cover
Contact Name
-
Contact Email
bikkm@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bikkm@uii.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29886791     DOI : https://doi.org/10.20885/bikkm
Core Subject : Health,
We focus on publishing ethically and methodologically rigorous scientific research, including original research, literature reviews, and case reports in the medicine and public health field.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025)" : 15 Documents clear
Hubungan pemahaman pemaknaan beneficence (kebajikan) dengan justice (keadilan) Wujoso, Hari
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art8

Abstract

Latar belakang: Prinsip beneficence (kebajikan) dan justice (keadilan) saling terkait dalam sektor medis. Beneficence menekankan usaha untuk memberikan manfaat kepada pasien, sedangkan justice mengutamakan perlakuan yang sama dan adil pada semua orang. Praktek medis yang tidak adil, seperti ketidaksamaan akses perawatan, dapat menyebabkan diskriminasi dan merugikan kelompok tertentu. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman calon dokter mengenai kedua prinsip etika ini dalam konteks pelayanan kesehatan sehari-hari. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner untuk mengukur pemahaman mahasiswa preklinik dan dokter muda tentang prinsip beneficence dan justice. Sampel penelitian sebanyak 76 orang, dan data dianalisis secara univariat dan bivariate untuk mengidentifikasi hubungan pemahaman mahasiswa terhadap kedua prinsip etika tersebut. Hasil: Sebagian besar mahasiswa menunjukkan pemahaman yang baik mengenai prinsip beneficence dan justice. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman mahasiswa terhadap kedua prinsip etika tersebut, dengan nilai P < 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman tentang prinsip beneficence (kebajikan) dan justice (keadilan) pada mahasiswa kedokteran. Kata Kunci: Etika, Mahasiswa Kedokteran, Beneficence, Justice
Kematian akibat Kekerasan Tajam pada Leher : Sebuah Laporan Kasus Amalia, Salsha; Suciningtyas , Martiana; Kadarmo, Dhiwangkoro Aji
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art9

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Kematian akibat kekerasan tajam sering terjadi sebagai akibat luka pada pembuluh darah besar, yang menyebabkan perdarahan hebat dan berakibat fatal. Presentasi Kasus : Laporan kasus ini mengkaji kematian seorang wanita berusia 56 tahun yang ditemukan meninggal di tempat tidur pada 5 Januari 2024 dengan luka terbuka pada leher. Jenazah dibawa ke Bhayangkara Forensic Medicine Centre di RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan otopsi forensik. Pembahasan : Tujuan laporan ini adalah untuk menggambarkan mekanisme kematian akibat kekerasan tajam pada leher dan memberikan pemahaman lebih lanjut tentang konsekuensi dari luka-luka tersebut. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan forensik dengan teknik otopsi untuk menilai jenis dan lokasi luka, serta pemeriksaan jaringan untuk menentukan penyebab kematian. Hasil otopsi menunjukkan luka sayat di leher bagian depan yang memotong otot, pembuluh darah besar, saluran pernapasan, dan saluran makanan. Luka tersebut menyebabkan perdarahan hebat yang menjadi penyebab utama kematian. Simpulan dari laporan ini adalah bahwa kekerasan tajam pada leher, yang melibatkan pembuluh darah besar, dapat menyebabkan perdarahan hebat yang mematikan. Simpulan : Kasus ini mengingatkan pentingnya pemeriksaan forensik yang cermat dalam kasus kematian akibat kekerasan tajam untuk menentukan penyebab pasti dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme kematiannya. Kata kunci: kekerasan tajam; kekerasan tajam pada leher; luka gorok; pembunuhan; perdarahan.
Intimate Partner Violence, Perempuan Korban Kekerasan Dalam Masa Pacaran : Sebuah Laporan Kasus Fatdiansyah, Endra; Utomo, Raden Panji Uva; Rohmah, Intarniati Nur
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art10

Abstract

Latar belakang : Kekerasan pada perempuan terutama dalam konteks Intimate Partner Violence (IPV) (kekerasan hubungan intim), merupakan suatu masalah serius dan posisi perempuan sebagai pihak yang rentan (vulnerable) sering menjadi target dari kekerasan yang dilakukan oleh pasangan. Sistem hukum di indonesia belum mengenal pola hubungan berdasarkan kekuasaan pada IPV, namun pengetahuan ahli forensik dalam hal tersebut dapat memberi petunjuk dalam proses penegakan hukum dan intervensi dalam membantu korban. Presentasi Kasus : seorang perempuan berusia 29 tahun, mengaku dianiaya oleh pacar, mengalami luka memar pada kepala, pipi, leher, punggung, pinggang, anggota gerak atas; luka lecet pada pipi, anggota gerak atas, dan anggota gerak bawah kiri. Pembahasan : Laporan kasus ini berfokus pada kasus IPV pada perempuan di posisi rentan dan melihat kaitannya Intimate Partner Violence (kekerasan pasangan intim). Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji kasus IPV berdasarkan posisi korban dan pelaku dapat diterapkan pada kasus untuk perempuan rentan dan memberikan petunjuk mengenai intervensi tatalaksana kasus. Korban mengalami pola hubungan Physical Violence. Simpulan : Sistem hukum di Indonesia belum mengenal pola hubungan berdasarkan kekuasaan pada IPV, namun pengetahuan ahli forensik dalam hal tersebut dapat memberi petunjuk dalam proses penegakan hukum dan intervensi dalam membantu korban. Kata kunci: kekerasan pasangan intim, perlindungan hukum, kelompok rentan
Pendekatan Holistik dalam Penilaian Istitha'ah Kesehatan Jamaah Haji Lansia dengan Sindrom Metabolik dan Komorbiditas : Sebuah Laporan Kasus Olivia, Virgi; Suci, Andini Nurul; Hamad, Uwaist Ghozi; Muhammad, Aan Tri Lutfi; Aima, Halida Hasyati
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art11

Abstract

Latar BelakangIbadah haji memerlukan kondisi kesehatan optimal untuk memastikan calon jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik. Penilaian kesehatan calon jamaah menjadi salah satu langkah esensial, terutama pada lansia dengan penyakit penyerta. Dokter memiliki peran sentral dalam menilai status istitha'ah, memberikan edukasi kesehatan, serta merancang intervensi yang mendukung kebugaran fisik jamaah. Presentasi KasusSeorang perempuan berusia 77 tahun menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk penilaian istitha'ah. Riwayat penyakit pasien mencakup Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Hipertensi Grade 2. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 160/99 mmHg dengan hasil tes enam menit berjalan sejauh 255 meter, yang termasuk kategori "kurang sekali". Pemeriksaan penunjang menunjukkan HbA1C 8%, trigliserida 338 mg/dl, serta radiologi dengan gambaran kardiomegali. Pasien didiagnosis sindrom metabolik dengan komplikasi kardiomegali dan ditetapkan dalam kategori istitha'ah dengan pendampingan obat. PembahasanPendekatan manajemen pasien meliputi tatalaksana promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Promosi kesehatan mencakup edukasi terkait pola hidup sehat, seperti peningkatan aktivitas fisik dan diet rendah gula serta garam. Tatalaksana kuratif dilakukan dengan pemberian antihipertensi, terapi insulin, dan hipolipidemik. Intervensi holistik ini dirancang untuk mengoptimalkan kesehatan pasien dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Simpulan Kesiapan kesehatan jamaah haji, terutama lansia dengan komorbiditas, memerlukan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, sosial, dan psikologis. Peran dokter sangat penting dalam memastikan kesehatan jamaah tetap optimal, melalui edukasi, tatalaksana, dan dukungan berkesinambungan untuk mendukung kesuksesan ibadah haji. Kata kunci : Istitha'ah kesehatan, Sindrom metabolik, Diabetes Mellitus Tipe 2, Hipertensi, Pendekatan holistik
Implementasi Terapi Kognitif-Perilaku terhadap Komorbiditas Depresi dan Diabetes Mellitus : Sebuah Tinjauan Pustaka Susanti, Eska Agustin Putri
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art12

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi global mencapai 9–10% pada populasi dewasa. Prevalensi ini diperkirakan meningkat dari 366 juta kasus pada tahun 2011 menjadi 552 juta pada tahun 2030 (Petrak, 2013). Individu dengan Diabetes Mellitus memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan populasi tanpa diabetes, yang berdampak pada kontrol glikemik buruk dan peningkatan risiko komplikasi serta mortalitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi teknik terapi kognitif-perilaku (Cognitive Behavioral Therapy/CBT) pada pasien Diabetes Mellitus dengan komorbiditas depresi. Metode:Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang dilakukan melalui analisis berbagai buku teks, jurnal ilmiah, serta pencarian literatur melalui basis data elektronik. Kriteria pemilihan literatur meliputi penelitian yang membahas hubungan antara Diabetes Mellitus, depresi, dan terapi CBT. Literatur yang digunakan dipilih berdasarkan relevansi dan validitas ilmiah. Hasil:CBT merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang efektif dalam menangani depresi pada pasien Diabetes Mellitus. Penerapan CBT terbukti dapat mengurangi perilaku negatif, seperti ketidakpatuhan terhadap pengobatan, pola makan yang buruk, dan kurangnya aktivitas fisik. Terapi ini juga berkontribusi dalam peningkatan manajemen diri dan kepatuhan pasien terhadap tatalaksana Diabetes Mellitus. Simpulan:Penerapan CBT pada pasien Diabetes Mellitus dengan komorbiditas depresi memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Terapi ini membantu pasien dalam mengelola stres, memperbaiki pola hidup, dan meningkatkan kontrol glikemik. Dengan pendekatan holistik, CBT dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan Diabetes Mellitus yang lebih optimal. Kata Kunci: Depresi, Diabetes Mellitus, Terapi Kognitif-Perilaku, Komorbiditas, Manajemen Diri.

Page 2 of 2 | Total Record : 15