cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso26@gmail.com
Phone
+6285157515166
Journal Mail Official
anom@ymci.my.id
Editorial Address
Jl. Rahtawu Raya, Desa Menawan RT 02/ 03, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Research Innovation
ISSN : 30466652     EISSN : 30324688     DOI : https://doi.org/10.64094/kzesc155
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Research Innovation - (IJHRI) merupakan jurnal ilmiah berkala yang dikelola dan diterbitkan oleh Yayasan Menawan Cerdas Indonesia. Jurnal ini memiliki fokus dan ruang lingkup ilmu kesehatan umum yang berkaitan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat setingggi-tingginya melalui pendekatan ilmiah melalui berbagai macam pendekatan, metode dan teknik. Fokus jurnal yaitu pada masalah kesehatan secara umum dan pengembangan ilmu bidang Kesehatan meliputi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan masyarakat, Farmasi, Gizi, Fisioterapi, Manajemen Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Rekam Medis, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan kesehatan lainnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam satu tahun pada bulan February, Mei, Agustus, dan November tiap tahunnya.
Articles 163 Documents
EFEKTIVITAS REHABILITASI VESTIBULAR PADA LANSIA DENGAN PRESBIVESTIBULOPATI ATAU HIPOFUNGSI VESTIBULAR TERKAIT USIA: TINJAUAN SISTEMATIS Nathasya Ferdyastari
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/fpvfzx25

Abstract

Presbivestibulopati (presbyvestibulopathy/PVP) adalah sindrom vestibular kronis pada usia ≥60 tahun, berupa ketidakseimbangan, gangguan berjalan, pusing, atau jatuh berulang yang disertai hipofungsi vestibular bilateral ringan. Bukti rehabilitasi vestibular pada populasi yang memenuhi kriteria PVP saat ini belum pasti. Tinjauan ini dirancang mengikuti PRISMA 2020 dan PRISMA-S. Studi yang memenuhi syarat adalah intervensi terkontrol pada orang berusia ≥60 tahun dengan diagnosis PVP eksplisit atau data yang cukup untuk merekonstruksi kriteria PVP saat ini. Kerangka pencarian mencakup PubMed/MEDLINE, Embase, Scopus, Web of Science, CINAHL, CENTRAL, PEDro, registri uji klinis, dan penelusuran sitasi. Karena ekspor asli basis data tidak tersedia, naskah ini melaporkan kumpulan kandidat teks lengkap yang telah diverifikasi, bukan denominator final tahap identifikasi dan penyaringan PRISMA. Dari 22 laporan atau kelompok laporan kandidat, tidak satu pun memenuhi seluruh kriteria populasi dan desain terkontrol. Eksklusi disebabkan oleh populasi vestibular yang tidak sesuai (n=8), bukti objektif hipofungsi bilateral ringan terkait usia yang tidak memadai (n=5), tidak adanya pembanding yang memenuhi syarat (n=5), data subkelompok usia yang tidak dapat diekstraksi (n=3), atau intervensi yang tidak sesuai (n=1). Meta-analisis, penilaian RoB 2, dan GRADE tidak dilakukan. Dalam kumpulan kandidat yang telah diverifikasi belum ditemukan studi terkontrol yang memenuhi syarat. Kesenjangan awal ini tidak membuktikan rehabilitasi vestibular tidak efektif. Publikasi definitif memerlukan pengulangan pencarian pada basis data asli, deduplikasi, diagram PRISMA lengkap, dan verifikasi keputusan kelayakan secara independen.
GAP TRANSLASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM ORTODONTI: KAJIAN SISTEMATIS TENTANG DAMPAK 3D DIAGNOSTIK, DENTAL MONITORING, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP HASIL PASIEN Fransiscus Djaja
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/gnw44r30

Abstract

Teknologi digital ortodonti lebih sering dinilai dari akurasi pengukuran atau performa algoritme daripada hasil pasien. Tinjauan ini menilai jarak antara validasi teknis dan bukti hasil pasien pada diagnostik tiga dimensi, Dental Monitoring (DM), dan artificial intelligence (AI). MEDLINE/PubMed ditelusuri untuk publikasi 1 Januari 2000 sampai 18 Juni 2026, dengan pencarian dijalankan pada 20 Juli 2026. Satu penelaah melakukan screening dan penilaian kelayakan dengan log keputusan terstruktur. Risiko bias dinilai memakai RoB 2, ROBINS-I, AMSTAR 2, dan ROBIS, serta temuan disintesis secara naratif. Pencarian data menghasilkan 2.498 temuan unik. Screening judul dan abstrak mengeksklusi 2.383 temuan. Sebanyak 115 laporan dinilai pada tahap kelayakan; 72 dikeluarkan dengan alasan tercatat. Sintesis mencakup 43 laporan, terdiri atas 25 studi primer dan 18 systematic review atau meta-analysis. Pemindaian intraoral umumnya lebih nyaman daripada impresi konvensional. DM mengurangi kunjungan, tetapi hasil durasi dan oklusal tidak konsisten. CBCT mengubah diagnosis atau rencana pada kasus terpilih tanpa bukti jelas tentang hasil akhir yang lebih baik. Bukti AI masih berpusat pada akurasi tugas, waktu analisis, dan kesesuaian dengan klinisi. Manfaat bagi pasien paling jelas pada kenyamanan dan pengurangan kunjungan. Bukti superioritas klinis masih terbatas, terutama untuk AI. Pencarian satu basis data dan seleksi oleh satu penelaah menurunkan kepastian.
POLA PEMANFAATAN TERAPI KOMPLEMENTER DAN ALTERNATIF (MASSAGE, AKUPRESUR, BEKAM, HIPNOTERAPI) PADA LAYANAN KEPERAWATAN HOLISTIK DI LINGKUNGAN KAMPUS Angga Saeful Rahmat; Millya Helen
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/gmpghm36

Abstract

Pemanfaatan terapi komplementer dan alternatif (TKA) terus meningkat sebagai pelengkap layanan kesehatan konvensional, namun data pemanfaatannya pada layanan keperawatan holistik berbasis kampus di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola pemanfaatan empat modalitas TKA (massage sederhana, akupresur, bekam, dan hipnoterapi relaksasi) serta hubungannya dengan jenis kelamin dan jenis keluhan peserta. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang terhadap data sekunder dokumentasi skrining kesehatan pada Praktik Keperawatan Holistik di Universitas Nasional, Jakarta. Dari 106 peserta, 103 peserta dengan data intervensi tercatat dianalisis (total sampling). Variabel dependen adalah modalitas yang diberikan (multi respons); variabel independen adalah jenis kelamin dan jenis keluhan (muskuloskeletal vs. non muskuloskeletal). Data dianalisis dengan uji Fisher Exact dan rasio odds (OR) beserta 95% Confidence Interval (CI). Massage sederhana merupakan modalitas terbanyak (67,0%), diikuti edukasi herbal (50,5%), akupresur (27,2%), bekam (17,5%), dan hipnoterapi relaksasi (6,8%); 59,2% peserta menerima kombinasi ≥2 modalitas. Hipnoterapi hanya terealisasi pada 7 dari 16 peminat, dan yoga/tai chi (n=5) tidak pernah terealisasi. Peserta laki laki lebih banyak menerima bekam (46,4% vs. 6,7%; OR= 12,13; 95% CI= 3,76 hingga 39,19; p<0,001) dan lebih sedikit menerima massage (46,4% vs. 74,7%; OR= 0,29; 95% CI= 0,12 hingga 0,73; p=0,010). Massage lebih banyak diberikan pada keluhan muskuloskeletal (76,9% vs. 36,0%; OR= 5,93; 95% CI= 2,24 hingga 15,66; p<0,001), sedangkan hipnoterapi lebih jarang (1,3% vs. 24,0%; OR= 0,04; 95% CI= 0,005 hingga 0,36; p=0,001). Pemanfaatan TKA pada layanan keperawatan holistik kampus didominasi massage, sering dikombinasikan, dan tampak disesuaikan dengan jenis kelamin serta jenis keluhan peserta. Temuan ini menggambarkan pola pemanfaatan dan tidak menunjukkan efektivitas klinis modalitas.