cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso26@gmail.com
Phone
+6285157515166
Journal Mail Official
anom@ymci.my.id
Editorial Address
Jl. Rahtawu Raya, Desa Menawan RT 02/ 03, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Research Innovation
ISSN : 30466652     EISSN : 30324688     DOI : https://doi.org/10.64094/kzesc155
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Research Innovation - (IJHRI) merupakan jurnal ilmiah berkala yang dikelola dan diterbitkan oleh Yayasan Menawan Cerdas Indonesia. Jurnal ini memiliki fokus dan ruang lingkup ilmu kesehatan umum yang berkaitan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat setingggi-tingginya melalui pendekatan ilmiah melalui berbagai macam pendekatan, metode dan teknik. Fokus jurnal yaitu pada masalah kesehatan secara umum dan pengembangan ilmu bidang Kesehatan meliputi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan masyarakat, Farmasi, Gizi, Fisioterapi, Manajemen Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Rekam Medis, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan kesehatan lainnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam satu tahun pada bulan February, Mei, Agustus, dan November tiap tahunnya.
Articles 136 Documents
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERDASARKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL DAN TASK-TECHNOLOGY FIT PADA PELAYANAN RAWAT JALAN DI RSUD KOTA SALATIGA Malchiana Desmitha Sari; Aries Widiyoko; Wahyu Wijaya Widiyanto
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/mj7m4r68

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Namun, implementasi SIMRS pada pelayanan rawat jalan masih menghadapi kendala teknis dan fungsional yang dapat memengaruhi kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model (TAM) dan Task-Technology Fit (TTF) dengan kepuasan pengguna SIMRS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di RSUD Kota Salatiga. Populasi sasaran berjumlah 105 pengguna SIMRS, dengan sampel 30 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel dependen adalah kepuasan pengguna. Variabel independen meliputi perceived usefulness, perceived ease of use, behavioral intention to use, Task-Technology Fit, dan task characteristics. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada α=0,05. Perceived usefulness (r=0,175; p=0,356), perceived ease of use (r=0,154; p=0,416), dan task characteristics (r=0,289; p=0,122) tidak berhubungan signifikan dengan kepuasan pengguna SIMRS. Behavioral intention to use berhubungan signifikan dengan kepuasan pengguna (r=0,365; p=0,047). Task-Technology Fit memiliki hubungan paling kuat dan signifikan dengan kepuasan pengguna (r=0,562; p=0,001). Kepuasan pengguna SIMRS lebih berkaitan dengan kesesuaian teknologi terhadap tugas dibandingkan dengan persepsi manfaat atau kemudahan penggunaan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi SIMRS pada pelayanan rawat jalan sangat ditentukan oleh kemampuan sistem dalam mendukung kebutuhan kerja pengguna.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA E-PUSKESMAS DENGAN METODE END USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) DI PUSKESMAS NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI Suyaningrum; Wahyu Wijaya Widiyanto; Frestiany Regina Putri
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/7956e163

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas. Kepuasan pengguna menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan sistem informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pengguna e-Puskesmas menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional di Puskesmas Ngemplak Boyolali. Sampel berjumlah 35 responden dengan teknik total sampling. Kepuasan pengguna diukur berdasarkan lima dimensi EUCS dan dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata (mean) yang dikategorikan ke dalam interval tingkat kepuasan. Tingkat kepuasan pengguna berada pada kategori puas (mean=3,80). Dimensi content tertinggi (mean=3,88), sedangkan accuracy dan format terendah (mean=3,73). Seluruh dimensi termasuk kategori puas, namun masih terdapat kendala pada fitur dan akses sistem. Sistem e-Puskesmas telah memenuhi kebutuhan pengguna dengan tingkat kepuasan yang baik, namun masih perlu peningkatan pada beberapa aspek.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Eva Yani; Artha Budi Susila Duarsa; Baiq Novaria Rusmaningrum; Ayu Anulus
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/v4dcr328

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan intervensi penting dalam meningkatkan status kesehatan bayi dan menurunkan angka kesakitan serta kematian. Namun, cakupannya masih belum optimal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan, sikap ibu, serta peran petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap ibu, dan peran petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 101 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (53,5%), sikap positif (61,4%), dan memperoleh dukungan petugas kesehatan (69,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,038), dan peran petugas kesehatan (p=0,026) dengan pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan, sikap ibu, dan peran petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Penguatan edukasi dan dukungan dari tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif.
FAKTOR PSIKOSOSIAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA WANITA MENIKAH USIA DINI DI LOMBOK TENGAH Zuhri Abdul Gani; Ayu Anulus; Sabrina Intan Zoraya; Irwan Syuhada
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/8xfnvd27

Abstract

Pernikahan usia dini merupakan masalah psikososial dan kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan kerentanan perempuan terhadap depresi. Wanita yang menikah pada usia dini sering menghadapi tekanan emosional akibat belum optimalnya kesiapan psikologis, tanggung jawab keluarga, perubahan peran dalam perkawinan, serta tuntutan sosial budaya. Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan merupakan faktor psikososial penting yang dapat memengaruhi gejala depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 131 wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat. Sampel berjumlah 99 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur dukungan sosial, dukungan keluarga, pengetahuan, dan kejadian depresi. Depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan prevalence ratio dengan confidence interval 95%. Dukungan sosial berhubungan signifikan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini (PR=9,62; 95% CI=3,63–25,50; p=0,001). Dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=12,00; 95% CI=5,54–25,92; p=0,001). Selain itu, pengetahuan berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=9,18; 95% CI=3,85–22,00; p=0,001). Dukungan sosial yang buruk, dukungan keluarga yang buruk, dan pengetahuan yang rendah berhubungan signifikan dengan tingginya prevalensi depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Edukasi kesehatan mental, konseling berbasis keluarga, dan dukungan psikososial berbasis komunitas direkomendasikan untuk menurunkan risiko depresi pada kelompok rentan ini.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT), POLA MAKAN, DAN SELF ESTEEM TERHADAP CITRA TUBUH (BODY IMAGE) PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN Putu Elsan Manika Putri; Dewi Utary; Baiq Novaria Rusmaningrum; Dasti Anditiarina
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/6szf1287

Abstract

Citra tubuh atau body image merupakan persepsi dan evaluasi individu terhadap tubuhnya sendiri, termasuk bentuk tubuh, ukuran tubuh, dan penampilan fisik. Citra tubuh negatif pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh status gizi, pola makan, dan self-esteem. Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok yang berisiko mengalami masalah citra tubuh karena tekanan akademik, perbandingan sosial, dan tuntutan untuk menampilkan perilaku hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh, pola makan, dan self-esteem dengan citra tubuh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2020–2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 284 mahasiswa dan sampel sebanyak 166 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Indeks massa tubuh diukur berdasarkan berat badan dan tinggi badan, sedangkan pola makan, self-esteem, dan citra tubuh diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square, dan besar hubungan dinyatakan dalam prevalence ratio dengan confidence interval 95%. Indeks massa tubuh buruk berhubungan signifikan dengan citra tubuh negatif (PR = 1,52; 95% CI = 1,21–1,91; p = 0,001). Pola makan buruk juga berhubungan signifikan dengan citra tubuh negatif (PR = 1,55; 95% CI = 1,21–1,97; p < 0,001). Selain itu, self-esteem negatif berhubungan signifikan dengan citra tubuh negatif (PR = 1,42; 95% CI = 1,10–1,83; p < 0,001). Indeks massa tubuh, pola makan, dan self-esteem berhubungan signifikan dengan citra tubuh pada mahasiswa kedokteran. Program promosi kesehatan yang berfokus pada gizi seimbang, perilaku makan sehat, dan penguatan self-esteem diperlukan untuk mendukung pembentukan citra tubuh positif pada mahasiswa.
HUBUNGAN GRADE DAN UKURAN TUMOR TERHADAP METASTASIS KELENJAR GETAH BENING AKSILA PADA KANKER PAYUDARA Elfira Dwi Khairunnisak; Made Agus Suanjaya; Made Rika Anastasia Pratiwi; Setio Rini
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/1f0snx83

Abstract

Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat kanker pada perempuan di seluruh dunia. Keterlibatan kelenjar getah bening aksila merupakan faktor prognostik penting dan digunakan dalam penentuan stadium, keputusan terapi, serta prognosis pasien. Grade dan ukuran tumor merupakan faktor klinikopatologis yang diduga berhubungan dengan metastasis kelenjar getah bening aksila. Namun, beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang belum konsisten mengenai hubungan kedua faktor tersebut dengan keterlibatan kelenjar getah bening aksila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan grade dan ukuran tumor dengan metastasis kelenjar getah bening aksila pada pasien kanker payudara di RSUD Provinsi NTB. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien kanker payudara yang dirawat di RSUD Provinsi NTB periode 2020–2023. Sampel penelitian berjumlah 82 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis. Variabel independen adalah grade dan ukuran tumor, sedangkan variabel dependen adalah metastasis kelenjar getah bening aksila. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square, dan besar hubungan dinyatakan dalam prevalence ratio dengan confidence interval 95%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara grade tumor dengan metastasis kelenjar getah bening aksila (p = 0,297). Ukuran tumor menunjukkan hubungan yang signifikan dengan metastasis kelenjar getah bening aksila (p < 0,001). Berdasarkan data yang tersedia, pasien dengan ukuran tumor T3 memiliki prevalensi metastasis kelenjar getah bening aksila lebih rendah dibandingkan pasien dengan ukuran tumor T1 (PR = 0,29; 95% CI = 0,14–0,59). Ukuran tumor berhubungan signifikan dengan metastasis kelenjar getah bening aksila, sedangkan grade tumor tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Secara klinis, evaluasi kelenjar getah bening aksila tetap penting dalam penatalaksanaan kanker payudara karena status nodal berperan dalam penentuan stadium, prognosis, dan perencanaan terapi.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL, KELUARGA, DAN HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL LANJUT USIA (PSLU) MANDALIKA MATARAM L. M. Bayu Putra Lidinillah; Fauzy Ma’ruf; Irsandi Rizki Farmananda; Danang Nur Adiwibawa
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/fnenvf56

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering terjadi pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup, kemampuan fungsional, serta kepatuhan terhadap pengelolaan penyakit kronis. Lansia yang tinggal di panti sosial berisiko mengalami depresi karena berkurangnya interaksi keluarga, terbatasnya peran sosial, kesepian, serta adanya penyakit fisik kronis. Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan hipertensi merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan tingkat depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial, dukungan keluarga, dan hipertensi dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram sebanyak 80 orang. Sampel penelitian berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat depresi diukur menggunakan Geriatric Depression Scale, sedangkan dukungan sosial dan dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Status hipertensi diperoleh melalui pengukuran tekanan darah dan/atau data rekam kesehatan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman karena variabel penelitian berskala ordinal. Dukungan sosial berhubungan signifikan dengan tingkat depresi pada lansia (p = 0,000; rₛ = -0,463). Dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan tingkat depresi (p = 0,000; rₛ = -0,420). Selain itu, hipertensi berhubungan signifikan dengan tingkat depresi (p = 0,015; rₛ = 0,285). Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan hipertensi berhubungan signifikan dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram. Dukungan sosial dan keluarga yang lebih baik berkaitan dengan tingkat depresi yang lebih rendah, sedangkan hipertensi berkaitan dengan tingkat depresi yang lebih berat. Program dukungan psikososial, pelibatan keluarga, skrining depresi berkala, serta pengelolaan hipertensi yang optimal diperlukan untuk menurunkan risiko depresi pada lansia yang tinggal di panti sosial.
ANALISIS PERBANDINGAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN SKIZOFRENIA PADA TERAPI RISPERIDON-CLOZAPIN DAN RISPERIDON-LORAZEPAM I Made Kawi Widana; Fitri Apriliany; Novitarini
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/23fxww89

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang sering disertai gangguan fungsi kognitif, termasuk gangguan memori, atensi, fungsi eksekutif, dan pemecahan masalah. Terapi farmakologis berperan penting dalam penatalaksanaan skizofrenia, tetapi kombinasi obat yang berbeda dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap fungsi kognitif. Kombinasi risperidon-clozapin dan risperidon-lorazepam digunakan dalam praktik klinis, namun bukti komparatif langsung mengenai hubungannya dengan fungsi kognitif pada pasien Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan fungsi kognitif pasien skizofrenia yang mendapat terapi risperidon-clozapin dan risperidon-lorazepam di RSJ Mutiara Sukma. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Fungsi kognitif diukur satu kali selama periode penelitian menggunakan Montreal Cognitive Assessment–Indonesian version (MoCA-Ina). Sampel berjumlah 76 pasien skizofrenia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu risperidon-clozapin (RCP; n = 38) dan risperidon-lorazepam (RLZ; n = 38). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Kelompok RCP memiliki skor total MoCA-Ina lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok RLZ (21,74 ± 1,19 vs. 18,86 ± 1,18; beda rerata = 2,88; 95% CI = 2,31–3,45; p < 0,001). Perbedaan signifikan juga ditemukan pada domain visuospasial/eksekutif, atensi, bahasa, delayed recall, dan orientasi. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada domain penamaan dan abstraksi. Pasien skizofrenia yang mendapat terapi risperidon-clozapin menunjukkan fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan pasien yang mendapat terapi risperidon-lorazepam. Secara klinis, penggunaan lorazepam jangka panjang perlu dievaluasi secara hati-hati karena berpotensi menimbulkan efek sedatif dan gangguan kognitif. Keterbatasan penelitian ini adalah desain non-randomisasi, penggunaan purposive sampling, dan belum terkontrolnya seluruh faktor perancu klinis seperti durasi penyakit, keparahan gejala, dan kepatuhan berobat.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYO YAKKUM SURAKARTA Diyah Elisabrina; Sri Suparti; Aries Widiyoko
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/hj9p8686

Abstract

Pending klaim BPJS Kesehatan pada pelayanan rawat jalan masih kerap terjadi dan berpotensi mengganggu stabilitas keuangan rumah sakit. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu aspek medis, coding, administrasi, serta episode pelayanan rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek medis, aspek coding, aspek administrasi, dan episode rawat jalan dalam mengetahui penyebab pending klaim. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan metode cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 20.147 berkas pengajuan klaim pasien rawat jalan pada periode Juli hingga September 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 392 berkas yang mencakup klaim layak dan pending. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, perhitungan Odds Ratio (OR), serta Confidence Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas memiliki hubungan yang signifikan dengan status klaim. Ketidaksesuaian, ketidaktepatan, maupun ketidaklengkapan pada variabel-variabel tersebut meningkatkan risiko terjadinya pending klaim. Aspek administrasi merupakan faktor yang paling dominan dengan nilai OR sebesar 4,629 (CI 95%: 3,713–5,770), yang menunjukkan bahwa ketidaklengkapan pada aspek administrasi memiliki peluang lebih besar dalam menyebabkan pending klaim dibandingkan dengan aspek lainnya. Aspek medis, coding, administrasi, dan episode rawat jalan terbukti berperan penting dalam menentukan kelancaran proses klaim. Dengan demikian, kesesuaian, ketepatan, dan kelengkapan pada setiap aspek menjadi faktor kunci dalam mendukung proses klaim BPJS Kesehatan.
ANALISIS PENGETAHUAN PETUGAS TERHADAP PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS KEPADA PIHAK KETIGA DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYO YAKKUM SURAKARTA Elva Meilia Sari; Sri Suparti; Aries Widiyoko
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/0xzbdw76

Abstract

Pelepasan informasi rekam medis kepada pihak ketiga merupakan proses yang penting karena berkaitan dengan kerahasiaan data pasien serta harus dilaksanakan sesuai regulasi dan Standar Prosedur Operasional (SPO). Selain itu, rekam medis memiliki nilai hukum sehingga setiap proses pelepasan informasi harus dilakukan tepat sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, pelaksanaan di lapangan masih menunjukkan adanya ketidaksesuaian prosedur, ketidaklengkapan dokumen, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Kondisi tersebut tidak terlepas dari tingkat pemahaman petugas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pengetahuan petugas dalam pelaksanaan pelepasan informasi rekam medis kepada pihak ketiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif yang dilengkapi kuantifikasi sederhana. Desain penelitian bersifat observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari tiga petugas rekam medis dan satu informan triangulasi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta dengan objek penelitian berupa seluruh berkas pengajuan pelepasan informasi pada bulan Februari 2026 yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pelepasan informasi rekam medis, sedangkan variabel independen meliputi man, method, material, dan machine. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel man memiliki tingkat kesesuaian sebesar 40% dan ketidaksesuaian 60%, variabel method menunjukkan 100% tidak sesuai, serta variabel material menunjukkan 100% tidak lengkap. Sementara itu, variabel machine menunjukkan kondisi yang sepenuhnya memadai 100%. Dengan demikian, pengetahuan petugas dalam pelaksanaan pelepasan informasi rekam medis kepada pihak ketiga masih belum optimal, terutama pada aspek kepatuhan terhadap SPO, kelengkapan dokumen, dan penerapan prosedur pelayanan.