cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung No. 1, Komplek Barat RSPAL dr. Ramelan, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : 10.30649/sbj
Core Subject : Health,
Surabaya Biomedical Journal is a peer-reviewed, open access journal published three times a year (January, May, and September) by the Faculty of Medicine, Universitas Hang Tuah, Surabaya. The journal is dedicated to publishing high-quality original research articles, review papers, and general scientific contributions across all areas of medical and health sciences. The journal seeks to foster intellectual exchange and interdisciplinary dialogue among researchers, clinicians, and practitioners by integrating diverse perspectives, methodologies, and topics within the biomedical field. It aims to serve as a platform that bridges academic scholarship and clinical practice. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1.Marine medicine 2.Hyperbaric medicine 3.General medicine 4.Dentistry 5.Nursing 6.Pharmacy Surabaya Biomedical Journal welcomes submissions from researchers and professionals who are engaged in advancing knowledge and innovation in these fields.
Articles 92 Documents
EFEK TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP JUMLAH NEUTROFIL PADA TIKUS WISTAR MODEL NEFROPATI DIABETIK YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Eloy Fariyanto Kartosinggih, Noel
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.70

Abstract

Abstract Study aims : Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by an increase in glucose levels in the body which causes various complications, one of which is diabetic nephropathy which is the main cause of chronic failure cases in Indonesia. The purpose of this experimental research is to determine the decrease in the number of neutrophils after hyperbaric therapy in wistar rats in diabetic nephropathy. Method: This research method used a posttest only control group design method which consisted of three sample groups, namely the negative control group, the positive control group, and the treatment group. The negative control group consisted of healthy rats, the positive control group consisted of ND model rats induced with 75 mg/kg streptozotocin, while the treatment group consisted of ND model rats treated with TOHB. In these three groups, IL-1β inflammatory serum and blood were collected on the fourteenth day to determine IL-1β levels and number of neutrophils in each group. Result: There was a significant decrease in number of neutrophils (p<0,001) in the kidneys of Wistar rats of the diabetic nephropathy model after Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) Conclusion: Hyperbaric oxygen therapy has an effect on the number of neutrophils.
Efektivitas Senyawa Kurkumin pada Kunyit (Curcuma longa) terhadap Pencegahan Retinopati Diabetik Shafiyah, Farah
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.105

Abstract

Retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan permanen yang terjadi pada dewasa usia pekerja. Penyakit yang merupakan komplikasi dari diabetes melitus ini berkembang pada vaskular retina, menghasilkan perubahan mikrovaskular secara progresif, neovaskularisasi, edema makular, dan perubahan pada permeabilitas retina. Penyebab utama retinopati diabetik yaitu inflamasi dan stres oksidatif yang pada hal ini banyak diinduksi oleh hiperglikemia pada kondisi diabetes melitus. Kurkumin sebagai senyawa bioaktif disinyalir memiliki kandungan antiinflamasi dan dapat menurunkan stres oksidatif dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu efektivitas senyawa kurkumin pada kunyit (Curcuma longa) terhadap pencegahan retinopati diabetik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan mengambil sampel dari artikel internasional yang terindeks pada Scopus, SCImago, Thomson Reuters, Web Science, dan artikel nasional yang terindeks pada SINTA dalam kurun waktu terbitan 5 tahun terakhir, dan terkumpul sepuluh artikel dari pencarian. Penelitian ini berlangsung pada bulan Maret hingga Desember 2022. Hasil dari penelitian ini melaporkan bahwa senyawa kurkumin pada kunyit (Curcuma longa) terbuktif efektif terhadap pencegahan retinopati diabetik. Pengaruh yang didapatkan antara lain kurkumin menurunkan kadar ROS, mengurangi indikator inflamasi seperti TNF-α, IL-1, IL-2, dan IL-6, mengurangi ketebalan pembuluh darah retina, meningkatkan viabilitas sel, menurunkan kadar VEGF, dan menjaga kadar glukosa tetap rendah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kurkumin yang terkandung pada kunyit (Curcuma longa) secara efektif mampu mencegah retinopati diabetik.
PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PERBAIKAN PERSEPSI COCHLEAR PADA SUDDEN DEAFNESS aliya zahira, azzeldine
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.107

Abstract

Tujuan Penelitian: Gangguan pendengaran sensorineural mendadak adalah kondisimenurunnya kemampuan pendengaran atau tuli secara mendadak yang ditandai dengan penurunan pendengaran untuk mendengar setidaknya 30 dB yang diukur lebih dari tiga frekuensi secara berturutan yang terjadi dalam waktu 72 jam. Salah satu manajemen tuli mendadak yang sering dilakukan dalam jangka waktu yang pendek adalah terapi oksigen hiperbarik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh terapi oksigen hiperbarik terhadap perbaikan persepsi koklea pada gangguan pendengaran mendadak.Metode: Penelitian ini disusun dengan desain deskriptif, dengan metode studi literatur dengan jurnal yang dipublikasikan tahun 2017 hingga 2022.Hasil: Temuan menunjukkan bahwa terapi oksigen hiperbarik diketahui berpengaruh terhadap perbaikan persepsi koklea pada pasien yang mengalami gangguan pendengaran mendadak,setelah pemberian terapi dengan rata-rata waktu satu hingga dua minggu, dengan tekanan 1,8 ATA hingga 2 ATA, baik dikombinasikan dengan kortikosteroid maupun terapi oksigen hiperbarik saja.Kata kunci: Gangguan Pendengaran Mendadak, Koklea, Terapi Oksigen Hiperbarik
ANGKA KEJADIAN KOMPLIKASI PASCA OPERASI TURP (Transurethral Resection Of The Prostate) PADA PASIEN BPH DI RSPAL Dr. RAMELAN SURABAYA PADA TAHUN 2021-2023 Dzakiy, Muhammad Dzakiy Taufiiqul Hakiim
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.135

Abstract

Abstrak Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan suatu masalah kesehatan yang terjadi pada pria dengan prevalensi kejadian yang cukup tinggi di dunia yaitu mencapai 2.4 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil komplikasi pasca operasi Transurethal Resection Of The Prostate (TURP) pada pasien BPH di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif di RSPAL dr Ramelan pada periode Januari 2021 sampai dengan September 2023. Metode pengambilan sampel menggunakan data sekunder dari rekam medis sesuai kriteria inklusi, dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan September 2023 dengan total 127 kasus. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil Penelitian menunjukkan komplikasi yang sering muncul pada pasien pasca operasi TURP di RSPAL dr. Ramelan Surabaya periode 2021 sampai dengan 2023 berturut-turut yaitu retensi urin sebanyak 24,49%, Urinary Tract Infections (UTI) sebanyak 24,49%, hematuria sebanyak 18,37%, serta komplikasi lainnya sebanyak 32,65%. Kelompok usia terbanyak yaitu >71 tahun (41.4 %) disusul dengan kelompok usia antara 61-70 tahun (27.6 %) dan kelompok usia antara 51-60 tahun (27.6 %). Kesimpulan pada penelitian ini adalah angka kejadian komplikasi pasca operasi TURP pada pasien berusia di atas 71 tahun paling banyak mengalami UTI dan Retensi Urin yaitu 8 orang (0,06%) serta Striktur pada 4 orang (0,03%). Sedangkan angka kejadian komplikasi pasca operasi TURP terbanyak dengan penyakit penyerta Diabetes Militus dan Hipertensi yaitu UTI dan Retensi Urin, masing masing pada 6 orang (0.05%). Kata kunci : BPH, TURP, Komplikasi TURP Abstract Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a health issue that occurs in men with a relatively high prevalence worldwide, reaching 2.4 million people. This study aims to describe the profile of complications after Transurethral Resection of the Prostate (TURP) surgery in BPH patients at Dr. Ramelan Surabaya Army Hospital. This is a quantitative descriptive retrospective study conducted at Dr. Ramelan Surabaya Army Hospital start from January 2021 to September 2023. Data collection was done using secondary data from medical records based on inclusion criteria, carried out in September to October 2023, with a total of 127 cases. Data were analyzed univariately and presented in tables and graphs. The results of the study showed that the most common complications in pasca-TURP surgery patients at Dr. Ramelan Surabaya Army Hospital from 2021 to 2023 were urinary retention (24.49%), Urinary Tract Infections (UTI) (24.49%), hematuria (18.37%), and other complications (32.65%). The majority of patients were in the age group >71 years (41.4%), followed by the age group 61-70 years (27.6%), and the age group 51-60 years (27.6%). The conclusion of this study is that the patients experiencing the most complications post TURP surgery are those aged over 71 years, with the most common complications being UTI and urinary retention, each occurring in 0.06% and the most common complications post TURP surgery in patients with various accompanying diseases such as Diabetes Mellitus, Hypertension, Dyslipidemia, Heart Failure and COPD are UTI and urinary retention. Keyword: BPH, TURP, TURP Complication
Pengaruh Fortifikasi Besi pada Makanan dalam Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi pada Anak Romdloni, Ahmad Iqbal; Ramadhini, Adinda Rizka; Satrioaji, Abdillah Maulana; Abdullah, Adil; Syam, Agam Febbrian; Wisanti, Retno
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v4i3.151

Abstract

Tujuan Penelitian: Defisiensi besi adalah masalah nutrisi paling banyak di seluruh dunia melampaui malnutrisi energi protein. Anemia defisiensi besi pada anak berdampak negatif terhadap pertumbuhan, perkembangan kognitif, akademik, dan imunitas. Di seluruh dunia, tercatat 273 juta anak kurang dari 5 tahun menderita anemia dengan 60% di antaranya dikarenakan defisiensi besi. Fortifikasi besi disebut sebagai pendekatan preventif terbaik untuk mencegah anemia defisiensi besi. Meskipun demikian, pengetahuan terkait fortifikasi besi di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi besi pada makanan dalam tatalaksana anemia defisiensi besi pada anak. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan sampel berupa 16 artikel pada jurnal internasional yang terindeks SCIMAGO dengan tahun publikasi 2019 hingga 2024. Artikel pada studi literatur ini diambil melalui Mendeley, Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Hasil: Fortifikasi besi berperan dalam menurunkan angka kejadian anemia defisiensi besi pada anak. Fortifikasi besi berguna sebagai upaya preventif dan terapi adjuvan terhadap suplementasi besi oral atau parenteral. Peran fortifikasi besi diperkuat dengan penambahan vitamin A, vitamin C, dan antihelmintik dalam regimen suplementasi besi. Kesimpulan: Fortifikasi besi pada makanan berpengaruh positif dalam tatalaksana anemia defisiensi besi pada anak.
STUDI IN SILICO PENGARUH SENYAWA AKTIF SAPONIN DARI TERIPANG TERUNG (Phyllophorus sp.) UNTUK MENURUNKAN PERMEABILITAS MEMBRAN BAKTERI PADA PNEUMONIA Ateng Santoso, Clara
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.62

Abstract

Metode penelitian yang dugunakan adalah studi in silico yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu dengan pengambilan dan preparasi struktur ligand-protein, Docking, analisis data potensi senyawa, bioaktifitas, ADME (Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion), dan toksisitas. Variabel bebas adalah senyawa aktif saponin dari teripang terung (Phyllophorus sp.) dan Sefalosporin. Variabel terikat yaitu senyawa Alpha-enolase Streptococcus pneumoniae. Hasil yang didapatkan saponin prameter antibakterial menunjukan senyawa saponin mendapatkan nilai Pa yang lebih tinggi dari sefalosporin yaitu 0,561 yang bermakna bahwa nilai Pa saponin berpotensi sebagai antibakteri dan lebih baik dibandingkan sefalosporin. Energi ikatan saponin dengan protein alpha-enolase menunjukkan energi yang paling rendah dibandingkan dengan Nonaethlene glycol dan sefalosporin yaitu -220,56 kJ/mol, semakin rendah ikatan energi akan semakin kuat interaksi ligan. Kesimpulan yang didapatkan senyawa aktif saponin dari teripang terung (Phyllophorus sp.) dapat mempengaruhi permeabilitas membrane bakteri dengan menghambat sisi inhibitor pada alpha-enolase Streptococcus pneumoniae, dan berpotensi menjadi alternatif pengobatan pneumonia. Saponin larut dalam air dan diabsorbsi dengan baik oleh mukosa bila dikonsumsi secara oral, dan dapat didistribusikan melalui plasma darah, diekskresikan melalui ginjal dan hati. Saponin dari teripang terung tidak berpotensi karsiogenik, tidak memberikan efek alergi pada kulit dan tidak menyebabkan hepatotoksik.
Gambaran Klinis dan Histopatologi Pasien Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) Kulit di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya Periode Januari 2020-Januari 2022 Huwae, Yolanda Natalia
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.63

Abstract

Latar belakang: Menurut WHO, terdapat 160.000 kasus kanker kulit di dunia setiap tahunnya. Di Indonesia, karsinoma sel skuamosa berada di peringkat kedua setelah karsinoma sel basal. Akumulasi paparan sinar UVR merupakan faktor risiko yang paling penting, diikuti dengan usia, pigmentasi, aktivitas, serta kelainan genetik, dsb. Karsinoma sel skuamosa kulit kurang mendapatkan atensi sehingga seringkali tidak dapat didiagnosa secara dini dan prognosisnya sudah buruk saat terdiagnosa karena sudah stadium lanjut. Tujuan: Mengetahui gambaran klinis dan histopatologi pasien karsinoma sel skuamosa kulit di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya periode Januari 2020-Januari 2022. Metode: Penelitian deskriptif menggunakan metode kuantitatif. Sampel didapat dari data sekunder berupa rekam medis elektronik (SIMRS) dengan total sampel sejumlah 20 rekam medis. Data yang diteliti antara lain lokasi lesi massa tumor, usia pasien, jenis kelamin pasien, pekerjaan pasien, gambaran klinis pasien karsinoma sel skuamosa kulit, dan gambaran histopatologi pasien karsinoma sel skuamosa kulit. Hasil: Dari total sampel sebanyak 20 sampel didapatkan distribusi lokasi karsinoma sel skuamosa terbanyak adalah di area H yakni sejumlah 15 orang (75%), distribusi usia terbanyak adalah usia 45-64 tahun yakni sejumlah 13 orang (65%), distribusi jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yakni sejumlah 11 orang (55%), distribusi pekerjaan terbanyak adalah di dalam ruangan yakni sejumlah 16 orang (80%), distribusi gambaran klinis terbanyak adalah pasien dengan papul keratotic yakni sejumlah 14 orang (70%), serta distribusi gambaran histopatologi terbanyak adalah derajat diferensiasi baik (well differentiated) yakni sejumlah 15 orang (75%) dengan diikuti distribusi pasien tanpa invasi perineural yakni sejumlah 16 orang (80%). Kesimpulan: Distribusi frekuensi tertinggi kasus Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) kulit di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya selama periode Januari 2020-Januari 2022 berdasarkan lokasi adalah di area H, distribusi usia pasien tertinggi adalah usia 45-64 tahun, distribusi jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki, distribusi pekerjaan tertinggi adalah di dalam ruangan, distribusi gambaran klinis tertinggi adalah papul keratotic, dan distribusi gambaran histopatologi tertinggi adalah derajat diferensiasi baik (well differentiated) tanpa invasi perineural.
KARAKTERISTIK RHINOSINUSITIS KRONIS DI POLI THT RSPAL dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE JANUARI 2020 - JULI 2022 Putra Perdana, Chendikia Abrian Putra Perdana
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.95

Abstract

Latar belakang: Rhinosinusitis adalah suatu keadaan dimana terjadinya infeksi dan peradangan pada sinus mukosa paranasal, dimana setidaknya terjadi 12 minggu. Rhinosinusitis sendiri, merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang besar di dunia. Selain itu, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit di Indonesia. Rhinosinusitis kronis memiliki beberapa karakteristik, diantaranya jenis kelamin yang tersering, kelompok usia terbanyak yang terkena, gejala dan hasil pemeriksaan yang paling banyak ditemukan, dan tindakan manajemen yang paling banyak diberikan kepada pasien. Tujuan penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pada pasien rhinosinusitis kronis yang ada di poli THT RSPAL dr. Ramelan Surabaya Periode Januari 2020 – Juli 2022 Metode: Penelitian deskriptrif ini dilakukan untuk menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif. Pengambilan data karakteristik dilakukan dengan cara pengambilan rekam medis dan kemudian dilakukan pencatatan untuk mengetahui karakteristik pada pasien. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilakukan pada 30 pasien didapatkan pasien laki-laki sebanyak 7 orang dan pasien perempuan sebanyak 23. Untuk kelompok usia ≤ 10 tahun tidak ditemukan, kelompok usia11-20 tahun sebanyak 2 pasien, kelompok usia 21-30 tahun sebanyak 3 pasien, kelompok usia 31-40 tahun sebanyak 5 pasien, kelompok usia 41-50 tahun sebanyak 11 pasien, dan kelompok usia ≥ 51 tahun sebanyak 9 pasien. Untuk gejala pilek sebanyak 17 pasien, gejala sekret di tenggorokan sebanyak 12 pasien, gejala hidung tersumbat sebanyak 24 pasien, dan gejala nyeri kepala, pipi, dan dahi sebanyak 17 pasien. Untuk hasil pemeriksaan polip sebanyak 3 pasien, hasil pemeriksaan deviasi septum sebanyak 7 pasien, hasil pemeriksaan cavum nasi sebanyak 3 pasien, hasil pemeriksaan konka hiperemi dan udem sebanyak 23 pasien, dan hasil pemeriksaan sekret purulent sebanyak 16 pasien. Dan untuk tindakan manajemen yang diberikan, medikamentosa sebanyak 16 pasien, dan medikamentosa dan tindakan operatif sebanyak 14 pasien. Kesimpulan: dari 30 sampel pasien didapatkan jenis kelamin terbenyak adalah perempuan, kelompok usia terbanyak adalah 41-50 tahun, gejala terbanyak adalah hidung tersumbat, hasil pemeriksaan terbanyak adalah konka hiperemi dan udem, dan untuk tindakan manajemen terbanyak adalah medikamentosa dan tindakan operatif.
KARAKTERISTIK PASIEN PSORIASIS DI RSPAL Dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE JANUARI 2020 – JANUARI 2022 Harmay, Tesalonika Ananda Harmay
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.97

Abstract

Latar Belakang : Psoriasis adalah penyakit kulit yang dapat dipicu oleh 2 faktor pencetus. Lokasi lesi psoriasis beragam pada masing masing penderita seperti di kepala, tanga, kaki, generalisata serta kombinasi. Psoriasis dinilai berdasarkan berbagai macam metode salah satunya score pasi. Terapi psoriasis yaitu topikal dan sistemik yang dikombinasi. Komplikasi yang ditimbulkan pada masing – masing pasien juga beragam. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penderita psoriasis diRSPAL Dr Ramelan Surabaya Periode Januari 2020 – Januari 2022Metode: Mengamati, mencatat, menganalisa dan mendeskripsikan keseluruhan data rekam medis pasien psoriasis di RSPAL Dr Ramelan Surabaya Periode Januari 2020 – Januari 2022 Hasil: Berdasarkan data rekam medis 203. 645 pasien terdapat 64 pasien. Angka kejadian tertinggi psoriasis terjadi pada kelompok usia 36-45 tahun sebanyak 14 kasus (21,88%), Jumlah laki-laki > perempuan dengan angka kejadian laki-laki 42 pasien (66%) sedangkan perempuan 22 pasien (34%). Lokasi lesi terjadinya plak psoriasis terbanyak adalah lokasi lesi kombinasi dari beberapa bagian dan terjadi pada 25 pasien (39,68%). Score pasiterbanyak yaitu 60 dan 80 yang dialami oleh masing – masing 3 pasien (30%). Terapi topikal terbanyak adalah desoximetasone sebanyak 37 kasus dan terapi sistemik terbanyak adalah asam folat sebanyak 41 kasus. Komplikasi terjadi pada 12 pasien (1,9%). jenis terbanyak adalah nyeri persendian sebanyak 11 kasus (91,67%).Kesimpulan: Pada distribusi frekuensi karakteristik pasien psoriasis, sampel paling banyak ditemukan pada kelompok usia 36-45 tahun, jenis kelamin laki-laki, lokasi lesi kombinasi, score pasi 60 dan 80, jenis terapi topikal desoximetason, terapi sistemik asam folat dan komplikasi berupa nyeri persendian.Kata kunci: Karakteristik, Psoriasis
Karakteristik Pasien COVID-19 di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya Periode Januari-Desember 2021 Priambada, Muhammad Adhika Sulthan
Surabaya Biomedical Journal Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/v5i1.98

Abstract

Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh SARS-CoV 2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2). Identifikasi kasus pertama COVID-19 ini terjadi pada Desember 2019. Laju penyebaran infeksi sangat cepat dan telah menjangkiti banyak orang. Per tanggal 15 Desember 2021, WHO melaporkan 4.259.644 kasus positif COVID-19 dan 143.969 kematian terkonfirmasi diakibatkan oleh infeksi COVID-19 di Indonesia. Banyak tenaga kesehatan juga dinyatakan positif COVID-19 di Wuhan dan berbagai negara selain China, seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik pada pasien COVID-19 berdasarkan usia, jenis kelamin, manifestasi klinis dan komorbid di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya periode Januari-Desember 2021. Desain dari penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu rekam medis dengan teknik pengambilan sampel total sampling di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Hasil penelitian menyatakan dari 165 rekam medis didapatkan pasien COVID-19 didominasi oleh rentang usia 46-65 tahun dengan jumlah 85 pasien (52%), dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 109 pasien (66%), manifestasi paling banyak dialami adalah batuk dengan jumlah 109 pasien (31%), komorbiditas paling banyak adalah hipertensi dengan jumlah 54 pasien (29%). Kesimpulannya pada distribusi frekuensi karakteristik pasien COVID-19 di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya paling banyak pada rentang usia 46-65 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dengan manifestasi klinis yang paling sering dialami adalah batuk, dengan komorbiditas terbanyak yaitu hipertensi. Kata kunci : Karakteristik, COVID-19, Coronavirus, 2019-nCoV

Page 9 of 10 | Total Record : 92