan jalan.Sedangkan hasil guna dikaitkan dengan tingkat penyediaan prasarana (hasil/outcome). Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu Indeks Prasarana Jalan (IPJ) mengacu kepada Studi Pengembangan Indikator Efektifitas Pelaksanaan Program Prasarana Wilayah (Depkimpraswil,2004) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh Kepmenkimpraswil No.534/KPTS/M/2001. Data primer berupa kuisioner yang berjumlah 30 (tiga puluh) dan diisi oleh tiga instansi pemerintah serta data sekunder yang didapat dari Labusel Dalam Angka. Hasil analisis menunjukkan nilai IPJ Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada tahun 2014 bernilai 4,77. Sistem jaringan jalan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan berdaya guna dan berhasil guna tetapi hanya indeks mobilitas yang tidak memenuhi persyaratan karena kurangnya panjang jalan yang ada di kabupaten tersebut.   Kata Kunci : Kinerja Jaringan Jalan, Indeks Prasarana Jalan (IPJ), Standar Pelayanan Minimal (SPM), Daya Guna, Hasil Guna, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Perbandingan Biaya dan Produktivitas Pekerja Antara Shift Pagi dan Shift Malam Pada Proyek Pembangunan Gedung The Manhattan Michael Tanaka
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.737 KB)

Abstract

E-mail: rizal_ar@ymail.com Abstrak Shift kerja merupakan suatu sistem pengaturan waktu kerja yang memanfaatkan keseluruhan waktu, yaitu dengan cara bergantian antara satu kelompok kerja dengan yanglain, sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan secara kontinu, dengantujuan meningkatkan hasil produksi.   Pada tugas akhir ini, penulis melakukan penelitian yang menganalisisproduktivitas pekerja antara shift pagi dan shift malam pada pembangunan gedung TheManhattan Medan. Pada penelitian ini, akan dicari perbandingan produktivitas antarapekerjaan shift pagi dan shift malam pada pembangunan gedung The Manhattan denganmengolah data berupa progress kerja dan jumlah pekerja. Penelitian ini juga akanmembandingkan upah kerja yang didapat dari perhitungan produktivitas pada shift pagidan shift malam pada pembangunan gedung The Manhattan. Adapun perbandingan iniditunjukkan untuk mengetahui seberapa besar produktivitas pekerja pada shift pagi danshift malam serta upah pekerja yang harus dibayar.  Setelah dilakukan analisis perhitungan produktivitas, didapati bahwaperbandingan produktivitas pada pekerjaan shift pagi dan shift malam menyebabkanperbandingan yang sangat signifikan pada upah pekerja pada shift malam yaitu denganperbandingan 1 : 1,7 dari shift pagi dan didapati bahwa upah gaji harian 2 shift adalah Rp.186.967.929,-/hari sedangkan upah gaji harian 3 shift adalah Rp. 384.148.626,-/haridengan perbandingan 1 : 2,05.Kata Kunci : rekayasa nilai, shift kerja, produktivitas, upah kerja. 
PENGARUH PENGGUNAAN STEEL SLAG SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN DAN LENTUR PADA BETON BERTULANG DIBANDINGKAN DENGAN BETON NORMAL Jannes Pandiangan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.686 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan pengetahuan dan teknologi di bidang konstruksi yang semakin pesat, selalu diikutidengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan fasilitas infrastruktur, seperti bangunan gedung, jembatan danpembangunan konstruksi lainnya. Salah satu unsur utama dalam pembangunan itu adalah beton. Betonmerupakan campuran dari semen, air, agregat halus, dan agregat kasar sedangkan untuk beton yang memilikitulangan disebut beton bertulang. Karena semakin pesatnya perkembangan pengetahuan dan teknologi dibidangkonstruksi dibutuhkan suatu bahan bangunan yang memiliki keunggulan yang lebih baik dibandingkan bahanbangunan yang sudah ada. Untuk memperoleh bahan bangunan yang lebih baik, salah satu alternatifnya adalahpenggunaan limbah sebagai agregat dalam campuran beton. Dalam penelitian ini penulis menggunakan limbahbaja (steel slag) sebagai pengganti agregat kasar. Steel slag yang digunakan adalah limbah baja dari PT. GrowthSumatra Industry. Adapun variasi substitusi kerikil yang digunakan adalah 0%, 15%, dan 25% dan pengujianyang dilakukan berupa slump test, kuat tekan, dan kuat lentur beton. Dari hasil pengujian diperoleh kuat tekanoptimum terjadi pada variasi substitusi 25% kerikil dengan steel slag sebesar 40,481 MPa, sedangkan untukkapasitas lentur optimum yang diperoleh terdapat pada variasi substitusi 25% kerikil dengan steel slag sebesar19,592 N/mm2. Dan untuk nilai slump optimum diperoleh pada variasi beton normal. Hal ini menunjukkanworkability pada beton normal lebih tinggi dibandingkan dengan variasi yang lainnya. Kata kunci: beton normal, steel slag, kuat tekan, kuat lentur.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH TERHADAP KEKUATAN BETON Harry Chandra
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.799 KB)

Abstract

AbstrakPenggunaan beton sebagai bahan konstruksi pada masa sekarang ini masih paling banyakdigunakan, mengingat sifat beton yang mudah di bentuk dan harga yang relatif masih lebih murah jikadibandingkan dengan bahan konstruksi yang lain, selain itu juga perawatan beton itu sendiri yang tidakterlalu mahal. Namun ketersediaan bahanpenyusunbetonseperti semen, pasir dan kerikil terus mengalamipengurangan, sehingga diperlukan adanya berbagai macam inovasi, diantaranya dengan memanfaatkanmaterial alternatif yang ada di sekitar lingkungan kita. Contoh material alternative ialah limbah sepatu.Benda uji yang digunakan pada penelitian ini ialah benda uji yang berbentuk silinder yang memilikidiameter 150mm, dan tinggi 300mm, terdiri dari beton dengan campuran limbah sepatu sebesar 0%, 5%,10%, dan 15% dari total berat semen. Mutu benda uji yang direncanakan 20 Mpa dengan jumlah benda ujisebanyak 80 buah, Jumlah benda uji untuk pengujian kuat tekan, pengujian kuat tarik belah, elastisitasdan absorbsi masing-masing 5 buah. Pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, elastisitas dan absorbsidilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan, kuat tarik belah mengalami penurunan dan hasilpengujian elastisitas mengalami kenaikan, sehingga pada penelitian selanjutnya diperlukan variasi yanglebih spesifik.Kata kunci: beton, semen, pasir, dan limbah sepatu.
ANALISIS KOMPONEN PASANG SURUT UNTUK MENENTUKAN ELEVASI DERMAGA PELABUHAN KUALA TANJUNG Hafni Jayanti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.608 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan tentang hidrografi salah satunya adalah pengamatan pasang surut air laut, sangat diperlukandalam pengembangan wilayah perairan seperti transportasi laut, kegiatan di pelabuhan, pembangunan di daerahpesisir pantai dan lain-lain karena mengingat wilayah Indonesia yang tersebar luas. Metode penelitian yangdigunakan yaitu metode kuantitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder kemudian dianalisismenggunakan dengan menggunakan metode Admiralty dan  Least Square. Dari hasil analisa pasang surut diperolehnilai komponen pasang surut M2 dan S2 lebih dominan dibandingkan dengan komponen yang lain, yaitu senilai79,152 dan 79,658 cm serta nilai fase 102,635˚ dan 25,548˚ yang berasal dari data pengamatan tidak langsungmenggunakan metode Admiralty dan Least Square (program World Tides). Dari perhitungan tersebut diperolehbilangan Formzhal sebesar 0,185. Pengolahan data pasang surut menggunakan metode Admiralty menghasilkannilai komponen amplitudo yang mendekati nilai komponen hasil pengolahan metode Least Square tetapi berbedapada nilai fase. Berdasarkan bilangan Formzhal dapat diketahui bahwa perairan pelabuhan Kuala Tanjung memilikitipe harian ganda (semi diurnal). Dari hasil analisa dan perhitungan diperoleh nilai High Water Spring pada tahun2016 sebesar 296 cm dan elevasi dermaga pelabuhan Kuala Tanjung sebesar 5,5 m dari LWS. Kata Kunci : Pasang surut, Admiralty, Least square, World Tides, High Water Spring, Elevasi Dermaga
ANALISIS PERBANDINGAN VOLUME BAJA RINGAN PADA TIGA TIPE RANGKA ATAP Dice J L Dakhi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.65 KB)

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan perkembangan zaman, baja ringan semakin populer digunakan pada konstruksi rangkaatap. Hal ini dikarenakan baja ringan jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan baja konvensional maupun kayu.Baja ringan juga memiliki segudang kelebihan yang sangat menguntungkan sebuah konstruksi. Tahun 2013,Badan Standar Nasional mengeluarkan SNI 7971 yaitu standar untuk perencanaan struktur baja ringan Kata kunci : Rangka Atap , Baja ringan
PEMODELAN ARUS PASANG SURUT DAN SEDIMEN MELAYANG DI MUARA SUNGAI BELAWAN Dhika Swandana
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.427 KB)

Abstract

ABSTRAK Estuari Sungai Belawan merupakan estuari yang potensial dengan letak strategis menjadikannya sebagai lokasi dermaga pelabuhan dan sektor pertumbuhan ekonomi lokal maupun internasioal.Namun, perubahan iklim global dan eksplorasi yang tidak seimbang menyebabkan banyaknya permasalahan pada komponen-komponen penyusun estuarinya. Banjir Rob, intrusi air asin, dan sedimentasi adalah beberapa dari permasalahan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keadaan dan karakteristik estuari Sungai Belawan. Komponen estuari seperti: bathimetri, arus, pasang surut, temperatur, salinitas, dan sedimen dicari dengan uji laboratorium dan survei. Kemudian di analisis dengan literatur dan dijadikan sebuah pemodelan dalam bentuk pemograman komputer.Nilai-nilai dari komponen tersebut dihubungkan dan disajikan sesuai dengan titik pengamatan dan waktu. Bathimetri dihitung menggunakan persamaan eksponensial, arus pasang surut divisualkan dalam fungsi sinus, temperatur dan salinitas dihitung dengan distribusi gaussian, dan kadar sedimen diperoleh dengan akumulasi faktor erosi. Dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kenaikan pasang dan surut air laut mempengaruhi karakteristik estuari Sungai Belawan sejauh 18 km dari mulut muara. Kedalaman air yang dipengaruhi oleh komponen utama pasang surut matahari (S2), bulan (M2), dan pembangkit (M4) membuat perbedaan maksimum air pasang dan surut setinggi 1,9 m. Estuari yang tidak hanya dipengaruhi oleh air laut, tetapi juga oleh debit air sungai menyebabkan adanya perpindahan (displacement) molekul air baik dari hulu sungai menuju laut atau sebaliknya. Hal ini membuat nilai dari temperatur, salinitas, dan kadar sedimen menjadi tidak linear pada setiap titik dan jamnya. Juga diperoleh nilai kadar sedimen melayang maksimum sebesar 373.69 mg/dm3. Kata kunci: estuari, bathimetri, arus, pasang surut, temperatur, salinitas, sedimen
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA BANGUNAN REFINERY DAN FRAKSINASI SEMBILAN LANTAI Ahmad Amanu Surya
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.445 KB)

Abstract

ABSTRAK Struktur baja (steel structure) adalah material yang banyak digunakan dalam bangunan industri khususnya bangunan dengan fungsi sebagai refinery dan fraksinasi.Namun, dibutuhkan perencanaan yang optimum agar kinerja dari bangunan tersebut dapat memenuhi standart keamanan dan  kenyamanan Penelitian inimenggunakan struktur baja sebagai rangka utama.Beban mati di hitung berdasarkan berat jenis, beban hidup dan beban angin di hitung berdasarkan peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung 1983, sedangkan beban gempa di hitung dengan tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (SNI 1726:2012). Struktur baja sendiri di hitung dengan spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural (SNI 1729:2015). Analisa struktur untuk struktur sekunder dilakukan dengan manual sedangkan untuk struktur primer dilakukan dengan menggunakan bantuan software etabs 2015. Dari hasil penelitian diperoleh dimensi struktur sekunder berupa pelat lantai floordeck, pelat lantai chekered, balok pengaku,dan balok anak, untuk struktur primer diperoleh dimensi balok kolom yang memenuhi standart keamanan dan kenyamanan. Struktur primer juga di disain denganbatas daktailitas sehingga pada saat terjadi gempa simpangan antar lantai tidak terlalu jauh   Kata kunci: struktur baja,kinerja ultimate, kinerja layan,