cover
Contact Name
Meilinah Hidayat
Contact Email
jmh@med.maranatha.edu
Phone
+6222-2012186
Journal Mail Official
jmh@med.maranatha.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : -     EISSN : 24425257     DOI : 10.28932/jmh
Core Subject : Health,
Journal of Medicine and Health (JMH) focuses on contributing towards science and research development that can be accessed by researchers and academic practitioners. Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal, published biannually on every February and August. JMH receives original research articles, case report, and review articles related to biomedical sciences, clinical medicine, public health sciences, nutritional sciences, and medical herbs sciences. Articles should be written in good English or Indonesian language. All articles will be processed through peer review process.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2024)" : 9 Documents clear
AN OVERVIEW OF HIV POSITIVE PATIENTS IN MIMIKA REGENCY PAPUA ON 2019 Faot, Rosa YA; Ivone, July; Kwee, Limdawati
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.4604

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is an infection that attacks and damages our body's immune system, resulting in immune deficiency. According to UNAIDS report, in 2018 approximately around 640,000 people in Indonesia live with HIV, of whom there were 46,000 people newly infected by HIV and 38,000 died because of AIDS. This research aims to determine the characteristic of HIV patient in Mimika, Papua in 2019 according to age, sex, marital status, pregnancy status, education, occupation, risk category, visitation status, spouse's HIV status, mode of transmission, and comorbid. This is a descriptive observational and retrospective studies using medical records of HIV patient with whole sampling method. The result showed that the prevalence of HIV patient was 345 cases with 337 among them fulfilled the criteria. As conclusion, highest incidence acquired at age 25-49 (69.7%), the most sex was women (50.4%), most marital status was married (57%), most pregnancy status was not pregnant (84.7%), latest education was senior high school (45.7%) most occupation was private employee (24.9%) the most risky group was high risk couple (65%), most visit status was unaccompanied (98.8%), most spouse's HIV status was unknown (91.4%), most mode of transmission was sexually (97.3%), and the most patient's comorbid was none (26.1%).
SYSTEMATIC REVIEW: PEMODIFIKASI GENETIK β-THALASSEMIA Syafira, Mutia; Sribudiani, Yunia; Maskoen, Ani M
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.4788

Abstract

Thalassemia merupakan penyakit herediter yang diturunkan secara autosomal resesif. Thalassemia dibedakan berdasarkan variasi mutasi pada gen globin yaitu gen α-globin (HBA) pada α-Thalassemia dan β-globin (HBB) pada β-Thalassemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemodifikasi genetik pada penderita β-Thalassemia. Data sistimatika review dengan pengumpulan jurnal terkait pada cangkupan kata kunci yang dikomplikasikan prinsip PRISMA. Beberapa hasil studi melaporkan polimorfisme dan atau mutasi pada gen KLF1, BCL11A dan region intergenik HBS1L-MYB sebagai pemodifikasi genetik pada β-Thalassemia, didapatkan sembilan jurnal yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Berdasarkan hasil review yang dapat ditelaah bahwa pemodifikasi genetik pada kasus β-Thalassemia diketahui adanya mutasi atau polimorfisme pada gen-gen berikut KLF1, BCL11A, dan HBS1L-MYB cenderung meningkatkan produksi HbF dengan mengatur ekspresi γ-globin dan memperbaiki gejala klinis pasien β-Thalassemia. Simpulan dari kasus tersebut menjadikan peluang di kemudian hari untuk perawatan pasien yang dipersonalisasi disesuaikan dengan fenotipe yang meringankan gejala penderita β-Thalassemia.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Common Cold pada Mahasiswa (Studi Kasus: Mahasiswa Farmasi Universitas Tanjungpura) Yuswar, Muhammad A; Musyafak, Syifa N
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.5628

Abstract

Swamedikasi yakni upaya mandiri seseorang dalam mengobati dirinya sendiri, khususnya dari penyakit ringan seperti common cold. Kurangnya pengetahuan mengenai informasi obat dapat menyebabkan swamedikasi yang tidak tepat dan berdampak negatif pada kesehatan individu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi korelasi pengetahuan dan perilaku swamedikasi common cold pada mahasiswa Farmasi angkatan 2021 di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, dilakukan penelitian menggunakan metode cross sectional dan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 105 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Spearman rank pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen kuesioner valid dan reliabel, serta terdapat hubungan positif antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi common cold dengan koefisien korelasi sebesar 0,556. Disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, maka perilaku swamedikasi common cold akan semakin baik.
Uji Diagnostik Virus Hepatitis B dan CRISPR-Cas Sebagai Alternatif: Sebuah Tinjauan Pustaka Christian, Jeanne E; Yuliawuri, Hartiyowidi; Gunawan, Natalia; Charlotte, Yolanda
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.5959

Abstract

Infeksi virus hepatitis B (VHB) kronis ditandai dengan keberadaan covalently closed circular DNA (cccDNA) VHB. Metode diagnostik VHB umumnya berbasis molekuler dan serologi, tetapi metode ini memiliki kekurangan terutama di dalam mendeteksi jumlah cccDNA VHB yang rendah, mendeteksi VHB di awal tahapan infeksi, dan membedakan cccDNA dari relaxed circular DNA (rcDNA). Artikel ini bertujuan untuk membandingkan sistem diagnostik konvensional (molekular dan serologi) dengan sistem diagnostik berbasis CRISPR-Cas yang dapat menjadi alternatif uji diagnostik VHB. Metode penelitian menggunakan studi literatur mengenai diagnostik VHB secara konvensional dan metode CRISPR-Cas untuk VHB yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Prinsip metode CRISPR dalam sistem penyuntingan genom melibatkan CRISPR-associated nuclease (Cas) dalam memodifikasi nukleotida asing yang bekerja dalam tiga tahapan yaitu adaptasi, ekspresi, dan intervensi. Beberapa penelitian penggunaan CRISPR-Cas dalam diagnostik VHB menunjukkan bahwa CRISPR-Cas dapat mendeteksi cccDNA VHB dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Simpulan adalah metode CRISPR-Cas dapat dikembangkan sebagai alternatif uji diagnostik infeksi VHB.
Preoperative Oral Health Screening Prior to Cardiovascular Intervention: A Case Report Dwiyanti, Stephani; Benyamin, Benyamin; Zita, Maria; Ole, Maria RM; Wiranatha, Jennifer
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.6606

Abstract

Valvular heart disease causes impaired function and decreases the quality of life. This condition could be managed surgically, but preoperative oral health screening is needed to eliminate oral infection. This paper aims to review common clinical findings in oral examination procedures, give an overview of the relationship between oral health and cardiovascular disease, and differentiate between pathological and typical findings in the oral cavity. A 34-year-old woman with valvular heart disease was referred for oral health evaluation and treatment before elective heart valve surgery. She was routinely medicated with Warfarin. She needed extraction of a fractured tooth, restoration of carious teeth, and scaling. Less urgent findings such as abfractions, gingival recession, malposed, and missing teeth could be treated after heart surgery. It was suggested that she not stop Warfarin and take Amoxicillin before dental procedures. In conclusion, general practitioners (GPs) play a significant role in the early detection of commonly found dental problems, especially in patients with cardiovascular disease who are about to undergo surgical intervention. GPs should be able to perform basic oral examinations, provide basic oral health education, know when to use antibiotic prophylaxis or discontinue anticoagulants wisely, and make timely referrals for patients requiring further dental management.
Prebiotic Effect of Cogon Grass Root Extract on Stimulating Lactic Acid Bacteria Growth in Mice Intestine Pradini, Gita W; Fauziah, Nisa; Asarina, Shinta; Anggareni, Neni; Widyastuti, Rini; Syamsunarno, Mas Rizky AA
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.7689

Abstract

Lactic acid bacteria (LAB) are known for their numerous beneficial effects for health and their colonization within intestines is affected by prebiotic consumption. Cogon grass root is an herbal medicine which contain substantial quantities of polyphenols. Recently, many studies suggested polyphenols as a novel group of prebiotics. Therefore, this study aimed to explore prebiotic effect of cogon grass root extract (CGRE) on stimulating growth of LAB in mice intestine. Mice (n =7/group) were divided into three groups; group A (control), group B and C received CGRE orally with daily dosage 90 and 115mg/kg BW, respectively. After 14 days of treatment, all mice were sacrificed. LAB was isolated and counted from ileum. Additional biochemical tests were performed to confirm the bacteria as LAB. Further identification of representatives LAB was performed with API-CHL-50 System. We found increased growth and diversity of LAB in the treatment group with optimum growth stimulation at CGRE dosage 90mg/KgBW daily (group B). Further identification showed Lactococcus lactis was the most frequent LAB found in all groups, with additional Lactobacillus paracasei and Lactobacillus curvatus were found in the treatment group. These findings support additional benefit of CGRE as prebiotics by stimulating LAB growth and diversity in mice intestine.
The Effect of Anxiety to Epigastric Pain Syndrome and Postprandial Distress Syndrome into Medical Students of Universitas Pelita Harapan Amalia, Dea N; Atmadja, Wahyuni L; Moningkey, Shirley I
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.7764

Abstract

Pada tahun 2017, prevalensi global gangguan kecemasan menempati 3.6% dengan prevalensi tertinggi di Asia Tenggara yaitu 23%. Kecemasan mengaktivasi peningkatan hormon kortisol sehingga terjadi epigastric pain syndrome (EPS), atau postprandial distress syndrome (PDS). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan kecemasan terhadap gejala EPS dan PDS yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas kedokteran UPH. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik komparatif kategorik tidak berpasangan dengan metode potong lintang. Gangguan tingkat kecemasan akan didapatkan dengan kuesioner HARS sedangkan untuk membedakan gejala EPS dan DPS dipakai kuesioner ROME IV. Hubungan antara kategori kecemasan dengan gejala EPS dan PDS dianalisis dengan metode uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan dari 120 responden terdapat 49.2% yang tidak cemas dan cemas ringan; sisanya 50,8% mengalami cemas berat sampai sangat berat. Pada 44 responden yang mengalami kecemasan terdapat EPS sebanyak 61,4% dan PDS sebanyak 38.6%. Terdapat hubungan yang bermakna di antara kecemasan dan EPS dengan p < 0,047, OR=2,306, juga hubungan kecemasan dan PDS dengan nilai p < 0,047 dan OR=0,434. Penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan memperlambat pengosongan lambung dan merangsang sekresi asam lambung sehingga mengakibatkan munculnya gejala dispepsia fungsional EPS. Disimpulkan bahwa pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Pelita Harapan dengan kecemasan mempunyai peluang terjadinya dispesia EPS sebesar 2,3 kali.
Kesehatan Holistik Pada Lansia – Eksplorasi Kadar Gula Darah, Fungsi Kognisi, Kekuatan Genggaman Tangan, dan Keseimbangan di Mengwi, Badung Negara, Anak Agung GAP; Antari, Ni Komang AJ; Nugraha, Made HS
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.7850

Abstract

Lanjut usia (lansia) di Kecamatan Mengwi, Badung, menghadapi tantangan serius terkait Diabetes Mellitus (DM). Tujuan penelitian ini menginvestigasi kompleksitas interaksi kadar gula darah, fungsi kognitif, kekuatan genggaman tangan, dan keseimbangan pada lansia, mengisi kesenjangan pengetahuan untuk pengembangan strategi kesehatan holistik. Penelitian di Desa Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Oktober 2023, melibatkan pra-lansia dan lansia dengan desain observasional analitik dan teknik pengambilan sampel secara total sampling sebanyak 113 responden. Analisis statistik Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Analisis statistik menunjukkan korelasi positif antara kadar gula darah dengan kekuatan genggaman tangan (p=0,024) dan keseimbangan (p =0,004), sementara hubungan dengan fungsi kognitif tidak signifikan (p=0,151). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kadar gula darah dan status kognitif, namun terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan kekuatan genggam tangan dan keseimbangan. Kontrol gula darah yang baik dapat mendukung keseimbangan dan kekuatan genggam tangan. Studi ini memberikan wawasan penting, namun penelitian lebih lanjut dengan subjek yang lebih besar diperlukan untuk konfirmasi lebih lanjut.
MODIFIKASI HATI AYAM PADA SOSIS AYAM SEBAGAI SUMBER PANGAN TINGGI ZAT BESI UNTUK MENGATASI ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI REMAJA PUTRI Zuraida, Reni; Angraini, Dian I
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i1.8383

Abstract

Penyebab anemia remaja putri secara umum adalah kekurangan gizi besi. Bahan pangan sehari-hari yang tinggi mengandung zat besi adalah hati ayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik sosis hati ayam dalam sosis ayam untuk memenuhi kecukupan zat besi remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain rancang acak lengkap yang dilakukan dalam 3 tahap yaitu: proses pembuatan sosis hati ayam; uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dari sosis; dan pengujian kandungan kadar air, kadar zat besi dan kadar protein dalam sosis. Sosis hati ayam dibuat dalam 6 formula dan 1 formula kontrol. Didapatkan tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur paling tinggi berturut-turut terdapat pada sosis formula F4 (3,77), F2 (3,93), F4 (3,75), F4 (3,68), namun tidak terdapat perbedaan nyata warna, aroma, rasa dan tekstur antar formula (p>0,000). Kadar air dan kadar protein semua formula sosis sudah sesuai dengan SNI 2015. Kadar zat besi tertinggi terdapat pada formula F6. Disimpulkan formula terbaik yang sesuai tujuan penelitian yaitu formula F6 karena mengandung paling tinggi kandungan zat besi yaitu 7,27 mg/100 g atau setara 16,0% AKG zat besi untuk remaja putri.

Page 1 of 1 | Total Record : 9