cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung No. 1, Komplek Barat RSPAL dr. Ramelan, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : 10.30649/sbj
Core Subject : Health,
Surabaya Biomedical Journal is a peer-reviewed, open access journal published three times a year (January, May, and September) by the Faculty of Medicine, Universitas Hang Tuah, Surabaya. The journal is dedicated to publishing high-quality original research articles, review papers, and general scientific contributions across all areas of medical and health sciences. The journal seeks to foster intellectual exchange and interdisciplinary dialogue among researchers, clinicians, and practitioners by integrating diverse perspectives, methodologies, and topics within the biomedical field. It aims to serve as a platform that bridges academic scholarship and clinical practice. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1.Marine medicine 2.Hyperbaric medicine 3.General medicine 4.Dentistry 5.Nursing 6.Pharmacy Surabaya Biomedical Journal welcomes submissions from researchers and professionals who are engaged in advancing knowledge and innovation in these fields.
Articles 106 Documents
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN SINDROMA MATA KERING PADA MAHASISWA SEMESTER 6 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HANG TUAH Rizaldy Darmawan; Irma A. Pasaribu; Liliawanti Liliawanti
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 3 (2026): May
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i3.192

Abstract

Dry eye syndrome adalah kelainan dari tear film karenakan evaporasi berlebihan atau kurangnya produksi air mata, menyebabkan keringnya permukaan interpalpebral mata dan bisa menyebabkan kerusakan permukaan mata. Kualitas tidur adalah nilai kepuasan individu terhadap pengalaman tidurnya, dan dapat memengaruhi faktor risiko Dry eye syndrome. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara derajat kualitas tidur dan derajat Dry eye syndrome pada mahasiswa kedokteran semester 6 angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian analitik observasional, data yang diperoleh dari pengisian kuesioner OSDI, PSQI dan uji Schirmer 1. Dilakukan kepada 65 responden mahasiswa aktif angkatan 2019 semester 6 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah. Metode pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman didapatkan hasil signifikansi derajat Dry eye syndrome (Schirmer) terhadap derajat kualitas tidur sebesar (p=0,197) sedangkan derajat Dry eye syndrome (OSDI) terhadap derajat kualitas tidur sebesar (p=0,162). Artinya variabel derajat kualitas tidur tidak berhubungan dengan derajat Dry eye syndrome. Ada hubungan antara kualitas tidur dengan sindroma mata kering pada mahasiswa semester 6 angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah pada variabel metode kuesioner PSQI dengan OSDI. Namun menggunakan variabel metode kuesioner PSQI dengan tes Schirmer 1, tidak ditemukan adanya hubungan antara kualitas tidur dengan sindroma mata kering pada mahasiswa semester 6 angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah.
KARAKTERISTIK RHINOSINUSITIS KRONIS DI POLI THT RSPAL dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE JANUARI 2020- JULI 2022 Chendikia Abrian Putra Perdana; Chonifa Wahyurini; Ronald Pratama Adiwinoto
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 3 (2026): May
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i3.193

Abstract

Rhinosinusitis adalah suatu keadaan dimana terjadinya infeksi dan peradangan pada sinus mukosa paranasal, dimana setidaknya terjadi 12 minggu. Rhinosinusitis sendiri, merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang besar di dunia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pada pasien rhinosinusitis kronis yang ada di poli THT RSPAL dr. Ramelan Surabaya Periode Januari 2020 – Juli 2022. Penelitian deskriptrif ini dilakukan dengan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif. Pengambilan data menggunakan data sekunder rekam medis dan kemudian dilakukan pencatatan untuk mengetahui karakteristik pada pasien. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan pada 30 pasien didapatkan jenis kelamin terbenyak adalah perempuan dengan jumlah 23 pasien (76,66%), kelompok usia terbanyak adalah 41-50 tahun dengan jumlah 11 pasien (36,7%), gejala terbanyak adalah hidung tersumbat dengan jumlah 24 pasien (80%), hasil pemeriksaan terbanyak adalah konka hiperemi dan udem dengan jumlah 23 pasien (76,66%), dan untuk tindakan manajemen terbanyak adalah medikamentosa dan tindakan operatif dengan jumlah 16 pasien (53,33%).
HUBUNGAN POLA KUMAN DAN PEMILIHAN ANTIBIOTIKA DENGAN MORTALITAS PADA ANAK PNEUMONIA BERAT DI PICU RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA Onisdia Maria Geslin; Sitti Radhiah; Tamam Jauhar; Angela Puspita
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 3 (2026): May
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i3.194

Abstract

Latar Belakang: Di PICU anak, pneumonia adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Dalam pengobatan pneumonia berat, identifikasi pola kuman dan pemilihan antibitiotika yang tepat sangat penting, tetapi hubungan antara keduanya dengan mortalitas belum sepenuhnya jelas. Tujuan: Menentukan angka mortalitas, pola kuman, dan hubungan antara pola kuman dan pemilihan antibiotik dengan mortalitas pada pasien anak dengan pneumonia berat yang dirawat di PICU RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Metode: Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. dengan data rekam medis dari anak-anak berusia 1 bulan hingga 18 tahun yang dirawat dengan diagnosis pneumonia berat di PICU RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Hasil: 20 pasien memenuhi kriteria inklusi. 14 dari mereka, yang merupakan 70% dari total, meninggal, dan 6 dari mereka, yang merupakan 30% dari total, dinyatakan hidup. Bakteri gram negatif adalah penyebar kuman yang paling sering. Sebagai isolat yang paling umum, Klebsiella pneumoniae berada di urutan kedua, diikuti oleh Acinetobacter baumannii, Burkholderia cepacia, Pseudomonas aeruginosa, dan Enterobacter cloacae complex. Menurut analisis statistik, tidak ada hubungan yang signifikan antara pola kuman (p = 0,329) dan pemilihan antibiotika dengan mortalitas (p = 0,792). Kesimpulan: Tidak ada hubungan pola kuman dan pemilihan antibiotika dengan mortalitas pada anak pneumonia berat di PICU RSPAL dr. Ramelan Surabaya.
KARAKTERISTIK PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSKD DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR PERIODE JULI-DESEMBER 2024 Rendy Putra Evans Ginting; Christina Rusli; Ariyo Sakso Bintoro; Nabil Bahasuan
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 3 (2026): May
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i3.195

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) adalah kondisi di mana terjadi kerusakan ginjal selama minimal tiga bulan, ditandai oleh perubahan pada struktur atau fungsi ginjal. Diagnosis CKD ditegakkan berdasarkan adanya kelainan patologis atau penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR). Pasien CKD yang memiliki GFR di bawah 15 mL/menit/1,73 m² memerlukan prosedur dialisis. Pada tahun 2020, sebanyak 61.786 warga Indonesia dengan CKD menjalani prosedur dialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif. Sampel penelitian ini terdiri dari seluruh pasien CKD yang menjalani hemodialisis, berdasarkan data yang tercatat di rekam medis RSKD Duren Sawit Jakarta Timur selama periode Juli hingga Desember 2024. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Maret-Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukan lebih dari setengah pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSKD Duren Sawit Jakarta Timur berada dalam kelompok usia 40-60 tahun (56%) dan mayoritas pasien laki-laki (57%). Faktor risiko yang paling banyak diderita pasien merupakan hipertensi (44%) lalu diabetes melitus dan paling sedikit mengalami asam urat (2%). Mayoritas pasien memiliki kadar kreatinin >1,5 mg/dl (96%). Status gizi pasien mayoritas termasuk kelompok tidak normal (57%). Hampir seluruh pasien (95%) memiliki kadar hemoglobin dibawah kadar normal, serta seluruh pasien menggunakan BPJS sebagai sumber biaya selama menjalani hemodialisi. Pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSKD Duren Sawit selama periode Juli hingga Desember 2024 mayoritas adalah kelompok usia 40-60 tahun, mayoritas pasien laki-laki, dengan faktor risiko hipertensi, memiliki kadar kreatinin, hemoglobin, dan status gizi yang tidak dalam batas normal, serta seluruh pasien menggunakan BPJS sebagai sumber biaya hemodialisis.
HUBUNGAN USIA DENGAN TINGKAT KEPARAHAN KANKER PAYUDARA DI RSUD DR MOHAMAD SOEWANDHIE SURABAYA PERIODE JANUARI 2023 – DESEMBER 2024 Evira Cantika Pramesti; Judya Sukmana; Christina Rusli; Chonifa Wahyurini
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 3 (2026): May
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i3.196

Abstract

Kanker payudara hingga kini tetap menjadi isu kesehatan penting pada perempuan, dengan tingkat keparahan yang tidak terjadi secara tunggal, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor usia. Meskipun usia berhubungan dengan risiko kejadian kanker payudara, hubungannya dengan tingkat keparahan berdasarkan grade histopatologi masih belum jelas. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara kelompok usia dengan tingkat keparahan kanker payudara yang ditinjau dari grade histopatologi pada pasien di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya selama periode Januari 2023 sampai Desember 2024. Kajian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan rancangan potong lintang, memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari rekam medis pasien. Sebanyak 30 pasien dipilih sebagai sampel penelitian dengan teknik purposive sampling dari total 70 pasien yang tersedia. Variabel usia dikelompokkan menjadi <40 tahun, 40–60 tahun, dan >60 tahun, sementara derajat keparahan kanker payudara ditentukan berdasarkan grade histopatologi I–III sesuai Nottingham Grading System. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Temuan kajian mengindikasikan bahwasannya mayoritas pasien berada pada rentang usia 40–60 tahun (60%) serta didominasi oleh grade histopatologi III (63,3%). Berdasarkan uji Spearman diperoleh nilai p sebesar 0,674 (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa tidak ditemukan hubungan bermakna antara usia dan tingkat keparahan kanker payudara berdasarkan grade histopatologi.
PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP DERAJAT PEMULIHAN TULI MENDADAK Dhiya Shafa Arwinto; Danny W. Danandjaja; Sihning E. J. Tehupuring; Prijanti Eka Poerwantiningroem
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 3 (2026): May
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i3.197

Abstract

Tuli mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan pada sistem pendengaran yang ditandai dengan penurunan pendengaran secara tiba-tiba, dan salah satu terapi yang berkembang saat ini adalah terapi oksigen hiperbarik (TOHB) yang bertujuan meningkatkan suplai oksigen ke koklea sehingga diharapkan dapat membantu proses perbaikan fungsi pendengaran. Penelitian ini bertujuan menilai perubahan ambang pendengaran pada pasien tuli mendadak sebelum dan sesudah pemberian TOHB dengan menggunakan rancangan observasional analitik dan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien dengan diagnosis tuli mendadak di RSPAL dr. Ramelan Surabaya periode Januari 2022 hingga Agustus 2025, dengan total 12 pasien dan 18 telinga yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dianalisis meliputi karakteristik pasien, derajat ketulian sebelum dan sesudah TOHB, serta perubahan ambang pendengaran berdasarkan klasifikasi Siegel. Karena data tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro–Wilk, analisis perbedaan nilai pre dan post dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian TOHB, sebagian besar telinga mengalami perbaikan ambang pendengaran, dengan 12 telinga (66,7%) mengalami penurunan nilai pure tone average (PTA), 4 telinga (22,2%) tidak mengalami perubahan, dan 2 telinga (11,1%) mengalami peningkatan nilai PTA. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,008 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara nilai PTA sebelum dan sesudah TOHB, sehingga dapat disimpulkan bahwa TOHB memiliki efek yang signifikan dalam membantu pemulihan pendengaran pada pasien tuli mendadak.

Page 11 of 11 | Total Record : 106