cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 313 Documents clear
Perancangan Sistem Deteksi Kebakaran Berbasis Komputer untuk Galangan Kapal Devin Favian; Heri Supomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.542 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.436

Abstract

Kebakaran di Galangan Kapal merugikan pihak galangan dalam proses produksi terutama dalam segi materi dan juga pekerja. Tidak bekerjanya alat deteksi kebakaran adalah yang menyebabkan terlambatnya dalam memadamkan api, tidak sigapnya pekerja dalam menanggapi adanya kebakaran juga merupakan faktor dari terlambatnya pendeteksian dini kebakaran. Dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat yang diiringi oleh kemajuan teknologi digital sekarang, segala bidang selalu berhubungan dengan komputer. Permasalahannya adalah informasi yang diterima oleh pihak pemadam kebakaran tidak dapat dilakukan secara real time. Untuk memecahkan masalah tersebut maka dirancang suatu sistem deteksi kebakaran berbasis komputer menampilkan informasi letak lokasi kebakaran. pada PC (Personal Computer). Dengan menggunakan Pemrograman yang terintegrasi dengan Mikrokontroler dapat membantu dalam memantau bilamana terjadi kebakaran. Perancangan sistem deteksi dini kebakaran ini secara teknis cukup efekif. Dengan teknologi saat ini berkembang begitu cepat memudahkan untuk menerima informasi – informasi tentang komponen – komponen lokal penunjang yang begitu mudah didapatkan sehingga mengurangi ketergantungan dengan produk yang umumnya didatangkan dari luar. Dari aspek ekonomis perancangan sistem ini cukup sederhana dan biayanya terjangkau.
Studi Implementasi Six Sigma dalam Sistem Inventori Galangan Kapal Elwin Elwin; Sri Rejeki Wahyu Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.959 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.437

Abstract

Dalam industri galangan kapal terdapat bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi yang merupakan macam-macam bentuk dari persediaan dan berhubungan dengan stok, ketika persediaan tidak dikelola dengan benar maka akan terjadi pembengkakkan biaya/pengeluaran biaya yang tidak dibutuhkan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi inventori di PT. Dok dan Perkapalan Surbaya, untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya variabilitas output six sigma dan mengurangi defect pada sistem inventori dengan menggunakan metode six sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control),. Berdasarkan perhitungan Material Pipa mengalami defect sebesar 50.98% dengan nilai sigma 1.48, Material Elbow mengalami defect sebesar 89.80% dengan nilai sigma 0.33, Material Flange mengalami defect sebesar 71.99% dengan nilai sigma 0.90, Material Paking mengalami defect sebesar 13.12% dengan nilai sigma 2.74 dan Material Mur mengalami defect sebesar 17.26% dengan nilai sigma 2.57. Sesuai dengan perhitungan reorder point for the inventory untuk masing-masing material, maka dapat diketahui bahwa material Pipa reoder point adalah 58 lonjor, elbow 100 buah, flange 168 buah, paking 24 buah dan mur 946 buah. Nilai sigma yang diperoleh dalam perhitungan tingkat persediaan masih jauh dari nilai yang seharusnya dapat dicapai oleh suatu perusahaan (6σ), sehingga dilakukan tahap Improve dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), pembuat SOP Pengendalian persediaan material dengan format baru serta galangan perlu melakukan perhitungan reorder point.  
Resizing bangunan Atas Kapal Double skin bulk carrier (DSBC) 50.000 DWT untuk Mengurangi Biaya Produksi Nurul Hidayah; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.508 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.438

Abstract

Kapal Double Skin Bulk Carrier (DSBC) 50.000 DWT atau Kapal “Star 50″ dengan panjang 189,840 meter dan lebar 30,50 meter ini merupakan kapal hasil produksi PT PAL Indonesia dengan berbobot mati 50.000 ton dan memiliki 25 crew. Kondisi desain bangunan atas kapal DSBC 50.000 yang ada saat ini perlu ditinjau untuk diperkecil ukurannya sehingga menurunkan biaya produksi. Hal ini dimungkinkan dengan adanya kecenderungan penggunaan sistem otomatik untuk mengurangi jumlah awak kapal. Selain itu beberapa akses ruangan dirasakan terlalu lebar, ukuran beberapa ruangan melebihi ketentuan ILO, dan penataan tata letak ruangan kurang efisien, secara ekonomis sangat tidak menguntungkan, mengingat biaya produksi pembangunan kapal mahal. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengurangi biaya produksi dengan cara me-resize bengunan atas kapal. Metode yang digunakan adalah re-design bangunan atas kapal dengan beberapa pertimbangan-pertimbangan dan berdasarkan pedoman Rule yaitu DNV, ILO serta UU. Pelayaran No.7. Setelah di resizing luas bangunan atas kapal DSBC 50.000 DWT dapat diperkecil menjadi 1455.35 m2 (20.53 %). volume menjadi 4147.762 m3 (20.53 %) , dan berat menjadi 350 ton (36.95 %), kebutuhan flooring sebesar 2.306.64 m2( 15.42 %), ceiling 2306.64 m2 (5.3 %) dan lining sebesar 5089.82 m2 (41.2 %). Kebutuhan AC sebesar 31.75 PK (40.09 %). Secara ekonomis biaya kebutuhan konstruksi berkurang menjadi Rp 7.906.808.682 (33.77 %), biaya flooring berkurang menjadi Rp 634.903.940 (19.42 %), biaya lining berkurang menjadi Rp 4.473.947.385 (40.4 %), biaya ceiling berkurang menjadi Rp 754.272.801 (25.4 %). Total biaya produksi semula yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 25.224.139.185. dan setelah dilakukan resizing berkurang menjadi Rp 11.314.916.789, sehingga untuk melakukan produksi bangunan atas selanjutnya memerlukan biaya produksi sebesar Rp 13.909.222.396.
Analisa Kebutuhan Tenaga Kerja Terampil untuk Mendukung Peningkatan Produksi Pembangunan Kapal Baru di Galangan-galangan Kapal di Surabaya Dicky Hari Traymansah; Soejitno Soejitno; Sri Rejeki Wahyu P
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.548 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.439

Abstract

Industri galangan kapal sekarang ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, ini dibuktikan dengan banyaknya order pembuatan kapal baru, khususnya di galangan-galangan kapal yang ada di Surabaya, yaitu PT. PAL Indonesia yang akan membangun satu unit kapal corvet dan dua unit kapal tanker Pertamina 17.500 DWT, serta PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) yang akan membangun dua unit kapal tanker Pertamina 6.500 DWT dan satu unit kapal tanker Pertamina 3.500 DWT. Dengan kondisi seperti ini maka perlu adanya analisa kebutuhan tenaga kerja terampil  dibutuhkan dalam proses penyelesaian pembangunan kapal baru tersebut pada masing-masing galangan kapal. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa kebutuhan tenaga kerja terampil pada PT. PAL Surabaya dan PT. DOK dan Perkapalan Surabaya dengan cara menganalisa data JO terealisasi pada masing-masing galangan, yang selanjutnya dapat dihitung kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan dalam project pembangunan kapal baru pada tahun mendatang. Dari hasil analisa yang dilakukan, diketahui bahwa terjadi penurunan tenaga kerja pada masing-masing galangan. Dapat disimpulkan bahwa penurunan tenaga kerja disebabkan oleh keterlambatan material maupun oleh keterlambatan proses pengerjaan dikarenakan terhambatnya proses produksi sebelumnya.
Komparasi Bentuk Daun Kemudi terhadap Gaya Belok dengan Pendekatan CFD Prima Ihda Kusuma Wardana; I.K.A. Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.224 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.765

Abstract

Ditinjau dari distribusi aliran (wake) yang ada di daerah sekitar piringan baling-baling  dan distribusi kecepatan aksial aliran di belakang baling-baling,  disimpulkan bahwa kecepatan aliran air pada daerah atas (puncak) baling-baling adalah yang paling besar dan akan menurun secara bertahap mendekati nol pada boss baling-baling. Kemudian secara bertahap kembali membesar ke arah bawah baling-baling sampai kecepatan alirannya mendekati kecepatan kapal. Dengan melihat bentuk distribusi aksial yang menyerupai ekor ikan (kecil pada pusatnya dan membesar pada kedua ujungnya), dibuatlah suatu bentuk kemudi yang menyerupai ekor ikan yang mampu memanfaatkan aliran air secara efektif dan optimal untuk mendapatkan olah gerak kapal yang lebih baik bila dibandingkan dengan bentuk kemudi yang sudah ada. Penelitian dilakukan dengan bantuan software ANSYS dengan memodelkan dua jenis daun kemudi, yaitu kemudi pelat tipe ekor ikan dan kemudi pelat konvensional. Kedua jenis kemudi divariasikan sudut beloknya ke dalam delapan variasi sudut belok, yaitu pada sudut -50, 00, 50, 100, 150, 200, 250, 300. Distribusi gaya belok pada masing - masing  kemudi pada tiap variasi sudut dapat dilihat setelah simulasi selesai dilakukan. Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi dengan hasil analisa numerik yang dikembangkan di Laboratorium Hidrodinamika Indonesia. Data simulasi memiliki kesesuaian hasil dengan data analisa numerik yang membuktikan bahwa kemudi pelat ekor ikan mampu mendistribusikan gaya belok lebih besar dibandingkan dengan kemudi pelat konvensional, sehingga mampu menambah kemampuan maneuver kapal.
Analisa Perambatan Retak Pada Bagian Poros KM. Surya Tulus Akibat Torsi Dengan Metode Elemen Hingga Taufik Estu Raharjo; Soeweify Soeweify; Totok Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.821 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.777

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya Intensitas Tegangan akibat cacat produksi yang menyebabkan perambatan retak. Penelitian ini dilakukan dengan metode elemen hingga dan validasi hasil dilakukan dengan membandingkan panjang retak hasil simulasi dengan panjang retak yang terjadi pada kasus sebenarnya. Material untuk pemodelan ini adalah Poros Antara yang mempunyai spesifikasi baja AISI 1045. Pemodelan dilakukan dengan memvariasi kecepatan putar dari gear box kapal pada 98 – 196 rpm. Dari variasi yang dilakukan, diketahui bahwa Intensitas tegangan pada 128 dan 165 rpm menyebabkan perambatan retak sebesar 186.7 mm.
Pengaruh Ketebalan Cladding Terhadap Deviasi Sudut Bias, Pelemahan dan Cepat Rambat Gelombang Suara pada Pengelasan Baja Karbon dengan Stainless Steel Rakhmawan Dwi Sulistyo; Wing Hendroprasetyo Akbar Putera
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.18 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1273

Abstract

Penelitian ini disusun untuk mengetahui pengaruh dan besar deviasi dari faktor sudut bias, pelemahan dan cepat rambat gelombang suara dari sambungan las antara baja karbon dan stainless steel yang dicladding dengan nickel dan stainless steel. Penelitian ini menggunakan alat ultrasonik flaw detector sebagai peralatan pemeriksaan yang mewakili ketiga faktor diatas. Variasi ketebalan cladding pada penelitian ini sebesar 3 mm, 4 mm, 5 mm dan 6 mm pada nickel maupun stainless steel. Tebal spesimen sebesar 30 mm dengan lebar 100 mm serta panjang 200 mm. Dari hasil pengujian diketahui bahwa cladding nickel dan stainless steel berpengaruh pada pemeriksaan lubang diskontinuitas sambungan las. Pada pengujian menggunakan probe dengan frekuensi 4 MHz nilai dari pengukuran yang dihasilkan  lebih akurat di bandingkan dengan menggunakan probe 2 MHz. Pada pengukuran diameter lubang diskontinuitas 2.5 mm yang menggunakan probe frekuensi 4 MHz dengan metode beam spread besar nilai deviasi pada nickel cladding 3 mm lebih besar 40 %, 4 mm lebih besar 60%, 5 mm lebih besar  60% dan 6 mm lebih besar  80% sedangkan pada stainless steel cladding 3 mm lebih besar 20%, 4 mm lebih besar 40 %, 5 mm lebih besar   60 % dan 6 mm lebih besar 80%. Nilai deviasi  dari pengujian sudut bias pada nickel dengan ketebalan cladding 3 mm sebesar 1.18o, 4 mm sebesar 3.51o, 5 mm sebesar 7.21o dan 6 mm sebesar 8.28o. Pada stainless steel dengan ketebalan cladding 3 mm sebesar 1.18o, 4 mm sebesar 2.36o, 5 mm sebesar 4.52o dan 6 mm sebesar 5.85o. Nilai rata deviasi dari faktor pelemahan pada nickel sebesar 1.3 dB dan pada stainless steel sebesar 1.67 dB.
Evaluasi Unjuk Kerja Crane Barge KGM-23 Pada Saat Operasi Pengangkatan dan Pemasangan Boom Burner di Lokasi Peciko Field Platform MWP-B Total E&P Indonesié Adelia Viviany Suwarsono; Imam Rochani; Wisnu Wardhana
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.08 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1617

Abstract

Crane Barge merupakan sebuah kapal bisa disebut dengan pontoon yang memiliki crane diatasnya, biasa digunakan untuk menunjang kegiatan kerja pengeboran gas dan minyak bumi seperti dredging, lifting, protection pile removal, installasi pin connector dan installasi boom burner. Tugas akhir ini menganalisa stabilitas statis dan dinamis dengan mencari tinggi gelombang maksimal yang diizinkan menurut standar yang digunakan dibantu oleh software MOSES dibagi dalam tiga kondisi, yaitu 10% consummables, 50% consummables, dan 100% consummables. Stabilitas yang dihasilkan crane barge untuk setiap kondisi menunjukkan angka stabilitas yang baik sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Untuk gerakan maksimum yang dihasilkan yang memenuhi standar Total E&P Indonesié Lifting Operation pada kondisi 10% Consummables, yaitu untuk heading 0° dan 180°, tinggi gelombang yang diizinkan sebesar 1.53 m, heading 45°,135°,225°, dan 315°  tinggi gelombang sebesar 1.37 m, sedangkan untuk heading 90° dan 270° tinggi gelombang sebesar 0,83 m. Sedangkan untuk gerakan maksimum pada kondisi 50% Consummables, yaitu untuk heading 0° dan 180°, tinggi gelombang yang diizinkan sebesar 1.62 m, heading 45°,135°,225°, dan 315°  tinggi gelombang sebesar 1.40 m, sedangkan untuk heading 90° dan 270° tinggi gelombang sebesar 0,90 m. Gerakan yang diperoleh untuk roll dan pitch dapat dikatakan aman pada tinggi gelombang yang telah didapatkan untuk masing-masing arah dan kondisinya karena masih memenuhi standar yang ditetapkan sehingga operasi pengangkatan dan pemasangan boom burner pada platform MWP-B Peciko Field Total E&P Indonesié dapat dilaksanakan dengan baik.
Analisa Pengaruh Jenis Elektroda terhadap Laju Korosi pada Pengelasan Pipa API 5L Grade X65 dengan Media Korosi FeCl3 Gita Anggaretno; Imam Rochani; Heri Supomo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.08 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1619

Abstract

Submarine pipelines (pipa bawah laut) di desain untuk transportasi minyak, gas atau air dari lepas pantai menuju receiving point. Baja API 5L Grade X65 merupakan jenis pipa baja yang banyak digunakan pada pipa penyalur gas, air, dan minyak pada pipa bawah laut. Sistem perpipaan ini tidak mungkin terbentuk tanpa adanya proses las. Pengelasan Flux Cored Arc Welding (FCAW)  merupakan las yang umum digunakan dalam struktur anjungan lepas pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi elektroda pengelasan terhadap laju korosi pada pipa API 5L Grade X65. Variasi elektroda yang digunakan adalah elektroda spesifikasi AWS yaitu E7018, E6010 dan E6013. Metode pengujian korosi ini menggunakan bantuan sel tiga elektroda dengan media korosi FeCl3 yang mengacu pada ASTM G48. Dari pengujian ini didapatkan hasil laju korosi pada pengelasan pipa dengan elektroda E7018 adalah 0,53 mmpy, untuk elektroda E6013 adalah 0,69 mmpy, dan untuk E6010 adalah 0,62 mmpy. Perbedaan laju korosi tersebut dipengaruhi oleh tensile strength pada elektroda dan baja yang di las. Selisih kandungan unsur Mangan (Mn) pada pipa dan elektroda las juga mempengaruhi perbedaan laju korosi pada pipa. Berdasarkan hasil foto SEM (Scanning Electron Microscope), secara morfologi permukaan weldmetal dengan nilai laju korosi paling tinggi, permukaanya terlihat lebih kasar. Akan tetapi laju korosi hasil las dengan elektroda-elektroda trsebut masih berada pada level yang diijinkan.
Studi Kekuatan Puncak Struktur Crane Pedestal FPSO Belakan Akibat Interaksi Gerakan Dinamis Cargo pada Crane Angga S. Pambudi; Eko Budi Djatmiko; Wisnu Wardhana
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.416 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.1622

Abstract

Crane pedestal merupakan sarana penunjang aktivitas operasional FPSO Belanak dimana dalam operasinya memperoleh pengaruh signifikan dari beban lingkungan (gelombang dan angin) serta operasionalnya. Konstruksi crane terutama pada crane pedestal haruslah kuat menahan beban-beban yang terjadi sampai dengan pada kondisi ekstrem, karena scantling crane pedestal merupakan tumpuan struktur crane, serta tersambung dengan hull FPSO. Oleh karena hal tersebut, kekuatan puncak atau ultimate strength dari scantling crane pedestal harus dapat ditentukan guna memperoleh prediksi kegagalan akhir atau ultimate failure. Dalam penelitian ini, kekuatan puncak scantling crane pedestal dikaji secara deterministik dengan perangkat lunak ANSYS, sedangkan keandalan dikaji secara probabilistik dengan simulasi Monte Carlo. Pemodelan beban dinamis FPSO akibat gelombang diselesaikan dengan perangkat lunak MOSES dimana titik tinjau analisa dinamis terletak pada centre of gravity (COG) crane pedestal dan crane mengangkat cargo dengan massa sebesar 50 ton serta posisi crane boom tegak lurus hull FPSO. Dari hasil analisa deterministik, nilai tegangan kombinasi ketiga beban ekstrem tersebut adalah sebesar 48.66 Mpa, pada kondisi ini struktur tidak mengalami kegagalan (Pf=0) dengan K=1, sehingga struktur dalam keadaan aman. Karena nilai tegangan maksimum < UTS, maka dilakukan perkalian interval beban hingga nilai tegangan maksimum melebihi nilai UTS. Berdasarkan data material struktur (UTS = 400 MPa), didapatkan keandalan global sebesar K=0.4454 dengan Pf=0.5546, sedangkan berdasarkan pertimbangan desain yaitu berdasarkan basic utilization factor 0.8 x 400 MPa = 320 MPa didapatkan keandalan global K=0.0874 dengan Pf=0.9126. dan untuk nilai keandalan daerah kritis didapatkan sebesar K=0.1014 dengan Pf=0.8964.