cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso26@gmail.com
Phone
+6285157515166
Journal Mail Official
anom@ymci.my.id
Editorial Address
Jl. Rahtawu Raya, Desa Menawan RT 02/ 03, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Research Innovation
ISSN : 30466652     EISSN : 30324688     DOI : https://doi.org/10.64094/kzesc155
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Research Innovation - (IJHRI) merupakan jurnal ilmiah berkala yang dikelola dan diterbitkan oleh Yayasan Menawan Cerdas Indonesia. Jurnal ini memiliki fokus dan ruang lingkup ilmu kesehatan umum yang berkaitan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat setingggi-tingginya melalui pendekatan ilmiah melalui berbagai macam pendekatan, metode dan teknik. Fokus jurnal yaitu pada masalah kesehatan secara umum dan pengembangan ilmu bidang Kesehatan meliputi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan masyarakat, Farmasi, Gizi, Fisioterapi, Manajemen Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Rekam Medis, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan kesehatan lainnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam satu tahun pada bulan February, Mei, Agustus, dan November tiap tahunnya.
Articles 160 Documents
ANALISIS FAKTOR KELENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT PASIEN BEDAH RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUNG KARNO KOTA SURAKARTA Rheina Arfiandita; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Aries Widyoko
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/yeq5qx06

Abstract

Kelengkapan pengisian informed consent merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rekam medis di rumah sakit. Ketidaklengkapan pengisian informed consent dapat berdampak pada aspek administrasi, mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan pengisian informed consent pasien bedah rawat inap serta faktor yang memengaruhinya berdasarkan Theory of Planned Behavior di Rumah Sakit Umum Daerah Bung Karno Kota Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian sebanyak 300 dokumen informed consent pasien bedah rawat inap yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan checklist dan wawancara mendalam terhadap Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), Profesional Pemberi Asuhan (PPA), dan kepala ruang rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan Theory of Planned Behavior yang meliputi attitude toward the behavior, subjective norm, dan perceived behavioral control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelengkapan pengisian informed consent masih belum mencapai standar ideal 100%. Review autentifikasi memiliki tingkat kelengkapan tertinggi sebesar 96,23%, sedangkan review identifikasi memiliki tingkat ketidaklengkapan tertinggi sebesar 33%. Faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian informed consent meliputi sikap positif tenaga kesehatan terhadap pentingnya informed consent, adanya dorongan dari pimpinan dan rekan kerja, serta hambatan berupa tingginya beban kerja, keterbatasan waktu pelayanan, dan sistem pengisian yang masih manual. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian informed consent masih perlu ditingkatkan melalui evaluasi rutin, sosialisasi, monitoring, serta penerapan sistem reward and punishment guna meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengisian dokumen rekam medis.
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PENDAFTARAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS GANTIWARNO KLATEN Dhea Mei Safitri; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Sri Suparti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/as418x71

Abstract

Kualitas pelayanan pendaftaran merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan pendaftaran dengan kepuasan pasien di Puskesmas Gantiwarno Klaten. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 400 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien adalah: tangibles p=0,027; OR adjusted 1,926; (95%, CI=1,070-3,466), reliability p=0,001; OR adjusted 2,490; (95%, CI=1,415-4,382), responsiveness p=0,980; OR adjusted 0,990; (95%, CI=0,442–2,219), assurance p=0,175; OR adjusted 0,486; (95%, CI=0,168–1,408), empathy p=0,001; OR adjusted 2,508; (95%, CI=1,410–4,461). Kesimpulan terdapat hubungan antara dimensi tangibles, reliability, dan empathy dengan kepuasan pasien pada pelayanan pendaftaran di Puskesmas Gantiwarno Klaten.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI RAWAT INAP BERDASARKAN INDIKATOR BARBER JOHNSON DI RSAU DR.SISWANTO Oktavia Depa Margareta; Aries Widiyoko; Sri Suparti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9xag0r28

Abstract

Efisiensi pelayanan rawat inap merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit yang dapat diukur menggunakan indikator BOR, AvLOS, TOI, BTO serta dianalisis menggunakan Grafik Barber Johnson. Hasil studi pendahuluan di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo menunjukkan bahwa beberapa indikator efisiensi rawat inap belum memenuhi standar ideal sehingga penggunaan tempat tidur belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakefisienan pelayanan rawat inap berdasarkan pendekatan 5M+1E (Man, Material, Method, Money, Market, dan Environment). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari petugas pendaftaran rawat inap, petugas pelaporan, kepala rawat inap, dan kepala rekam medis sebagai informan triangulasi yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR tahun 2022-2025 masih berada di bawah standar ideal Barber Johnson, nilai AvLOS tahun 2022–2023 masih di bawah standar, sedangkan tahun 2024–2025 telah mencapai batas minimal standar. Nilai TOI pada seluruh periode penelitian melebihi standar ideal, sedangkan nilai BTO tahun 2022,2023 dan 2025 berada dalam rentang standar, sedangkan tahun 2024 diatas standar. Grafik Barber Johnson menunjukkan bahwa titik perpotongan indikator pada tahun 2022–2025 masih berada di luar daerah efisiensi. Disimpulkan bahwa pelayanan rawat inap di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo tidak mencapai efisiensi berdasarkan indikator Barber Johnson dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang berkaitan dengan aspek 5M+1E.
ANALISIS KUANTITATIF RESUME MEDIS PASIEN PNEUMONIA PADA PELAYANAN RAWAT INAP MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DI RUMAH PANTI WALUYO YAKKUM SURAKARTA Tiyas Mei Lany; Sri Suparti; Sinta Novratilova
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/hkfs4z21

Abstract

Kelengkapan resume medis penting untuk mendukung kesinambungan pelayanan, mutu informasi, dan akuntabilitas administrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelengkapan resume medis elektronik pasien pneumonia rawat inap serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi dokumentasi menggunakan analisis SWOT di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif terhadap 231 resume medis elektronik yang dipilih melalui simple random sampling dari populasi 542 dokumen. Kelengkapan dinilai melalui observasi dokumen meliputi identifikasi pasien, laporan penting, autentikasi elektronik, dan pencatatan yang benar. Data dianalisis menggunakan frekuensi dan persentase, dilanjutkan dengan matriks IFAS dan EFAS. Identifikasi pasien dan autentikasi elektronik mencapai kelengkapan 100%. Ketidaklengkapan pada laporan penting ditemukan pada diagnosis sekunder (17,75%), pemeriksaan radiologi (3,03%), dan informasi tindak lanjut pasien (1,73%). Field mandatory dan kesesuaian format sistem mencapai kelengkapan 100%, tetapi indikator tidak terdapat field kosong dinilai tidak lengkap pada seluruh 231 dokumen (100%). IFAS menghasilkan koordinat internal 1,35. Perhitungan skor tertimbang EFAS yang dikoreksi menghasilkan skor peluang 1,70 dan ancaman 1,10, sehingga koordinat eksternal sebesar 0,60 dan posisi SWOT berada pada (1,35; 0,60) di Kuadran I. Komponen administratif menunjukkan kelengkapan tinggi, tetapi beberapa elemen klinis dan pencatatan masih memerlukan perbaikan terarah. Posisi Kuadran I mendukung strategi Strengths–Opportunities melalui optimalisasi fungsi RME, monitoring, dan peningkatan kapasitas petugas.
ANALISIS IMPLEMENTASI E-PUSKESMAS PADA PELAYANAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BANYUDONO II DENGAN MENGGUNAKAN METODE PIECES Meiliana Dwi Puspita; Wahyu Wijaya Widiyanto; Sri Suparti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/19xqr328

Abstract

Implementasi e-Puskesmas merupakan upaya dalam digitalisasi layanan primer kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi serta kualitas pelayanan kesehatan di tingkat pertama. Puskesmas Banyudono II mulai menerapkan e-Puskesmas sejak Desember tahun 2024 sebagai pengganti Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS). Namun demikian, penerapannya masih ditemukan beberapa kendala seperti gangguan pada jaringan internet serta gangguan bridging BPJS yang menyebabkan terhambatnya proses pelayanan pasien. Penelituan ini bertujuan untuk menganalisis implementasi e-Puskesmas pada pelayanan rawat jalan di Puskesmas Banyudono II berdasarkan aspek Performance, Information, Economy, Control & Security, Efficiency, dan Service (PIECES). Penelituan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui tahap wawancara mendalam kepada delapan informan dan observasi secara langsung dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, triangulasi sumber,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelituan menunjukkan bahwa implementasi e-Puskesmas sudah berjalan dengan baik pada aspek Information, Economy, Control & Security, Efficiency, Service, sistem e-Puskesmas mampu dalam membantu pengelolaan data pasien, mengurangi penggunaan kertas, serta mendukung kualitas pelayanan. Pada aspek Performance sistem masih ditemukan gangguan jaringan internet yang menyebabkan proses pelayanan menjadi kurang optimal. Namun, masih diperlukan perbaikan pada stabilitas jaringan internet agar pelayanan tidak terhambat.
ANALISIS PENGELOLAAN KLAIM BPJS KESEHATAN DALAM ASPEK FINANSIAL DAN OPERASIONAL PADA RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG KABUPATEN JEMBER Retno Purwaningsih Saptoulan; Hendrawan Santosa Putra; Wahyu Agus Winarno
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/x227h391

Abstract

Inefisiensi keuangan dalam pemrosesan klaim secara langsung menyebabkan kendala modal kerja dan kebocoran pendapatan di fasilitas kesehatan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekonomi kesehatan, hambatan operasional, dan keputusan strategis manajemen klaim terkait BPJS Kesehatan di RSD Balung Jember. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di RSD Balung Jember, Jawa Timur, Indonesia. Data primer dikumpulkan melalui analisis dokumen audit klaim internal serta wawancara mendalam dengan empat informan kunci, termasuk Kepala Instalasi Klaim dan Kepala Koder Medis. Analisis data mengikuti model interaksi data kualitatif dari Miles, Huberman, dan Saldana. Temuan menunjukkan bahwa hambatan operasional didorong oleh ketidaklengkapan dokumen, ketidaksesuaian koding medis, kriteria sengketa yang ketat, dan masa tunggu pending yang berkepanjangan oleh BPJS Kesehatan. Dari perspektif ekonomi, hambatan ini memicu inefisiensi operasional dan stagnasi modal. Untuk melindungi arus kas institusi dan menjaga penyediaan layanan kesehatan, manajemen menerapkan kebijakan penghapusan klaim (write-off) strategis, mengorbankan potensi pendapatan medis demi likuiditas keuangan. Hambatan dalam manajemen klaim mengganggu siklus pendapatan, menyebabkan biaya ekonomi yang tinggi bagi rumah sakit publik. Kebijakan write-off strategis berfungsi sebagai mekanisme keuangan defensif untuk menjaga fungsi rumah sakit meskipun menghasilkan kerugian finansial institusi.
PERBEDAAN KADAR HbA1c PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENGGUNAKAN INSULIN DAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL Rindy Primadona; Joko Murdiyanto; Titin Aryani
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/ykk4am70

Abstract

Hemoglobin terglikasi (HbA1c) menggambarkan rerata paparan glikemik selama dua sampai tiga bulan sebelumnya dan digunakan untuk memantau pengendalian glikemik jangka panjang pada diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar HbA1c antara pasien rawat jalan yang menggunakan insulin dan obat antidiabetik oral (OAD) di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian kuantitatif non-eksperimental ini menggunakan desain potong lintang dan data sekunder rekam medis periode Januari-Desember 2025. Sebanyak 36 pasien dipilih dengan purposive sampling, terdiri atas 18 pasien yang menggunakan insulin dan 18 pasien yang menggunakan OAD secara konsisten sekurang-kurangnya tiga bulan sebelum pemeriksaan HbA1c. HbA1c diperiksa menggunakan metode kromatografi afinitas boronat. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan independent-samples t-test setelah pemeriksaan normalitas dan homogenitas. Sebagian besar pasien berusia 56-65 tahun (38,9%) dan berjenis kelamin laki-laki (63,9%). Rerata kadar HbA1c sebesar 7,48% pada kelompok insulin dan 9,02% pada kelompok OAD. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p=0,033). Kadar HbA1c berbeda secara signifikan antara pasien yang menggunakan insulin dan OAD, dengan rerata lebih rendah pada kelompok insulin. Karena pemberian terapi tidak dilakukan secara acak serta kadar HbA1c awal dan faktor perancu klinis tidak dianalisis, hasil tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti bahwa insulin lebih efektif daripada OAD.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS RAWAT INAP DI RSUD BUNG KARNO KOTA SURAKARTA Putri Adinda; Resia Perwirani; Rizka Licia
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/72h3tp11

Abstract

Pending klaim BPJS Kesehatan pada pelayanan rawat inap dapat menghambat pencairan dana dan memengaruhi kelancaran operasional rumah sakit. Di RSUD Bung Karno Kota Surakarta masih ditemukan klaim yang mengalami pending sehingga diperlukan analisis terhadap faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab pending klaim BPJS rawat inap berdasarkan aspek 5M (Man, Material, Machine, Method, dan Money). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di unit casemix RSUD Bung Karno Kota Surakarta pada November 2025–Maret 2026. Informan dipilih secara purposive dan data dikumpulkan melalui wawancara serta didukung analisis terhadap 234 dokumen klaim BPJS rawat inap periode Januari–Maret 2025 dengan pendekatan total sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, triangulasi sumber, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Man masih memiliki potensi kesalahan pengodean meskipun petugas telah memiliki kompetensi yang memadai. Faktor Material berupa ketidaklengkapan dokumen medis dan dokumen penunjang menjadi penyebab utama pending klaim. Faktor Machine dipengaruhi oleh kendala teknis sistem informasi dan integrasi yang belum optimal, sedangkan faktor Method ditandai dengan belum tersedianya SOP tertulis khusus pengajuan klaim BPJS rawat inap. Selain itu, faktor Money menunjukkan bahwa pending klaim berdampak pada keterlambatan pencairan dana dan terganggunya arus kas rumah sakit. Dengan demikian, pending klaim BPJS rawat inap di RSUD Bung Karno Kota Surakarta dipengaruhi oleh berbagai faktor pada aspek 5M sehingga diperlukan perbaikan pengelolaan klaim untuk mendukung efektivitas proses klaim dan keberlangsungan operasional rumah sakit.
ANALISIS FAKTOR KELENGKAPAN RESUME MEDIS RAWAT INAP TERHADAP EFISIENSI PROSES KLAIM BPJS DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYO YAKKUM TAHUN 2025 Shodiq Nurfalah Nurfalah; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Rizka Licia
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/7s138a12

Abstract

Kelengkapan pengisian resume medis rawat inap merupakan indikator mutu krusial yang memengaruhi kelancaran administrasi rumah sakit. Namun, keterlambatan pengisian dokumen resume ini dalam batas waktu 2x24 jam masih ditemukan di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta, sehingga berpotensi menghambat efisiensi proses klaim BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kelengkapan resume medis terhadap efisiensi klaim BPJS berdasarkan aspek sumber daya manusia (SDM), sistem informasi, standar prosedur operasional (SOP), dan koordinasi antarunit. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh dengan melakukan observasi terhadap 100 sampel resume medis rawat inap periode triwulan I tahun 2025 serta wawancara mendalam dengan 5 informan yang divalidasi melalui triangulasi sumber. Proses analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelengkapan identifikasi pasien dan field mandatory mencapai 100%, autentifikasi 96%, sedangkan komponen laporan penting masih bervariasi dengan rata-rata 87%. Ketidaklengkapan tersebut dipicu oleh faktor kepatuhan dokter yang masih situasional saat berada di luar jam praktik serta keterbatasan sistem informasi rekam medis elektronik yang belum mendukung akses jarak jauh (remote access). Di sisi lain, pelaksanaan SOP dan koordinasi komunikasi antarunit sudah berjalan dengan sangat baik dan kooperatif. Dari hasil analisa, dapat ditarik kesimpulan bahwa efisiensi proses klaim belum optimal akibat kendala konsistensi pengisian oleh dokter dan keterbatasan akses sistem digital. Oleh karena itu, direkomendasikan pengembangan fitur remote access yang aman pada sistem informasi serta penyusunan regulasi serah terima (handover) pengisian rekam medis saat dokter berhalangan.
EVALUASI SISTEM INFORMASI KHANZA MENGGUNAKAN KERANGKA PIECES DI KLINIK PRATAMA GRIYA MEDIKA UTAMA 2 KARANGANYAR Rina Fitriyani; Frestiany Regina Putri; Sri Suparti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/gjg0ph26

Abstract

Sistem informasi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer perlu dievaluasi agar mampu mendukung pelayanan yang efektif, efisien, dan aman. Sistem Informasi Khanza telah digunakan di Klinik Pratama Griya Medika Utama 2 Karanganyar sejak April 2024, tetapi pengguna masih menghadapi akses lambat pada jam sibuk, logout otomatis, dan kebutuhan login ulang setelah pemadaman listrik. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi sasaran terdiri atas 14 pengguna sistem; data diperoleh dari 10 informan utama dan satu penanggung jawab klinik sebagai informan triangulasi sumber. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis berdasarkan enam aspek PIECES: performance, information, economy, control, efficiency, dan service. Tabulasi deskriptif menunjukkan penilaian baik pada aspek performance (90%), information (100%), economy (100%), control (100%), efficiency (90%), dan service (100%). Pengguna menilai sistem memudahkan pencarian dan input data, mengurangi pekerjaan berbasis kertas, mendukung pembatasan akses, dan membantu alur kerja. Meskipun demikian, aspek performance dan efficiency masih terkendala akses lambat pada jam sibuk, logout otomatis, dan pemulihan sistem setelah listrik padam. Sistem Informasi Khanza dipersepsikan baik oleh pengguna pada seluruh aspek PIECES. Temuan ini menggambarkan penilaian pengguna pada satu klinik dan bukan pengujian objektif terhadap performa sistem, keamanan informasi, efektivitas biaya, atau kepuasan pasien. Pemeliharaan berkala, pemantauan jaringan dan server, evaluasi pengaturan batas waktu sesi, serta verifikasi pemulihan cadangan data perlu dilakukan.