cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI NAMU SIRA- KABUPATEN LANGKAT Founder Tarihoran
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.959 KB)

Abstract

Abstrak. Daerah Irigasi Namu Sira-Sira di Kabutan Langkat termasuk daerah persawahan dengan luas 6.500 Ha. Sumber Air Irigasi di daerah Namu Sira-Sira berasal dari bendung Namu Sira-Sira yang di desaian untuk mencakup layanan area sekitar 6.500 Ha secara keseluruhan, yang mana dibagi menjadi dua saluran primer yaitu saluran primer kanan sebesar 4.097,5 Ha dan saluran sebelah kiri sebesar 2.402,5 Ha. Untuk mengevaluasi besar ketersediaan air dan Penggunaan Air di Irigasi D.I. Namu Sira-Sira berdasarkan pola tanam yang diterapkan, diperlukan data hidrologi, klimatologi, topografi yang kemudian akan dianalisa untuk mendapatkan curah hujan efektif, evapotranspirasi, kebutuhan air irigasi, debit andalan, dan debit yang didistribusikan pada petak-petak sawah sesuai dengan yang diperlukan. Pengukuran lapangan juga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan air berdasarkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Dari hasil perhitungan debit andalan Sungai Bingei dengan metode metode statistik yakni frekuensi analisis dengan menggunakan distribusi normal , didapat nilai debit maksimum andalan Q80 = 11,59  m3/det yang terjadi pada bulan Februari.  Dari hasil perhitungan secara teoritis, di peroleh bahwa besarnya ketersediaan air pada bendung adalah sebesar 2,82 l/det/ha dan besar kebutuhan pada pintu pengambilan secara teoritis sebesar 1,75 l/det/ha, sedangkan berdasarkan hasil pengukuran lapangan diperoleh besar kebutuhan air sebesar 2,14 l/det/ha. Pada tingkat persawahan secara teoritis, kebutuhan air diperoleh 1,49 l/det/ha, dan berdasarkan pengukuran lapangan diperoleh sebesar 0,95 l/det/ha. Kata kunci : Evaluasi Ketersediaan dan Penggunaan Air Irigasi, D.I Namu Sira-Sira.
ANALISA RENCANA ANGGARAN BIAYA TERHADAP PELAKSANAAN PEKERJAAN PERUMAHAN DENGAN MELAKUKAN PERBANDINGAN PERHITUNGAN HARGA SATUAN BAHAN BERDASARKAN SURVEY LAPANGAN Ilham Albana
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.351 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam suatu proyek, biaya menjadi faktor utama berlangsungnya kegiatan proyek,dimana kontraktor akan mengestimasi biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan proyeksehingga kontraktor dapat memberikan penawaran yang optimal, untuk memenangkan tender.umumnya kontraktor membuat rencana anggaran biaya tidak seluruhnya berpedoman padaanalisa SNI, kontraktor menghitung rencana anggaran biaya 2lapangan sehingga dapat  memperkirakan besaranbiaya pengerjaan proyek tersebut. RAB didefenisikan sebagai perhitungan  biaya yangdiperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya–biaya tidak langsung yang berhubungan denganpelaksanaan proyek. Namun dalam pelaksanaan proyek dikenal juga rencana anggaranpelaksaanaan Pada penelitian ini penulis bertujuan untuk menganalisa selisih rencana anggaran biayaDari hasil wawancara, survey, dan perhitungan, terdapat selisih biaya  yang cukupsignifikan antara RAP dan RAB, dimana rencana anggaran pelaksanaan Kata Kunci : Biaya Nyata, Rencana Anggaran Pelaksanaan, Rencana Anggaran biaya
Analisa Pengaruh Kerja Lembur Terhadap Cash Flow Diagram Pada Kontraktor (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum Dan Proyek Foundation And Auxiliaries For AICPL PT.Inalum) Lintri Julainy
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.854 KB)

Abstract

ABSTRAK Keterlambatan proyek konstruksi merupakan hal yang sering terjadi dilapangan. Hal ini terjadi karena adanya faktor – faktor tertentu yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan. Untuk mengejar keterlambatan tersebut maka tidak jarang pihak kontraktor mengadakan kerja lembur. Dengan adanya kerja lembur maka adanya penambahan biaya sehingga berpengaruh terhadap cash flow kontraktor. Setelah dilakukan analisis dengan diagram cash flow didapat nilai NPV rencana pada Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum sebesar Rp. 351.667.108 dan NPV realisasi setelah diadakan kerja lembur sebesar Rp. 278.482.612. Sedangkan pada proyek Foundation and auxiliaries for AICPL didapat nilai NPV rencana sebesar Rp. 137.260.850 dan NPV realisasi setelah ada kerja lembur sebesar Rp. 107.751.973. Dan setelah dilakukan analisis diperoleh bahwa kedua proyek tidak memiliki nilai IRR. Hal ini dikarenakan nilai cash inflow berada pada awal perioda nilainya lebih besar dari jumlah cash outflow. Dari nilai kedua nilai NPV yang diperoleh menunjukkan bahwa akibat adanya kerja lembur, kontraktor mengalami kerugian dari nilai NPV yang direncanakan. Kata Kunci : Kerja Lembur, NPV , IRR, cash flow
ESTIMASI NILAI PARAMETER KOMPAKSI BERDASARKAN NILAI KLASIFIKASI TANAH PADA PROYEK JALAN RAYA Muhammad Imam Ma'arif Siregar
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.645 KB)

Abstract

ABSTRACT   Perkerasan jalan sangat tergantung pada sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam pekerjaan pemadatan/kompaksi tanah dasar yaitu jenis material tanahnya, pengontrolan di lapangan, pemeliharaan dan adanya dana. Masalah tersebut kemudian memunculkan pemikiran cara untuk memperkirakan kepadatan tanah dengan sistem pelaksanaan yang tepat, cepat, dan ekonomis.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanika Tanah Departemen Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara. Sampel berasal dari PT. Perkebunan Nusantara II Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi besaran nilai parameter kompaksi yaitu berat isi kering maksimum (γd max) dan kadar air optimum (wopt) berdasarkan nilai indeks properties. Sampel sebanyak 30 buah, masing-masing diuji indeks propertiesnya. Kemudian dilakukan Compaction Test untuk memperoleh besaran parameter kompaksinya. Setelah itu dilakukan estimasi berdasarkan persamaan regresi linier dan model Goswami. Dari hasil penelitian diketahui jenis tanah sampel merupakan jenis A4, A-6 dan A-7 menurut klasifikasi AASHTO dan SC, SC-SM dan CL menurut klasifikasi USCS. Secara regresi linier diperoleh persamaan berat isi kering maksimum γdmax*=1,862 - 0,005*FINES – 0,003*LL dan kadar air omptimum wopt*=-0,607 + 0,362*FINES + 0,161*LL. Sedangkan menurut model Goswami terdapat persamaan Y = m Log G+k. Untuk kedua persamaan tersebut diperoleh rentang kepercayaan 95%.   Kata kunci: estimasi, subgrade, indeks properties, kompaksi, berat isi kering maksimum, kadar air optimum, persen butiran halus.
ANALISIS NORMALISASI SALURAN DRAINASE PRIMER STUDI KASUS: SEI BADERA KOTA MEDAN M. Rizky Syahrani Syahrani Hasibuan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.529 KB)

Abstract

ABSTRAK   Salah satu masalah perkotaan yang dirasakan sangat mendesak untuk ditangani adalah masalah banjir. Medan sebagai kota yang dilintasi beberapa sungai sering mengalami banjir ketika musim penghujan tiba, khususnya di DAS Sei Badera. Untuk itu, normalisasi pada saluran di DAS tersebut perlu untuk dianalisis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data dan analisis data. Data yang digunakan adalah data primer yaitu pengukuran dimensi penampang saluran eksisting dan data sekunder yaitu data curah hujan kemudian dianalisis berdasarkan analisis hidrologi dan hidrolika. Hasil analisis lalu dievaluasi berdasarkan nilai debit saluran eksisting dengan nilai debit rencana. Nilai curah hujan yang memenuhi persyaratan adalah nilai curah hujan Distrbusi Log Pearson III dengan periode ulang 10 tahun. Debit banjir rancangan dihitung dengan menggunakan metode Rasional. Waktu konsentrasi ditentukan dengan persamaan Kirpich. Untuk intensitas curah hujan digunakan rumus Mononobe. Evaluasi penampang pada 3 titik saluran drainase primer dilakukan dengan menghitung debit eksisting saluran lalu membandingkannya dengan debit rencana. Dari hasil analisis terhadap 3 titik penampang saluran yang ditinjau, terdapat 2 titik yang kapasitasnya tidak memenuhi syarat atau tidak dapat mengalirkan debit banjir secara maksimal yaitu pada saluran di jalan Seroja dan jalan Pemasyarakatan. Pada saluran jalan Seroja debit saluran eksisting adalah 3,98m3/det sementara debit banjir Q10 sebesar 14,389m3/det. Untuk saluran jalan Pemasyarakatan debit eksisting adalah 13,77m3/det sementara debit banjir Q10 sebesar 20,804m3/det. Untuk mengatasi banjir dilakukan perbaikan saluran melalui penambahan dimensi saluran. Pada saluran jalan seroja didesain dengan dimensi h=1,3m, B=4m, sedangkan pada saluran jalan pemasyarakatan h=1,9m, B=6m.   Kata kunci: Drainase primer, debit rencana, debit eksisting, metode rasional
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK DAN ABU KAPUR SEBAGAI FILLER TERHADAP KUAT TEKAN PADA BETON SCC Murydrischy Panatap Simanjuntak
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.412 KB)

Abstract

ABSTRAK Self Compacting Concrete (SCC) merupakan suatu teknologi yang sedang berkembang saat ini, dimana beton memadat dengan sendirinya tanpa penggunaan vibrator. Pengecoran beton konvensional yang terdapat banyak tulangan terpasang disini terkadang ada kesulitan mencapai kepadatan optimal. Oleh karena itu perlu dipikirkan cara mengatasi hal tersebut yaitu dengan teknologi SCC. Dalam pembuatan SCC ini menggunakan filler yaitu Abu vulkanik dan abu kapur sebagai bahan pengisi agar beton semakin padat atau pengisi ronggarongga yang kosong. Adapun variasi yang digunakan dengan penggunaan abu vukanik dan abu kapur yang digunakan adalah sebesar 10%, 15%, 20% dan 25% dari massa semen dan juga penggunaan 1% superpasticizer dari cementitious material. Pengujian yang mendukung dalam penelitian ini menggunakan pengujian pada saat beton segar dan beton keras. Pengujian beton segar dengan standar EFNARC 2002 dilakukan berupa slump flow test, v – funnel test, l – shaped box test, dan j – ring test untuk mendapatkan filling ability dan passing ability. Pada pengujian beton segar ini terjadi penurunan jika dibandingkan dengan beton SCC normal tanpa penambahan abu vulkanik dan abu kapur. Pada beton keras dilakukan juga pengujian yaitu: kuat tekan, kuat tarik belah dan absorbsi beton. Dari hasil pengujian didapat kuat tekan optimum terjadi pada Variasi 1 tanpa Abu Vulkanik dan Abu Kapur + 1% Superplasticizer sebesar 39,556 MPa, kuat tarik belah optimum terdapat pada Variasi 1 tanpa Abu Vulkanik dan Abu Kapur + 1% Superplasticizer sebesar 3,563 MPa, sedangkan nilai absorbsi optimum terjadi pada Variasi 5 (25% Abu Vulkanik + 25% Abu Kapur + 50% Semen + 1% Superplasticizer) sebesar 1,313%. Hal ini terjadi diakibatkan adanya penambahan abu kapur dan abu vulkanik yang daya serap terhadap air tinggi. . Kata kunci: beton scc, abu vulkanik, abu kapur, filler, superpplasticizer.
Eksperimental Perbandingan Balok Bertulangan Pilinan Kulit Bambu Dalam Kondisi Kadar Air Keseimbangan Dengan Balok Bertulangan Baja Plani M Purba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.089 KB)

Abstract

AbstrakDengan semakin bertambahnya jumlah penduduk khususnya di Indonesia disetiap tahunnya, maka secara tidak langsung kebutuhan akan tempat tinggal juga semakin tinggi bahkan kebutuhan akan sarana dan prasarana bangunan sipil juga semakin meningkat. Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak seimbang yang menyebabkan  sumber daya alam ini berlahanlahan pasti akan habis, mengingat dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk  diperbaharui ataupun tidak dapat diperbaharui.salah satu bahan bangunan yang sering digunakan adalah baja, yang digunakan sebagai tulangan yang merupakan bahan tambang yang tidak dapat diperbaharui sehingga suatu saat pasti akan habis. Untuk itu perlu dicari material pengganti baja dari hasil alam. Baja mempunyai kuat tarik yang tinggi dan salah satu hasil alam yang kekuatan tariknya tinggi adalah bambu. Penelitian ini menggunakan silinder beton ukuran 15x30 sebanyak 6 buah dan balok beton bertulang penampang empat persegi ukuran 15x25x320 sebanyak 3 buah. Pengujian yang dilakukan berupa uji kuat tekan dan uji tarik belah (untuk silinder) dan uji lentur berupa lendutan, regangan. Pengujian balok beton bertulangan pilinan kulit bambu menunjukankenaikan lendutan sebesar 63.91%, serta pada balok bertulangan campuran baja dan pilinan kulit bambu sebesar 47,181%, peningkatan regangan balok beton juga terjadi pada balok bertulangan pilinan bambu yaitu sebesar 69,895%, untuk balok beton campuran (bambu dan baja) mengalami peningkatan sebesar 51,488%. Balok beton bertulangan pilinan bambu runtuh pada pembebanan 4665,5 kg dan balok bertulangan campuran (bambu dan baja) runtuh pada pembebanan 5335,5 kg, sedang balok betulangan normal runtuh pada pembebanan 5998.5 kg.Kata Kunci : Serat Bambu, Balok Beton Bertulangan, Balok Bertulangan Pilinan Kulit Bambu, Balok Bertulangan Campuran Baja dan Pilinan Kulit Bambu
ANALISA SISTEM PEMIPAAN PENYEDIAAN AIR BERSIH PADA KECAMATAN MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN DAN KEBUTUHANNYA PADA TAHUN 2064 Rafuad Torumuda Siregar
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.404 KB)

Abstract

ABSTRAKSatu diantara pokok permasalahan di daerah perkotaan khususnya di kecamatan Medan Sunggal adalah tidak meratanya distribusi air bersih terutama pada jam-jam tertentu. Oleh sebab itu perlu diadakan evaluasi jaringan pipa di daerah tersebut dan proyeksi kebutuhan airnya dengan cara pemodelan menggunakan bantuan software EPANET 2.0. Untuk analisa jaringan pipa diambil sampel yaitu Perumahan Graha Sunggal yang mana jaringan pipanya dilakukan analisa menggunakan analisis Program EPANET 2.0, setelah itu dilakukan perbandingan menggunakan metode Hardy Cross. Berdasarkan hasil penelitain ini didapat proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2064 sebanyak 154.380 jiwa dan debit air yang dibutuhkan untuk sektor domestik dan non domestik adalah sebesar 350,530 l/s. Didapat rata-rata selisih perbandingan antara perhitungan menggunakan EPANET 2.0 dan metode Hardy Cross untuk headloss adalah 0.61m dan untuk debit adalah 0,002271m3/s. Pada jaringan pipa Perumahan Graha sunggal headloss tertinggi yang terjadi adalah 0.62 m, kecepatan tertinggi adalah 0,12 m/s dan debit tertinggi adalah 0,68 L/s.Kata Kunci : Medan Sunggal, Air bersih, 2064, EPANET 2.0, Jaringan Pipa
ANALISIS SPASIAL POTENSI BANJIR PADA DAS BELAWAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( SIG ) Reno Sulbakti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK DAS Belawan terbentang pada 3° 15' 49,83'' s/d 3° 50' 38,89'' garis Lintang Utara dan meridian  98° 29' 58,56''   s/d 98° 43' 21,76'' Bujur Timur. Pada DAS Belawan hampir setiap tahunnya mengalami banjir pada umumnya terjadi pada bulan Desember - Februari, yaitu pada saat curah hujan tertinggi pada setiap tahunnya sehingga, mengakibatkan meluapnya air pada penampang sungai yang tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi. Penelitian menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu untuk menganalisa tinggi muka air banjir pada DAS belawan  digunakan  Software HEC-RAS maka  diperoleh  tinggi  muka  air  banjir dan   luas   daerah   genangan banjir dari data yang digunakan adalah data sekunder kemudian   dianalisis berdasarkan analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Analisis Daerah genangan dengan sistem informasi geografis yang diprediksi dengan menggunakan software ArcGIS dengan mengintegasikan peta DEM (Digital Elevation Model ), Peta digital infrastruktur, dan Peta sungai dalam kondisi banjir yang dianalisa menggunakan software HEC-RAS. Selanjutkan Mengidentifikan kerugian akibat bajir dengan acuan Laporan Bappenas Penilaian kerusakan kerugian Jabodetabek 2007 dan Infrastruktur yang terkena dampak banjir. Dari hasil analisa diperoleh tinggi banjir dan luas genangan banjir adalah Tinggi muka air Q25 = 2 m dengan  genangan = 40,33 km2, tinggi muka air Q50 = 3 m dengan genangan = 86,38 km2, tinggi muka air Q100 =5 m dengan genangan = 148,43 km2. Kerugian Penduduk terkena banjir adalah  Banjir  kala ulang 100 tahun Kota Medan Rp 245.143.341,030,- dan Kabupaten Deli Serdang Rp 143.488.457.383, Banjir  kala ulang 50 tahun Kota Medan Rp 168.631.629.991 dan Kabupaten Deli Serdang Rp 76.460.971.106, Banjir  kala ulang 25 tahun Kota Medan Rp 62.938.872.530 dan Kabupaten Deli Serdang Rp 36.088.869.943. Infrastruktur transportasi Terkena Banjir Sungai Belawan pada Kala ulang 100 tahun yaitu 14 Jalan Arteri dan 1 Rel Kreta, Kala ulang 50 Tahun yaitu 13 Jalan Arteri dan 1 Rel Kreta, Kala ulang 25 Tahun yaitu 6 Jalan Arteri dan 1 Rel Kreta. Kata kunci : Das Belawan, HEC-RAS, HSS Nakayasu, GIS
ANALISIS LIFE CYCLE COST PADA PEMELIHARAAN GEDUNG (STUDI KASUS : PDAM TIRTA NAULI SIBOLGA) Rio Prambudi Wadhana
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.527 KB)

Abstract

ABSTRAK Life Cycle Cost adalah biaya siklus hidup yang berkaitan mulai dari tahap permulaan hingga tahap pembongkaran akhir. Yang termasuk biaya ini adalah biaya perencanaan, biaya perawatan, dan biaya pembongkaran. Dalam proses perancangan sudah sewajarnya seorang perencana bangunan hendaknya mempertimbangkan salah satu aspek pada tahap pascakonstruksi yaitu aspek pemeliharaan. Gedung PDAM TIRTA NAULI SIBOLGA adalah gedung yang beroperasi sebagai penyedia air bersih. Gedung ini sudah berdiri sejak tahun 1993 dan beroperasi selama kurang lebih 20 tahun. Selama gedung tersebut difungsikan, gedung tersebut tidak memiliki alokasi dana untuk biaya pemeliharaan selama umur rencana bangunan. Perbaikan-perbaikan yang dilakukan selama ini hanya dilakukan jika terjadi kerusakan saja. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat financial schedule biaya pemeliharaan selama umur rencana bangunan, dan mengetahui biaya pemeliharaan terbesar. Melalui proses perhitungan dengan menggunakan rumus suku bunga, didapat hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadi kenaikan biaya pemeliharaan setiap 2 tahun sekali, karena adanya perbedaan siklus biaya pemeliharaan. Biaya pemeliharaan terbesar untuk fisik gedung terdapat pada kegiatan cleaning service dengan besar bobot rata-rata setiap tahunnya sebesar 86,97%, sedangkan untuk pemeliharaan nonfisik biaya pemeliharaan terbesar terdapat pada pemeliharaan air conditioning (ac) dengan besar bobot rata-rata setiap tahunnya sebesar 63,10%. Kata kunci : Life Cycle Cost, Pemeliharaan, Financial Schedule