cover
Contact Name
-
Contact Email
bikkm@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bikkm@uii.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29886791     DOI : https://doi.org/10.20885/bikkm
Core Subject : Health,
We focus on publishing ethically and methodologically rigorous scientific research, including original research, literature reviews, and case reports in the medicine and public health field.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023)" : 9 Documents clear
Hubungan Karakteristik Demografi Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang COVID-19 Masyarakat Indonesia Pada Tahun Pertama Pandemi Idamatussilmi, Fina; Rukmana, Fitria Yuristika Indra; Ramadhani, Rr. Fauzia; Ilham , Dian Maknalia; Suryaningtyas, Yenni; Kuntari, Titik
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol1.iss2.art1

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV2 dengan keluhan utama di saluran pernapasan. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menekan pertambahan kasus baru setiap harinya antara lain dengan 3M dan 3T, namun masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan tersebut. Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan sehingga penelitian mengenai pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 dan media informasi yang banyak diakses masyarakat penting untuk dilakukan untuk dapat menentukan intervensi yang lebih sesuai. Tujuan: mengukur tingkat pengetahuan masyarakat, sumber informasi yang banyak diakses pada tahun pertama pandemi, serta hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan tentang COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner dalam bentuk Google Form yang dibagikan pada 12-15 Juni 2020. Kriteria inklusi subyek penelitian adalah masyarakat Indonesia tinggal di Indonesia, berusia 18 tahun ke atas, dan bukan tenaga kesehatan. Analisis univariat dilakukan untuk melihat karakteristik responden, pengetahuan dan sumber informasi.  Analisis bivariat dengan Chi-Square dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan tingkat pengetahuan. Hasil: Penelitian melibatkan 423 responden. Sebagian besar responden adalah perempuan (71,4%), berusia 20-29 tahun (66,9%), tinggal di luar Jawa (26,7%), dan memiliki pendidikan terakhir sarjana (61,9%). Media informasi yang paling banyak diakses oleh responden adalah televisi (28%) dan pesan WhatsApp (16%). Tingkat pengetahuan COVID-19 secara keseluruhan baik (rata-rata75,64%), tetapi masih terdapat kesenjangan tingkat pengetahuan tentang gejala, cara penularan dan kelompok rentan. Jenis kelamin, usia, provinsi (tempat tinggal), tingkat pendidikan terakhir, dan pekerjaan tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan tentang COVID-19. Simpulan: Pengetahuan responden secara umum sudah baik. Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan pengetahuan tentang gejala, cara penularan dan kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19. Sumber informasi utama tentang COVID-19 yang banyak diakses adalah televisi (28%). Pemerintah harus terus melakukan upaya promosi dan edukasi terutama terkait tiga materi tersebut dengan mengoptimalkan media yang banyak diakses masyarakat.   Kata Kunci: COVID-19, Indonesia, tingkat pengetahuan
Fraktur Kompleks Zygomaticomaxillary Pada Kecelakaan Kerja: Sebuah Laporan Kasus Yusanti, Leni; Sunaryo; Estiko, Reza
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur kompleks Zygomaticomaxillary (ZMC) merupakan jenis fraktur wajah yang paling umum dan paling banyak kedua setelah fraktur hidung. Manifestasi ZMC dapat mengganggu fungsi tubuh dan estetika. Melakukan diagnosis dengan anamnesis yang komprehensif, pemeriksaan fisik yang lengkap, dan pemeriksaan penunjang seperti computed tomography (CT) scan sangat penting. Tujuan studi ini adalah untuk menyajikan kasus fraktur ZMC dari seorang tukang kayu berusia 51 tahun, laki-laki yang wajahnya terkena kayu berukuran 4x6 meter dengan tenaga gergaji mesin diesel. Khususnya, studi ini mengkaji penggunaan foto polos kepala untuk evaluasi pasca operasi. Berdasarkan pemeriksaan klinis, pasien didiagnosis mengalami fraktur ZMC. Sisipan dilakukan untuk prosedur reduksi terbuka dengan fiksasi internal menggunakan L-shaped mini plate and screws.
Perbandingan Citra Nefrokalsinosis Pada Modalitas Ultrasonografi Dan Foto Polos: Sebuah Tinjauan Singkat Dewanto, Prasetyo; Estiko, Reza
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Nefrokalsinosis (NK) mengacu pada pengendapan deposisi kristal seperti kalsium oksalat (CaOx) atau kalsium fosfat (CaPi) di dalam korteks ginjal atau medula dan berhubungan dengan batu saluran kandung kemih (BSK). Modalitas pencitraan ditentukan oleh kondisi klinis dan kecurigaan adanya batu ureter atau ginjal. Kajian mengenai perbandingan evaluasi antar modalitas pada NK masih sangat minim, terutama ultrasonografi (USG) dengan foto polos. Tujuan: untuk mengulas perbandingan gambaran modalitas USG dan foto polos abdomen pada NK karena kedua modalitas ini cukup terjangkau sehingga sering digunakan. Metode:  Metode telaah konvensional kami meliputi: (1) Menelusuri kata kunci; (2) Melakukan seleksi 7 artikel; dan (3) Membaca 4 artikel inti secara mendalam Hasil: Pada USG, karakteristik NK ditandai dengan kalsifikasi pada piramida ginjal, tepi piramida hyperechoic, dan bagian tengah yang lebih lusen. Sedangkan pada foto polos hanya memperlihatkan acoustic shadow posterior, yang setara dengan piramida hyperechoic pada USG. Meski demikian, foto polos abdomen dapat mengidentifikasi jenis batu, menilai ukuran batu, dan dapat digunakan untuk memantau perjalanan ukuran batu. Simpulan: Kedua modalitas ini dapat saling melengkapi untuk pasien dengan NK, dimulai dengan USG dan foto polos abdomen untuk konfirmasi diagnosis dan kemudian foto polos abdomen untuk evaluasi perjalanan kondisi NK dari waktu ke waktu.
Efektivitas Seminar Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kewaspadaan Kanker Nasofaring Bagi Tenaga Kesehatan Di Kabupaten Gunungkidul Rosmawati, Ima Dewi; Indrasari, SR; Herdini, Camelia; Fles, Renske; Tan, I. Bing; Fidianingsih, Ika
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, kanker nasofaring (NPC) menempati urutan 4 tumor ganas di seluruh tubuh. Pada daerah kepala dan leher, NPC menempati urutan pertama kanker di daerah kepala dan leher. Kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas dan juga masyarakat tentang NPC menjadi salah satu faktor yang menyebabkan diagnosa dini penyakit ini menjadi terlambat. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap NPC oleh tenaga kesehatan dalam rangka penegakan diagnosis NPC secara dini. Tujuan: Untuk menjelaskan efektivitas seminar untuk meningkatkan pengetahuan tentang kewaspadaan kanker nasofaring pada tenaga kesehatan di Kabupaten Gunungkidul Metode: Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan pre dan post test only group design. Penelitian ini dilakukan pada 109 tenaga kesehatan yang diambil secara klaster dari seluruh instansi kesehatan di wilayah kabupaten Gunungkidul. Perlakuan yang diberikan pada responden meliputi seminar tentang kewaspadaan NPC. Kuesioner Awareness Program Questionnaire (APQ) digunakan sebagai alat ukur penelitian ini. Data pre dan post-test dari responden dianalisis dengan menggunakan uji paired sample t-test. Data dinyatakan bermakna jika p>0.05 dengan koefisien internal (CI) sebesar 95%  Hasil: Tingkat pengetahuan responden tentang kewaspadaan NPC setelah mengikuti seminar meningkat sebesar 32,3%. Pemahaman tenaga kesehatan sebelum seminar adalah 6,60 ± 2,07 naik menjadi 9,51±2,243 setelah seminar (p<0,01). Simpulan: Metode seminar efektif meningkatkan pengetahuan tentang kewaspadaan NPC pada tenaga kesehatan di Kabupaten Gunung kidul.
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Ariasti, Nia; Rachmawati, Anisa; Devita, Ninda
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gawai semakin meningkat selama pandemi. Penggunaan gawai dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek samping berupa Computer Vision Syndrom (CVS). Penerapan pembelajaran daring di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dapat meningkatkan risiko kejadian CVS pada mahasiswa. Tujuan: Mengetahui  faktor yang berhubungan dengan kejadian CVS pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional.  Subjek penelitian adalah mahasiswa FK UII angkatan 2017 – 2021 yang aktif di tahun 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diambil melalui kuesioner yang dibagikan melalui google form. Data yang dikumpulkan berupa data diri, data penyakit tertentu, keluhan terkait CVS, faktor resiko internal dan faktor resiko eksternal. Data kemudian dianalisis dengan uji Chi square untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan CVS. Hasil: Peneliti menemukan dari 191 responden terdapat 34,6% subjek mengalami CVS. Sebagian besar subjek yang didiagnosis CVS memiliki faktor resiko jarak tidak optimal ke layar (62,12%), sudut pandang ke layar tidak ideal (87,9%), tidak menggunakan anti silau (81,8%), dan sebanyak 68,2% subjek menatap layar tanpa jeda setelah 1 jam menggunakan gawai. Analisis Chi Square menunjukkan faktor-faktor resiko di atas berhubungan signifikan dengan kejadian CVS (p<0,05). Simpulan: Jenis kelamin, jarak pandang ideal, sudut pandang ideal, lamanya istirahat selama penggunaan komputer/gawai, dan penggunaan anti silau memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian CVS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. KATA KUNCI: CVS; faktor resiko; penggunaan gawai; mahasiswa kedokteran
Tingkat Kejadian Dan Faktor Yang Berhubungan Dengan Infeksi Luka Operasi Pasca Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari Rohmah, Anita; Rahmawati, Isna Arifah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol1.iss2.art4

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Luka Operasi (ILO) merupakan salah satu bentuk infeksi yang paling sering ditemukan pasca section caesarea (SC). Dengan semakin meningkatnya tren SC di seluruh dunia, kejadian ILO diperkirakan ikut meningkat. Hal ini perlu perhatian khusus karena ILO dapat meningkatkan risiko mortalitas dan morbiditas pasien serta meningkatkan beban biaya layanan kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat kejadian ILO dan menganalisis faktor yang berkaitan dengan kejadian ILO pasca SC di RSUD Wonosari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analisis dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah seluruh ibu hamil yang menjalani prosedur SC di RSUD Wonosari pada bulan November 2021-Februari 2022. Hasil: Penelitian ini melibatkan 55 wanita yang melahirkan secara cesar di RSUD Wonosari dengan berbagai indikasi. Angka kejadian ILO pasca SC didapatkan sebesar 5,5%. Analisis yang dilakukan terhadap usia, tingkat pendidikan, indeks masa tubuh (IMT), riwayat penyakit kronis berupa diabetes mellitus dan hipertensi, usia kehamilan (UK), paritas, riwayat SC sebelumnya, status membran, komplikasi kehamilan berupa anemia dan preeklamsia/preeklamsia berat, tipe SC serta profilaksis sebelum prosedur pembedahan dengan kejadian ILO pasca SC, seluruhnya memberikan hasil nilai p> 0.005. Simpulan: Dari penelitian ini tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara berbagai faktor risiko yang diteliti dengan kejadian ILO pasca SC di RSUD Wonosari. Studi lanjutan perlu dilakukan dengan jangka waktu yang lebih lama dan jumlah subjek yang lebih besar sehingga dapat memberikan gambaran faktor risiko dengan lebih baik.   KATA KUNCI: surgical site infection, faktor risiko, section caesarea  
Gambaran Luaran Maternal dan Neonatal Pada Ibu Hamil dengan COVID-19 di RSUD Wonosari 2020 – 2021 Suparmono, Achmad; Fitriyati, Yasmini; Arun Fachrurrefi, Mochammad Ghazia
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sejak ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan, China, severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-CoV-2) menyebabkan gangguan saluran pernapasan akut yang telah menjangkit sebagian besar populasi di seluruh dunia dengan laju penularan yang cepat hingga menimbulkan pandemi global. Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari salah satu rumah sakit rujukan lini pertama penanggulangan pandemi COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta,  telah menangani 1.116 kasus terkonfirmasi COVID-19 termasuk juga di antaranya pasien obstetri dengan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui luaran maternal dan Neonatal dari ibu yang terinfeksi COVID-19 di RSUD Wonosari tahun 2020-2021. Tujuan : untuk mengetahui gambaran luaran maternal Maternal dan Neonatal Pada Ibu Hamil dengan Suspek COVID-19 di RSUD Wonosari 2020 – 2021. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah studi observasional dengan rancangan penelitian Deskriptif Kuantitaf. Penelitian ini mengambil data sekunder melalui data rekam medis semua ibu hamil dengan janin tunggal yang melahirkan baik itu kasus kegawatan ataupun tidak dengan swab PCR didapat hasilnya positif, selama Januari 2021 sampai Desember 2022. Hasil: Ibu hamil dengan suspek COVID-19  yang ditemukan berada pada kelompok  usia 21- 35 tahun sebanyak 59 ibu (73,75%) dengan 31 ibu merupakan primigravida (38,75%) dan 49 ibu lainnya  (61,25%) multigravida. Terdapat 64 ibu (80%) melahirkan pada usia kehamilan lebih dari 37 minggu Sebanyak 57 ibu melakukan persalinan secara spontan (71,25%). sebanyak 2 ibu (2,5 %) harus dirawat di ICU (2,5%) pasca melahirkan. Simpulan : Gejala yang dialami oleh pasien ibu hamil dengan Covid-19 berupa demam, batuk, pilek sebesar 77.5%; Temuan rontgen thorax abnormal (bronchopneumonia/pneumonia) sebesar 32.5% kasus, dan 2.5% kasus membutuhkan perawatan ICU. Terdapat 68 bayi lahir tanpa asfiksia (85%). Berat badan lahir bayi rata rata 2500-3500 gram. Terdapat 1 bayi (1,25%) yang memiliki hasil PCR Covid-19 setelah dilahirkan.
Skoring Lesi Gambaran Radiologis Foto Toraks Dalam Diagnosis Tuberkulosis Anak : Sebuah Tinjauan Pustaka Endrawati Tri Bowo; Gunarti, Hesti; Moeljono, Edy
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LATAR BELAKANG : Tuberkulosis (TB) paru anak menjadi penyebab tersering kesakitan dan kematian anak di beberapa negara endemik TB, termasuk Indonesia. Kendala utama dalam tatalaksana TB paru anak adalah penegakan diagnosis. Foto toraks berguna untuk menegakkan diagnosis, mengetahui tingkat keparahan penyakit dan mengevaluasi respon terapi, tetapi tidak mengkonfirmasi etiologi penyakit. TUJUAN : Tujuan penulisan ini untuk membuat skoring lesi gambaran radiologi pada foto toraks sebagai standarisasi penilaian hasil expertise radiologi. METODE : Studi literatur kepustakaan meliputi jurnal online, buku teks dan pedoman operasional dengan menggunakan kata kunci “Chest X Ray diagnostic childhood TB” atau Foto toraks diagnosis TB paru anak. Hasil pustaka  dipelajari mendalam dan di temukan lesi gambaran radiologi yang khas dan spesifik meliputi TB paru primer dan post primer. Sistem baru yang sistematis untuk menganalisis foto toraks pada kasus TB paru anak di buat skoring dalam bentuk form tabel berikut dengan tatacara analisisnya. HASIL : Analisis skoring lesi gambaran radiologi disusun berdasarkan tanda-tanda khas TB primer dan post primer terdiri dari 10 kriteria dengan penilaian yang ditetapkan untuk setiap kriteria. Gambaran radiologi TB primer meliputi  limfadenopati dan airspace konsolidasi atau infiltrat dinilai dengan skor 0-3 berdasarkan banyak lokasi lesi,sedangkan cavitas dinilai dengan skor 0 atau 3 berdasar ada tidaknya. Gambaran TB post primer meliputi lesi milier, nodul/ tuberculoma dan kalsifikasi juga dinilai dengan skor 0 atau 3 berdasar ada tidaknya., sedangkan hiperinflasi, efusi pleura, collaps/atelektasis dan efusi pericardium dinilai dengan skor 0 atau 1 berdasar ada tidaknya. SIMPULAN : Skoring lesi gambaran radiologi foto toraks TB paru anak yang diidentifikasi meliputi limfadenopati, airspace konsolidasi atau infiltrat, cavitas, milier, nodul/ tuberculoma, kalsifikasi, hiperinflasi, efusi pleura, collaps/atelektasis dan efusi pericardium, Tabel skoring lesi diisusun dalam bentuk form dengan jumlah minimal skor 0 dan jumlah maksimal 22. Kata kunci : TB paru anak, foto toraks, lesi gambaran radiologi, sistem skoring TB
Epilepsi Terkait Tumor Otak Pada Suspek Tumor Sinonasal Dengan Infiltrasi Serebral: Sebuah Laporan Kasus Darumurti, Rissito Centricia; Setyana, Michael Kevin Robby; Khairani, Atitya Fithri; Taufiqurrohman, Agus
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epilepsi adalah gangguan otak yang ditandai dengan kecenderungan terjadinya kejang atau bangkitan epileptik. Epilepsi yang ditimbulkan oleh tumor otak disebut epilepsi terkait tumor otak. Patofisiologi yang mendasarinya masih belum banyak dipahami tetapi telah terbukti bersifat multifaktorial. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melaporkan kasus dari seorang pasien perempuan berusia 50 tahun datang dengan keluhan utama kejang disertai benjolan di mata kanan yang terus membesar selama 6 bulan terakhir. Pemeriksaan fisik menunjukkan proptosis, gangguan visus dan papilatrofi pada mata kanan, paresis nervus kranialis III, IV, dan VI dekstra, lesi nervus kranialis V sensoris cabang I dan II dekstra, refleks primitif glabela positif, dan gangguan kognitif berat dengan ketergantungan ringan-sedang. Hasil radiologi menunjukkan suspek tumor sinonasal dekstra dengan infitrasi serebral. Hasil elektroensefalografi menunjukkan gambaran abnormal dengan frontal bilateral epileptiform discharges (L>R) disertai focal slowing regio frontalis dan frontal intermittent rhythmic delta activity (FIRDA) yang konsisten dengan klinis focal seizures disorder dapat sesuai dengan epilepsi lobus frontalis. Pasien mendapatkan terapi steroid deksametason intravena, fenitoin, asam valproat, asam folat, kalium aspartat, dan haloperidol. Pasien dipulangkan setelah perawatan hari kesepuluh dalam kondisi bebas kejang selama tujuh hari. Kondisi tumor pada kasus telah mencapai stadium lanjut, sebagaimana ditunjukkan oleh invasi tumor ke struktur tulang di sekitarnya dan struktur intrakranial sehingga memicu terjadinya epilepsi. Epilepsi dapat terkontrol dengan terapi steroid intravena serta obat anti epilepsi kombinasi.  KATA KUNCI: epilepsi; tumor otak; tumor sinonasal.

Page 1 of 1 | Total Record : 9