cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
PERBANDINGAN BIAYA PELAKSANAAN PEKERJAAN DINDING ANTARA METODE BATA HEBEL DENGAN METODE PRECAST DENGAN WAKTU PELAKSANAAN YANG SAMA Victor Vivtor
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.228 KB)

Abstract

Abstrak : Dalam konstruksi dikenal ada dua metode pekerjaan beton yang dipakai yaitu metode bata hebel dan metode precast. Pada proyek Podomoro City Medan , sebagian dinding menggunakan metode precast dan sebagian dinding lagi mengunakan bata hebel. Berapakah perbandingan tenaga kerja, biaya dan waktu pelaksanaan bata hebel dengan precast.. Dari hasil analisis yang dilakukan pada proyek Podomoro City, diperoleh perbandingan biaya tenaga kerja, material dan alat kerja masing – masing metode. Pada pekerjaan bata hebel Tower Liberty 1 lantai dibutuhkan Rp.56.050.870,- untuk biaya tenaga kerja, dibutuhkan Rp.80.632.744,- untuk biaya material dan dibutuhkan Rp.339.428.571 untuk biaya alat kerja. Sedangkan pada pekerjaan dinding precast Tower Liberty 1 lantai dibutukan Rp.49.435.879,- untuk biaya tenaga kerja, dibutuhkan Rp.148.266.677,- untuk biaya material dan dibutuhkan Rp.150.228.571,- untuk biaya alat kerja. Pada pekerjaan bata hebel Tower Lincoln 1 lantai dibutuhkan Rp.75.729.740,-untuk biaya tenaga kerja, dibutuhkan Rp.108.942.050,- untuk biaya material dan dibutuhkan Rp.339.428.571,- untuk biaya alat kerja. Sedangkan pada pekerjaan dinding precast Tower Lincoln 1 tingkat dibutuhkan Rp.66.792.295,- untuk biaya tenaga kerja, dibutuhkan Rp.200.321.544,- untuk biaya material dan dibutuhkan Rp 150.228.571,- untuk biaya alat kerja Maka pekerjaan 11 bulan untuk Tower Liberty menggunakan bata hebel dibutuhkan total biaya Rp.476.122.185,- , sedangkan total biaya yang digunakan untuk dinding precast sebesar Rp.347.931.127,- . dan untuk pekerjaan Tower Lincoln menggunakan bata hebel dibutuhkan total biaya Rp.524.100.361,- , sedangkan total biaya yang digunakan untuk dinding precast sebesar Rp.417.342.410,- . Setelah dibandingkan  metode precast dengan metode bata hebel selisih harga 137% untuk Tower Liberty dan 125% untuk Tower Lincoln   Kata kunci: dinding struktur beton, metode bata hebel, metode precast, biaya dan waktu.
Pengaruh perkuatan ferrocement dengan kawat ayam pada struktur beton Wensly Husada
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.631 KB)

Abstract

Abstract. Dalam penelitian ini akan dibahas salah satu metode perkuatan yaitu dengan melapisi ferrocement pada struktur beton. Tujuan dari pelapisan ferrocement adalah untuk memperkuat struktur beton ataupun memperbaiki kerusakan yang terjadi pada beton. Benda uji yang digunakan adalah beton berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan memiliki tinggi 30 cm. Kawat yang digunakan sebagai tulangan dalam ferrocement adalah kawat ayam. Variasi jumlah kawat yang digunakan untuk menguji perkuatan ferrocement adalah sebanyak 1 lapis kawat ayam dan 2 lapis kawat ayam. Hasil penelitian menunjukkan perkuatan ferrocement dengan menggunakan 2 lapis kawat ayam menghasilkan nilai kuat tekan dan nilai tarik belah yang besar jika dibandingkan dengan beton normal tanpa perkuatan ferrocement. Ferrocement, kawat ayam, kuat tekan, tarik belah
PENGARUH SUMBER AGREGAT KASAR DAN HALUS TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON Willy Nugroho
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.351 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada zaman ini beton merupakan salah satu bahan konstuksi yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan struktur di Indonesia. Agregat kasar maupun agregat halus merupakan salah satu bahan penyusun beton yang paling utama.   Tugas akhir ini bertujuan untuk membandingkan kualitas dari agregat kasar (kerikil) dan agregat halus (pasir) yang berasal dari 3 daerah di Sumatera Utara yaitu dari kota Binjai, kecamatan Patumbak dan kecamatan Bahorok sebagai campuran beton untuk melihat pengaruhnya terhadap kekuatan tekan beton, kekuatan tarik beton pada karakteristik beton yang sama yakni fc’ 25 Mpa.  Hasil penelitian ini didapat bahwa hasil kuat tekan beton yang dihasilkan tertinggi pada beton dengan campuran agregat halus dari daerah Bahorok dan agregat kasar dari daerah Binjai dengan kuat tekan 26,57 Mpa dan kuat tarik beton tertinggi pada beton dengan campuran agregat halus dari daerah Binjai dan agregat kasar dari daerah Binjai dengan kuat tarik 3,467 Mpa. Kata kunci : Variasi, Campuran, Agregat Halus, Agregat Kasar,Kuat tekan beton
PENGARUH KERJA LEMBUR (OVERTIME) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KONSTRUKSI PADA RUSUNAMI MEDAN Wilson Wijaya
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.924 KB)

Abstract

AbstrakPada pelaksanaan proyek konstruksi terdapat tiga sasaran yang harus dicapai, yaitu ketepatan biaya, waktu, dan mutu. Harus diusahakan agar biaya tidak melebihi anggaran, waktu tidak melampaui jadwal yang telah ditetapkan, dan mutu sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Untuk mencapai ketepatan biaya dan waktu, produktivitas kerja merupakan hal yang sangat penting. Produktivitas kerja dipengaruhi oleh tiga hal yaitu peralatan, material, dan tenaga kerja. Produktivitas peralatan dapat dihitung dengan mudah berdasarkan manual/petunjuk pemakaian dan kondisi peralatan, adapun produktivitas tenaga kerja lebih sulit dipastikan karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Jika pelaksanaan proyek konstruksi mengalami keterlambatan, pada umumnya kontraktor akan melakukan percepatan agar jadwal penyelesaian proyek tidak terlampaui. Percepatan bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menambah jumlah tenaga kerja pada jam kerja normal (overmanning), menerapkan jam kerja bergantian (shift work), atau menerapkan jam kerja lembur (overtime). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka didapat produktivitas kerja normal pada proyek Rusunami Medan adalah sebesar 7,926 m3 ; produktivitas kerja lembur pada proyek Rusunami Medan adalah sebesar 7,80 m3. Penurunan produktivitas pada kerja lembur berpengaruh terhadap biaya kenaikan upah tenaga kerja. Kenaikan upah tenaga kerja adalah sebesar 128,57%.Kata Kunci : Kerja normal, Kerja lembur, Produktivitas.
PENGARUH KERJA LEMBUR (OVERTIME) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KONSTRUKSI PADA RUSUNAMI MEDAN Wilson Wijaya
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.924 KB)

Abstract

AbstrakPada pelaksanaan proyek konstruksi terdapat tiga sasaran yang harus dicapai, yaitu ketepatan biaya, waktu, dan mutu. Harus diusahakan agar biaya tidak melebihi anggaran, waktu tidak melampaui jadwal yang telah ditetapkan, dan mutu sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Untuk mencapai ketepatan biaya dan waktu, produktivitas kerja merupakan hal yang sangat penting. Produktivitas kerja dipengaruhi oleh tiga hal yaitu peralatan, material, dan tenaga kerja. Produktivitas peralatan dapat dihitung dengan mudah berdasarkan manual/petunjuk pemakaian dan kondisi peralatan, adapun produktivitas tenaga kerja lebih sulit dipastikan karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Jika pelaksanaan proyek konstruksi mengalami keterlambatan, pada umumnya kontraktor akan melakukan percepatan agar jadwal penyelesaian proyek tidak terlampaui. Percepatan bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menambah jumlah tenaga kerja pada jam kerja normal (overmanning), menerapkan jam kerja bergantian (shift work), atau menerapkan jam kerja lembur (overtime). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka didapat produktivitas kerja normal pada proyek Rusunami Medan adalah sebesar 7,926 m3 ; produktivitas kerja lembur pada proyek Rusunami Medan adalah sebesar 7,80 m3. Penurunan produktivitas pada kerja lembur berpengaruh terhadap biaya kenaikan upah tenaga kerja. Kenaikan upah tenaga kerja adalah sebesar 128,57%.Kata Kunci : Kerja normal, Kerja lembur, Produktivitas.
PENGARUH PENGEKANGAN EKSTERNAL DENGAN CINCIN BAJA PADA BENDA UJI SILINDER Wira Chandra
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.795 KB)

Abstract

Abstrak Perbaikan dan perkuatan struktur beton menjadi bagian penting pada dunia konstruksi di dunia. Beberapa metode perbaikan dan perkuatan kolom yang dianggap paling baik adalah metode plate bonding, FRP dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kapasitas aksial pada beton silinder terkekang eksternal.  Kekangan yang umum digunakan selama ini adalah pengekangan internal. Dalam penelitian ini, digunakan dari pelat strip sebagai perkuatan eksternal yang dibentuk sehingga mirip cincin baja. Benda uji yang dibuat adalah beton silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dan dilapisi cincin baja dengan masing-masing variasi 4,5 dan 6 lapis cincin baja. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan kuat tekan sebesar 10.78% untuk 4 lapis cincin baja, 28.55% untuk 5 lapis cincin baja dan 28.55% untuk 6 lapis cincin baja dari kekuatan awalnya. Pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa  dengan perkuatan terkekang eskternal mampu meningkatkan kuat tekan beton lebih besar daripada beton silinder yang tidak diberi perkuatan. Hasil percobaan juga menunjukkan bahwa rumus Empiris yang diajukan oleh Legeron dan Paultre lebih mendekati hasil percobaan. Kata Kunci: Cincin Baja, Kuat Tekan, Pengekangan Eksternal
Pengaruh penggunaan kawat loket pada ferrocement terhadap beton Wiselly Ongko
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.101 KB)

Abstract

Abstract. Ferrocement adalah sebuah bentuk dari beton menggunakan lapisan kawat dengan spasi kecil dan atau batang berdiameter kecil yang di isi atau dilapisi dengan mortar. Dalam penelitian ini beton normal akan di lapisi dengan ferrocement dengan menggunakan kawat loket sebagai tulangan ferrocement dengan tujuan memperkuat struktur beton ataupun memperbaiki kerusakan yang terjadi pada beton. Penelitian ini menggunakan benda uji beton berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penelitian melakukan pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah pada benda uji. Hasil penelitian menunjukkan perkuatan ferrocement dengan menggunakan 2 lapis kawat loket ferrocement pada beton menghasilkan nilai kuat tekan dan nilai tarik belah yang lebih besar jika dibandingkan dengan beton dengan dilapisi 1 lapis kawat loket ferrocement. Ferrocement, kawat loket, kuat tekan, tarik belah
ANALISA PERBANDINGAN DROP PANEL DAN TRANSVERSE SHEAR REINFORCEMENT PADA STRUKTUR FLAT SLAB BETON BERTULANG Zulfuadi Lubis
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.049 KB)

Abstract

Abstrak Pada perencanaan gedung struktur flat slab, kegagalan pons (punching shear fealure) di daerah pertemuan pelat dan kolom menjadi pertimbangan kritis. Pelat yang memberikan tekanan pada bagian kepala kolom hendak ditembus kolom dari bawah keatas. Keruntuhan pons ditandai dengan timbulnya retak-retak disekitar area pertemuan kolom dan pelat atau bahkan tertembus oleh kolom. Beberapa cara yang digunakan untuk mengantisipasi kegagalan pons tersebut diantaranya pemasangan drop panel atau transverse shear reinforcement. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah material gedung parkir flat slab dengan drop panel dan flat slab dengan transverse shear reinforcement. Tahap perencanaan lentur pelat menggunakan metode “direct design method”, pengaruh gempa menggunakan metode “respons spektrum” sesuai SNI 03-1726-2012, dan gaya-gaya luar kolom dihitung dengan bantuan program analisis struktur SAP2000v.14. Berdasarkan hasil pembahasan diketahui bahwa pada gedung flat slab dengan transverse shear reinforcement volume beton yang digunakan lebih besar 1,23%. Untuk penggunakan besi tulangan, gedung flat slab dengan drop panel lebih besar 0,70%. Dan perpindahan horizontal maksimum puncak gedung ẟ_xe=120,6 mm untuk gedung flat slab dengan transverse shear reinforcement, dan ẟ_xe=79,1 mm untuk gedung flat slab dengan drop panel. Adapun keuntungan lebih dari gedung flat slab dengan transverse shear reinforcement memiliki spasi antar lantai ruangan yang lebih besar (3,75 m) dibandingkan dengan gedung flat slab dengan drop panel (3,67 meter). Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dengan mencoba analisis kegagalan pons dengan variasi bentuk kolom yang berbedabeda. Kata kunci: pons, punching shear fealure, flat slab, drop panel, transverse shear reinforcement, SNI 03-1726-2012, direct design method, respons spektrum, SAP2000v.14.
ANALISA KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITIS DAN PLAXIS V 8.6 PADA ABUTMENT 2 IC SEI PAMULUTAN STA 07+126 (Studi Kasus Pada Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Palembang - Indralaya) Agung Nugraha Sipayung
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.872 KB)

Abstract

ABSTRAK  Pondasi merupakan komponen struktur bangunan yang berfungsi untuk meneruskan beban struktur di atasnya ke lapisan tanah di bawahnya. Oleh karena itu pondasi harus dapat menahan semua beban di atasnya baik berupa beban hidup maupun beban mati. Jenis pondasi yang sesuai dengan tanah pendukung yang terletak pada kedalaman 10 meter di bawah permukaan tanah adalah pondasi tiang.  Pada Proyek Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Palembang - Indralaya, Abutment 2 IC Sei Pamulutan STA 07 + 126 akan dicari nilai daya dukung perencanaan pondasi tiang melalui data SPT, data PDA test, beserta Kalendering dan membandingkannya dengan hasil pemodelan plaxis, sehingga didapatkan hasil yang lebih realistis. Juga akan dihitung nilai efisiensi tiang, menghitung daya dukung lateral dan penurunan elastis tiang yang dicari secara analitis.  Perhitungan daya dukung aksial tiang pancang dengan Metode Elemen Hingga pada titik Bore Hole 5 adalah 438,58 Ton pada kedalaman 27 m. Nilai ini cukup berbeda jauh dari hasil perhitungan menggunakan data SPT yaitu sebesar 1567,12 Ton. Tahanan lateral ultimit berdasarkan Metode Broms adalah sebesar 34,87 Ton, sedangkan penurunan elastis yang dihasilkan berdasarkan metode elemen hingga dengan bantuan program Plaxis V 8.6 adalah sebesar 19,23 mm, akibat beban rencana sebesar 173,00 Ton.  Kata Kunci : plaxis, kalendering, kapasitas daya dukung, penurunan elastis
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dwelling Time Peti Kemas Di Pelabuhan Belawan Medan Benedictus Tarigan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.269 KB)

Abstract

ABSTRAK   Kontribusi moda transportasi laut dalam perdagangan dunia mencapai 77%. Dominannya transportasi laut mengindikasikan bahwa kemajuan perekonomian dan perdagangan nasional adalah dengan menciptakan transportasi laut yang baik dan unggul. Salah satu cara untuk menciptakan transportasi laut yang baik dan unggul adalah dengan memperbaiki pelayanan yang ada di pelabuhan. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan pelabuhan yang dilakukan secara efektif, efisien, dan profesional sehingga pelayanan pelabuhan menjadi lancar, aman, dan cepat. Performa atau kinerja pelabuhan secara internasional dalam memberikan pelayanan diukur melalui indikator dwelling time adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas dibongkar dan diangkat dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh dari waktu pre clearance, customs clearance, dan  post clearance terhadap total waktu Dwelling Time peti kemas di Pelabuhan Belawan, Medan. Analisa data hasil estimasi dilakukan dengan metode analisa regresi linier berganda (Multiple Linear Regression Analysis) dengan bantuan program SPSS kemudian ditabulasi untuk memudahkan perhitungan pada tahap estimasi serta dilakukan pembahasan atas hasil estimasi. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa angka rata-rata dwelling time di Pelabuhan Belawan Medan pada kisaran 4 hari sedangkan standar pemerintah adalah 3 hari. Hasil perhitungan statistik yang membandingkan model dwelling time variasi antara X1,X2,X3 ; X1,X2 ; X1,X3 dan X2,X3 memperlihatkan bahwa model 1 (X1,X2,X3) adalah yang terbaik dengan nilai R2 = 0,997 dan Signifikansi < 0,05. Faktor yang paling dominan mempengaruhi dwelling time peti kemas di Pelabuhan Belawan, Medan adalah variabel pre clearance.  Kata Kunci: Dwelling Time, Pre Clearance, Custom Clearance, Post Clearance, Peti Kemas.