cover
Contact Name
Lalu Ibrohim Burhan
Contact Email
laluibrohimburhan@gmail.com
Phone
+6281805244115
Journal Mail Official
laluibrohimburhan@gmail.com
Editorial Address
kp Bahagia Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dharma Bakti
ISSN : -     EISSN : 30899087     DOI : https://doi.org/10.63982/8zyvzy73
DHARMA BAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna adalah jurnal akademik yang didedikasikan untuk mempublikasikan hasil pengabdian dan penelitian berkualitas tinggi serta aplikasi praktis di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini menjadi wadah bagi akademisi, praktisi, dan profesional untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan pengalaman yang relevan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Focus and Scope Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna memfokuskan diri pada publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun ruang lingkup dari jurnal ini meliputi: 1. Teknik Publikasi hasil kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dan penerapan teknologi di berbagai bidang teknik untuk mendukung program pengabdian masyarakat. 2. Teknologi Tepat Guna Penelitian dan implementasi teknologi sederhana dan inovatif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara efektif, efisien, dan ramah lingkungan. 3. Pendidikan Kegiatan pengabdian yang berfokus pada pengembangan program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di masyarakat. 4. Pemberdayaan Masyarakat Program-program pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, pengelolaan sumber daya lokal, dan kesejahteraan sosial-ekonomi. 5. Pengembangan Inisiatif pembangunan berkelanjutan yang mencakup berbagai aspek seperti infrastruktur, ekonomi, dan sosial untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. 6. Manajemen Pendekatan dan strategi manajemen yang diterapkan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, termasuk pengelolaan sumber daya, waktu, dan tenaga kerja untuk mencapai hasil yang optimal. Jurnal ini berkomitmen untuk mendukung publikasi karya-karya ilmiah yang berdampak nyata bagi masyarakat luas. Artikel yang diterbitkan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan menjadi inspirasi untuk pengembangan pengabdian masyarakat di masa depan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Integrasi Sensor Low-Cost, Aplikasi Mobile, dan Mekanisme Respons Komunitas: Model Early Warning System untuk Desa Berliterasi Teknologi Rendah Muhammad Amin; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.yp5vf934

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang terus meningkat dan menimbulkan kerusakan signifikan, sementara penyampaian informasi peringatan dini secara manual masih menghambat respons cepat masyarakat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga desa rawan banjir melalui implementasi sistem pendeteksi dini berbasis sensor berbiaya rendah yang terintegrasi dengan aplikasi mobile untuk menyediakan informasi real-time. Pendekatan Applied Community-Based Technology digunakan melalui tahapan perancangan sistem, instalasi sensor pada titik rawan, implementasi aplikasi, pelatihan warga, dan evaluasi respons melalui simulasi evakuasi menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan nyata efektivitas mitigasi: sensor memberikan pembacaan realtime yang akurat, notifikasi otomatis dikirim dalam hitungan detik, dan kesiapsiagaan warga meningkat melalui percepatan waktu respons evakuasi serta tingginya penerimaan teknologi berdasarkan penilaian pengguna. Program ini memiliki dampak positif terhadap literasi kebencanaan, penguatan kapasitas komunitas, perubahan perilaku evakuasi, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Integrasi teknologi dan pemberdayaan sosial terbukti menjadi faktor kunci keberhasilan intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa model sistem peringatan dini berbasis IoT–komunitas efektif untuk konteks pedesaan berketerbatasan teknologi dan memiliki potensi tinggi untuk direplikasi secara lebih luas. Penelitian ini menawarkan kontribusi konseptual dan praktis terhadap pengembangan model mitigasi bencana yang adaptif dan berkelanjutan serta membuka peluang untuk pengembangan fitur lanjutan dan implementasi skala regional.   Abstract Flooding is an increasingly frequent hydrometeorological disaster that causes severe damage, while manual early warning dissemination remains inadequate in enabling rapid community response. This study aims to enhance disaster preparedness in flood-prone rural areas by implementing a low-cost sensor–based early warning system integrated with a mobile application for real-time information delivery. An Applied Community-Based Technology approach was applied through system design, sensor installation at critical points, mobile application deployment, community training, and evaluation through evacuation simulation using descriptive quantitative analysis. The results demonstrate substantial improvements in community preparedness: sensors provided accurate real-time water level readings, automated alerts were delivered within seconds, and evacuation response times improved alongside high user acceptance and perceived usefulness of the system. The intervention generated positive impacts on disaster literacy, capacity building, behavioral transformation, and community participation. The synergistic integration of technical performance and community empowerment emerged as a critical success factor. Findings confirm the effectiveness of an IoT–community integrated early warning model for rural environments with limited technological infrastructure and highlight strong potential for wider replication. This work contributes both conceptually and practically to adaptive community-based disaster mitigation and supports future development toward scalable deployment, enhanced system features, and policy-level integration.
Integrasi Praktik Pengelolaan Keuangan Harian sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Ekonomi Keluarga Rentan Sulkiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 2 No. 1 (2026): Membangun Ketahanan Komunitas melalui Edukasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.pq6hkg73

Abstract

Ketidakstabilan ekonomi global dalam dua dekade terakhir telah meningkatkan kerentanan ekonomi rumah tangga, terutama pada kelompok berpendapatan rendah yang memiliki keterbatasan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan sehari-hari. Kondisi ini menegaskan urgensi intervensi literasi keuangan yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan rumah tangga keluarga rentan melalui edukasi literasi keuangan berbasis praktik pencatatan sederhana dan simulasi pengambilan keputusan finansial. Kegiatan pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan Sequential Explanatory Mixed Methods, dengan tahapan asesmen awal kondisi keuangan rumah tangga, implementasi edukasi literasi keuangan berbasis praktik, serta evaluasi pasca-edukasi untuk menilai keberlanjutan perubahan perilaku. Sasaran kegiatan adalah keluarga rentan dengan karakteristik pendapatan tidak tetap dan minim pengalaman pencatatan keuangan. Hasil menunjukkan bahwa program mampu mendorong adopsi praktik pengelolaan keuangan harian serta perubahan cara pandang keluarga terhadap keuangan sebagai alat refleksi dan pengendalian ekonomi. Temuan kualitatif mengungkap peningkatan kesadaran pola pengeluaran, disiplin belanja, dan rasa percaya diri finansial, meskipun keberlanjutan praktik dipengaruhi oleh faktor waktu, kebiasaan lama, dan tekanan kebutuhan mendesak. Secara keseluruhan, kegiatan ini berdampak positif terhadap penguatan kapasitas ekonomi keluarga dan berpotensi meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga dalam jangka panjang. Program ini terbukti efektif, relevan untuk direplikasi di konteks serupa, dan memiliki prospek keberlanjutan melalui integrasi dengan program pemberdayaan dan kebijakan perlindungan sosial
Model Edukasi Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas dalam Kerangka Community-Based Disaster Risk Reduction untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Sosial Lalu Ibrohim Burhan; Sulkiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 2 No. 1 (2026): Membangun Ketahanan Komunitas melalui Edukasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.ndgyfy90

Abstract

Peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam telah menjadikan risiko bencana sebagai ancaman struktural terhadap keberlanjutan kehidupan sosial, terutama pada masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan kapasitas respons. Berbagai upaya mitigasi masih didominasi pendekatan top-down dan teknis, sehingga kesiapsiagaan sosial masyarakat belum berkembang secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan sosial masyarakat desa rawan risiko melalui pengembangan dan penerapan edukasi mitigasi bencana berbasis komunitas dengan pendekatan simulasi dan skenario lokal yang partisipatif. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory, meliputi tahap asesmen kebutuhan komunitas, perancangan bersama model edukasi, implementasi pelatihan dan simulasi bencana, serta evaluasi dampak melalui pengukuran pra–pasca dan observasi partisipatif. Hasil menunjukkan bahwa program ini secara konsisten meningkatkan kesiapsiagaan sosial masyarakat, tidak hanya pada pemahaman risiko, tetapi juga pada perubahan perilaku kolektif, koordinasi komunitas, dan respons operasional dalam simulasi bencana. Temuan kualitatif mengungkap bahwa partisipasi aktif, pembelajaran berbasis pengalaman, dan dukungan kelembagaan desa berperan penting dalam mengintegrasikan praktik kesiapsiagaan ke dalam aktivitas keseharian. Secara keseluruhan, kegiatan ini berdampak pada penguatan kapasitas sosial masyarakat dan pengurangan ketergantungan pada respons eksternal. Program ini terbukti efektif, berpotensi direplikasi pada konteks desa rawan risiko lainnya, serta memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan praktik pengurangan risiko bencana berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Model Partisipatif Literasi Kesehatan Berbasis Keluarga sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Komunitas Pasca Krisis Kesehatan Sahrul Ihsan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 2 No. 1 (2026): Membangun Ketahanan Komunitas melalui Edukasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.42nvd157

Abstract

Krisis kesehatan global dalam dua dekade terakhir menegaskan bahwa ketahanan komunitas tidak hanya ditentukan oleh kapasitas sistem kesehatan formal, tetapi juga oleh kemampuan keluarga dalam memahami, mencegah, dan merespons risiko kesehatan secara mandiri. Rendahnya literasi kesehatan keluarga berkontribusi pada perilaku kesehatan yang reaktif dan melemahnya daya adaptasi sosial pasca krisis, sehingga menuntut intervensi yang lebih berkelanjutan dan berbasis konteks sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi dan perilaku kesehatan keluarga melalui pengembangan model edukasi partisipatif dan kontekstual sebagai fondasi ketahanan komunitas. Pendekatan yang digunakan adalah mixed-methods dengan desain explanatory sequential, yang mencakup tahapan asesmen kebutuhan, implementasi intervensi literasi kesehatan berbasis keluarga, dan evaluasi dampak jangka menengah. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran perubahan literasi dan perilaku kesehatan keluarga serta eksplorasi kualitatif terhadap dinamika partisipasi dan proses perubahan. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas keluarga dalam memahami dan menilai informasi kesehatan, diikuti oleh perubahan perilaku hidup bersih dan sehat yang lebih konsisten dan berkelanjutan. Temuan kualitatif mengungkap bahwa proses partisipatif memperkuat dialog internal keluarga dan mendorong peran keluarga sebagai agen ketahanan di tingkat komunitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasitas keluarga dan ketahanan komunitas, serta menawarkan model pengabdian berbasis keluarga yang efektif, berpotensi direplikasi, dan relevan untuk pengembangan kebijakan promotif–preventif kesehatan masyarakat di masa depan.
Literasi Digital Fungsional Berbasis Praktik untuk Meningkatkan Kemandirian Akses Layanan Publik Digital Masyarakat Desa Lalu Muktar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 2 No. 1 (2026): Membangun Ketahanan Komunitas melalui Edukasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.99b6dc74

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik telah meningkatkan kebutuhan akan literasi digital sebagai kompetensi kewargaan yang esensial, namun kesenjangan literasi digital masih membatasi kemampuan masyarakat desa dalam mengakses informasi dan layanan publik berbasis daring. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan praktis masyarakat desa dalam menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi dan layanan publik secara efektif. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif berbasis praktik dengan sasaran masyarakat perdesaan yang memiliki keterbatasan literasi digital fungsional. Metode pelaksanaan mencakup asesmen awal kebutuhan komunitas, perancangan bersama materi kontekstual, implementasi pembelajaran berbasis praktik langsung dan simulasi layanan publik digital, serta evaluasi pra–pascaprogram melalui survei terstruktur, observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan penilaian performa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan substansial pada literasi digital dasar, terutama pada keterampilan operasional, navigasi layanan publik digital, dan kepercayaan diri peserta. Secara kualitatif, peserta menunjukkan pergeseran perilaku dari ketergantungan menuju kemandirian dalam mengakses layanan publik digital, yang diperkuat oleh dinamika pembelajaran kolaboratif dan relevansi materi dengan kebutuhan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis praktik memiliki dampak nyata terhadap kemandirian akses layanan publik digital dan menjawab kesenjangan intervensi literasi digital yang bersifat konseptual. Program ini berimplikasi penting bagi penguatan inklusi digital, pemberdayaan komunitas, dan dapat direplikasi sebagai model pengabdian berbasis pendidikan untuk mendukung keberlanjutan transformasi layanan publik di wilayah perdesaan.
Integrasi Literasi Gizi dan Praktik Memasak Sehat sebagai Strategi Pencegahan Krisis Kesehatan Rumah Tangga Eka Suryatmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 2 No. 1 (2026): Membangun Ketahanan Komunitas melalui Edukasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.xeen0y97

Abstract

Masalah gizi ibu dan anak merupakan isu kesehatan publik yang berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan rumah tangga terhadap krisis kesehatan, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Rendahnya literasi gizi dan keterbatasan kemampuan mengaitkan pengetahuan gizi dengan praktik konsumsi berbasis pangan lokal menjadi tantangan utama dalam upaya pencegahan krisis kesehatan di tingkat keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi serta kemampuan praktik konsumsi dan pengolahan pangan sehat ibu dan anak melalui modul edukasi gizi berbasis pangan lokal yang dipadukan dengan praktik memasak sehat. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest–posttest, melibatkan ibu sebagai pengelola utama konsumsi pangan keluarga. Tahapan kegiatan meliputi asesmen awal literasi gizi dan praktik konsumsi, implementasi edukasi gizi kontekstual dan pendampingan praktik memasak, serta evaluasi perubahan perilaku konsumsi pasca intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan bermakna pada pola konsumsi gizi seimbang, disertai pergeseran perilaku makan yang lebih adaptif terhadap pemanfaatan pangan lokal dan praktik pengolahan pangan sehat. Temuan kualitatif-partisipatif memperkuat hasil kuantitatif dengan menunjukkan meningkatnya kepercayaan diri, refleksi kritis, dan komitmen keluarga dalam menerapkan gizi seimbang. Secara keseluruhan, program ini berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas pengetahuan dan praktik gizi rumah tangga, serta menunjukkan potensi kuat sebagai model edukasi gizi berbasis komunitas yang aplikatif, berkelanjutan, dan layak direplikasi untuk memperkuat ketahanan kesehatan keluarga.

Page 3 of 3 | Total Record : 26