cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
KAJIAN PERENCANAAN PERKERASAN BERUMUR PANJANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL MEDAN-KUALANAMU Ahmad Arifin Arifin Lubis
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.128 KB)

Abstract

ABSTRAK Long-Life Asphalt Pavement/Perpetual Pavement didefinisikan sebagai perkerasan beraspal yang dirancang dan dibangun dengan umur 50 tahun atau lebih tanpa memerlukan rekonstruksi (perbaikan struktur perkerasan) melainkan hanya memerlukan pemeliharaan (secara periodik) pada lapisan permukaan perkerasan untuk menghilangkan retak permukaan dan/atau memperbaiki ketidakrataan permukaan. Nilai ekonomis dari desain perpetual pavement terlihat dari hasil desain struktur perkerasan yang tidak perlu dipertebal lagi untuk memperpanjang masa layan. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji perencanaan perkerasan lentur, perkerasan kaku dan perkerasan berumur panjang yang didasarkan kepada Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2013. Untuk itu digunakan data Proyek pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu (STA 39+375-STA 39+700) sebagai acuan dasar perkerasan jalan. Untuk setiap jenis perencanaan perkerasan jalan didesain hingga 50 tahun kemudian dihitung dengan life cycle cost hingga mendapatkan nilai Present Value masing-masing. Dari hasil studi diketahui bahwa prinsip perkerasan berumur panjang (perpetual pavement) lebih menguntungkan bagi penyelenggara jalan dikarenakan biaya desain awal yang lebih murah daripada perkerasan kaku dan hanya memerlukan pemeliharaan rutin sampai akhir masa layan perkerasan.Dari hasil analisis didapat penghematan biaya perkerasan berumur panjang (Perpetual Pavement) sebesar 31% dibandingkan dengan biaya perkerasan lentur berumur 20 tahun; penghematan sebesar 38% dibandingkan dengan biaya perkerasan lentur berumur 50 tahun; penghematan sebesar 50% dibandingkan dengan biaya perkerasan kaku berumur 20 tahun; penghematan sebesar 51% dibandingkan dengan biaya perkerasan kaku berumur 50 tahun dan penghematan sebesar 53% dibandingkan dengan biaya perkerasan eksisting (perkerasan kaku) berumur 20 tahun. Kata kunci: perkerasan berumur panjang, bina marga 2013, life cycle cost, perpetual pavement
ANALISIS LALU LINTAS TERHADAP KEBUTUHAN PEMBANGUNAN JALAN LAYANG PADA PERSIMPANGAN Abraham Marpaung
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.057 KB)

Abstract

Abstrak Tingkat pertumbuhan kendaraan yang semakin meningkat di Kota Medan akan menimbulkan kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam tertentu. Bagi pengemudikendaraan kemacetan akan menimbulkan stress serta kerugian dari segi ekonomi baikkehilangan waktu maupun bertambahnya biaya operasi kendaraan. Kondisi tersebutmenuntut tersedianya fasilitas yang semakin baik terutama menyangkut sarana danprasarana transportasi yang dapat mendukung pertumbuhan kendaraan yang terjadi.  Berdasarkan kondisi tersebut, penulis mencoba menganalisis lalu lintas terhadapkebutuhan pembangunan jalan layang pada persimpangan Jl. Gatot Subroto-Jl.Sunggal-Jl. Kapten Muslim. Lalu lintas eksisting yaitu derajat kejenuhan bernilai 0,89 dan tundaan simpang ratarata60,66 serta tingkat pelayanan simpang F. Kinerja simpang setelah dilakukanperbaikan dengan metode MKJI 1997 yaitu dangan penambahan lebar pendekat padadua mulut simpang sebesar 4,5 meter dan 5 meter dan juga membuat LTOR pada baratmulut simpang sehingga derajat kejenuhan menjadi 0,77; tundaan simpang rata-ratamenjadi 29,75 dan tingkat pelayanan simpang menjadi D. Volume lalu lintas yangmelewati simpang sudah mencapai 20.699 smp/hari di Jl. Gatot Subroto (mayor) dan11.146 di Jl. Kapten Muslim (minor). Berdasarkan 3 skenario alternatif pembangunanjalan layang oleh penulis maka pembangunan jalan layang yang direkomendasikanadalah alternatif 1 dengan derajat kejenuhan 0,57; tundaan simpang rata-rata 15,01;tingkat pelayanan B dan menambah LTOR pada mulut simpang barat. Kata kunci: LTOR, MKJI, Jalan Layang
STUDI RASIONALISASI STASIUN PENGUKUR CURAH HUJAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BELAWAN Achmad Syarief
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Stasiun pengukur Curah Hujan sangat dibutuhkan. Data curah hujan sangat penting dalam analisis hidrologi. Tujuan dari setiap pengukuran curah hujan suatu lokasi adalah untuk memperolehdata yang benar-benar mewakili lokasi tersebut. Dalam melakukan pengukuran curah hujan terdapatbeberapa pertimbangan antara lain adalah bagaimana menentukan lokasi alat penakar hujan tersebutagar dapat mewakili daerah yang diinginkan guna menghitung curah hujan suatu area. Daerah AliranSungai (DAS) Belawan terletak pada provinsi Sumatera Utara mempunyai luas wilayah 460km.Dalam menganalisa DAS Belawan meliputi analisis jumlah alat yang efesien untuk penakar hidrologi, Mengetahui Kualitas data hidrologi, Meninjau dan mengetahui kondisi, lokasi perletakanalat pos hidrologi. Data yang digunakan adalah data primer  diperoleh dengan cara mengukur jarakpos hujan yang sudah ada agar lebih akurat dan data sekunder yang diperoleh dari Instansi terkait.  Untuk pengukuran kerapatan jaringan stasiun hujan pada DAS Belawan, metode digunakanadalah metode Kagan. Perhitungan kerapatan menggunakan metode Kagan ini dimulai denganmenggunakan koefisien korelasi antar stasiun hujan untuk curah hujan bulanan. Sebelum data curahhujan masing masing dipakai, terlebih dahulu harus melewati pengujian untuk kekonsistenan datatersebut dengan metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums). Dari hasil pengujian dengan metodetersebut menghasilkan jumlah dan pola penempatan stasiun hujan yang optimal sehingga memenuhipersyaratan  dan diperoleh hasil data yang akurat. Hasil analisis perhitungan pada DAS Belawan terdapat 3 stasiun aktif dan data yang dihasilkankonsisten. Perhitungan dengan Metode Kagan tidak perlu penamhan jumlah stasiun hujan karenaBerdasarkan pedoman WMO (World Meteorological Organitation) untuk daerah tropik sepertiIndonesia, dalam keadaan normal kerapatan minimum sebesar 100-250 Km/stasiun. Kata kunci : Stasiun hujan, Pos Hujan, Kesalahan Perataan, Metode Kagan.
PERBANDINGAN NILAI DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI TIANG PANCANG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA BORE HOLE I (STUDY KASUS PEMBANGUNAN BENDUNG BAJAYU SEI PADANG KABUPATEN SERDANG BEDAGAI SUMATERA UTARA) Alfonsius Tarigan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.395 KB)

Abstract

ABSTRAK Secara umum pondasi didefinisikan sebagai suatu bagian konstruksi bangunan yang berfungsimeneruskan beban bangunan diatasnya (termasuk beban sendiri), kepada tanah tempat pondasitersebut berpijak, tanpa mengakibat terjadinya penurunan bangunan di luar batastoleransinya.Sehingga pondasi harus direncanakan dengan cermat dan teliti, agar pondasi dapatmemikul beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung bebanmaksimum yang mungkin terjadi.  Pada Proyek pembangunan Bendung Bajayu Sei Padang-Kabupaten Serdang Bedagai akandicari nilai daya dukung aksial perencanaan pondasi tiang pancang berdasarkan data SPT, sondir,PDA, dan Kalendering dengan menggunakan metode Meyerhoff dan perhitungan daya dukungdengan Metode Elemen Hingga. Daya dukung lateral dihitung menggunakan metode Broms. Danmenghitung penurunan elastis tiang pancang yang terjadi. Serta menghitung efesiensi dan dayadukung kelompok tiang. Metode pengumpulan data adalah dengan melakukan observasi lapanganserta pengambilan data dari perusahaan jasa pemancangan. Perhitungan daya dukung ultimit tiang berdasarkan data SPT pada titik Bore Hole I padakedalaman 18,60 meter adalah 107,56 ton. Data sondir adalah 256,66 ton. Dari hasil perhitungan PDApada tubuh bendung adalah 108 ton.Dari hasil perhitungan Kalendering dengan metode Hiley adalah301,82 ton, dengan Metode ENR adalah 170,38 ton, dengan Metode Danish Formula 264,68 ton. Darihasil perhitungan metode elemen hingga adalah 95,21 ton. Daya dukung lateral ultimit berdasarkanMetode Broms secara analitis sebesar 8,52 ton, dan secara grafis sebesar 8,60 ton. Penurunan elastistunggal yang dihasilkan sebesar 7,03 mm dan berdasarkan Metode Poulus dan Davis sebesar 9,04mm. Terdapat sedikit perbedaan daya dukung dan penurunan dengan beberapa metode yangdigunakan. Perbedaan daya dukung dan penurunan tersebut dapat disebabkan oleh perbedaan jenistanah, cara pelaksanaan pengujian yang bergantung pada ketelitian operator dan perbedaan parameteryang digunakan dalam perhitungan. Kata Kunci : Kapasitas Daya Dukung, SPT, Sondir, PDA,Kalendering Metode Elemen Hingga,Penurunan Elastis
PENGGUNAAN STEEL SLAG SEBAGAI AGREGAT BETON MUTU TINGGI ( STUDI EKSPERIMENTAL ) Alif Lamra Amal Putra
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.573 KB)

Abstract

  ABSTRAK   Teknologi beton hingga saat ini terus mengalami perkembangan. Kebutuhan akan konstruksi-konstruksi efisien yang kerap dintinjau dari segi prilaku mekanis beton, pengaplikasian di lapangan, hingga estimasi biaya pelaksanaannya semakin menuntut pelaku konstruksi untuk mengoptimalkan bahan rekayasa konstruksi terutama bahan rekayasa beton. Berbagai jenis beton kini telah di kembangkan sesuai dengan keperluannya, salah satunya adalah beton mutu tinggi. Dalam mendesain beton mutu tinggi perlu diperhatikan beberapa faktor yang akan memengaruhi tercapainya mutu rencana, yaitu semen, faktor air semen (FAS), agregat penyusun beton, dan admixture yang tepat. Dalam merekayasa suatu mineral alam, penting bagi seorang engineer untuk tetap memperhatikan kondisi alam yang telah dieksplorasi. Sehingga pemilihan agregat penyusun sebisa mungkin merupakan bahan rekayasa yang sifatnya tidak merusak alam. Pada penelitian ini penggunaan steel slag dari PT.Growth Sumatera Industry sebagai pengganti agregat kasar dan halus dan abu vulkanik gunung sinabung sebagai mikrosilka dalam campuran beton disubstitusi untuk menciptakan beton mutu tinggi yang ramah lingkungan. Penggunaan abu sinabung sebangai mikrosilika dibarengi dengan penggunaan superplasticizer Master Glenium Sky 8614.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beton mutu tinggi berbahan dasar slag steel dan beton mutu tinggi dengan campuran konvensional. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada beton umur 28 hari menunjukkan kuat tekan beton konvensional  67,567 MPa sedangkan beton slag 75,958 Mpa, kuat tarik beton konvensional 5,435 Mpa sedangkan beton slag 5,053 Mpa, kuat tahan lentur beton konvensional 44064,96 kgcm sedangkan beton slag 51473,94 kgcm dan modulus fraktur beton kovensional 124,978 kg/cm2 sedangkan beton slag 145,956 kg/cm2. Untuk nilai slump kedua beton menunjukkan hasil yang sama akibat penggunaan superplasticizer. . Kata kunci:beton mutu tinggi, steel slag, abu sinabung, superplasticizer, kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, modulus fraktur.
Simulasi Prediksi Debit Berdasarkan Data Hujan Maksimum Bulanan dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Backpropogation 1) 2) Andi Wijaya Sitanggang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKData debit aliran merupakan informasi penting dalam pengelolaan sumber daya air. Pengelolaan sumber daya air memiliki berbagai aspek keperluan sepertipengendalian banjir, potensi energi listrik dan sebagainya. Untuk pengelolaansumber daya air dan perencanaan infrastruktur jangka panjang, dibutuhkan datadebit aliran dimasa yang akan datang. Sehingga perlu dilakukan pendekatan untukpenyediaan data debit dengan model JST. Tujuan penelitian ini adalah (1)Mengetahui koefisien parameter JST, (2) Mengetahui debit prediksi tahun 20172020dan(3) Mengetahuikeandalanmodel.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dimana data yang dipakaimerupakan data sekunder. Data sekunder yang digunakan diperoleh dari instansiterkait. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah mengumpulkan data hujan dandebit tahun 2001-2010 serta peta topografi. Melakukan perhitungan hujan wilayahmenggunakan metode poligon Thiessen. Hasil hujan wilayah diubah menjadi debitmenggunakan metode Rasional pada JST Backpropagation dengan bantuanSoftware Matlab (R2010b). Kemudian melakukan simulasi sampai hasil yangdiperoleh berada pada batas yang ditetapkan dan sekaligus memperoleh debitprediksi. Selanjutnya melakukan uji keandalan model. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa parameter JST : Periode = 10 tahun, Hidden Layer = 2 buah(masing-masing 2 neuron), Epoch = 1000, Momentum = 0,6 dan Goal = 0,001.Kemudian untuk debit prediksi DAS Deli pada tahun 2017-2020 dapat dilihatpada tabel 5. Keandalan model 59,53% yang diperoleh dari analisis reliabilitas.Model telah mencapai keandalan 59,53% dan memenuhi syarat Confidence 95%,tetapi parameter model perlu dimodifikasi untuk mengaplikasikannya ke DASlain.Kata kunci: prediksi potensi debit, hujan, jaringan syaraf tiruan.
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI TIANG PANCANG DENGAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA PADA BORE HOLE II (STUDY KASUS PEMBANGUNAN BEN DUNG BAJAYU SEI PADANG KABUPATEN SERDANG BEDAGAI SUMATERA UTARA) 1 2 Astrya Simalango
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1869.665 KB)

Abstract

ABSTRAKSecara  umum pondasi  diartikan  sebagai  bangunan  bawah  (sub  structure)  yang  berfungsi  untukmeneruskan beban  maupun gaya  yang disebabkan oleh bangunan atas  (upper  structure)  ke lapisan tanah(bearing layers) dibawahnya pada kedalaman tertentu, tanpa mengakibat terjadinya penurunan bangunan di luarbatas toleransinya. Oleh sebab itu, pondasi harus direncanakan dengan cermat dan teliti agar  pondasi mampumemikul beban sampai  batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yangmungkin terjadi.Pada Proyek pembangunan Bendung Bajayu Sei Padang-Kabupaten Serdang Bedagai akan dicari nilaidaya dukung aksial  perencanaan pondasi tiang pancang berdasarkan data SPT,  sondir,  dengan menggunakanmetode Meyerhoff  serta berdasarkan data  PDA, dan Kalendering  dan perhitungan dengan Metode ElemenHingga.  Selain itu perhitungan daya dukung lateral  menggunakan metode Broms dan menghitung penurunanelastis  tiang  pancang  yang  terjadi  serta  menghitung  efesiensi  dan  daya  dukung  kelompok  tiang.  Metodepengumpulan data adalah pengumpulan data sekunder  yang diperoleh dari  pihak Proyek .  Perhitungan dayadukung ultimit tiang berdasarkan data SPT pada titik Bore Hole  II pada kedalaman 18 meter adalah 107,610ton.Data sondir adalah 264,949 ton pada kedalaman 14.4 . Dari hasil perhitungan PDA pada tubuh bendung adalah108 ton. Dari hasil  perhitungan Kalendering dengan metode Hiley adalah 198,343 ton, dengan Metode  ENRadalah 105,032 ton, dengan Metode Danish Formula 273,377 ton. Dari hasil perhitungan metode elemen hinggaadalah 120,436 ton. Daya dukung lateral ultimit berdasarkan Metode Broms secara analitis sebesar 8,555 ton,dan  secara  grafis  sebesar  8,930  ton.  Penurunan  elastis  tunggal  yang  dihasilkan  sebesar  2,540  mm danberdasarkan Metode Poulus dan Davis  sebesar  7,340 mm.penurunan dengan Metode elemen hingga adalahsebesar 38,690 mm dan dari tes PDA diketahui penurunan sebesar 26 mm.Terdapat  sedikit  perbedaan daya dukung dan penurunan dengan beberapa metode yang digunakan.Perbedaan daya dukung dan penurunan tersebut dapat disebabkan oleh perbedaan jenis tanah, kedalaman yangditinjau,  cara  pelaksanaan  pengujian,  faktor  keamanan  dan  perbedaan  parameter  yang  digunakan  dalamperhitungan.Kata Kunci  :  Kapasitas  Daya Dukung,  SPT,  Sondir,  PDA,  Kalendering,  Metode Elemen Hingga, Penurunan Elastis
ANALISA FLAT SLAB DENGAN MEMAKAI DROP PANEL KOLOM PERSEGI DENGAN VARIASI PEMBEBANAN LIFE LOAD Aulia Rahman
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.917 KB)

Abstract

ABSTRAK Perencanaan bangunan gedung bertingkat menggunakan pelat dua arah (two way slab)dari beton bertulang yang bentuk konstruksinya unik, efisien, dan ekonomis. Pelat dua arahseperti flat slab drop panel merupakan pelat yang lazim diterapkan di Indonesia. Besarnya gayadalam pada pelat di Analisa dengan bantuan software ETABS. Dalam merencanakanpembebanan struktur bangunan dikenal namanya beban hidup dan beban mati. Beban matisudah otomatis terbebani merata pada seluruh pelat sementara beban hidup belum tentuselamanya terbebani merata pada seluruh pelat karena beban hidup selalu berpindah pindahdan bergerak. Hal ini lah yang perlu di perhatikan Karena momen yang terjadi akibat bebanhidup yang berpindah dan tidak merata akan menghasilkan momen yang lebih besar dari padabeban hidup yang tersebar merata pada pelat. Dari hasil perhitungan didapat momen bebanhidup tidak merata lebih besar dari pada momen beban hidup merata. Maka oleh itu desaindirencanakan dengan mengacu beban hidup tidak merata pada pelat agar struktur bangunanlebih aman jika suatu waktu beban hidup yang terjadi tidak merata pada pelat. Kata Kunci : flat slab , drop panel,  two way slab , ETABS, beban hidup. 
EVALUASI STRUKTUR ATAS JEMBATAN GANTUNG PEJALAN KAKI DI DESA AEK LIBUNG, KECAMATAN SAYUR MATINGGI, KABUPATEN TAPANULI SELATAN Bata Ruddin
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.71 KB)

Abstract

ABSTRAK Pedestrian suspension bridge is one type of bridge that only can be crossed bypedestrian and light vehicles such as bicycles, carts, motorcycles and vehicles with amaximum of three-wheel just in case an emergency. The evaluation of pedestriansuspension bridge is based on the reference Enforcement Guidelines for Planning andConstruction Implementation Suspension Bridge Walking For the year 2010 which wasthen aided by SAP 2000. From manual calculations and program will get supportreaction, deflection and ultimate force result of the load acting on bridge. Then there is asuspension bridge Which structural elements are no longer able to withstand the loadthat works and whether deflection occurs is still the limit allowable deflection. Keywords :Suspension bridge, support reaction, deflection, ultimate force.
ANALISIS STATISTIK GELOMBANG YANG DIBANGKITKAN OLEH ANGIN UNTUK PELABUHAN BELAWAN Dio Mega Putri
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.135 KB)

Abstract

ABSTRAK Pelabuhan Belawan merupakan pelabuhan terbesar ketiga di Indonesia dan menjadi salah satu pintu masukbagi kota Medan khususnya dan Sumatera Utara umumnya melalui jalur laut. Seiring dengan perkembanganwaktudiketahui bahwa pada bulan-bulan tertentu terjadi gelombang tinggi yang sangat mempengaruhi beragamkegiatan di laut. Analisis statistik gelombang diperlukan untuk mendapatkan beberapa karakteristik gelombang.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder (dataangin) kemudian dianalisis dengan menggunakan Metode Jonswap Parameters, Finith Water Depth dan Sverdrup,Munk, and Berstchneider. Dari hasil perhitungan untuk data angin rata-rata diperoleh angin dominan dari arahTimur Laut sebesar 49,17% dan untuk data angin maksimum diperoleh angin dominan dari arah Utara sebesar32,5%. Fetch efektif terpanjang yaitu dari arah Utara sejauh 608,87 km.Untuk Metode Jonswap Parameters CaraPertama diperoleh tinggi gelombang maksimum yaitu 0,75 m, sedangkan pada Metode Jonswap Parameters CaraKedua diperoleh tinggi gelombang maksimum yaitu 0,87 m dan Metode Finite Water Depth diperoleh tinggigelombang maksimum yaitu 0,62 m. Berdasarkan Metode Sverdrup, Munk, and Berstchneider untuk data anginmaksimum, gelombang tertinggi yaitu 3,85 m terjadi pada bulan Juni 2008. Dari hasil perhitungan gelombangdengan periode ulang tertentu diperoleh tinggi gelombang terbesar terjadi pada Metode Weibull dengan ketinggian4,79 m pada periode ulang 100 tahun. Dari hasil perhitungan periode ulang berdasarkan Thresold Wave Heightsdiperoleh tinggi gelombang terbesar terjadi pada Metode Gumbel dengan ketinggian 5,04 m pada periode ulang 200tahun. Kata Kunci : Pelabuhan Belawan, gelombang, Jonswap Parameters, Sverdrup, Munk and Berstchneider