cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+6231 5678478
Journal Mail Official
nangkris@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya - 60265
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
ISSN : 23016558     EISSN : 25976699     DOI : https://doi.org/10.33508/jk
Komunikatif is issued by Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya since 2012. Komunikatif is a peer-reviewed journal. Komunikatif publishes an article from selected topics in communication studies; those are media studies, public relations, and human communication. Articles issued by Komunikatif are conceptual articles and research articles. Komunikatif aims at publishing research and scientific thinking regarding the development of communication studies and contemporary social phenomena. Komunikatif also wishes to become an eligible reference for students and/or academia, especially in the communication field. Komunikatif is issued twice a year (July and December). Komunikatif clarifies ethical behavior for all parties involved, including authors, editor-in-chief, Editorial Board, reviewers, and publisher. Komunikatif provides free access for the online version to support knowledge exchange globally.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2023)" : 10 Documents clear
Analisis Fenomena Hyperhonest Penggunaan Fitur Instagram Close Friends Dalam Batasan Privasi Orvella Clara Chiquita; Poppy Febriana
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4454

Abstract

ABSTRACT With the development of new social media features that now make social media not only limited to exchanging information, but also used as a space for self-disclosure, one of which is self-disclosure on the Instagram "Close Friends" feature. With this feature, users can use it as a place to vent, express themselves more or be more honest by sharing private matters that are only known by the list of followers of their close friends. In terms of this phenomenon, it is called the hyperhonest phenomenon, namely venting more honestly. The purpose of the importance of this research is to find out and understand the hyperhonest phenomenon experienced by generation Z women in the Instagram close friends feature and the cyber culture of self-disclosure that is formed in the Instagram close friends feature, as well as to contribute to readers so that they consider disclosing personal information on the media. social. This study uses the study of Communication Privacy Management theory by Sandra Petronio (2002) which focuses on privacy management systems to regulate the level of privacy boundaries. The method used is Virtual Ethnography with in-depth interviews with 6 female respondents in the Z generation category and participant observation by researchers. The data validation technique uses data triangulation. Most of them set boundaries in sharing personal problems in the close friends feature that there is trust given to people they trust for shared information ownership, then cyber culture is formed in the Instagram close friends feature where the close friends space becomes a place of refuge to reveal personal information, share hyperhonest story.ABSTRAKDengan berkembangnya fitur – fitur baru media sosial yang kini membuat media sosial tidak hanya sebatas pertukaran informasi saja, namun digunakan juga sebagai ruang pengungkapan diri (self disclosure) salah satunya adalah pengungkapan diri pada fitur instagram “Close Friends”. Dengan fitur tersebut pengguna dapat memanfaatkannya sebagai tempat curhat mengungkapkan diri lebih banyak atau menjadi lebih jujur dengan membagikan hal privasi diri yang hanya diketahui oleh daftar pengikut close friends-nya saja. Dalam istilah fenomena tersebut disebut dengan fenomena hyperhonest, yaitu curhat lebih jujur. Tujuan dari pentingnya penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan memahami fenomena hyperhonest yang dialami oleh generasi Z perempuan dalam fitur Instagram close friends serta budaya siber pengungkapan diri yang terbentuk di fitur Instagram close friends, serta memberikan kontribusi kepada pembaca agar mempertimbangkan dalam mengungkapkan diri informasi pribadi pada media sosial. Penelitian ini menggunakan kajian teori Manajemen Privasi Komunikasi oleh Sandra Petronio (2002) yang fokus pada sistem manajemen privasi untuk mengatur tingkat batas privasi. Metode yang digunakan adalah Etnografi Virtual dengan wawancara mendalam dengan 6 responden perempuan kategori generasi Z dan observasi partisipan oleh peneliti. Teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi data. Sebagian besar mereka mengatur batasan dalam berbagi masalah pribadi di fitur close friends bahwa adanya kepercayaan yang diberikan terhadap orang yang dipercayainya untuk kepemilikan informasi bersama, lalu budaya siber yang terbentuk dalam fitur Instagram close friends dimana ruang close friends menjadi tempat berlindung mengungkapkan diri informasi pribadi, membagikan curhatan lebih jujur. 
Pengaruh Implementasi Strategi IMC terhadap Keputusan Mendaftar Siswa di SMK Telkom Sidoarjo Tahun Ajaran 2022/2023 Rusli Akhmad Junaedi; Tony S. Soekrani
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4478

Abstract

                                                       ABSTRACT The study is to describe and examine the effect of implementing IMC strategy on the decision of student to enrollment at Vocational School of Telkom Sidoarjo during academic year of 2022/2023. The background of which was based on the result of new student enrollment at Vocational School of Telkom Sidoarjo throughout academic year of 2021/2022, during Covid-19 pandemic outbreak to the transition of new normal era, reporting a total of 231 student from the targeted number of 250. The results of new student enrollment at Vocational School of Telkom Sidoarjo during academic year of 2022/2023, however, has exceeded the target by achieving a total of 240 student from the targeted number of 223. The research was conducted using explanatory quantitative method which included 150 respondents. The samples were collected using simple random sampling, while the data was collected through questionnaire. In addition, the data was processed through data validity test consisting validity and reliability test, as well as classical assumption test consisting normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. Moreover, the data was analyzed using descriptive statistical analysis and parametric inferential statistics. Furthermore, the hypothesis test was established through multiple linear regression test, partial test (t test), simultaneous test (F test), and coefficient of multiple determination test (R2). The findings suggest that the event & experience variable performed a significant effect with a substantial relationship, while the digital marketing variable represented a significant effect with a substantial relationship on the decision to enrollment at Vocational School of Telkom Sidoarjo. Additionally, the implementation of IMC strategy as measured by variable of advertising, sales promotion, event & experience, public relations, direct marketing, personal selling, and digital marketing simultaneously influenced the decision of student to enrollment at Vocational School of Telkom Sidoarjo.                                                          ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menguji pengaruh implementasi strategi IMC terhadap keputusan mendaftar siswa di SMK Telkom Sidoarjo pada tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil PPDB SMK Telkom Sidoarjo tahun ajaran 2021/2022 yang bertepatan dengan wabah pandemi Covid-19 melanda hingga transisi era new normal pandemi Covid-19 menunjukan pencapaian sejumlah 231 siswa dari target 250 siswa. Akan tetapi, PPDB SMK Telkom Sidoarjo tahun ajaran 2022/2023 mampu melebihi target dengan pencapaian sebanyak 240 siswa dari target 223 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatoris dengan jumlah responden sebanyak 150 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik pengambilan data yang dalam penelitian ini berupa kuisioner. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji keabsahan data yang terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas serta uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis statistika deskriptif dan statistik inferensial parametrik. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan uji regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi berganda (R2). Hasil dalam penelitian ini adalah variabel event & experience berpengaruh signifikan dengan hubungan yang cukup dan variabel digital marketing berpengaruh signifikan dengan hubungan yang cukup berarti terhadap keputusan pendaftaran di SMK Telkom Sidoarjo. Implementasi strategi IMC yang diukur dengan variabel advertising, sales promotion, event & experience, public relations, direct marketing, personal selling, dan digital marketing secara simultan berpengaruh terhadap keputusan mendaftar siswa di SMK Telkom Sidoarjo.
Discourse Network Analysis: Studi Kasus pada Kebijakan Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina Annisyu Mafa Sofura
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4526

Abstract

ABSTRACT Fuel oil is one of the important commodities in society and simultaneously affects various sectors. The increase in fuel prices is an unpopular policy in society, but it must still be taken by the government. Various responses and speculations emerged in the public and elite spheres, both in the form of support or rejection regarding the discourse. The purpose of this research is to find out the discourse network of the fuel price increase policy by looking at the debate map that occurs, as well as knowing the actors and concepts involved in it. The data collection technique was carried out using the Discourse Network Analysis (DNA) method using the Pertamina fuel price increase policy discourse in online media in the period August 27-September 10, 2022. The results showed that the issue debate in this discourse was dominated by a coalition of skeptics consisting of the community, student associations, think tanks, political parties and some factions in the DPR. Meanwhile, the supporting coalition is dominated by government figures, such as the President, Ministers, Members of Parliament, as well as economic and social observers.ABSTRAK Bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu komoditas utama yang penting dalam masyarakat serta berpengaruh secara simultan terhadap berbagai sektor. Kenaikan harga BBM merupakan kebijakan tidak populer dalam masyarakat, namun tetap harus diambil oleh pemerintah. Berbagai respon dan spekulasi muncul di ranah publik dan elit, baik berupa dukungan ataupun penolakan terkait wacana tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jejaring wacana kebijakan kenaikan harga BBM dengan melihat peta perdebatan yang terjadi, serta mengetahui aktor dan konsep yang terlibat di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode Discourse Network Analysis (DNA) menggunakan wacana kebijakan kenaikan harga BBM Pertamina di media daring dalam kurun waktu 27 Agustus-10 September 2022. Hasil penelitian menunjukkan perdebatan isu dalam wacana didominasi oleh koalisi skeptis yang terdiri dari masyarakat, himpunan mahasiswa, think tank, partai politik dan sebagian fraksi dalam DPR. Sedangkan, koalisi pendukung didominasi oleh tokoh pemerintahan, seperti Presiden, Menteri, Anggota DPR, maupun para pengamat ekonomi dan sosial.
Analisis Persepsi Konsumen Es Teh Indonesia Pada Tindakan Pemberian Surat Somasi Shafina Nasywa Salsabila; Almira Shabrina
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4542

Abstract

ABSTRACT In the digital age, the way public relations works has changed. The way public relations works is said to have changed because in the digital era, practice is carried out by utilizing new media in establishing communication and reaching audiences. The nature of new media, especially social media, which allows for interactivity is often used as a platform for consumers to share their experiences with a product. As was done by Gandhi when he wrote his complaint against Es Teh Indonesia. The nature of social media that goes viral easily makes the complaint spread easily, thus threatening the image of Es Teh Indonesia. The crisis management action taken by Es Teh Indoesia was in the form of giving a subpoena. Crisis management, which should be able to reduce risk, has drawn criticism and ridicule from netizens. The purpose of this study was to see consumer perceptions regarding the action of giving a subpoena to Gandhi which was carried out by Es Teh Indonesia. This study uses a mixed method, with case study approach and interview as data collection methods. The result of this study shows that the act of giving a subpoena carried out by Es Teh Indonesia was beyond consumer expectations. Because of this case, consumers are reluctant to write feedback to brands through social media and prefer to use a rating system or stop making purchases if there is dissatisfaction with the brand.ABSTRAK Di era digital, cara kerja public relations telah berubah. Cara kerja public relations dikatakan berubah karena di era digital, prakteknya dilakukan dengan memanfaatkan media baru dalam menjalin komunikasi dan menjangkau khalayak. Sifat media baru, terutama media sosial, yang memungkinkan adanya interaktivitas kerap dijadikan wadah untuk konsumen membagi pengalamannya terhadap suatu produk. Sebagaimana yang dilakukan oleh Gandhi saat ia menuliskan keluhannya terhadap menu Chizu Red Velvet milik brand Es Teh Indonesia. Sifat media sosial yang mudah viral membuat komplain tersebut dengan mudah menyebar luas sehingga mengancam citra brand Es Teh Indonesia. Tindakan manajemen krisis yang diambil oleh pihak Es Teh Indonesia berupa pemberian surat somasi. Namun, tindakan manajemen krisis yang seharusnya dapat mengurangi resiko malah menuai kritik dan cibiran dari warganet. Sehingga penelitian ini ditujukan untuk melihat persepsi konsumen mengenai tindakan pemberian somasi kepada Gandhi yang dilakukan oleh pihak Es Teh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode mix dengan pendekatan studi kasus dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pemberian surat somasi yang dilakukan oleh pihak Es Teh Indonesia berada di luar eskpektasi konsumen. Sehingga konsumen menjadi enggan untuk menuliskan umpan balik kepada brand melalui media sosial. Konsumen lebih memilih menggunakan sistem rating atau berhenti melakukan pembelian apabila ada ketidakpuasan dengan brand.
Populism in the Self Presentation of Politician on Ganjar Pranowo's Instagram Account Kirana Ayudifa; Rona Rizkhy Bunga Chasana
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4601

Abstract

ABSTRACT As one of the most popular social media in Indonesia, Instagram is widely used by political actors to present themselves to attract the potential voters. Ganjar Pranowo, who’s often referred as a populist politician, has been widely discussed as a candidate for the 2024 presidential election. This research wants to analyze the self-presentation form of Ganjar Pranowo's populism communication on Instagram. A qualitative content analysis methods are used to analyze the visual content in the form of videos from Ganjar Pranowo's Instagram posts. With purposive sampling, 5 samples were obtained which would be analyzed. The results of the analysis show that on Instagram, Ganjar Pranowo plays himself as a political actor who’s close to the citizens, friendly, firm, empathetic, and loves his family. Based on the self-presentation shown, it’s known that Ganjar Pranowo displayed two of the three most common characteristics of populism according to Jager and Walgrave through his Instagram account during the research period, which is referring to the people and exclusion of outside groups. These findings indicate that there is a tendency for political bias and identity politics in Ganjar Pranowo's self-presentation of populism on Instagram that shown through the behavior of referring to certain groups of people. Populism behavior shown by politicians on social media is known to be able to influence the climate of Indonesian political communication in the modern era.ABSTRAK Sebagai salah satu media sosial paling populer di Indonesia, Instagram banyak dimanfaatkan para aktor politik untuk mempresentasikan diri mereka sebagai cara menarik perhatian calon pemilih. Ganjar Pranowo yang sering disebut sebagai politisi populis yang dekat dengan rakyat saat ini banyak dikaitkan dengan kabar pencalonannya di Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Penelitian ini ingin menganalisis bentuk presentasi diri komunikasi populisme Ganjar Pranowo di Instagram. Metode analisis isi kualitatif digunakan untuk menganalisis konten visual berupa video dari postingan Instagram Ganjar Pranowo. Dengan purposive sampling, didapat 5 sampel yang akan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa di Instagram, Ganjar Pranowo memerankan dirinya sebagai aktor politik yang merakyat, supel, tegas, empatis, dan sayang keluarga. Berdasarkan presentasi diri yang ditunjukkan, didapatkan bahwa Ganjar Pranowo menampilkan dua dari tiga ciri populisme paling umum menurut Jager dan Walgrave melalui akun Instagramnya selama kurun waktu penelitian, yaitu merujuk kepada rakyat dan pengecualian terhadap kelompok luar. Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan bias politik dan politik identitas pada presentasi diri populisme Ganjar Pranowo di Instagram yang ditunjukkan melalui perilaku perujukan kepada kelompok masyarakat tertentu. Perilaku populisme yang ditunjukkan politisi di media sosial diketahui mampu mempengaruhi iklim komunikasi politik Indonesia di era modern.
Pendekatan Materialist untuk Studi Komunikasi Indonesia Holy Rafika Dhona
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4641

Abstract

ABSTRACT This paper advocates for a materialist approach to studying communication in Indonesia. This paper questions the communication/media study approach in Indonesia, which only has two approaches when looking at the ontological reality of communication: message transmission or meaning production. This paper explains that these two approaches are not absolute truths. Both of these approaches are historical products and have contributed to the stagnation of communication studies, so an alternative approach, such as a materialist approach, is needed in communication studies. This paper then describes some of the initial ideas of the materialist approach which defines communication as the circulation of people, ideas, information and capital. Furthermore, this paper also shows the development of this approach in several regions such as Europe and North America, where communication studies are understood as studies of material realities that are neglected as objects of communication studies by the message transmission process approach and the meaning production approach. This paper then outlines several alternative syntheses for developing approaches in communication studies in Indonesia, including alternative fields proposed by North American scholars namely; political economy, technological infrastructure, space, body and discourse. As a recommendation, this paper calls on Indonesian communication scholars to discuss and practice a materialist approach so that their studies will not only be limited to issues of media content, meaning, or media-centric things.ABSTRAKTulisan ini adalah upaya mengadvokasi pendekatan materialist dalam studi komunikasi di Indonesia. Untuk mengusulkan pendekatan ini, tulisan ini mempersoalkan pendekatan studi komunikasi/media di Indonesia yang hanya memiliki dua pendekatan ketika melihat realitas ontologis komunikasi; sebagai proses transmisi pesan atau sebagai proses produksi makna. Tulisan ini menjelaskan bahwa dua pendekatan ini bukan kebenaran absolut. Kedua pendekatan tersebut merupakan produk sejarah dan turut menjadi penyebab studi komunikasi berada dalam stagnansi, sehingga dibutuhkan pendekatan alternatif dalam studi komunikasi seperti pendekatan materialist. Tulisan ini kemudian menjelaskan beberapa gagasan awal pendekatan materialist yang mendefinisikan komunikasi sebagai sirkulasi orang, ide, informasi dan modal/kapital. Lebih jauh, tulisan ini juga menjelaskan perkembangan pendekatan ini di beberapa wilayah seperti Eropa dan Amerika Utara, dimana studi komunikasi dipahami sebagai studi atas realitas material yang tidak dianggap sebagai objek studi komunikasi oleh pendekatan proses transmisi pesan dan pendekatan produksi pemaknaan yang berfokus pada realitas simbolik/virtual. Tulisan ini kemudian menguraikan beberapa sintesis alternatif untuk perkembangan pendekatan dalam studi komunikasi di Indonesia termasuk di antaranya alternatif bidang yang diusulkan oleh para sarjana Amerika Utara yakni; ekonomi politik, infrastruktur teknologi, ruang, tubuh dan wacana. Sebagai rekomendasi, tulisan ini memanggil para sarjana komunikasi Indonesia untuk mendiskusikan dan mempraktikkan pendekatan materialist sehingga studi mereka tidak hanya akan terbatasi pada masalah pesan, makna atau pembahasan yang terfokus pada media.
Komunikasi Interpersonal Termediasi Pekerja Laki-Laki Pengguna Badoo: Resiprokal dan Tak Terburu-buru Yessica Suyanto; Achmad Supardi
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4657

Abstract

 ABSTRACTCultural pressure to marry soon is not only experienced by women but also by men. Working adult men are under more intense pressure because they are considered mature, well-established, and culturally positioned as carriers of family/surname names. Amid the pressure of limited time and the perception of higher risk in offline communication, more and more people are using online dating applications to initiate interpersonal communication in search of partners, one of which is Badoo. Using a phenomenological research design with main data from interviews and documentation of informant conversations in Badoo, this study identified the characteristics of interpersonal communication among male workers in Bekasi: driven by practicality, prioritizing privacy, highly determined by reciprocity, and preferring medium pace of communication. The purpose of their interpersonal communication is mainly to find friends to then be chosen as partners. Communication through online dating applications was chosen because it is considered practical, protects privacy, and is better at neutralizing psychological barriers such as shame and self-doubt. Communication via Badoo functions as a starting point for building chemistry before moving on to offline relationships. As a means of first assessment and screening, interpersonal communication that occurs at Badoo can be interrogative. The informants used reciprocity as an indicator as well as a variable for the effectiveness of interpersonal communication.ABSTRAKTekanan kultural untuk segera menikah bukan hanya dialami perempuan, namun juga laki-laki. Bahkan, laki-laki dewasa yang sudah bekerja mendapat tekanan yang lebih intensif karena mereka dianggap matang, mapan, dan secara kultural diposisikan sebagai pembawa nama keluarga/marga. Di tengah himpitan waktu yang terbatas dan persepsi risiko yang lebih tinggi dalam komunikasi luring, makin banyak orang yang menggunakan aplikasi kencan daring untuk memulai komunikasi interpersonal guna mencari pasangan, salah satunya Badoo. Menggunakan desain penelitian fenomenologi dengan data utama wawancara dan dokumentasi percakapan informan di aplikasi Badoo, penelitian ini mengidentifikasi empat karakteristik komunikasi interpersonal para pekerja laki-laki di Bekasi: didorong oleh kepraktisan, mengedepankan privasi, sangat diwarnai oleh sikap timbal balik, dan lebih menyukai kecepatan komunikasi sedang. Tujuan komunikasi interpersonal mereka terutama mencari teman untuk kemudian yang terpilih menjadi pasangan. Komunikasi melalui aplikasi kencan daring dipilih karena dinilai praktis, melindungi privasi, dan bisa meruntuhkan hambatan psikologis seperti rasa malu dan tidak percaya diri. Komunikasi melalui Badoo difungsikan sebagai titik awal membangun chemistry sebelum berlanjut ke hubungan luring. Sebagai sebuah sarana penjajagan pertama kali dan skrining, komunikasi interpersonal yang terjadi di Badoo bisa bersifat interogatif. Informan menjadikan sikap timbal balik sebagai indikator sekaligus variabel efektivitas komunikasi interpersonal.. 
Perempuan Gen X: Literasi Digital di Instagram Vs Facebook Maria Yuliastuti
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4669

Abstract

ABSTRACT The onslaught of social media has dominated and has become even more so during the Covid-19 pandemic. Women as spearheads of family resilience have a tough task during a pandemic. Mastery and use of social media for women is very important, especially Gen X women make a major contribution in educating children and also supporting family economic activities. The Republic of Indonesia Catholic Women's Group (WKRI) was the subject of this study. This study uses a quantitative approach to the survey method. It was found that the literacy ability of the WKRI group on the Facebook feature was high and vice versa on the Instagram feature. Some of the parts that influence them are age, education, profession, and the amount of expenses of the respondents. The duration of access does not affect literacy skills. Gen X women are still reluctant to switch to Instagram and are still comfortable using Facebook. Even though the duration of accessing Instagram and Facebook is almost the same, it doesn't guarantee the mastery of both features. ABSTRAKGempuran media sosial telah mendominasi dan semakin menjadi pada masa pandemi covid-19. Perempuan sebagai ujung tombak ketahanan keluarga memiliki tugas yang berat saat pandemi. Penguasaan dan pemanfaatan media sosial bagi perempuan sangatlah penting, terlebih perempuan Gen X berkontribusi besar dalam mendidik anak dan juga menopang kegiatan ekonomi keluarga. Kelompok Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang didominasi oleh perempuan Gen X menjadi subjek dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Didapatkan temuan bahwa kemampuan literasi kelompok WKRI pada fitur Facebook adalah tinggi dan pada fitur Instagram sebaliknya. Beberapa bagian yang mempengaruhi diantaranya adalah usia, pendidikan, profesi, dan besarnya pengeluaran dari responden. Lama durasi akses tidak mempengaruhi kemampuan literasi. Perempuan Gen X masih enggan untuk beralih ke Instagram dan masih nyaman menggunakan Facebook. Walaupun durasi dalam mengakses Instagram dan Facebook hampir sama, ternyata tidak menjamin kemampuan penguasaan fitur keduanya.
Studi Komunikasi Pemasaran Interaktif berbasis Live Streaming Online dalam menciptakan keterlibatan Konsumen Susi Evanita; Zul Fahmi; Larisya Syawalki
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4747

Abstract

ABSTRACT Marketing communication is an effort made to convey the value of a product to customers through various relevant efforts, including by utilizing social media such as Tiktok. Live streaming is a feature of Tiktok which is usually done as a medium for self-expression for users, which has changed its function as a media for realtime product promotion and sales. Live streaming can increase consumer engagement and allow for direct interaction between sellers and buyers directly. The purpose of this study is to find out and analyze how added value is felt, interest and consumer trust when shopping through interactive live streaming. This study uses a case study method with a qualitative approach, data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used is the presentation of data and conclusions as well as triangulation of data sources. The results of this study indicate that; the formation of value added felt by consumers when utilizing buying and selling through live streaming. There are attractions that are presented such as facilitating buyers and customers to connect according to their interests and will be synchronized automatically, as well as the emergence of live products according to customer interests. As well as building customer trust which is driven by the flow of two-way interactions, as well as products that appear immediately ABSTRAKKomunikasi pemasaran merupakan upaya yang dilakukan untuk menyampaiakan nilai suatu produk pada pelanggan melalui berbagai upaya yang relevan termasuk dengan memanfaatkan sosial media seperti halnya Tiktok. Live streaming merupakan fitur Tiktok yang biasanya dilakukan sebagai media ekspresi diri para pengguna telah beralih fungsi sebagai media promosi dan penjualan produk realtime. Live streaming dapat meningkatkan keterlibatan konsumen serta memungkinkan dapat terjadinya interaksi langsung antara penjual dan pembeli secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana nilai tambah dirasakan , minat serta kepercayaa konsumen saat berbelanja melalui live streaming interaktif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus  dengan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah penyajian data dan penarikan kesimpulan serta triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; terbentuknya nilai tambah yang dirasakan oleh konsumen saat memanfaatkan jual beli melalui live streaming. Adanya daya tarik yang dihadirkan seperti memfasilitasi pembeli dan pelanggan terhubung sesuai minat dan akan tersingkron secara otomatis, serta munculnya live-live produk sesuai minat pelanggan. Serta terbangun rasa percaya pelanggan yang didorong oleh adanya arus interaksi dua arah, serta produk-produk yang tampak langsung.
Penyebaran Berita Politik dan Partisipasi Politik Masyarakat Kota Palu di Media Sosial Achmad Herman
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i1.4772

Abstract

ABSTRACT Today's social media has created a new dilemma. Media independency is an important component for a democratic order, however, in some contexts, citizens experience several hindrance to fully enjoy this right. Replacing conventional media channels, social media is becoming an indispensable medium for expressing and discussing politics. This research focuses on the political participation of the people of Palu City which is influenced by the presence of social media. The social media means are Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, and Telegram. This study was designed using a quantitative approach. The techniques used to collect the data include observation, questionnaires, and written documents. This research questionnaire was distributed to the people of Palu City which was carried out directly and through social media. The results of distributing the questionnaires showed that 144 respondents were willing to fill out the questionnaires. Data analysis in this study used descriptive statistics. The results of the study show that the political participation of the people in Palu City places more emphasis on spreading news or political issues on social media, especially by spreading the news or issues on sundury social media accounts, but not only that, the political participation of the people is also shown by receiving and following the news. -News and political issues on social media. The political news or issues shared on social media in this study was carried out by the public if they received news or political issues that were hotly discussed. News or issues that are disseminated are no longer managed, but are immediately distributed on various social media accounts such as Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, and Telegram, so it is not uncommon for news or issues to have a positive impact, it some even have an negative impact.ABSTRAKMedia sosial saat ini menjadi telah menghasilkan dilema baru. Kebebasan media merupakan komponen penting untuk tatanan demokrasi, namun demikian, dalam beberapa konteks, warga negara mengalami beberapa hambatan untuk menikmati hak tersebut secara penuh. Menggantikan saluran media konvensional, media sosial menjadi media yang sangat diperlukan untuk mengekspresikan dan mendiskusikan politik. Penelitian ini fokus pada partisipasi politik masyarakat Kota Palu yang dipengaruhi oleh keberadaan media sosial. Media sosial yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, dan Telegram. Penelitian ini didesain menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut mencakup observasi, kuesioner, dan dokumen tertulis. Kuesioner penelitian ini disebar ke masyarakat Kota Palu yang dilakukan secara langsung dan melalui media sosial. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan 144 responden yang bersedia mengisi kuesioner. Analisis data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik masyarakat di Kota Palu lebih menekankan pada penyebaran berita atau isu politik di media sosial, terutama dengan menyebarkan berita atau isu tersebut di berbagai akun media sosial, namun tidak hanya itu, partisipasi politik masyarakat juga ditunjukkan dengan menerima dan mengikuti berita-berita dan isu-isu politik di media sosial. Penyebaran berita atau isu politik di media sosial dalam penelitian ini dilakukan oleh masyarakat jika mendapatkan berita atau isu politik yang sedang hangat diperbincangkan. Berita atau isu yang disebarkan tidak lagi dikelola, tetapi langsung disebarkan diberbagai akun media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, dan Telegram, sehingga tidak jarang hal berita atau isu tersebut ada yang berdampak positif dan bahkan ada juga yang berdampak negatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 10