cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi (Berkala)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
PENGGUNAAN TEKNOLOGI & MEDIA MASSA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Ardiyanto Tanjung
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.79 KB) | DOI: 10.17977/pg.v16i1.5545

Abstract

Abstrak. Artikel ini berisi pemaparan tentang penerapan teknlogi dan penggunaan media massa dalam pembelajaran geografi. Melalui teknologi, diharapkan tujuan pembelajaran geografi lebih mudah tercapai dan bermakna. Pada bagian selanjutnya dipaparkan salah satu contoh aplikasi teknologi berupa animasi sebagai media pembelajaran geografi. Teknologi animasi, memudahkan pemahaman akan keterjadian gunung api dan gempa bumi yang dibuat dengan menggunakan komputer memakai program tertentu, serta diberikan contoh penggunaan media massa seperti liputan khusus koran dan program televisi sebagai alternatif belajar geografi. Pada bagian akhir dijelaskan secara singkat bagaimana guru dalam menyusun skenario pembelajaran geografi menggunakan teknologi.Kata Kunci: Teknologi, Media Massa, Pembelajaran
Peranan Sektor Informal Dalam Penyerapan Tenaga Kerja Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v4i1.1932

Abstract

Konsep sektor informal pertama ka1i diperkenalkan oleh Keith Hart pada tahun 1971, kemudian dipopulerkan oleh ILO. Sektor informal merupakan kegiatan usaha yang terdiri dari unit berskala kecil yang memproduksi serta mendistribusikan barang dan pendapatan bagi dirinya masing-masing serta dalam usahanya dibatasi oleh faktor modal dan ketrampilan. Timbulnya sektor informal di kota tidak lain sebagai akibat adanya ketimpangan dalam pasar tenaga kerja. Dengan demikian bahwa bagi angkatan kerja yang tidak tertampung di sektor formal akan dihadapkan 2 masalah, apakah mereka terus menjadi pengangguran atau mereka harus bekerja di sektor informal. Pada kenyataannya karena mereka dituntut oleh kebutuhan hidup, terpaksa mereka harus berpartisipasi di sektor informal.
Studi Tentang Bentuk Kemiskinan Penduduk Desa Fajar Baru Sebagai Desa Tertinggal di Wilayah Kecamatan Tanjungbintang Kabupaten Lampung Selatan Budiyono Budiyono
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2035

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk kemiskinan di desa tertinggal, dengan titik tekan kajiannya pada karak­teristik penduduk miskin, pendapatan dan tingkat pemenuhan kebutuhan pokok, serta harapan penduduk kepada pemerintah untuk mengentaskan kemiskinannya. Populasi penelitian se­banyak 404 KK. Karena berbagai keterbatasan peneliti, diambil sampel lO % yaitu 40 KK. Untuk mengumpulkan data diguna­kan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mendasarkan pada tabulasi frekuensi dan persentase dalam melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik penduduk miskin di desa Fajarbaru dicirikan oleh pendidikan penduduknya berusia produktif dan kepemilikan lahan rata-rata sempit (0,96 ha) dan jumlah tanggungan keluarga banyak (6,2); (2) pendapatan per kapita berkisar antara Rp. 74.255,00-Rp. 186.500,00 per tahun, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya yang sebesar Rp. 389.700,00, dan kemiskinan ini terbentuk karena sempitnya kepemilikan lahan serta rendahnya tingkat pendidik­an dan pendapatan; (3) penduduk berharap dana IDT ini dapat menciptakan model kegiatan baru, yang segera dapat menambah penghasilannya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP MINAT BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI IIS SMA NEGERI 1 TUMPANG KABUPATEN MALANG Endang Wijaya Tri Pamungkas; Sudarno Herlambang; Juarti Juarti
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.494 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.5904

Abstract

Abstract: This study aims to describe the influence of the Snowball Throwing learning model toward the learning interest of student of State Senior High School of 1 Tumpang in the subject of geography. This research is a quasy experiment with pretest-posttest only control group design in the form of student interest in the subject of geography and snowball throwing learning model. The sample of this research was taken from class of XI IIS 1 as the controlled class of 26 students and the class of XI IIS 2 as the experimental class of the 27 students. The instrument of this research a questionnaire of geographic learning interest that is consisting of a questionnaire of pre test and post test. Based on result of the research that was any different interest between the experiment class which using a snowball throwing learning model and control class which using lecture and debriefing with sig (2-tailed) 0,000 < 0,05, so H0 is defused and H1 is accepted which mean that any difference of geographical learning interest control class and experiment class. The average score of gain score on experiment class is higher than the control class, namely 16,59 > 3,08, it indicates there is effect of snowball throwing learning model to the geographical learning interest of student XI IIS at State Senior High School of 1 Tumpang.Key Word: Snowball Throwing, Learning Interest.
Pembangunan di Indonesia dalam Kajian Geografi Pengembangan Wilayah Djoko Seolitijo
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1889

Abstract

Geografi pembangunan identik dengan geografi pengembangan wilayah. Pada dasarnya pembangunan merupakan pengembangan wilayah yang secara umum di dalam pengembangan wilayah menyangkut aspek fisis, manusiawi, biotis, clan abstrak. Pembangunan di Indonesia, selain memiliki potensi pengembangan di sisi lain juga memiliki faktor penghambat. Pembangunan Indonesia akhimya bermuara pada kemakmuran masyarakat di segala bidang yang termuat dalam GBHN.
Hambatan Industri Terhadap Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Daerah Pinggiran Kota Edy Purwanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i1.1993

Abstract

Industri di satu sisi diperlukan untuk memajukan perekonomian, menyediakan lapangan kerja, dan meningkat­kan pendapatan per kapita penduduk, tetapi di sisi lain menjadi salah satu unsur penghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama industri berteknologi sederhana dan padat karya di daerah pinggiran kota. Industri semacam ini menyerap ribuan tenaga kerja hingga, yang tidak lebih dari sekedar buruh yang berpenghasilan rendah. Namun demikian, menjadi buruh pabrik dengan berpenghasilan rendah masih tetap menjadi pilihan mereka daripada meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan sekolah dengan biaya tidak pasti dan dengan masa depan yang belum pasti pula.
SIFAT FISIKA KIMIA TANAH ORDO VERTISOL PADA PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN Novita Anis Sholihah; Dwiyono Hari Utomo; Juarti Juarti
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.181 KB) | DOI: 10.17977/pg.v21i1.5418

Abstract

Abstract: This research aims to know the physical and chemical properties of Ordo Vertisol soil in agriculture land used (paddy fields, dry fields, and farms). This research uses survey method that is implemented in the field and laboratory. Samples were obtained by overlaying two maps using Arc-GIS 10.1 software to produce the Land Unit Map, then the sample was taken by using purposive sampling method which consider the land was planted and has decreased of harvested area, or in productivity or the amount of crop production. Descriptive analysis is used to explain the results of the research and the discussion. The results showed that each land unit has high value of COLE and has properties that are supportive and unsupportive for the cultivation of plants, but each land unit has its differences. Land Unit 1A has the highest/fastest permeability because management is done more intensively, by constantly adding organic matter content that makes the soil density low. Land Unit 1B has higher organic matter because when taking the sample, there is still a part of crop residues and grasses on the surface than any other land units. The land management and irrigation also affect the content of organic matter in terms of its preservation. The lowest CEC contained in Land Unit 2 is caused by the content of the clay fraction is lower than other land units. Low organic matter content in Land Unit 2 also affect the low value of CEC, and the density becomes higher. The permeability in Land Unit 2 is also slower because of no management activities in this land. Land  Unit 3A has the lowest pH due to the given of ZA which produces Acid Sulphur on the land. Land Unit 3B have the highest CEC values for the content of the clay fraction is higher and the Montmorillonite mineral on this land has a per- manent charge. Organic materials in Land Unit 3B is also the lowest since the land is left empty before planted with soybeans.Keywords: ordo vertisol soil, land usage, land units
Sikap Terhadap Inovasi Usaha Tani Tanaman Padi Ditinjau Dari Tingkat Sosial Ekonomi di Kecamatan Dau Kabupaten Malang Sudarno Herlambang
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v2i2.1858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan an­tara tingkat pendidikan petani, keikutsertaan penyuluhan pertanian petani, umur petani, luas lahan pemilikan petani, dan pendapatan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman. Ratio responden penelitian ini adalah 76 petani yang menjadi anggota Kontak Tani di Kecamatan Dau. Analisis data menggunakan regresi ganda. Hasil Penelitian ini adalah: (1) tidak ada hubungnn antara tingkat pendidikan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi; (2) tidak ada hubungan antara keikutsertaan penyuluhan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi; (3) tidak ada hubungan antara umur petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi; (4) tidak ada hubungan antara luas lahan pemilikan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi; dan (5) tidak ada hubungan antara pendapatan petani dengan sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi. Secara keseluruhan variabel sikap terhadap inovasi usaha tani tanaman padi dapat dijelaskan oleh variabel lain yang diteliti (tingkat pendidikan, keikutsertaan penyuluhan, umur, luas lahan pemilikan, dan penda­patan) hanya sebesar 4,612 %.
WILAYAH DAN PENERAPANNYA DALAM STUDI GEOGRAFI Marhadi Slamet Kistiyanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.003 KB) | DOI: 10.17977/pg.v16i1.5541

Abstract

Abstrak: Peranan wilayah dalam studi geografi menempati posisi sentral, karena merupakan salah satu konsep esensial geografi. Oleh sebab itu pemahaman terhadap konsep wilayah dalam bidang geografi sangatlah penting. Pada dasarnya pengertian wilayah dalam geografi didasarkan pada kriteria keruangan. Wilayah meupakan alat bagi ahli geografi, karena dalam membagi bumi menjadi wilayah-wilayah yang lebih kecil lagi digunakan satuan wilayah, satuan wilayah yang paling luas adalah realm geografik. Berdasarkan keruangan dan kepentingannya wilayah dapat dibagi menurut tipenya yaitu wilayah formal, wilayah fungsional dan wilayah Vernicular. Basin Amazon, Polandia, dan Corn Belt merupakan contoh dalam kasus wilayah yang dipelajari dalam geografi.Kata Kunci: Konsep wilayah, tipe wilayah, penerapan kasus wilayah
FERTILITAS MASYARAKAT NELAYAN DI DESA BANJARKEMUNING KABUPATEN SIDOARJO Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.078 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i2.5067

Abstract

Abstrak: Masalah kependudukan masih didominasi oleh jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk. Dua permasalahan kependudukan tersebut disebabkan oleh faktor fertilitas atau jumlah anak yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah anak lahir hidup yang dimiliki oleh rumah tangga nelayan. Desain penelitian termasuk penelitian diskriptif dengan analisa  tabulasi tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fertilitas yang dimiliki oleh rumah tangga nelayan tergolong tinggi. Sebagian besar wanita atau istri nelayan melakukan nikah pertama pada umur 15-19 tahun, dengan tingkat pendidikan wanita sebagian besar  SLTA. Pelaksanaan program KB di daerah penelitian tergolong baik, hal ini terbukti hampir seluruh responden menjadi akseptor KB. Pendapatan responden tergolong besar, terbukti hasil tangkapan ikan memberikan pendapatan diatas empat juta rupiah setiap bulannya.Keywords: fertilitas, rumah tangga nelayan.

Page 2 of 10 | Total Record : 93