cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung No. 1, Komplek Barat RSPAL dr. Ramelan, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : 10.30649/sbj
Core Subject : Health,
Surabaya Biomedical Journal is a peer-reviewed, open access journal published three times a year (January, May, and September) by the Faculty of Medicine, Universitas Hang Tuah, Surabaya. The journal is dedicated to publishing high-quality original research articles, review papers, and general scientific contributions across all areas of medical and health sciences. The journal seeks to foster intellectual exchange and interdisciplinary dialogue among researchers, clinicians, and practitioners by integrating diverse perspectives, methodologies, and topics within the biomedical field. It aims to serve as a platform that bridges academic scholarship and clinical practice. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1.Marine medicine 2.Hyperbaric medicine 3.General medicine 4.Dentistry 5.Nursing 6.Pharmacy Surabaya Biomedical Journal welcomes submissions from researchers and professionals who are engaged in advancing knowledge and innovation in these fields.
Articles 99 Documents
Hyperbaric Oxygen Therapy as Adjuvant Therapy in Nasopharyngeal Cancer : A Literature Review Djatiwidodo, Djatiwidodo Edi Pratiknyo
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.112

Abstract

Introduction Hyperbaric oxygen therapy (HBOT) may not be widely known. In Indonesia itself, the HBOT application was first carried out in 1960 by the Indonesian Navy Marine Health Institute / Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL (Lakesla) in collaboration with the Naval Central Hospital (Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut / RSPAL) Dr. Ramelan Surabaya, where until now the facility is still the largest in Indonesia. Hyperbaric oxygen therapy was first introduced by Behnke in 1930. At that time hyperbaric oxygen therapy was only given to divers to relieve symptoms of decompression sickness (Caisson's Disease)1. Hyperbaric oxygen therapy is a treatment method using high pressure oxygen, where the pressure used is higher than atmospheric pressure (more than 1 atm). High pressure oxygen therapy methods are currently widely used as adjuvant therapy for various pathological conditions associated with hypoxic and/or ischemic conditions. The standard procedure for HBOT is to inhale pure oxygen (100% O2) using a pressure between 1.5 and 2.5 atmospheres absolute (ATA) by mask or by endotracheal tube which is the sum of the atmospheric pressure and the gauge pressure in a hyperbaric chamber2–4.
A PERUBAHAN NILAI BIOLOGI KETIKA PANDEMI COVID 19, TAHUN AJARAN 2018 dan 2021 MAHASISWA SEMESTER SATU FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HANG liliawanti; Arundani, Prima
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i3.113

Abstract

Pada awal tahun 2020 kita dikejutkan dengan penyakit menular virus corona (SARS CoV-2) dimana virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok. Seketika menyebar ke seluruh dunia, hal ini menyebabkan banyak negara memberlakukan lockdown dan social distancing termasuk di lembaga pendidikan. Pembelajaran secara daring bergantung dengan teknologi komputer dan internet. Permasalahan bisa dari pengajar, mahasiswa, dan sarana untuk pembelajaran secara daring. Banyak faktor yang bisa menyebabkan berbagai masalah. Berdasarkan hal – hal tersebut di atas saya selaku peneliti ingin membandingkan hasil yang di capai pelajar dalam hal ini mahasiswa semester satu fakultas kedokteran khususnya nilai biologi selama kuliah secara luring dan daring. Pada penelitian ini digunakan metode cross sectional group design. Penelitian ini menggunakan seluruh mahasiswa semester satu fakultas kedokteran universitas hang tuah angkatan 2018 dan 202. Analisis Data menggunakan uji statistika parametric dengan one-way ANOVA. Hasil uji nilai biologi mahasiswa semester satu fakultas kedokteran Universitas Hang Tuah tahun ajaran sebelum pandemi 2018 dan sesudah pandemoi 2021 didapatkan pada tes CBT, hasil uji Anova satu arah didapatkan hasil signifikan nilai Biologi mahasiswa semester satu FK UHT dengan p=0,000 (p ˂ 0,05). Pada tes SOOCA dengan uji T tes didapatkan hasil signifikan dengan p=0,000 (p ˂ 0,05). Sedangkan pada nilai akhir didapatkan hasil uji T tes didapatkan hasil signifikan dengan p=0,000 (p ˂ 0,05). Kesimpulan : Pada tahun ajaran sebelum pandemic 2018 dengan tahun ajaran masa pandemic 2021terdapat perbedaan rerata nilai ujian CBT, SOOCA, dan nilai akhir biologi mahasiswa semester satu FK UHT.
Patin sebagai sumber omega 3 untuk menurunkan faktor resiko terjadinya MAFLD karena DM tipe 2 Rahayu, Indri N.; Kumala, Asami Rietta; Taruna, Dody; Husodo, Stefanus Djoni; Dagradi, Eric Mayo; Sukmana, Judya
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i1.114

Abstract

Diet asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) telah diteliti dan terbukti dapat memodulasi peradangan, namun, hanya sedikit beberapa penelitian yang fokusnya pada patobiologi PUFA dengan menggunakan diet isokalori dan isolipid namun belum dapat dijelaskan apakah patologi terkait tersebut disebabkan oleh komposisi diet PUFA, metabolisme lipid, atau obesitas, karena sebagian besar penelitian membandingkan diet dengan yang diberi makan ad libitum. Stres oksidatif dan mitokondria hati berperan dalam patogenesis penyakit hati berlemak nonalcohol. Omega-3 PUFA memiliki peran protektif yang potensial terhadap kerusakan sel oksidatif yang diinduksi ROS pada tikus organ, terutama di hati. Atenuasi hepatic fibrosis oleh EPA (asam eicosapentaenoic) secara signifikan berhubungan dengan kadar ROS hati. EPA juga menekan peningkatan kadar ROS hati dan penurunan penanda oksidatif serum, seperti 8-isoprostan dan feritin. Ikan patin memiliki kandungan asam lemak tak jenuh ganda omega 3 serta selenium yang merupakan antioksidan sehingga dapat menghambat terjadinya progresifisitas kejadian NAFLD maupun MAFLD. Mekanismenya antara lain melalui jalur penghambatan stress oksidatif yang merupakan patofisiologi terjadinya NAFLD maupun MAFLD.
PENGARUH OBESITAS TERHADAP KARAKTERISTIK POLA BERJALAN : LITERATURE REVIEW Mintardjono, Wahyu Prasasti Mutiadesi; Wardiansah, Wardiansah; Hartanto, Hartanto
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i1.115

Abstract

Obesity is a global health problem with increasing prevalence worldwide. One aspect of concern is how obesity can affect an individual's gait characteristics, leading to musculoskeletal disorders. Numerous studies have explored the gait characteristics experienced by individuals with obesity. The objective of this literature review is to provide further information on the gait characteristics of individuals with obesity, which can be utilized for the prevention of obesity-related musculoskeletal disorders. The methodology employed in this study is a literature review, creating conclusions from selected data sources from various national and international journals published between 2011 and 2021. The findings reveal that obesity can lead to decreased balance, reduced walking speed, and influence several gait characteristic parameters, such as changes in step length and width, stride length, as well as various angles formed by the knee and ankle joints during walking, resulting in a distinct gait pattern compared to normal gait. Therefore, it can be concluded that individuals with obesity are prone to exhibit an altered gait pattern, which can potentially contribute to musculoskeletal problems such as osteoarthritis.
SEL POLIMORFONUKLEAR MEMBERAN PLASENTA PADA KASUS KPP DI RSPAL SURABAYA Sudiarta, I Ketut Edy
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i1.117

Abstract

ABSTRAK Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda-tanda persalinan, dan dapat terjadi pada kehamilan aterm maupun pada hehamilan prematur. Inflamasi merupakan kondisi umum yang mendasari terjadinya KPD. Desain penelitian ini adalah penelitian cross sectional deskriptif observasional. Sampel penelitian ini adalah sampel jenuh yang diambil selama 4 bulan (bulan Agustus-November 2019). Bahan pemeriksaan berupa selaput ketuban yang diambil saat persalinan pasien-pasien yang didiagnosis PROM di RSPAL Surabaya. Kemudian dilakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk melihat sebaran sel radang PMN. Total sampel adalah 20 pasien. Berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi didapatkan bahwa 11 dari 20 (55%) selaput janin mengandung sel radang polimorfonuklear dan 9 (45%) sisanya tidak mengandung sel radang polimorfonuklear. Lebih dari separuh kasus pecahnya selaput ketuban disebabkan oleh terjadinya keradangan pada selaput ketuban. Kata kunci: ketuban pecah dini, sel radang, sel inflamasi, polimorfonuklear, histopatologi. ABSTRACT Premature of membranes (PROM) is the rupture tht amniotic membranes before there are signs of labor, and can occur i8n term pregnancies as well as in premature pregnancy. Inflammation is a common condition that underlies the PROM. The design of this research is a cross sectional descriptive study. Examination material in the form of amniotic membranes taken during delivery of patients diagnosed with PROM at RSPAL Surabaya. The methods sampling is a saturated sample taken for 4 months (August – November 2019), then an anatomic pathology analysis was carried out to see the distribution of PMN inflammatory cells. The total sample is 20 patients. Based on the results histopathological examination, it was found that 55% fetal membranes contained polymorphonuclear cells and 45% without polymorphonuclear cells. More than half of the cases of rupture membranes are caused by inflammation. Keywords: premature rupture of the membranes, inflammatory cells, polymorphonuclear cell, histopathology.
PENGARUH LATIHAN RENANG INTENSITAS SUBMAKSIMAL TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH BETINA KELOMPOK TERLATIH DAN TIDAK TERLATIH Alexander, Michael; Dagradi, Eric Mayo; Andisari, Hendrata Erry
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i1.118

Abstract

Olahraga adalah kegiatan fisik yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang berolahraga, penting untuk memahami batasan intensitas olahraga yang dilakukan. Intensitas olahraga yang melampaui kemampuan tubuh akan menyebabkan munculnya stres oksidatif. Stres oksidatif akan menimbulkan berbagai masalah fisiologis tubuh, termasuk metabolisme glukosa. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris. Tikus putih (Rattus norvegicus) betina galur Wistar usia 2 bulan dengan berat badan 180-200 gram dikelompokkan ke dalam 5 kelompok melalui teknik random sampling. K1 merupakan kontrol, K2 diberi latihan setiap hari selama 2 minggu, K3 diberi latihan sekali seminggu selama 2 minggu, K4 diberi latihan setiap hari selama 2 minggu, dan K5 diberi latihan sekali seminggu selama 2 minggu. Semua kelompok setelahnya diistirahatkan selama 1 minggu. K1, K2, dan K3 tidak diberi intervensi. K4 dan K5 diberi intervensi latihan submaksimal 85% rerata waktu tenggelam pertama. Penelitian diterminasi dan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian kadar glukosa darah acak. Hasil kadar glukosa darah acak diolah statistik dengan uji parametrik one-way Anova dan uji post hoc LSD. Hasil kadar glukosa darah (K1) 127,8 mg/dL, (K2) 133,4 mg/dL, (K3) 186,4 mg/dL, (K4) 160,6 mg/dL, dan (K5) 140,6 mg/dL. Uji one-way Anova menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05). Uji post hoc LSD menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok terlatih dengan intervensi dan tidak terlatih dengan intervensi (p>0,05). Intervensi latihan submaksimal setelah istirahat satu minggu pada kelompok terlatih dan tidak terlatih dengan latihan submaksimal tidak memiliki pengaruh terhadap kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) betina galur Wistar.
UJI ORGANOLEPTIK dan DAYA HAMBAT EKSTRAK ALGA COKLAT (Sargassum Polycystum) TERHADAP JAMUR Candida albicans Sari, Rima Parwati
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.120

Abstract

Background: Candida albicans, a fungal normal flora that causes Denture stomatitis. Sargassum polycystum is a brown algae species (Phaeophyceae) which grows almost along the coasts of Indonesia islands, known to have antifungal and antibacterial activities. Purpose: To determine the inhibition of brown algae extract (Sargassum polycystum)’s on the growth of Candida albicans and determine whether Sargassum polycystum extract works as denture cleanser material through organoleptic test. Methods: The sample was Candida albicans equal to 0,5 McFarland (108 CFU/ml). The experiment groups comprises negative control group (K-) with 1% DMSO, positive control group (K+) with 0,2% chlorhexidine gluconate, and treatment groups 1-4 (P1;P2;P3;P4) consecutively with 2,5%; 5%; 10%; 20% Sargassum polycystum ethanol extract macerated for 15 minutes in 5 (Ø 6mm) paper discs. SDA medium was incubated for 24 hours and the visible transparent zone was calculated. Organoleptic test was conducted by asking 10 panelists about the observation on color, smell, and homogeneity level of brown algae extract (Sargassum polycystum) with the concentrations of 2,5%; 5%; 10%; and 20%. The experiment result was analyzed with the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney test. Results: Experiment material’s inhibitory effect was undetectable as Sargassum polycystum ethanol extract against 1% DMSO solvent’s solubility was not homogeneous. The organoleptic test result showed that color, smell, and homogeneity level of brown algae extract (Sargassum polycystum) was not compliant with antiseptic standards. Conclusion: No inhibitory effect in brown algae extract (Sargassum polycystum) as the organoleptic test proved the antiseptic standards were not fulfilled.
PROFIL PASIEN ANAK BALITA DENGAN PNEUMONIA DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA PERIODE JANUARI 2021 - JANUARI 2022 Setiawan, Rhyska Dheamiranda
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i3.121

Abstract

Pneumonia adalah radang paru-paru yang terjadi akibat adanya cairan dalam alveoli dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang. Prevalensi pneumonia pada anak balita di Indonesia masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien anak balita dengan pneumonia di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 50 pasien. Data yang diambil meliputi usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, penggunaan antibiotik, kadar leukosit, dan gambaran radiologi yang diambil dari data rekam medis pasien anak balita yang di rawat inap di Bagian Anak RSPAL Dr. Ramelan Surabaya Periode Januari 2021 – Januari 2022. Data deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Dari hasil penelitian didapatkan data yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 50 orang, terbanyak pada anak laki-laki (66%) terutama pada kelompok usia <1 tahun (58%). Penyakit penyerta pneumonia terbanyak adalah anemia (30%), dan semua pasien (100%) menggunakan antibiotik selama perawatan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar leukosit dalam batas normal (52%) dan gambaran radiologi berupa infiltrat (50%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kasus pneumonia pada anak balita paling sering terjadi pada anak laki-laki dengan usia <1 tahun, penyakit penyerta tersering adalah anemia, menggunakan antibiotik selama perawatan, memiliki kadar leukosit dalam batas normal, dan gambaran radiologi berupa infiltrat.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK Sea sponge (Aplysina Fistularis) DAN KOMBINASI EKSTRAK Sea sponge (Aplysina Fistularis) DENGAN ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi PADA MEDIA AGAR SECARA IN VITRO Ardelia, Dhea Kharisma
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i3.123

Abstract

Background : Typhoid fever is an infectious disease caused by Salmonella typhi bacteria. Multi Drug Resistance causes immunity to several antibiotics in the treatment of typhoid fever. Sea sponge (Aplysina fitularis) is one of the marine biota and contains compounds that function as antibacterials. Purpose : This study aims to determine the comparison of the effectiveness of Sea sponge extract (Aplysina fitularis) and the combination of Sea sponge extract (Aplysina fitularis) with chloramphenicol antibiotics against Salmonella typhi bacteria. Method : This research is a laboratory experimental research with posttest only control group design. There were four groups of extracts with concentrations of 25%, 50%, 75%, 100% and four groups of extract combinations with chloramphenicol with concentrations of 25%, 50%, 75%, 100% and two control groups, negative (DMSO 0.2%) and positive (chloramphenicol). Result : The average diameter of the inhibition zone with a concentration of 25%, 50%, 75%, 100% and negative control was 6.00 mm, the combination of Sea sponge extract (Aplysina fistularis) and chloramphenicol with a concentration of 25% was 25.95 mm, a concentration of 50% was 26.47 mm, a concentration of 75% was 28.74 mm, a concentration of 100% was 35.84 mm and positive control was 33.25 mm. Data analysis used Kruskal-Wallis test with p=0.001. Conclusion : The combination of Sea sponge extract (Aplysina fistularis) with chloramphenicol has greater effectiveness against Salmonella typhi compared with Sea sponge extract (Aplysina fistularis).
STUDI IN SILICO PENGARUH AKTIVITAS SENYAWA AKTIF HOLOTHURIN A DARI TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) TERHADAP ENZIM PNEUMOLISIN PADA Streptococcus pneumoniae Mohtar, Riyanti Salma
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i3.127

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia adalah infeksi jaringan paru akut yang disebabkan oleh patogen. Streptococcus pneumoniae merupakan patogen tersering penyebab pneumonia, faktor virulensi utama yang dimilikinya adalah pneumolisin (PLY), pore-forming sitotoksin yang dapat mengganggu jaringan epitel dengan membentuk mechanical barrier pada epitel saluran pernafasan. PLY bersifat sitotoksik terhadap sel epitel bronkial bersilia, pada konsentrasi lytic PLY akan menyebabkan kematian sel. Kematian sel epitel tersebut mempermudah infeksi pada jaringan paru-paru. Di Indonesia, sebagian besar penduduk masih meyakini penggunaan obat tradisional atau herbal sebagai metode pengobatan untuk berbagai jenis penyakit. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak teripang pasir (Holothuria scabra) sebagai terapi adjuvant antibakteri berdasarkan studi in silico. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara studi In Silico. In silico adalah metode penelitian yang memanfaatkan teknologi komputasi dan database untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Metode penelitian in silico ini memiliki beberapa keunggulan, seperti lebih cepat dan hemat biaya dalam memperoleh hasil. Salah satu contohnya adalah molecular docking. Molecular docking adalah metode komputasi yang digunakan untuk memprediksi interaksi antara dua molekul, yang pada akhirnya menghasilkan model pengikatan bagi keduanya. Studi in silico memiliki beberapa tahapan dalam pelaksanaannya, antara lain adalah pemilihan bahan senyawa aktif yang akan digunakan, potensi dari senyawa aktif yang telah dipilih, modelling senyawa aktif, molecular docking, perkiraan dari absorbsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi serta toksisitas dari senyawa aktif. Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa holothurin a memiliki pengaruh terhadap PLY. Holothurin a mengikat di daerah yang berbeda dengan penicillin sebagai kontrol. Holothurin a berikatan dengan PLY lebih kuat dibanding penicillin. Holothurin a memiliki tingkat penyerapan dan permeabilitas kulit yang lebih baik dibandingkan dengan penicillin, holothurin a dan penicillin dapat di metabolisme dengan baik oleh hepar karena tidak menghambat CYP3A4 substrat. Holothurin a memiliki prediksi toksisitas ringan dan lebih baik dibanding penicillin. Kesimpulan : Senyawa aktif holothurin a dalam teripang pasir (Holothuria scabra) memiliki pengaruh terhadap enzim pneumolisin yang terdapat pada bakteri Streptococcus pneumoniae.

Page 7 of 10 | Total Record : 99