cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dinamis
ISSN : 02167492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGERING JAGUNG DENGAN TIPE CABINET DRYER UNTUK KAPASITAS 9 kg PER-SIKLUS Farel H. Farel H.; Yuda Pratama Atmaja
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.125 KB)

Abstract

AbstractProses pengeringan yang masih umum dilakukan petani di Indonesia adalah pengeringandengan mengandalkan matahari sebagai sumber energi utamanya. Sementara, perubahancuaca yang bisa terjadi sangat tiba-tiba akan mengganggu proses yang diinginkan. Jurnal iniberisikan tentang rancangan alat pengering pertanian dengan menggunakan minyak tanah dankayu bakar sebagai bahan bakar alternatif, karena ketersediaannya yang cukup di daerahpedesaan dimana para petani tinggal. Alat yang dirancang adalah Tipe Cabinet Dryer yangdapat digunakan secara siklus dan tidak tergantung kepada kondisi cuaca sebagai syaratutama. Sebagai produk yang dikeringkan saya memilih jagung, salah satu produk yang banyakdijumpai di masyarakat dan juga merupakan salah satu sumber kalori yang tinggi sehinggabanyak dikonsumsi. Setelah dipanen, umumnya kadar air yang dikandung jagung adalah sekitar35-40 %. Menurut Standar Nasional Indonesia, jika kadar air dari jagung tersebut diturunkanmenjadi 17 %, maka proses perkembangan mikroorganisme akan melambat dan pembusukanakan tertunda atau bahkan terhenti untuk beberapa lama. Alat pengering ini dirancang denganmenggunakan jagung sebagai produk yang dikeringkan dengan kapasitas yang direncanakansebesar 9 kg per siklus. Setelah dirancang alat ini diuji dengan menggunakan produk dankapasitas yang sama dengan rancangan. Medium pengering yang digunakan pada pengujianini adalah uap air sebagai pengganti udara. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitaspengangkutan energi dari sumber pemanas dibanding jika harus menggunakan udara biasa.Dari uji performance yang dilakukan kesimpulan utama penelitian ini adalah, pertamapengeringan jagung dapat dilakukan pada Cabinet Dryer yang tidak tergantung pada tenagamatahari dengan hasil yang memenuhi standar yang diinginkan, dan kedua pengeringandengan menggunakan kayu bakar lebih baik dari pada dengan menggunakan minyak tanah.Kata kunci: Cabinet Dryer, Pengeringan jagung, Uap Air
PENGARUH PUTARAN TERHADAP LAJU KEAUSAN Al-Si ALLOY MENGGUNAKAN METODE PIN ON DISK TEST Ikwansyah Isranuri; Jamil Jamil; Suprianto Suprianto
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.201 KB)

Abstract

AbstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh putaran terhadap laju keausanbahan aluminium scrap yang dicor kembali dan ditambahkan Si sebagai alloy. Pada pengujianini digunakan model Pin on Disk test standard (ASTM G99-04) dengan spesimen ujiberbentuk disk dan material pengaus berbentuk Pin. Pengujian keausan dilakukan denganmenvariasikan putaran disk, masing-masing 60 rpm, 90 rpm, 120 rpm, 150 rpm dan 180 rpm.Hasil pengujian memperlihatkan kenaikan putaran disk akan meningkatkan laju untuk setiapsampel yang diuji dengan keausan maksimum bahan Aluminium 0,361 mm3/s. Laju keausantertinggi untuk bahan paduan Al-Si 3,76% sebesar 0,351 mm3/s pada putaran 180 rpm.Keywords: Laju keausan, putaran, pin on disk test, aluminium alloy, Silikon
STUDI KARAKTERISTIK PENYERAPAN SUARA PADA KOMPOSIT POLYMER DENGAN SERAT ROOKWOOL Nurdiana Nurdiana; Ikhwansyah Isranuri
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.761 KB)

Abstract

AbstrakMaterial yang bersifat lembut, berpori dan berserat diyakini mampu menyerap energi suara yangmengenainya. Dari ketiga sifat bahan tersebut, bahan berporilah yang sering digunakan. Hal ini karena bahanberpori retaif lebih murah dan ringan dibanding jenis peredam lain (Lee, 2003).Salah satu Material yang telahlama digunakan pada peredam suara jenis ini adalah rockwool. Meskipun penggunaa rockwool sudah lamadigunakan sebagai peredam suara tetapi penggunaannya terbatas hanya sebagai bahan pelapis tidak dapatdigunakan langsung sebagai bentuk komponen tertentu.Untuk dapat lebih meluaskan penggunaan rockwoolsebagai bahan komponen mesin misalnya knalpot kenderaan bermotor, ruang studio musik, plafon bangunangedung,maka rockwool dapat dicampur dengan bahan lain yang dapat langsung dibentuk menjadi suatukomponen yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyerapan suara dari materialkomposit polymer dengan serat rockwool menggunakan methode Reverbrasion room, dari hasil pengujiandiperoleh. Distribusi nilai Koefisien Absorbsi terbesar adalah 0,56483410 Sabine dengan frekuensi 100 Hz (T1 =2 detik dan T2 = 1,68 detik) dan nilai koefisien absorbsi terkecil adalah -0,03677716 Sabine dengan frekuensi315 Hz (T1 = 5,58 detik dan T2 = 5,78 detik).Kata kunci : Komposit polymer, Rockwool, Reverbration Room, koefisien Absorbsi.
PENGARUH PERBEDAAN KONDISI TEMPERING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN DARI BAJA AISI 4140 Susri Mizhar; Suherman Suherman
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.527 KB)

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat mekanis dan struktur mikro dari baja karbon menengahpaduan rendah (Low Alloy Medium Carbon Steel) AISI 4140 dengan perbedaan kondisi tempering. Padapenelitian ini, material terlebih dahulu dikeraskan (Hardening) dengan cara pemanasan material sampaitemperatur 900oC dan ditahan selama 3 jam lalu didinginkan dengan cepat (quencing) pada mediapendingin polimer sampai mencapai temperatur kamar. Tempering dilakukan dengan variasi holding time0.5 jam, 1 jam dan 2 jam pada temperatur 600oC.Hasil menunjukkan bahwa sifat mekanis dan struktur mikro sangat dipengaruhi oleh temperatur temperingdan waktu penahanaan. Nilai rata-rata kekerasan as bar meningkat drastis setelah proses quench sebelumdikeraskan (before hardening) 26.6 HRC dan setelah dikeraskan (after hardening) naik 104 % menjadi54.3 HRC. Setelah proses temper pada temperatur 600oC nilai rata-rata kekerasan menurun selamapeningkatan waktu penahanaan pada kondisi temper. Nilai kekerasan turun hingga 44.1% sebesar 30.4HRC, pada penahanan selama 2 jam. Pengamatan mikrostruktur menampakkan bahwa temper martensitlebih seragam dengan pertambahan waktu penahanan ( hold time) pada saat temper.Keywords : AISI 4140, Holding Time, Tempering
ANALISA KEBUTUHAN UAP PADA STERILIZER PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN LAMA PEREBUSAN 90 MENIT Tekad Sitepu
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.296 KB)

Abstract

AbstrakSterilizer yang digunakan dengan panjang 25 m, diameter dalam 1.875 mm, dan diameter luar 1.895 mm.Tebal dinding sterilizer 10 mm, dan dapat memuat sebanyak 9 lori dengan kapasitas 2,5 Ton TBS untukmasing – masing lori. Jenis sterilizer yang digunakan adalah sterilizer horizontal dengan tekanan uapantara 2,5 kg/cm2 s/d 4,0 kg/cm2 dan temperatur uap antara 120oC s/d 140oC. Sterilizer inimenggunakan sistem perebusan triple peak atau sistem tiga puncak perebusan dengan waktu perebusanTBS selama 90 menit. Analisa kebutuhan uap dilakukan dengan kandungan uap pada air kondensat: 0%,5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Kebutuhan uap berbeda-beda berdasarkan perbandingan kualitas uap yangkeluar dari sterilizer pada masing-masing puncak perebusan.Kata Kunci: sterilizer
STUDI EKSPERIMENTAL SINYAL GETARAN UNTUK DETEKSI FENOMENA KAVITASI MENGGUNAKAN TURUNAN PERCEPATAN (JERK) PADA POMPA SENTRIFUGAL Helen Riupassa; Ikhwansyah Isranuri; T. Ahri Bahriun; Tugiman Tugiman
Jurnal Dinamis No 9 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKavitasi merupakan fenomena perubahan phase uap dari zat cair pada fluida yang mengalir.Perubahan tersebut dapat diakibatkan oleh turunnya tekanan maupun naiknya temperatur.Indikasi kavitasi pada pompa adalah terjadinya suara bising, getaran tinggi dan timbulnyagelembung-gelembung uap. Dampak kavitasi adalah turunnya unjuk kerja (performance) dankerusakan komponen pompa.Pada penelitian ini divariasikan kapasitas untuk mengamati pola aliran, dan untuk mengetahuiterjadinya kavitasi parameter yang digunakan dengan mengukur perilaku getaran pompaberupa akselerasi dan turunan akselerasi (jerk) dalam rumah pompa. Pengukuran dilakukandengan menggunakan jerk sensor yang dirakit dengan menggunakan module accelerometer.Module accelerometer berfungsi untuk mengubah sinyal akselerasi menjadi tegangan listrikyang kemudian didefrensialkan menjadi difrensiator. Module ini mendeteksi gerakan dalam tigaarah yakni aksial, vertikal dan horizontal secara bersamaan dan disediakan satu keluaran.Untuk menampilkan hasil pengukuran digunakan Digital Storage Ocsilloscope (DSO Quad).Penelitian menunjukkan sinyal getaran pada pompa semakin besar pada kapasitas rendahditandai dengan semakin besarnya amplitudodan terjadi pada kondisi turbulensi. Hasilpenelitian menunjukan bahwa pada bukaan katub 40% indikasi terjadinya kavitasi dengankarakteristik getaran akselerasi sebesar 1,6976 m/s2; 0,7531 m/s2 dan 2,418 m/s2. Sedangkanhasil jerk menunjukan angka tertinggi sebesar 5891,72 m/s3; 1545,8 m/s3 dan 8137,2 m/s3.Kata kunci: pompa sentrifugal, kavitasi, module accelerometer, difrensiator, jerk sensor.
PENGARUH PENAMBAHAN Sr TERHADAP PERILAKU PERAMBATAN RETAK FATIK PADA PADUAN Al-6%Si-0,7%Fe Surya Dharma
Jurnal Dinamis No 9 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.219 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan Sr pada paduan Al-6%Si-0,7%Fe terhadap perilaku perambatan retak fatik pada proses pengecoran cetakan pasir.Paduan Al-6%Si-0,7%Fe dilebur dalam dapur krusibel pada temperatur 730oC kemudianditambahkan Sr dalam logam cair, selanjutnya dituang ke dalam cetakan pasir. Kekuatan tarikdan ketahanan terhadap perambatan retak fatik diuji dengan menggunakan mesin Servopulser.Dari pengujian yang dilakukan diketahui bahwa penambahan Sr pada paduan Al-6%Si-0,7%Femeningkatkan ketahanan perambatan retak fatiknya.Kata kunci: Al-Si, Sr, fatik.
RANCANG BANGUN TURBIN PELTON UNTUK LABORATORIUM Tekad Sitepu
Jurnal Dinamis No 9 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenggunaan turbin air didalam sistem pembangkit tenaga listrik saat ini masih sangat dominankarena hanya memanfaatkan aliran air yang tersedia di alam. Dalam pemakaiannya kita harusmemilih dan menentukan karakteristik turbin sesuai dengan kondisi dan tempat di mana turbinair dipasang agar dihasilkan energi yang optimal. Pada aplikasi turbin pelton, prinsip kerja turbinpelton diberi jatuhan air dari ketinggian tertentu untuk memutar sudu turbin. Putaran sudu turbinini akan diteruskan untuk memutar generator sehingga dihasilkan tenaga listrik. Total head padalokasi Laboratorium 9,41 m. Hasil perhitungan diameter roda turbin 280 mm dan diameter nosel23 mm. Laju aliran air 5,64 liter perdetik dengan putaran turbin 375 rpm.Kata Kunci : Putaran, Turbin Pelton,Head, Picohydro, Daya, Nosel, Laboratorium MesinFluida Departemen Teknik Mesin.
PENGUKURAN ENERGI IMPAK HELMET SEPEDA MOTOR AKIBAT BEBAN IMPAK JATUH BEBAS DENGAN ANVIL PLAT DATAR Rahmat Kartolo Simanjuntak
Jurnal Dinamis No 9 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.111 KB)

Abstract

AbstractThe traffic accident doesn’t involved by the velocity but also gravitational. Therefore, theresearch activity is done by researcher obtains the energy of impact loading on the helmet. Theinformation which is obtained from this research will explain the effect of the impact energy onhelmet to user, industry, and also government. The objective of this research involves themeasuring the impact load, impact stress, and the energy absorbing by helmet as effect ofimpact loading. The researcher collaborates with the Impact and Fracture Research Center(IRFC) that has built the testing apparatus which is equipped with good acquisition data system.The helmet is put on the adjustable testing rig. The impact time can be measured by eightinductive proximity sensors. The helmet will be slide down and collide the anvil. The force will bemeasured with the load cell which is put down the anvil type of flat plat. The data will betransferred from the load cell into the DAQ system which has function to change the analog intodigital signal. Finally, the data will be saved into PC as the force (N) and the impact time (ms).The free-fall impact testing equipment has shown the best performance on the force and impacttime signal reading as long as the research activity. The maximum impact force is 24.33 N;impact stress is 2.7 kPa at the elevation of 0.75 m. The minimum energy which causes thefracture on the helmet is 17.57 J at same elevation.Keywords: impact energy, impact load, impact stress, anvil, free-fall impact.
PRODUCING COOLING FROM SOLAR ENERGY BY USING ADSORPTION CYCLE WITH ACTIVATED CARBON AND METHANOL PAIR Himsar Ambarita
Jurnal Dinamis No 9 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.715 KB)

Abstract

AbstractIndonesia is blessed with abundant supply of solar energy which can be harvested in awhole year. According to Ministry of Energy and Mineral Resources Republic of Indonesia, totalenergy of solar radiation in Indonesia varies between 16 - 18MJ/m2/day. A refrigeration machinewith adsorption cycle is an alternative that can be used to collect the solar energy and use it toproduce cooling. This paper deals with design, fabrication, and testing a small scale solarpoweredadsorption cyle refrigeration machine. It consists of condenser, evaporator, absorberand generator. The absorber has a surface area of 0.25 m2 and it is loaded with 6 kg localproduced activated carbon, as a generator. The evaporator is filled with 2 litres of methanol asrefrigerant. The refrigeration machine has been tested by exposing directly to solar radiation inMedan city. Using data acquisition system, operational temperatures and solar radiations aremeasured and collected. The results show that solar radiation can heat the absorber up to120oC. Thus the methanol is desorbed from the activated carbon and condensed by condenserand sent it back to evaporator. During night, the methanol is absorbed from evaporator andproduces cooling. The lowest temperature can be reached here is 10oC. The conclusion can bedrawn here is that solar radiation can be used to produce cooling in a very simple way andwithout any moving part.Keywords: renewable energy, solar, refrigeration, adsorption

Page 4 of 25 | Total Record : 246