cover
Contact Name
Lalu Ibrohim Burhan
Contact Email
laluibrohimburhan@gmail.com
Phone
+6281805244115
Journal Mail Official
laluibrohimburhan@gmail.com
Editorial Address
kp Bahagia Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dharma Bakti
Published by PT Lalu Ibrohim Burhan
ISSN : -     EISSN : 30899087     DOI : https://doi.org/10.63982/8zyvzy73
DHARMA BAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna adalah jurnal akademik yang didedikasikan untuk mempublikasikan hasil pengabdian dan penelitian berkualitas tinggi serta aplikasi praktis di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini menjadi wadah bagi akademisi, praktisi, dan profesional untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan pengalaman yang relevan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Focus and Scope Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna memfokuskan diri pada publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun ruang lingkup dari jurnal ini meliputi: 1. Teknik Publikasi hasil kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dan penerapan teknologi di berbagai bidang teknik untuk mendukung program pengabdian masyarakat. 2. Teknologi Tepat Guna Penelitian dan implementasi teknologi sederhana dan inovatif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara efektif, efisien, dan ramah lingkungan. 3. Pendidikan Kegiatan pengabdian yang berfokus pada pengembangan program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di masyarakat. 4. Pemberdayaan Masyarakat Program-program pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, pengelolaan sumber daya lokal, dan kesejahteraan sosial-ekonomi. 5. Pengembangan Inisiatif pembangunan berkelanjutan yang mencakup berbagai aspek seperti infrastruktur, ekonomi, dan sosial untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. 6. Manajemen Pendekatan dan strategi manajemen yang diterapkan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, termasuk pengelolaan sumber daya, waktu, dan tenaga kerja untuk mencapai hasil yang optimal. Jurnal ini berkomitmen untuk mendukung publikasi karya-karya ilmiah yang berdampak nyata bagi masyarakat luas. Artikel yang diterbitkan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan menjadi inspirasi untuk pengembangan pengabdian masyarakat di masa depan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Peningkatan Daya Saing UMKM melalui Strategi Branding dan Digital Marketing Berbasis Media Sosial Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/9n5kd859

Abstract

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Namun, rendahnya literasi digital dan lemahnya strategi branding menjadi kendala serius dalam meningkatkan daya saing UMKM di era transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan strategi branding dan digital marketing berbasis media sosial guna memperkuat daya saing usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan secara partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah dengan pelaku UMKM aktif namun memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital, khususnya media sosial. Materi pelatihan mencakup identifikasi produk, perencanaan konten, manajemen merek, dan strategi komunikasi digital yang efektif. Evaluasi dilakukan dengan mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta praktik penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap branding dan pemasaran digital serta peningkatan keterampilan dalam membuat konten promosi yang konsisten dan menarik. Temuan ini menyimpulkan bahwa pelatihan terstruktur dan kolaboratif mampu menjembatani kesenjangan digital serta mendorong UMKM menjadi lebih adaptif terhadap dinamika pasar. Kontribusi utama kegiatan ini terletak pada model pelatihan berbasis komunitas yang efektif dalam memperkuat ekosistem UMKM digital dan meningkatkan ketahanan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Integrasi Kearifan Lokal dan Teknologi Tepat Guna Berbasis Bahan Lokal: Pendekatan Partisipatoris untuk Pengolahan Air Bersih di Komunitas Adat Terpencil Kusnanik, Nining Widyah; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/bmd0xp81

Abstract

Keterbatasan akses air bersih di komunitas adat terpencil masih menjadi tantangan serius akibat hambatan geografis, minimnya infrastruktur, dan rendahnya adopsi teknologi yang selaras dengan konteks sosial-budaya. Sebagian besar program pengolahan air bersih cenderung mengabaikan pemanfaatan bahan lokal dan partisipasi masyarakat, sehingga keberlanjutan intervensi sulit terwujud. Kegiatan ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan teknologi penyaring air sederhana berbasis bahan lokal yang adaptif terhadap kearifan masyarakat adat, sekaligus meningkatkan literasi air bersih dan kesehatan komunitas. Menggunakan pendekatan partisipatoris berbasis komunitas dengan desain riset tindakan, kegiatan dilakukan di Dusun Sukatain, Lombok Timur, melibatkan 30 partisipan yang dipilih secara purposif. Tahapan mencakup identifikasi masalah, perancangan dan uji coba filtrasi bertingkat (kerikil, pasir, arang tempurung kelapa), pelatihan praktis, serta monitoring-evaluasi berbasis uji laboratorium dan analisis tematik. Hasil menunjukkan penurunan signifikan kekeruhan (50 NTU menjadi 3 NTU), warna (80 TCU menjadi 5 TCU), dan skor bau (4 menjadi 1), yang memenuhi standar Permenkes RI. Kasus diare turun 80% dan infeksi kulit turun 83% dalam tiga bulan pasca-implementasi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi inovasi teknis dengan kearifan lokal tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga memperkuat kapasitas teknis dan sosial komunitas, menawarkan model replikasi untuk wilayah adat lain di Indonesia. Limited access to clean water in remote indigenous communities remains a critical challenge due to geographical barriers, inadequate infrastructure, and the low adoption of technologies aligned with socio-cultural contexts. Most clean water treatment initiatives tend to overlook the use of locally sourced materials and community participation, resulting in poor sustainability of interventions. This study aimed to design and implement a simple water filtration technology utilizing locally available materials, adaptive to indigenous knowledge, while enhancing clean water literacy and community health. Employing a community-based participatory approach within an action research framework, the project was conducted in Sukatain Hamlet, East Lombok, involving 30 purposively selected participants. The stages comprised problem identification, design and testing of a multi-layer filtration system (gravel, sand, coconut shell charcoal), hands-on training, and monitoring–evaluation based on laboratory tests and thematic analysis. Results demonstrated a significant reduction in turbidity (from 50 NTU to 3 NTU), color (from 80 TCU to 5 TCU), and odor score (from 4 to 1), all meeting the Indonesian Ministry of Health standards. Incidences of diarrhea decreased by 80% and skin infections by 83% within three months post-implementation. These findings underscore that integrating technical innovation with indigenous wisdom not only improves water quality but also strengthens the technical and social capacity of communities, offering a replicable model for other indigenous areas in Indonesia.
Pemanfaatan Limbah Plastik menjadi Paving Block Ramah Lingkungan melalui Model Service Learning Berbasis Komunitas Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/twm8jc98

Abstract

Limbah plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan paling mendesak di Indonesia, dengan volume tahunan yang terus meningkat dan minimnya strategi pengelolaan di tingkat masyarakat. Meski terdapat berbagai inisiatif daur ulang, masih terdapat kesenjangan pengetahuan terkait penerapan teknologi produksi paving block plastik pada skala rumah tangga, keterlibatan masyarakat marginal, serta bukti kualitas produk dalam penggunaan jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan limbah plastik berbasis service learning komunitas yang mampu menghasilkan paving block ramah lingkungan sesuai standar mutu. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan di sebuah desa mitra dengan melibatkan 30 peserta (ibu rumah tangga dan pemuda) melalui tahapan pengumpulan limbah, pelatihan teknis, produksi, pengujian laboratorium, dan perencanaan pemasaran. Data dikumpulkan menggunakan checklist observasi dan uji tekan, dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari 100 menjadi 200 unit per bulan, mutu produk memenuhi SNI 03-0691-1996 (kuat tekan 27,5 MPa; daya serap air 6,8%; ketahanan aus 0,71 mm/menit), serta peningkatan partisipasi masyarakat sebesar 65%. Model ini membuktikan bahwa teknologi sederhana dapat mencapai kualitas industri bila dikombinasikan dengan pelatihan terarah, dan mampu memberdayakan kelompok rentan secara ekonomi. Ke depan, replikasi model ini berpotensi memperluas dampak pengelolaan limbah plastik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Plastic waste is one of the most urgent environmental problems in Indonesia, with annual volumes continuously increasing and limited management strategies at the community level. Although various recycling initiatives exist, there remain knowledge gaps regarding the application of plastic paving block production technology at the household scale, the involvement of marginalized communities, and evidence of product quality over long-term use. This project aimed to develop a community-based service-learning model for plastic waste management capable of producing environmentally friendly paving blocks that meet quality standards. A descriptive qualitative approach was applied in a partner village involving 30 participants (housewives and youth) through stages of waste collection, technical training, production, laboratory testing, and marketing planning. Data were collected using observation checklists and compressive strength tests, and analyzed descriptively and quantitatively. Results showed an increase in production capacity from 100 to 200 units per month, product quality meeting SNI 03-0691-1996 standards (compressive strength 27.5 MPa; water absorption 6.8%; abrasion resistance 0.71 mm/min), and a 65% increase in community participation. This model demonstrates that simple technology can achieve industrial quality when combined with targeted training, while economically empowering vulnerable groups. Moving forward, replicating this model has the potential to expand the impact of plastic waste management while fostering inclusive and sustainable local economic growth.
Pemberdayaan UMKM Disabilitas melalui Inovasi Aplikasi Mobile Inklusif dengan Pendekatan Participatory Design Sulkiah; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/2jbw3f70

Abstract

Penyandang disabilitas menghadapi hambatan signifikan dalam mengakses pasar, mulai dari keterbatasan mobilitas hingga minimnya sarana promosi inklusif, yang berdampak pada rendahnya daya saing UMKM disabilitas. Kesenjangan ini diperparah oleh kurangnya aplikasi pemasaran yang dirancang khusus, minimnya integrasi teknologi digital dengan pelatihan kewirausahaan, serta ketiadaan model pendampingan digital berkelanjutan bagi kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan akses pasar UMKM disabilitas melalui pengembangan aplikasi mobile berbasis inklusi digital yang terintegrasi dengan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan online. Menggunakan pendekatan Participatory Design, penelitian ini melibatkan 20 pelaku UMKM disabilitas di Kabupaten Lombok Timur melalui tahapan analisis kebutuhan, pengembangan aplikasi, pelatihan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan log penggunaan aplikasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan melalui usability testing. Hasil menunjukkan peningkatan omzet pada 70% pelaku UMKM, perluasan pasar pada 60% pengguna, efisiensi promosi pada 80%, peningkatan keterampilan digital pada 75%, serta kepuasan pengguna sebesar 85%. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi mobile inklusif efektif mengatasi hambatan pemasaran sekaligus membangun kapasitas digital dan keberlanjutan usaha. Implikasi penelitian ini mendorong replikasi model serupa di wilayah lain, dengan potensi penguatan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan adaptif. Persons with disabilities face significant barriers in accessing markets, ranging from mobility limitations to the lack of inclusive promotional tools, which negatively affect the competitiveness of disability-owned MSMEs. This gap is further exacerbated by the absence of marketing applications specifically designed for this group, limited integration of digital technology with entrepreneurship training, and the lack of sustainable digital mentoring models for vulnerable communities. This study aims to enhance market access for disability-owned MSMEs through the development of a mobile application based on digital inclusion, integrated with entrepreneurship training and online mentoring. Using a Participatory Design approach, the study involved 20 disability-owned MSMEs in East Lombok Regency through stages of needs analysis, application development, training, and evaluation. Data were collected through observations, interviews, and application usage logs, and were analyzed descriptively and via usability testing. The results show a 15–30% sales increase for 70% of MSMEs, market expansion for 60% of users, promotion efficiency for 80%, improved digital skills for 75%, and user satisfaction of 85%. These findings confirm that inclusive mobile technology effectively addresses marketing barriers while building digital capacity and business sustainability. The implications encourage replication of similar models in other regions, with potential to strengthen an inclusive and adaptive economic empowerment ecosystem.
Inovasi Alat Pengering Ikan Portabel Tenaga Surya untuk Peningkatan Efisiensi, Kualitas, dan Nilai Ekonomi Nelayan Skala Kecil Wirakesuma, Dadang Warta Chandra; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/rxkys276

Abstract

Metode pengeringan ikan tradisional yang digunakan nelayan skala kecil di Indonesia masih rentan terhadap variabilitas cuaca, kontaminasi, serta kualitas produk yang tidak konsisten, sehingga menurunkan nilai jual dan menyebabkan kerugian ekonomi. Meskipun pemanfaatan energi terbarukan semakin banyak didiskusikan, masih terbatas perhatian terhadap desain alat pengering ikan tenaga surya yang terjangkau, portabel, dan sesuai dengan kebutuhan sosial-ekonomi nelayan kecil. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan alat pengering ikan tenaga surya berbiaya rendah untuk meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk, serta dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dengan pendekatan pengembangan teknologi terapan, kegiatan dilaksanakan di Desa Padak Goar melibatkan 15 nelayan yang dipilih secara purposif. Tahapan meliputi perancangan dan fabrikasi alat, uji kinerja lapangan, pelatihan penggunaan, serta evaluasi melalui uji laboratorium kadar air, uji organoleptik, dan survei kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengeringan berkurang hingga 40% dibandingkan metode tradisional, sementara produk yang dihasilkan konsisten memenuhi standar kadar air SNI (≤25%), sehingga lebih higienis dan layak pasar. Selain itu, harga jual ikan kering meningkat rata-rata 15% dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 93% terkait kecepatan, kebersihan, dan kemudahan penggunaan alat. Temuan ini membuktikan bahwa pengering tenaga surya tidak hanya meningkatkan efisiensi teknis, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan penerimaan sosial. Secara praktis, penelitian ini menawarkan model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi pada perikanan skala kecil, sekaligus berkontribusi secara teoretis pada pengembangan pengetahuan mengenai inovasi energi terbarukan dalam pengolahan hasil perikanan berbasis masyarakat. Traditional fish drying methods among small-scale fishers in Indonesia remain vulnerable to weather variability, contamination, and inconsistent quality, leading to reduced market value and economic losses. Despite the growing discourse on renewable energy applications, limited attention has been given to the design of solar-powered fish dryers that are affordable, portable, and socially adapted to the needs of small-scale fishers. This study aimed to develop and implement a low-cost solar fish dryer to improve processing efficiency, product quality, and economic outcomes for coastal communities. Using an applied technology development approach, the project was conducted in Padak Goar Village with 15 purposively selected fishers. The stages included design and fabrication of the dryer, field performance tests, training sessions, and evaluation through laboratory analysis of moisture content, organoleptic tests, and user satisfaction surveys. Findings revealed that drying time was reduced by 40% compared to traditional methods, while the resulting products consistently met the national moisture standard (≤25%), ensuring hygienic and marketable quality. Moreover, the average selling price of dried fish increased by 15%, accompanied by a high acceptance rate, with 93% of participants expressing satisfaction regarding speed, cleanliness, and ease of use. These results demonstrate that the solar dryer not only enhances technical efficiency but also strengthens economic resilience and social acceptance. The study contributes practically by offering a replicable model of appropriate technology for small-scale fisheries and theoretically by enriching knowledge on the intersection of renewable energy innovations and community-based fisheries processing.
Inovasi Smart Greenhouse Berbasis Sensor dalam Mengatasi Tantangan Produksi Sayuran Organik di Wilayah Pedesaan Lalu Muktar; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p0h1as48

Abstract

Penelitian ini mengatasi tantangan yang dihadapi petani organik dalam mengelola kondisi lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan hasil panen. Dengan meningkatnya permintaan akan sayuran organik, terdapat kebutuhan nyata untuk menerapkan teknologi yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan smart greenhouse berbasis sensor yang berbiaya rendah dan mudah dioperasikan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif dengan melibatkan 10 petani di Desa Lendang Nangka Utara, yang mencakup pemasangan sistem, pelatihan, dan monitoring pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi sayuran organik meningkat rata-rata 25% setelah penerapan teknologi ini, dengan pengendalian hama yang lebih efektif dan peningkatan keterampilan petani dalam menggunakan sensor IoT. Temuan ini menegaskan pentingnya teknologi dalam meningkatkan praktik pertanian yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan smart greenhouse dapat berkontribusi pada ketahanan pangan lokal dan nasional, serta memberdayakan petani untuk mengelola pertanian mereka secara mandiri. The increasing demand for organic vegetables, driven by growing public awareness of health and environmental sustainability, highlights a critical gap in the adoption of modern agricultural technologies among local farmers, particularly in rural areas. This study aimed to implement a low-cost, sensor-based smart greenhouse to enhance the productivity and sustainability of organic vegetable farming. Employing a participatory action research approach, the project engaged ten organic farmers in Lendang Nangka Utara, focusing on system installation, operational training, and ongoing monitoring of plant growth and harvest outcomes. The findings revealed a significant average increase of 25% in organic vegetable production following the implementation of the smart greenhouse, alongside improved pest control due to stable microclimate conditions. Additionally, farmers acquired new skills in utilizing simple IoT sensors for sustainable cultivation practices. These results underscore the potential of smart greenhouse technology to empower local farmers, contributing to food security and environmental conservation. The study advocates for broader adoption of such technologies to foster sustainable agricultural practices and enhance the resilience of local farming communities.
Mengolah Limbah Rumput Laut Menjadi Pupuk Organik Untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia zayadi, kusma; Zohri, Rian; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.fjcjh717

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2024 di Desa Kerta Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan partisipasi masyarakat dalam mengolah limbah rumput laut menjadi pupuk organik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan limbah rumput laut yang melimpah dan tingginya ketergantungan petani pada pupuk kimia , yang diperparah oleh kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah organik. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan teknik fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat pupuk secara mandiri, di mana sebelumnya mereka belum pernah mendapatkan sosialisasi serupa. Program pelatihan ini berhasil menumbuhkan kemandirian masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dan praktik langsung dalam upaya pemanfaatan potensi desa untuk mengatasi kelangkaan pupuk dan masalah lingkungan.  Abstract The Community Service Program through Real Work Lectures (KKN) in 2024 in Kerta Sari Village, Labuhan Haji District, East Lombok Regency, aims to improve community skills and participation in processing seaweed waste into organic fertilizer. The main problems faced are the suboptimal utilization of abundant seaweed waste and the high dependence of farmers on chemical fertilizers, which is exacerbated by the lack of community knowledge in processing organic waste. This activity uses a participatory mentoring method through socialization, training, and direct practice of making liquid organic fertilizer (POC) using fermentation techniques. The results of the activity showed an increase in community knowledge and skills in making fertilizer independently, where previously they had never received similar socialization. This training program succeeded in fostering community independence to reduce dependence on chemical fertilizers and encourage the use of local resources to create sustainable agriculture. These findings emphasize the importance of an educational approach and direct practice in efforts to utilize village potential to overcome fertilizer scarcity and environmental problems.
Pelatihan Manajemen Administrasi Pembukuan Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian Desa Sukadana Prasetyowati, Rini Endang; Ningsih, Dwi Haryati; Ahmadi, Rizal; Sarlan, Muhamad; Muhammad Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.h75cvk19

Abstract

Dalam upaya mendukung penguatan ekonomi produktif di kalangan masyarakat, Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian hadir sebagai organisasi sosial yang secara khusus berfokus pada sektor peternakan. Salah satu bentuk usaha yang telah dikelola secara optimal oleh kelompok ini adalah dalam bidang produksi sapi. Pengabdian ini dirancang dengan tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan anggota KTT Berlian dalam mengelola aspek manajerial administrasi serta pembukuan kelompok, khususnya dalam pencatatan keuangan pada kegiatan penggemukan sapi. Pendekatan program ini dilaksanakan melalui metode pelatihan yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola administratif dan keuangan kelompok. Proses pelaksanaan kegiatan terbagi dalam beberapa tahap, dimulai dari (1) fase persiapan yang mencakup koordinasi pelaksanaan program selama kurun waktu tiga bulan melalui serangkaian survei, observasi lapangan, serta diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan tim pelaksana, mahasiswa, dan anggota KTT Berlian. Pada fase ini, berbagai hal teknis yang berkaitan dengan pendampingan program dipersiapkan secara matang. Kemudian berlanjut pada (2) fase implementasi yang dilangsungkan berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pihak tim pengusul, mahasiswa, dan KTT Berlian. Tahap ini meliputi penyelenggaraan pelatihan manajemen administrasi dan keuangan. Selama pelaksanaan program, perkembangan kegiatan dipantau secara berkelanjutan dan disertai dengan sesi evaluasi serta diskusi mengenai efektivitas program. Evaluasi ini dilakukan dalam jangka waktu satu minggu. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilaksanakan, ditemukan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman anggota KTT Berlian, khususnya dalam menyusun sistem administrasi kegiatan dan laporan keuangan kelompok. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pelatihan dan pendampingan manajemen administratif dan keuangan mampu berkontribusi terhadap keberlanjutan serta efisiensi operasional kelompok. Nilai strategis dari kegiatan ini terletak pada penerapan model pelatihan yang berbasis pada prinsip pemberdayaan masyarakat, dengan pendekatan melalui kelompok sosial sebagai sarana penguatan sistem administrasi dan akuntabilitas keuangan organisasi
Inovasi Bank Sampah Digital Berbasis Ekonomi Sirkular untuk Meningkatkan Partisipasi dan Pemilahan Sampah: Sebuah Pendekatan Participatory Action Research Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.edkat544

Abstract

Produksi sampah perkotaan yang terus meningkat dan rendahnya praktik pemilahan di tingkat rumah tangga menciptakan kebutuhan mendesak akan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan partisipatif. Meskipun bank sampah telah berkembang sebagai solusi komunitas, kesenjangan pengetahuan dan ketiadaan model digital yang mengintegrasikan edukasi, pencatatan real-time, dan insentif membuat banyak program tidak optimal dalam meningkatkan partisipasi dan perilaku berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah melalui pengembangan platform bank sampah digital terintegrasi yang mendorong edukasi lingkungan dan pemberdayaan warga. Pendekatan participatory action research diterapkan pada komunitas RW 10 Kota Selong dengan melibatkan 50 partisipan melalui observasi, FGD, pelatihan, uji coba aplikasi, dan analisis tematik serta deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan partisipasi warga hingga 60%, kenaikan pemilahan sampah organik sebesar 45%, serta peningkatan literasi digital melalui mekanisme pembelajaran antargenerasi. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi dengan fitur edukatif dan sistem poin mampu memperkuat transparansi, konsistensi perilaku pemilahan, dan tata kelola komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model operasional bank sampah digital yang dapat direplikasi serta menawarkan implikasi praktis bagi pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis data dan ekonomi sirkular. Urban waste generation continues to rise while household-level sorting practices remain limited, creating an urgent need for more efficient and participatory waste-management systems. Although community-based waste banks have emerged as a grassroots solution, the absence of a digital model that integrates environmental education, real-time recording, and incentive mechanisms has restricted their impact and hindered sustained community engagement. This study aimed to enhance waste-management effectiveness by developing an integrated digital waste-bank platform designed to strengthen environmental literacy and community empowerment. A participatory action research approach was applied in RW 10 of Selong City, involving 50 participants through field observations, focus group discussions, training sessions, a two-month pilot of the digital application, and thematic as well as descriptive quantitative analyses. The results showed a 60% increase in user participation, a 45% rise in sorted organic waste, and notable improvements in digital literacy, supported by intergenerational learning processes. These findings demonstrate that a digital system equipped with educational features and point-based incentives can reinforce transparency, promote consistent sorting behavior, and strengthen community governance structures. The study contributes a replicable operational model for digital waste banks and offers practical implications for local governments seeking to develop data-driven, community-oriented waste-management systems aligned with circular-economy principles.
Desalinasi Tenaga Surya Berbasis Teknologi Tepat Guna: Desain, Implementasi, dan Evaluasi Mixed-Methods pada Komunitas Pulau Kecil Norhaslin Abu Hassan; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.hn35rp05

Abstract

Krisis air bersih masih menjadi persoalan kritis di pulau-pulau kecil akibat keterbatasan sumber air tawar, intrusi air laut, dan ketergantungan pada pasokan dari daratan. Kondisi ini menuntut solusi yang berkelanjutan, terjangkau, dan dapat dioperasikan oleh komunitas lokal. Program ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan teknologi desalinasi tenaga surya berbasis konsep appropriate technology untuk menyediakan air layak konsumsi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain convergent parallel, mencakup penilaian kebutuhan awal, pembangunan dan instalasi prototipe, pelatihan operasional, serta evaluasi teknis, ekonomi, dan sosial melalui monitoring lapangan, uji kualitas air, wawancara mendalam, dan FGD. Hasil menunjukkan bahwa sistem desalinasi tenaga surya berfungsi stabil di kondisi tropis, menghasilkan air dengan kualitas sesuai standar WHO, serta diterima oleh masyarakat setelah pelatihan praktis. Temuan kualitatif menegaskan peningkatan rasa aman terhadap ketersediaan air dan kesiapan operasional, meskipun masih terdapat kekhawatiran terkait akses suku cadang dan pemeliharaan lanjutan. Dampak program mencakup penguatan kemandirian air, pengurangan ketergantungan pada pasokan luar, serta pembentukan dasar kelembagaan untuk pengelolaan bersama. Secara keseluruhan, intervensi ini terbukti efektif dan memiliki potensi replikasi pada pulau kecil lainnya dengan penguatan dukungan kebijakan dan mekanisme pembiayaan lokal. Abstract The clean water crisis remains a persistent challenge in small islands where freshwater resources are scarce and communities rely heavily on water shipments from the mainland. Addressing this issue requires a sustainable, low-cost, and community-operable solution. This program aimed to design and implement a solar-powered desalination system grounded in the principles of appropriate technology to provide safe drinking water while enhancing local operational and maintenance capacities. A mixed-methods convergent parallel design was employed, involving baseline community assessment, prototype construction and installation, hands-on training, and comprehensive evaluation through technical monitoring, water quality testing, in-depth interviews, and focus group discussions. Results demonstrate that the solar desalination units operated reliably under tropical conditions, producing water that met WHO quality standards and receiving strong community acceptance following practical training. Qualitative findings revealed increased household water security, improved operational readiness, and concerns related to long-term maintenance and access to spare parts. The intervention generated tangible social and economic benefits, including reduced dependence on external water supplies and initial development of community-based management structures. Overall, the program proved effective in delivering an accessible and context-appropriate water solution, with strong potential for replication across other small island communities when supported by adequate policy frameworks and local financing mechanisms.

Page 2 of 3 | Total Record : 21