cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISIS POTENSI BANJIR DI REZIM TENGAH SUNGAI DELI DENGAN PEMODELAN HEC-RAS Rizka Amalia
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.534 KB)

Abstract

ABSTRAK Banjir merupakan suatu bencana alam yang terjadi karena meluapnya sejumlah debit air dari sungai yang dikarenakan tingginya intensitas curah hujan pada suatu daerah. Di kota Medan terdapat sebuah sungai yang membelah kota yaitu sungai Deli. Sungai Deli terbentang sepanjang 72km dengan cakupan DAS seluas 472,96 km2 mulai dari kabupaten Karo sampai ke Kota Medan.Tujuan penelitian ini adalah  untuk mendapatkan  potensi lokasi terkena banjir di kota Medan pada wilayah DAS Sungai Deli, dengan menganalisis nilai debit  banjir  rencana  untuk periode ulang 2, 5, 10, 15, 25, 50 dan 100 tahun.Perhitungan debit banjir didalam penelitian ini menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu. Data yang digunakan adalah data primer berupa kunjungan lapangan ke daerah yang diprediksi tergenang banjir dan data sekunder berupa curah hujan harian dan bulanan dari empat stasiun yaitu Stasiun Sampali, Stasiun Tongkoh, Stasiun Helvetia, dan Stasiun Belawan. Analisis curah hujan yang digunakan untuk perhitungan intensitas curah hujan adalah dengan metode Distribusi Log Person III.Namun  penelitian ini lebih fokus pada debit banjir periode ulang 25 tahun yaitu sebesar 555,737 m3/dtk. Hasil berdasarkan analisis terdapat lima kelurahan yang termasuk zona rawan banjir yaitu Gedung Johor, Harjosari 2, Pangkalan mansyur, Sukamaju, dan Titi Kuning.   Kata Kunci :Banjir, Hidrograf Satuan SintetikNakayasu,HEC-RAS, PemetaanBanjir, GIS.
ANALISIS PERBANDINGAN TEGANGAN DAN DEFORMASI BALOK PROFIL WF DENGAN BALOK COLD-FORMED YANG DIBENTUK DARI KANAL DAN PELAT BAJA BERGELOMBANG Roberto Roberto
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.457 KB)

Abstract

Abstrak Penggunaan material baja sebagai struktur dalam suatu konstruksi sudah banyak dilakukan. Umumnya baja digunakan karena lebih mudah pengerjaannya dalam pembangunan dibandingkan dengan material lain, seperti beton bertulang. Pada penelitian ini, balok profil WF dari baja hot-formed dan balok cold-formed yang dibentuk dari kanal dan pelat baja bergelombang dikaji dari segi tegangan dan deformasi. Balok-balok tersebut dibandingkan dengan menggunakan teori balok Euler-Bernoulli dan elemen shell sebagai analisis elemen hingga, dengan menggunakan elemen solid186 dalam ANSYS. Tipe pertama dari balok tersebut dibentuk dari empat buah profil kanal C cold-formed dengan ukuran 100 x 50 x 2 mm (dua pada sisi atas dan dua pada sisi bawah, disusun sedemikian rupa sehingga punggung kedua kanal berhadapan) sebagai sayap dan pelat baja bergelombang coldformed dengan tebal 2 mm sebagai badan. Tipe kedua dari balok tersebut merupakan baja hot-formed profil IWF berukuran 400 x 125 mm, dipilih karena memiliki momen inersia yang hampir sama dengan tipe sebelumnya.  Kedua balok ini dijepit pada kedua ujungnya, dengan pengekang lateral, memiliki variasi bentang sebesar 6 m, 8 m, 10 m, dan 12 m, masing-masing dibebani dengan beban terbagi merata sebesar 1 kN/m. Hasil perhitungan untuk lendutan pada balok WF adalah sebesar 0,21 mm, 0,62 mm, 1,46 mm, dan 2,98 mm, sedangkan hasil perhitungan untuk lendutan pada balok gabungan adalah sebesar 0,29 mm, 0,78 mm, 1,77 mm, dan 3,51 mm, keduanya masing-masing untuk bentang 6 m, 8 m, 10 m, dan 12 m. Selain itu, hasil untuk tegangan maksimum dari balok WF adalah 8,55 MPa, 14,62 MPa, 22,41 MPa, dan 31,93 MPa, sedangkan hasil untuk tegangan maksimum dari balok gabungan adalah 16,50 MPa, 20,76 MPa, 28,23 MPa, dan 39,04 MPa, keduanya masingmasing untuk bentang 6 m, 8 m, 10 m, dan 12 m. Sebagai tambahan, berat sendiri balok WF dan balok gabungan masing-masing sebesar 30,403 kg/m dan 21,666 kg/m. Walaupun balok WF lebih baik daripada balok gabungan dalam segi tegangan dan deformasi, balok gabungan memiliki berat yang 28,7% lebih ringan daripada balok WF.  Kata Kunci: hot-formed, cold-formed, WF, kanal, baja bergelombang, tegangan, deformasi, ANSYS
PENGARUH PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER MASTERGLENIUM ACE 8595 TERHADAP KUAT TEKAN DAN KOEFISIEN UMUR BETON Roimer Simanullang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.946 KB)

Abstract

Abstrak : Bahan tambah mineral merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. Bahan tambah ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja workability, mengurangi panas hidrasi, mengurangi biaya pekerjaan beton, mepertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat, mempertinggi usia beton, mempertinggi kekuatan tekan beton, mempertinggi keawetan beton, mengurangi penyusutan, mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton. Berbagai jenis teknologi beton saat ini telah dikembangkan sesuai dengan keperluannya, salah satunya beton  mutu tinggi. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dilakukan dengan penambahan superplasticizer MasterGlenium ACE 8595. Hal ini bukan sekedar untuk meningkatkan kemudahan pengerjaan saja, akan tetapi mempengaruhi juga kenaikan persentase kekuatan tekan beton. Disamping adanya kemudahan pengerjaan ada beberapa indikasi yang diperhatikan seperti koefisien umur. Penting untuk mengetahui perubahan ini untuk mengukur prediksi umur 28 hari pada umur lebih awal. Hal ini banyak diperlukan untuk berbagai kebutuhan pengawasan, apakah mutu yang dipakai berkesesuaian dengan nilai mutu yang direncanakan untuk 28 hari. Dari hasil pengujian kuat tekan dengan penggunaan superplasticizer  MasterGlenium ACE 8595 menunjukkan peningkatan mutu dibandingkan mutu rencana 42 mpa yaitu untuk 0.8%, 1.0%, dan 1.2% secara berturut-turut meningkat sebesar 40.32%, 44.86%, dan 45.52%. Untuk angka koefisien umur pada umur 1 hari, 3 hari, dan 7 hari meningkat dibandingkan dengan koefisien umur PBI 1971. Berdasarkan  hasil pengujian maka kita mengetahui bahwa jika menggunakan superplasticizer MasterGlenium ACE 8595  pada beton akan meningkatkan workability, kuat tekan dan perubahan koefisien umurnya.  Kata kunci : Kuat tekan beton, Superplasticizer, MasterGlenium ACE 8595, Workability, koefisien umur
ANALISIS DISTRIBUSI TEGANGAN BAUT PADA SAMBUNGAN BALOK - BALOK KAYU DENGAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA (ANSYS) Ruben Situmorang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.456 KB)

Abstract

Abstrak : Sambungan kayu merupakan titik kritis atau terlemah yang terdapat pada titik hubung atau elemen dari suatu bangunan struktural. Salah satu bentuk sambungan yang harus diperhitungkan dengan seksama adalah sambungan tarik. Hal ini dikarenakan pada ukuran penampang yang besar kekuatan sambungan tarik biasanya rendah sehingga sulit untuk mengimbangi besarnya kekuatan batang utamanya. Gaya yang diterima masingmasing baut dalam kelompok baut pada sambungan kayu yang menerima beban tidak sentris tidak sama hal ini terlihat dengan perbedaan deformasi yang terjadi pada masing-masing baut dan tegangan yang terjadi pada masing-masing baut juga berbeda-beda. Analisa kekuatan dilakukan dengan menngunakan rumusan-rumusan teoritis yang telah banyak tercantum pada buku-buku panduan mekanika struktur dan teknik. Untuk mengatasi hal tersebut dikembangkan berbagai macam metode analisa yang dapat mengatasi hal tersebut. Salah satu metode tersebut adalah metode elemen hingga. Metode elemen hingga (Ansys) adalah sebuah metode yang menggunakan pendekatan numerik untuk menganalisa sebuah struktur untuk mendapatkan solusi pendekatan dari suatu permasalahan. Dari hasil analisis peneliti mendapatkan beban yang bekerja pada sambungan sebesar 31700N. Hasil tegangan geser yang didapat dari hasil analisis manual didapat hasil sebesar  7,82 MPa, dan tegangan geser maksimum yang didapat dari metode elemen hingga (ansys) adalah sebesar 9,93MPa pada baut baris empat. Displacement maksimum yang terjadi sebesar 0,272mm pada baut baris 3(tiga).  Kata kunci: deformasi, Ansys, Displacement.
ANALISA DISTRIBUSI TEGANGAN BAUT PADA SAMBUNGAN WEB-FLANGE GELAGAR BAJA DENGAN CARA ANALITIS DAN PROGRAM ANSYS Satdes Laurensius Sinaga
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.622 KB)

Abstract

Abstrak:Penggunaan LRFD dengan berdasarkan metode batas limit terutama pada sambungan baut masih memiliki beberapa kekurangan.Pada metode LRFD sebagaimana yang diatur dalam SNI 1729-2015,distribusi tahanan yang diterima baut pada saat diberikan pembebanan masih menggunakan konsep probabilitas atau pendekatan dan dianggap sama.Kekurangan pada metode LRFD tersebut,maka dilakuakan analisa distribusi tegangan pada sambungan baut dengan menggunakan Program ANSYS.Dengan menggunakan Program ANSYS distribusi tegangan pada masing-masing baut dapat terlihat secara detail. Dengan menggunakan program ANSYS dapat diketahui deformasi yang terjadi pada baut baik paga sumbu x,y maupun z.Deformasi baut yang terjadi terhadap sumbu x pada simulasi program ANSYS ini adalah 0,6249 mm -  0,8343 mm. Dari hasil perhitungan dengan cara analitis dengan hasil dari program ANSYS terlihat perbedaan antara tegangan geser yang terjadi pada masing-masng baut. Perbandingan tegangan geser Analitis (momen terbagi di sayap dan badan) dan ANSYS baut dari titik berat sambungan ke atas (keadaan tertekan) adalah 0,2134- 0,7835 dan dari titik berat sambungan ke bawah (keadaan tertarik) adalah 0,4276-1,1248. Perbandingan tegangan geser Analitis (momen sepenuhnya ditahan sayap) dan ANSYS baut dari titik berat sambungan ke atas (keadaan tertekan) adalah 0,3736-1,8107 dan dari titik berat sambungan ke bawah (keadaan tertarik) adalah 0,6342- 4,1532.  Kata kunci : tegangan geser, deformasi,ANSYS,eksentrisitas
ANALISIS PENGARUH UKURAN MAKSIMUM AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN DAN TARIK LENTUR BETON Sem Kennedy Simanungkalit
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.9 KB)

Abstract

Abstrak : Beton merupakan suatu material bahan konstruksi yang tesusun atas campuran semen, agregat (kasar dan halus), air dan dengan atau tanpa bahan tambah (admixture) bila diperlukan. Agregat kasar (kerikil atau batu pecah) dan agregat halus (pasir) berfungsi sebagai bahan pengisi utama beton sekaligus sebagai penguat, sedangkan campuran semen dengan air berfungsi sebagai pengikat antar material. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran maksimum agregat terhadap kuat tekan dan tarik lentur beton. Benda uji akan dibuat menjadi 3 variasi yang memiliki ukuran maksimum 31,5 mm, 19,1 mm, dan 9,52 mm dengan komposisi campuran konstan setiap variasi.. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, ukuran maksimum agregat memberikan pengaruh terhadap kuat tekan dan tarik lentur. Pemakaian ukuran agregat yang lebih kecil atau halus akan menghasilkan beton dengan mutu yang lebih baik dalam segi kuat tekan dan tarik lentur. Nilai slump untuk ukuran maksimum 31,5 mm, 19,1 mm, 9,52 mm berturut-turut adalah 8 cm, 10 cm, 11 cm. Kuat tekan beton untuk ukuran maksimum 31,5 mm, 19,1 mm, 9,52 mm berturut-turut adalah sebesar 36,6756 MPa, 40,7916 MPa, 48,1216 MPa. Kuat tarik lentur rata rata beton untuk ukuran maksimum agregat 31,5 mm, 19,1 mm, 9,52 mm berturut-turut adalah sebesar 2,7763 MPa, 3,4667 MPa, 4,1185 MPa.        Kata kunci : kuat tekan, ukuran maksimum agregat, slump, kuat tarik lentur
PENGARUH COMPACTION TERHADAP NILAI KUAT GESER DENGAN DIRECT SHEAR TEST TANAH GAMBUT TANJUNG MEDAN KECAMATAN KAMPUNG RAKYAT KABUPATEN LABUHAN BATU SELATAN SUMATERA UTARA Siska Novelia Novelina Zai
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.578 KB)

Abstract

ABSTRAK Gambut dikenal memiliki pemampatan yang cukup besar, kadar air yang tinggi, dan daya dukung yang rendah. Hal ini menjadi masalah dalam perencanaan konstruksi yang akan dibangun.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sifat-sifat fisik tanah gambut serta klasifikasinya, mengetahui kadar air optimum dari berat isi kering maksimum tanah gambut serta mengetahui pengaruh compaction test pada nilai kuat geser tanah gambut. Penelitian ini menggunakan tanah gambut dari Tanjung Medan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Peneliti menggunakan sampel undisturbed, disturbed,dan sampel yang mengalami compaction terlebih dahulu yaitu disturbed 109%, disturbed 107% dan disturbed 106%. Kemudian diuji dengan metode direct shear test dengan tiga pembebanan 98,100 N; 196,200 N; dan 294,300 N. Kadar air tanah gambut Tanjung Medan 728,707% serta berat spesifik 1,412. Tanah gambut Tanjung Medan diklasifikasikan sebagai low ash peat dengan nilai 4,290% dan kadar organik 95,710%. Berdasarkan ASTM D4427-92 (2002) tanah gambut Tanjung Medan termasuk dalam moderately acidic peat karena memiliki nilai pH 5. Nilai rata-rata berat isi kering jenis sampel undisturbed 0,163 gr/cm3 meningkat menjadi 0,538 gr/cm3 pada jenis sampel disturbed 109%. Tanah gambut Tanjung Medan memiliki nilai kadar air optimum 111,345% dan berat isi kering maksimum 0,493 gr/cm3. Nilai sudut geser dalam tertinggi terdapat pada jenis sampel disturbed 109% Proctor Standar yaitu 4,210° dan kohesi 0,039 MPa dibandingkan dengan sampel undisturbed memiliki sudut geser dalam 0,236° dan kohesi 0,035 MPa. Dengan meningkatnya nilai-nilai tersebut maka dapat meningkatkan nilai kuat geser tanah gambut Tanjung Medan sekaligus daya dukungnya.   Kata kunci : tanah gambut, compaction, direct shear test, kohesi, sudut geser dalam
PENERAPAN SISTEM KOLAM RETENSI (RETARDING BASIN) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI DELI UNTUK PENGENDALIAN BANJIR KOTA MEDAN Sumanto Sumanto
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.983 KB)

Abstract

Abstrak Banjir merupakan suatu kondisi dimana tidak tertampungnya air dalam saluran pembuang atau terhambatnya aliran air di dalam saluran pembuang. Curah hujan yang tinggi disertai dengan perubahan tata guna lahan dapat meningkatkan limpasan air permukaan mengalir dengan cepat dan menimbulkan banjir. Daerah Aliran Sungai Deli adalah salah satu DAS yang berperan penting terhadap Kota Medan. Sungai Deli terbentang sepanjang 73,2 km dengan cakupan DAS seluas 472,96 km2 mulai dari kabupaten Karo sampai kota Medan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa volume tampungan kolam retensi akibat debit banjir kala ulang DAS Deli dengan debit kapasitas penampang sungainya. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode Hidrograf Satuan Sintesis Nakayasu dan metode Melchior untuk menentukan debit banjir dengan menggunakan data analisa distribusi probabilitas dan intensitas hujan rencana,  serta metode Muskingum untuk analisis kapasitas kolam retensi. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode HSS Nakayasu diperoleh debit banjir sebesar 308,80 m3/det dan metode Melchior sebesar 379,55 m3/det untuk kala ulang 25 tahun, kapasitas sungai sebesar 168 m3/det, dan volume kapasitas kolam retensi dengan metode Muskingum sebesar 1.376.117,58 m3. Dengan direncanakan kolam tampungan tanpa pompa serta kedalaman kolam direncanakan sedalam 3 m, luasan kolam yang dibutuhkan seluas 458.705,9 m2 atau sekitar 46 Ha. Sedangkan, pintu air yang dibutuhkan sebanyak 5 pintu dengan lebar tiap pintu 2,83 m dan tinggi 2,5 m.  Kata Kunci : Banjir, DAS Deli, HSS Nakayasu, Kolam Retensi, Muskingum
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KERETA API (Studi Kasus: Pembangunan Fly Over Jalur Kerta Api Medan-Kualanamu) Syaiful Azhari Siregar Azhari Siregar
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.227 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam mengantisipasi dan mengurangi angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, pemerintah mewajibkan setiap perusahaan konstruksi menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Menanggapi hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memahami dan mengevaluasi penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek pembangunan jembatan rel kereta api di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei melalui lembar kuesioner yang dibagikan kepada 30 orang  lalu diolah dengan software SPSS dan metode pembobotan (scoring). Berdasarkan hasil penelitian, total penerapan SMK3 keberhasilan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di proyek pembangunan jembatan rel Kereta Api yang mencapai nilai 72.257% tergolong dalam kategori nomor 2 yaitu tingkat pencapaian penerapan 60-84% yang pengertiannya layak untuk diberi sertifikat dan peringkat bendera perak. Berdasarkan evaluasi pelaksanaannya, faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan SMK3 adalah sebagai berikut: Dilihat dari segi performance para pekerja masih kurang mampu mengoperasikan peralatan kerja sesuai standar kerja sehingga kecelakaaan kerja bisa terjadi. Dilihat dari segi kesehatan pekerja, sedikitnya pelatihan kepada pekerja untuk bekerja secara aman demi pengetahuan dan peningkatan penerapan SMK3 yang ada di proyek.   Kata Kunci: Evaluasi, Penerapan, Kecelakaan kerja, SMK3, SPSS
Stabilisasi tanah lempung menggunakan Gypsum, Kapur (CaO) dan Semen ditinjau dari nilai CBR (California Bearing Ratio) Syawali Himawan Simbolon
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.185 KB)

Abstract

Abstract. Kondisi tanah di Indonesia sangat bervariasi ditinjau dari segi kemampuan dukungnya. Tanah lempung yang mempunyai kuat geser yang rendah perlu distabilisasi agar memenuhi syarat teknis untuk dijadikan sebagai tanah dasar. Salah satu stabilisasi tanah yang biasa dilakukan yaitu dengan menambahkan bahan kimia pada tanah. Dalam penelitian ini digunakan penambahan semen, kapur dan gypsum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks properties dan  nilai CBR (California Bearing Ratio) laboratorim terendam dan tak terendam, dengan penambahan semen, kapur dan gypsum pada tanah lempung dengan masing masing varian 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Dari penelitian ini diperoleh bahwa sampel tanah asli memiliki kadar air 34,43%; berat spesifik 2,65; batas cair 52.43 %; dan indeks plastisitas 28.09%. Berdasarkan klasifikasi USCS, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis (CH) yaitu lempung anorganik dengan plastisitas sedang sampai tinggi. Berdasarkan  klasifikasi AASHTO, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis A-7-6. Nilai CBR pada tanah asli sebesar 7,01% untuk pengujian CBR tidak terendam (unsoaked). Nilai paling maksimum dari masing masing variasi campuran dengan pemeraman 14 hari adalah pada penambahan semen 10% sebesar 10,15%, pada penambahan kapur 10% sebesar 9,78%, pada penambahan gypsum 10% sebesar 9,05%, untuk seluruhnya waktu pemeraman 14 hari dan untuk pengujian CBR terendam (soaked) nilai paling maksimum dari masing masing variasi campuran adalah pada penambahan semen 4% sebesar 5,52%, pada penambahan kapur 4% sebesar 5,26%, pada penambahan gypsum 4% sebesar 4,89%. Penambahan semen, kapur dan gypsum tidak merubah klasifikasi tanah baik menurut AASHTO maupun USCS.  Kata Kunci: lempung, kapur, semen, gypsum, stabilisasi tanah, curring time, california bearing ratio.