cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+6231 5678478
Journal Mail Official
nangkris@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Dinoyo 42-44 Surabaya - 60265
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
ISSN : 23016558     EISSN : 25976699     DOI : https://doi.org/10.33508/jk
Komunikatif is issued by Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya since 2012. Komunikatif is a peer-reviewed journal. Komunikatif publishes an article from selected topics in communication studies; those are media studies, public relations, and human communication. Articles issued by Komunikatif are conceptual articles and research articles. Komunikatif aims at publishing research and scientific thinking regarding the development of communication studies and contemporary social phenomena. Komunikatif also wishes to become an eligible reference for students and/or academia, especially in the communication field. Komunikatif is issued twice a year (July and December). Komunikatif clarifies ethical behavior for all parties involved, including authors, editor-in-chief, Editorial Board, reviewers, and publisher. Komunikatif provides free access for the online version to support knowledge exchange globally.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2023)" : 8 Documents clear
Penerimaan Komunitas Montase terhadap Representasi Ras Asia di Amerika dalam Film Minari Ega Riadiska; Sumekar Tanjung
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4635

Abstract

Films are able to provide entertainment as well as influence the attitudes and views of the audience. Audience has an important position in receiving messages. This study aims to explain the Montage community's reception of the representation of Asian race in America on the Minari film. The dynamics of adaptation, crisis, and family are closely related to the identity of Asian immigrants trying to reach their hopes in the destination country. The researcher applied Stuart Hall's reception analysis by conducting a thorough observation of Minari's film to determine the encoding and conducting interviews with three informants from the Montase community to conduct the decoding analysis. The results of this study describe two classifications of informant positions, namely dominant position and negotiated position. Differences in background, culture, and knowledge affect the informants' meaning of the representation of the Asian race in Minari.ABSTRAK Film mampu memberikan hiburan sekaligus mempengaruhi sikap dan pandangan audiens. Sebagai penonton, audiens memiliki posisi penting dalam penerimaan pesan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan resepsi komunitas Montase terhadap representasi ras Asia di Amerika dalam film Minari. Dinamika adaptasi, krisis, dan keluarga lekat dengan identitas imigran Asia yang berupaya menggapai harapan di negara tujuan. Peneliti mengaplikasikan pendekatan resepsi milik Stuart Hall dengan melakukan pengamatan menyeluruh terhadap film Minari untuk menentukan encoding dan melakukan wawancara terhadap tiga orang informan dari komunitas Montase untuk melakukan analisis decoding. Hasil penelitian ini menguraikan dua klasifikasi posisi informan yakni dominant position dan negotiate position. Perbedaan latar belakang, budaya, dan pengetahuan mempengaruhi pemaknaan informan terhadap representasi ras Asia dalam Minari.
Pengaruh Motivasi Entertainment, Pass Time, dan Self Presentation Terhadap Hubungan Parasosial Penonton Netflix Aaliyah Aulia; Jenny Ratna Suminar; Ditha Prasanti
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4715

Abstract

The Netflix platform is no longer a stranger today, especially for film lovers during the Covid-19 pandemic. This phenomenon is interesting to study, in terms of knowing the influence of entertainment motivation, pass time and self-presentation on parasocial relationships in Netflix platform streaming users during the Covid-19 pandemic using the uses and gratfications theory as a framework and the initial basis for this research. The data used in this study were collected using a questionnaire with the help of Google Form to facilitate the distribution of questionnaires to Netflix users. Research sampling uses a non-probability sampling method, with a derivative of the convenience sampling method to increase data accuracy. The population in this study are Netflix users in Indonesia. The required sample size is calculated using the help of the G Power application. After obtaining 216 respondents, the data needed was then analysed using multiple linear regression tests on IBM SPSS. The results of this study show that entertainment motivation has a significant effect of 0.271 while self presentation motivation has a significant effect of 0.966 on the parasocial relationships of Netflix viewers during the Covid-19 pandemic. However, pass time motivation has no influence on the parasocial relationship of Netflix viewers during the Covid-19 pandemic.ABSTRAK Platform Netflix bukan menjadi hal yang asing lagi saat ini, terutama bagi para pecinta film pada masa pandemic Covid-19. Fenomena ini menarik untuk diteliti, dalam hal mengetahui pengaruh motivasi entertainment, pass time dan self presentation terhadap hubungan parasosial pada pengguna streaming platform Netflix selama pandemic Covid-19 menggunakan teori uses and gratfications sebagai kerangka berpikir dan landasan awal dibuatnya penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini, dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan bantuan Google Form untuk mempermudah penyebaran kuesioner kepada para pengguna Netflix. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode non-probability sampling, dengan turunan metode convenience sampling untuk menambah akurasi data. Populasi pada penelitian ini adalah para pengguna Netflix di Indonesia. Besaran sampel yang dibutuhkan dihitung menggunakan bantuan aplikasi G Power. Setelah mendapat 216 responden data yang dibutuhkan, selanjutnya dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda pada IBM SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika motivasi entertainment memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 0.271 sedangkan motivasi self presentation memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 0.966 terhadap hubungan parasosial penonton Netflix selama pandemi Covid-19. Namun, motivasi pass time tidak memiliki pengaruh pada hubungan parasosial penonton Netflix selama pandemi Covid-19.
Kajian Literatur Manajemen Privasi dalam Konteks Hubungan Keluarga di Facebook Alice Raga Dewi
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4749

Abstract

The rapid development of technology makes social media an important part of the communication process. Facebook as one of the most popular social media and has many users encourages the emergence of privacy disturbances. As the number of families using Facebook increases, the risk of privacy disclosure also becomes more open in the public sphere. The management of personal data and information on social media has triggered privacy disturbances. The research team used a qualitative methodology with a literature review method to examine privacy management using the theory of Communication Privacy Management (CPM) in the family context on Facebook Social Media. The results of the study show that as owners of individual information, they apply privacy controls through privacy rules and restrictions as a way to decide what to disclose and hide on Facebook. Privacy disclosure decisions are influenced by the quality of family relationships and topics of discussion. Individuals will apply personal boundaries to information related to sex and HIV disease. Privacy controls carried out by individuals in the context of family relationships on Facebook are carried out to avoid turbulence.ABSTRAK Perkembangan teknologi yang kian pesat menjadikan media sosial bagian penting dalam proses komunikasi. Facebook sebagai salah satu media sosial yang populer dan memiliki banyak pengguna mendorong munculnya gangguan privasi. Seiring bertambahnya jumlah keluarga yang menggunakan Facebook, risiko pengungkapan privasi juga kian terbuka di ruang publik. Pengelolaan data dan informasi pribadi di media sosial telah memicu gangguan privasi. Tim peneliti menggunakan metodologi kualitatif dengan metode kajian literatur untuk menelaah manajemen privasi dengan menggunakaan teori Communication Privacy Management (CPM) dalam konteks keluarga di Media Sosial Facebook. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagai pemilik informasi individu menerapkan kontrol privasi melalui aturan dan batasan privasi sebagai cara untuk memutuskan apa yang akan diungkapkan dan disembunyikan di Facebook. Keputusan pengungkapan privasi dipengaruhi oleh kualitas hubungan dalam keluarga dan topik bahasan. Individu akan menerapkan batasan pribadi untuk informasi yang terkait seks dan penyakit HIV. Kontrol privasi yang dilakukan oleh individu dalam konteks hubungan keluarga di Facebook dilakukan untuk menghindari terjadinya turbulensi.
Komunikasi Inovasi dan Perilaku Adopsi Sorgum Bioguma di Kabupaten Langkat Andika Bakti; Iskandar Zulkarnain; Mazdalifah Mazdalifah
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4786

Abstract

Innovation communication is an approach in development communication that aims to introduce an innovation to the community so that it creates a certain effect as something useful. One of the innovations created by the government is sorghum bioguma as an alternative commodity for the purpose of food diversification. This study aims to analyze the innovation communication model of sorghum bioguma; analyze the innovation communication channels of sorghum bioguma; and analyzing the adoption behavior of sorghum bioguma in Pasar VI Kwala Mencirim village, Sei Bingai sub-district, Langkat Regency, North Sumatra. The informants in this study were the Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara (BPTP Sumut) and farmers in Pasar VI Kwala Mencirim village. The research was conducted using a qualitative approach with descriptive methods. The theory used is Everett M Rogers' diffusion of innovation and Ban and Hawkins' Agricultural Extension. Data collection techniques were carried out by interviews, observation and documentation. The results of the study indicated: Communication of sorghum bioguma innovations carried out by BPTP Sumut through four activities namely carrying out coordination, involving farmer groups, making demonstration plots, and carrying out technical guidance. These four activities are a model of a centralized diffusion system, which means the spread of innovation is carried out linearly from the central government to farmers; The innovation communication channels used by BPTP Sumut are interpersonal, group, audio-visual, and social media communication channels. Interpersonal communication is the most effective channel in changing farmers' attitudes; Farmers in Pasar VI Kwala Mencirim adopt unsustainable. This decision was included in the type of active rejection, which means that the farmers had tried the sorghum bioguma innovation but then decided not to adopt it because there was no economic advantage.ABSTRAK Komunikasi inovasi merupakan satu pendekatan dalam komunikasi pembangunan yang bertujuan untuk mengenalkan suatu inovasi kepada masyarakat hingga menimbulkan efek tertentu sebagai sesuatu yang bermanfaat. Salah satu inovasi yang diciptakan pemerintah adalah sorgum bioguma sebagai komoditas alternatif untuk tujuan diversifikasi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi inovasi sorgum bioguma; menganalisis saluran komunikasi inovasi sorgum bioguma; dan menganalisis perilaku adopsi sorgum bioguma di desa Pasar VI Kwala Mencirim kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Informan pada penelitian ini adalah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara dan petani di desa Pasar VI Kwala Mencirim. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah difusi inovasi milik Everett M Rogers dan Penyuluhan Pertanian milik Ban dan Hawkins. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan: Komunikasi inovasi sorgum bioguma yang dilakukan BPTP Sumut melalui empat kegiatan yakni melaksanakan koordinasi, melibatkan kelompok tani, membuat demonstrasi plot, dan melaksanakan bimbingan teknis. Empat kegiatan tersebut merupakan model centralized diffusion system atau sistem difusi tersentralisasi yang berarti penyebaran inovasi dilakukan secara linear dari pemerintah pusat kepada petani; Saluran komunikasi inovasi yang digunakan BPTP Sumut adalah saluran komunikasi interpersonal, kelompok, audio visual, dan media sosial. Dari empat saluran tersebut, komunikasi interpersonal menjadi saluran yang paling efektif dalam mengubah sikap petani; Petani di desa Pasar VI Kwala Mencirim melakukan adopsi tidak berkelanjutan. Keputusan tersebut masuk dalam jenis penolakan aktif (active rejection) yang artinya petani telah mencoba inovasi sorgum bioguma tapi kemudian memutuskan untuk tidak mengadopsi karena tidak adanya keuntungan secara ekonomi.
Personal Political Branding: Strategi Kampanye Ganjar Pranowo Untuk Pilpres 2024 di Social Media Twitter Sitti Hadjira; Suranto Suranto
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4907

Abstract

In this digital age, social media has become a powerful platform to communicate and influence public opinion. A critical aspect of using social media is its ability to strengthen political branding, which is how a politician or political party builds their image and identity in the eyes of the public. Political branding refers to creating a political image and identity for a candidate, political party, or political movement in society. Ganjar Pranowo, as the Governor of Central Java, utilizes Twitter as a medium to strengthen the value of political branding. This research aims to explain Ganjar Pranowo's political branding strategy through his Twitter social media account. This research uses a qualitative method; then, the researcher uses the Nvivo 12Plus application to analyze the data. The results of this study show that political branding efforts made by Ganjar Pranowo include: First, Ganjar Pranowo presents himself as a religious leader. Second, Ganjar Pranowo presents himself as a leader close to middle to lower-class people. Third, Ganjar Pranowo presents himself as a leader who upholds ethnicity and culture. Fourth, Ganjar Pranowo displays that he is a leader who supports improving the community's economy through UMKM. Fifth, Ganjar Pranowo presents himself as a leader close to the younger generation. Ganjar Pranowo's political branding capability lies in personality attributes. The personal attributes found in the Twitter account @ganjarpranowo include: First, competence as a leader. Second, passion and dedication. Third, leadership style. This research is expected to provide an overview related to political branding from political actors and stakeholders. ABSTRAK Di era digital ini, media sosial telah menjadi platform yang kuat untuk berkomunikasi dan memengaruhi opini publik. Salah satu aspek penting dari penggunaan media sosial adalah kemampuannya dalam memperkuat political branding, yaitu cara seorang politisi atau partai politik membangun citra dan identitas mereka di mata masyarakat. Political branding merujuk pada sebuah proses membangun citra dan identitas politik untuk seorang kandidat, partai politik, atau gerakan politik tertentu di masyarakat. Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah memanfaatkan twitter sebagai media penguatan nilai political branding. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana strategi political branding Ganjar Pranowo melalui akun media sosial twitter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, kemudian dalam melakukan analisis data peneliti menggunakan aplikasi Nvivo 12Plus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya political branding yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo meliputi: Pertama, Ganjar Pranowo menampilkan bahwa dirinya seorang pemimpin yang religius. Kedua, Ganjar Pranowo menampilkan bahwa dirinya seorang pemimpin yang memiliki kedekatan dengan masyarakat menengah kebawah. Ketiga, Ganjar Pranowo menampilkan bahwa dirinya seorang pemimpin yang menjunjung tinggi suku dan budaya. Keempat, Ganjar Pranowo menampilkan bahwa dirinya seorang pemimpin yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui UMKM. Kelima, Ganjar Pranowo menampilkan bahwa dirinya seorang pemimpin yang dekat dengan generasi muda. Kapabilitas political branding Ganjar Pranowo terletak pada personality attributes. Atribut personal yang ditemukan dalam akun twitter @ganjarpranowo diantaranya: Pertama, Kompetensi sebagai seorang pemimpin. Kedua, Semangat dan dedikasi. Ketiga, Gaya kepemimpinan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait political branding dari aktor politik sekaligus pemangku kepentingan.
The Government’s communication: Diffusion Innovation or Participatory Approach towards Renewable Energy Development Project Gregoria Arum Yudarwati
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4993

Abstract

This study focuses on development communication in supporting Government’s renewable energy project in Indonesia. Using a case study of the communication in the implementation of a micro-hydro power plant (MHPP) project by Indonesia government, this study examines whether the government’s communication aims to encourage community participation in the project or merely diffuse the innovation for community’s adoption, or combine both approaches. This project was chosen, since this requires more community participation to maintain it as well as sustained communication to facilitate meaningful engagement. Appreciative inquiry involving six focus group discussions and nine in-depth interviews were conducted to explore communities’ experiences in exploiting the MHPP and accompanying communication process. The findings show that project development is divided into five stages: pre-initiation, initiation, adoption, transition and sustainability. Compared to the diffusion and adoption process, this project cycle is comparable to the five stages of the diffusion and adoption process. The information sharing session to introduce the innovation is significant to build awareness among communities. Likewise, the ideas to choose and train communities’ representatives as pioneers to the adoption process help communities gain direct experiences about the use of technology. Nevertheless, the domination of diffusion innovation approach with mechanistic communication that prioritises technological change may lead to a lack of participation and empowerment. Participatory approach that acknowledges local values will likely empower communities and build ownership towards the project.ABSTRAK Kajian ini fokus pada komunikasi pembangunan dalam mendukung proyek energi terbarukan Pemerintah di Indonesia. Dengan menggunakan studi kasus komunikasi dalam pelaksanaan proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) yang dilakukan pemerintah Indonesia, penelitian ini mengkaji apakah komunikasi pemerintah bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam proyek tersebut atau sekadar menyebarkan inovasi agar dapat diadopsi oleh masyarakat, atau menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Proyek ini dipilih karena memerlukan lebih banyak partisipasi masyarakat untuk memeliharanya serta komunikasi yang berkelanjutan untuk memfasilitasi keterlibatan yang bermakna. Metode appreciative inquiry yang melibatkan enam focus group discussions dan sembilan wawancara mendalam dilakukan untuk menggali pengalaman masyarakat dalam memanfaatkan PLTMH dan proses komunikasi yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan proyek dibagi menjadi lima tahap: pra-inisiasi, inisiasi, adopsi, transisi, dan keberlanjutan. Siklus proyek ini sebanding dengan lima tahap proses difusi dan adopsi. Sesi berbagi informasi untuk memperkenalkan inovasi ini penting untuk membangun kesadaran di kalangan masyarakat. Demikian pula, gagasan untuk memilih dan melatih perwakilan masyarakat sebagai pionir dalam proses adopsi membantu masyarakat mendapatkan pengalaman langsung tentang penggunaan teknologi. Meskipun demikian, dominasi pendekatan difusi inovasi dengan komunikasi mekanistik yang mengedepankan perubahan teknologi dapat menyebabkan kurangnya partisipasi dan pemberdayaan. Pendekatan partisipatif yang melibatkan nilai-nilai lokal akan dapat lebih memberdayakan masyarakat dan membangun kepemilikan terhadap proyek. 
Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Pendatang Di Pulau Sebatik Perbatasan Indonesia-Malaysia Muhammad Hairul Saleh; Muh Harliman Saleh; Ignasius Dwi Oktavianus
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.5068

Abstract

This study on intercultural communication of migrant communities on Sebatik Island on the Indonesia-Malaysia border examines communication practices between Javanese, Bugis, and Timorese migrants. Using a qualitative approach and collecting data from in-depth interviews and participatory observations, the study found that the process of intercultural communication is created through economic and cultural arenas. Communication in the Javanese economic arena with the Bugis can be seen from the businesses carried out together, such as culinary, hospitality, supermarket businesses and at the same time recruiting Javanese and Bugis as employees of their businesses. In the cultural arena, intercultural communication can be seen from the phenomenon of intermarriage which allows the creation of perceptual similarities between them. Communication in the Timorese economic arena with the Bugis is seen in the vegetable business network which is the main source of income for the Timorese and the recruitment of Timorese as assistants in the Bugis household. Communication in the cultural arena between Timorese and Bugis is also seen in terms of mixed marriages as well as between Javanese and Bugis. Through the economic and cultural arena, there is a change in the mindset of some people which has implications for the creation of a more dynamic and harmonious community condition in the context of communication of border communities with various differences in culture, customs, languages, and religions.ABSTRAK Studi ini tentang komunikasi antarbudaya masyarakat pendatang di Pulau Sebatik perbatasan Indonesia-Malaysia yang mengkaji praktek komunikasi antara pendatang Jawa, Bugis, dan Timor. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan mengumpulkan data dari hasil wawancara mendalam dan observasi partisipasi, studi ini menemukan bahwa proses komunikasi antarbudaya, tercipta melalui arena ekonomi dan budaya. Komunikasi dalam arena ekonomi orang Jawa dengan Bugis terlihat dari bisnis yang dilakoni secara bersama, misalnya bisnis kuliner, perhotelan, supermarket dan sekaligus merekrut orang Jawa dan Bugis sebagai karyawan dari bisnis mereka. Dalam arena budaya, komunikasi antarbudaya terlihat dari fenomena perkawinan campuran yang memungkinkan terciptanya persamaan persepsi di antara mereka. Adapun komunikasi dalam arena ekonomi orang Timor dengan Bugis terlihat pada jaringan bisnis sayur-sayuran yang menjadi sumber penghasilan utama orang Timor dan perekrutan orang Timor sebagai asisten dalam rumah tangga orang Bugis. Komunikasi dalam arena budaya antara orang Timor dengan Bugis juga terlihat dalam hal perkawinan campuran sebagaimana yang terjadi juga antara orang Jawa dengan Bugis. Melalui arena ekonomi dan budaya, terjadi perubahan pola pikir sebagian masyarakat yang berimplikasi pada terciptanya suatu kondisi masyarakat yang lebih dinamis dan harmonis dalam konteks komunikasi masyarakat perbatasan dengan berbagai perbedaan budaya, adat, Bahasa, dan agama.
The Vicious Cycle and False Consciousness in The Fast Saga Grishiella Patricia Liwang
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.5126

Abstract

Films addressing sports/racing themes have been extensively released, and one of the successful franchises is the Fast Saga franchise. Within the media text of The Fast Saga, there's criticism regarding how female characters are depicted as weak and having little knowledge about racing, which is more associated with males. This study aims to reveal the discourse of masculine hegemony within The Fast Saga. The theoretical focus used in this research is hegemonic masculinity, employed to examine the gender practice configuration between men and women. This research is divided into three sub-discussions: gender domination, sexual objectification, role differentiation, and gender relations. Within these focuses, the author was able to uncover imbalances in these three sub-discussions through Sara Mills' critical discourse analysis as the research method. Sara Mills' critical discourse analysis will examine how the subject-object positions are placed within the text through eight films divided into 10 scenes. The research findings involving The Fast Saga show that despite women attempting to portray toughness in racing, hegemony is still apparent in those scenes. In reality, The Fast Saga continues to display forms of masculine hegemony and reinforces them as if they are the only values worth upholding.ABSTRAK Film-film yang mengangkat tema mengenai sport/racing telah banyak dirilis, dan salah satu franchise yang sukses adalah Fast Saga franchise. Dalam teks media The Fast Saga, terdapat kritik terhadap bagaimana karakter perempuan digambarkan lemah dan memiliki sedikit pengetahuan tentang balap yang lebih berhubungan dengan laki-laki. Penelitian ini bertujuan mengungkap wacana hegemoni maskulinitas dalam The Fast Saga. Fokus teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah hegemoni maskulinitas, yang digunakan untuk mengkaji konfigurasi praktik gender antara hubungan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini dibagi menjadi tiga sub pembahasan yakni dominasi gender, objektifikasi seksual, diferensiasi peran dan relasi gender. Dalam fokus tersebut, penulis mampu menemukan ketimpangan yang terjadi mengenai tiga sub pembahasan tersebut dengan analisis wacana kritis Sara Mills sebagai metode penelitiannya. Analisis wacana kritis Sara Mills akan melihat bagaimana posisi subjek-objek ditempatkan dalam teks melalui delapan film yang dibagi menjadi 10 adegan. Hasil penelitian dengan subjek The Fast Saga ini menemukan bahwa hegemoni masih nampak dalam adegan-adegan tersebut meski perempuan sudah berusaha menampilkan ketangguhan dalam balapan. Pada kenyataannya The Fast Saga tetap menampilkan bentuk-bentuk hegemoni maskulinitas dan menegaskannya seolah-olah hanya itu nilai yang patut dijunjung.

Page 1 of 1 | Total Record : 8