cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 71 Documents clear
Rekonfigurasi Dinamis Jaring Distribusi Radial 20 kV Teluk Betung untuk Meningkatkan Profil Tegangan dengan Mempertimbangkan Gangguan Saluran dan Injeksi Renewable Energy Fachry Azca Haidar Fayumi; Dimas Fajar Uman Putra; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.92298

Abstract

Sistem distribusi tenaga listrik semakin berkembang yang ditandai dengan meningkatnya permintaan energi listrik. Terlebih lagi, keberadaan pembangkit listrik dengan sumber terbarukan semakin berkembang dan meluas. Pada kenyataannya, nilai beban dan pembangkitan sumber energi terbarukan selalu berubah. Semakin meningkatnya permintaan energi listrik serta nilai beban yang selalu berubah menyebabkan permasalahan seperti kerugian daya dan penurunan tegangan. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan melakukan rekonfigurasi dinamis yang memperhatikan energi terbarukan dan dinamika perubahan beban. Rekonfigurasi dinamis dilakukan pada jaringan distribusi radial 20 kV ULP Teluk Betung kota Bandar Lampung dengan metode Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) untuk mengurangi kerugian daya dan meningkatkan nilai tegangan pada jaringan distribusi. Metode Newton-Raphson digunakan sebagai metode aliran daya pada studi rekonfigurasi dinamis ini. Berdasarkan hasil simulasi dan analisis pada sistem distribusi yang terjadi gangguan pemutusan saluran dan terpasang sistem PV, setelah dilakukan rekonfigurasi dinamis pada sistem distribusi didapatkan bahwa dalam waktu 24 jam terjadi pengurangan kerugian daya aktif adalah sebesar 47,001% dan pengurangan kerugian daya reaktif adalah sebesar 46,866%. Nilai tegangan rata-rata pada sistem distribusi dalam 24 jam adalah sebesar 0, 98947 p.u dan dengan nilai tegangan minimum adalah sebesar 0,95444 p.u. Dari hasil simulasi dan analisis, rekonfigurasi dinamis dengan metode BPSO mampu meningkatkan nilai tegangan dan menurunkan kerugian daya pada sistem distribusi yang terjadi gangguan saluran dan terpasang sistem PV.
Faktor yang Memengaruhi Konsumsi Energi Listrik Rumah Tangga pada Masa Pandemi COVID-19 (Studi Kasus: Rusunawa di Jakarta Timur) Talitha Naura Faza; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.92329

Abstract

Pandemi COVID-19 mengubah perilaku masyarakat akibat adanya penerapan kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah berdampak terhadap peningkatan demand konsumsi energi listrik sektor rumah tangga. Tanpa adanya pengurangan yang signifikan dalam permintaan listrik dan peningkatan efisiensi energi menyebabkan sulitnya menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) dan mengurangi risiko perubahan iklim global. Program Jakarta Green Building dengan target penghematan energi listrik sebesar 3.785 GWh pada tahun 2030 menjadi salah satu pertimbangan bagaimana rumah susun pemerintah sebagai salah satu bentuk bangunan vertikal berkontribusi dalam pemenuhan demand energi. Di satu sisi, adanya pandemi juga memberikan dampak perekonomian yang berpotensi mempengaruhi ability to pay konsumsi listrik rumah tangga sehingga belum diketahui apakah terdapat pengaruh yang berbeda dalam perilaku konsumsi energi listrik selama pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi energi listrik rumah tangga rusunawa di Jakarta Timur. Dalam mencapai tujuan tersebut, penulis melakukan 2 tahap analisis. Tahap pertama menentukan tipologi cluster dari 15 rusunawa yang terdapat di Jakarta Timur dan menentukan sampel rusunawa yang diambil untuk dilakukan penyebaran kuesioner penghuni. Tahap kedua peneliti menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi energi listrik rumah tangga dengan metode regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dari 15 rusunawa yang tersebar di Jakarta Timur, hanya terdapat 2 jenis tipologi rusunawa yaitu rusunawa 6 lantai berbentuk blok beton dengan jumlah 10 rusunawa dan 16 lantai berbentuk tower semi-apartemen dengan jumah 5 rusunawa. Meskipun terdapat perbedaan jenis rusunawa, namun kedua kelompok rusunawa tersebut masing-masing memilik faktor signifikan konsumsi energi listrik rumah tangga yang sama, yaitu jumlah penghuni dan jumlah kepemilikan alat listrik.
Perancangan Instalasi Pompa Cooling System pada Kapal Bantu Rumah Sakit Studi Kasus: PT. PAL Indonesia (Persero) Rr. Yuanita Dewi Saresty; Heru Mirmanto
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.95523

Abstract

Saat ini, PT. PAL Indonesia (Persero) sedang memproduksi 2 buah Kapal Bantu Rumah Sakit. Pada sebuah kapal membutuhkan engine sebagai penggerak. Agar kinerja [engine tetap optimal, dibutuhkan sistem pendinginan yang sesuai. Proyek akhir ini bertujuan untuk melakukan perancangan pada instalasi pompa pendinginan engine menggunakan dua fluida yaitu fluida fresh water dan juga sea water. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan Head efektif, daya, efisiensi, dan pemilihan pompa. Metode penyelesaian yang digunakan adalah melalui perhitungan analitis dan numerik menggunakan software pipe flow expert v7.40. Hasil perhitungan dari perancangan instalasi fresh water, Heff = 26,323 m dengan kapasitas 72 m3/h maka dipilih pompa yang sesuai merek Grundfoss TP 80-330/2 dengan daya penggerak pompa sebesar 9,32 kW. Sedangkan pada instalasi sea water, Heff = 7,872 m dengan kapasitas 38 m3/h maka dipilih pompa yang sesuai merek Grundfoss TP 65-180/2 dengan daya penggerak pompa sebesar 1,51 kW.
Arahan Pengembangan Jalur Pejalan Kaki Ramah Disabilitas di Kota Surabaya (Studi Kasus Koridor Mayjend Sungkono) Sri Nurkhalishah Rachmi Dewi; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.90976

Abstract

Keadilan spasial dalam suatu kota dapat diwujudkan dengan melakukan penyediaan akses terhadap infrastruktur yang bersifat universal salah satunya infrastruktur jalur pejalan kaki. Kota Surabaya merupakan kota dengan tingkat perkembangan jalur pejalan kaki yang sangat pesat namun pada kenyataanya belum mampu mendukung seluruh lapisan masyarakat meliputi masyarakat rentan penyandang disabilitas salah satunya pada Koridor Mayjend Sungkono. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk memberikan arahan pengembangan jalur pejalan kaki ramah disabilitas di Kota Surabaya dengan studi kasus pada Koridor Mayjend Sungkono. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei primer melalui observasi, penyebaran kuesioner kepada 60 penyandang disabilitas dan wawancara kepada pakar sedangkan survei sekunder dilakukan melalui studi literatur. Dengan analisis AHP berdasar hasil kuisioner, didapatkan ranking prioritas variabel pengembangan jalur pejalan kaki ramah disabilitas yaitu, 1) Ukuran Dasar Ruang, 2) Konflik Pejalan Kaki, 3) Tekstur dan Permukaan, 4) Kebersihan, 5) Jalur Pemandu, 6) Convenience, 7) Ramp, 8) Gaya Alam dan Iklim, 9) Partisipasi Masyarakat, 10) Keindahan, 11) Penerangan Jalan, 12) Tangga, 13) Tingkat Kebisingan, 14) Vegetasi dan 15) Resting Area. Dengan pendekatan triangulasi, didapatkan beberapa arahan utama pengembangan jalur pejalan kaki ramah disabilitas di Koridor Mayjend Sungkono yaitu pelebaran jalur pejalan kaki menjadi minimal 2 meter, penyediaan bollard sesuai dimensi khususnya bagi pengguna kursi roda dan penggantian material jalur pejalan kaki menjadi beton atau paving.
Penentuan Lokasi Tempat Pemakaman Umum di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur Albertus Aryobimo Bagas Amandaru; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.94030

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi pemakaman umum di Kecamatan Cakung, Provinsi DKI Jakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat dua sasaran penelitian. Sasaran yang pertama adalah menentukan kriteria penentuan lokasi tempat pemakaman umum baru di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dianalisis dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Sasaran berikutnya adalah merumuskan rekomendasi lokasi prioritas tempat pemakaman umum baru, yang diolah menggunakan analisis spasial, yaitu raster overlay, menggunakan fuzzy membership dan weighted sum. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa variabel sosial paling diprioritaskan oleh responden dalam kriteria penentuan lokasi tempat pemakaman umum dengan bobot sebesar 43%, disusul variabel aksesibilitas (20,8%), variabel penggunaan lahan (18,4%), dan variabel fisik dasar (17,8%). Dari hasil analisis spasial, terdapat tujuh titik lokasi yang dapat dijadikan prioritas tempat pemakaman umum baru, yaitu di RW 14 Cakung Timur, RW 09 Cakung Barat, RW 09 Jatinegara, dan RW 05 Pulo Gebang.
Karakteristik Permukiman Kumuh di Kampung Nelayan Kejawan Lor berbasis Eco-Settlements Nabila Azzahra Tiara Diska; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.94547

Abstract

Surabaya dikenal dengan kota yang berwawasan lingkungan masih terdapat kurang lebih 145,89 Ha yang termasuk pada kawasan permukiman kumuh yang persebarannya hampir di seluruh kelurahan. Kampung Nelayan Kejawan Lor termasuk diantaranya dimana pertumbuhan serta perkembangan Kampung Nelayan Kejawan Lor di Kelurahan Kenjeran masih belum didukung dengan pemenuhan prasarana dasar permukiman yang baik sehingga makin mengarahkan pada lingkungan yang identik dengan kekumuhan. Pendekatan Eco-Settlements dipilih karena menggunakan indikator sosial, ekonomi serta ekologi yang tentunya membantu dalam penanganan permukiman kumuh disertai pula peran institusi yang kapabel. Oleh karena itu penentuan karakteristik permukiman kumuh di Kampung Nelayan Kejawan Lor dilakukan menggunakan pendekatan Eco-Settlements dan menjadi tujuan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap masyarakat di area penelitian. Metode analisa yang digunakan adalan analisa deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dilihat dari indikator ekonomi masyarakat masih dibawah UMK Kota Surabaya, indikator sosial terlihat jumlah pendatang yang bertambah tiap tahunnya disertai dengan pendidikan rata-rata adalah SMP, indikator ekologi terlihat bahwa sampah yang ada berpengaruh terhadap kondisi drainase serta kepadatan bangunan yang tergolong tinggi, dan indikator kelembagaan terlihat sudah adanya peran institusi namun diperlukan konsistensi dalam implementasinya dan adanya kebijakan yang berlaku.
Konsep Revitalisasi Rusunawa Sombo Berdasarkan Persepsi Penghuni Raflie Irvanda; Prananda Navitas
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.96485

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan menimbulkan peningkatan kebutuhan akan rumah. Hal ini berakibat pada meningkatnya harga lahan sehingga tidak semua masyarakat mampu memiliki hunian yang layak terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk memenuhi kebutuhan terhadap hunian layak bagi MBR dilakukan pembangunan rumah susun (rusun) baik yang bersifat milik ataupun sewa. Salah satunya adalah Rusunawa Sombo yang dibangun pada tahun 1984 sebagai salah satu bentuk penyediaan rumah layak bagi MBR. Namun, seiring berjalannya waktu Rusunawa Sombo berkembang menjadi permukiman kumuh akibat padatnya jumlah penduduk serta kondisi bangunan yang sudah termakan usia. Revitalisasi merupakan salah satu cara yang dapat dipilih untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di Rusunawa Sombo ini. Revitalisasi merupakan upaya untuk meningkatkan nilai lahan/kawasan melalui pembangunan kembali dalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Merumuskan konsep revitalisasi yang dapat mengatasi permasalahan di Rusunawa Sombo berdasarkan pada persepsi penghuni. Penelitian ini termasuk kedalam jenis mixed method dan dilakukan dengan menggunakan metode content analysis guna mengetahui kondisi dan permasalahan terkait variabel komponen kualitas hidup yang terdapat di Rusunawa Sombo, dilanjutkan dengan analisis IPA (Importance Performance Analysis) guna mengidentifikasi kinerja dan harapan terhadap hunian berdasarkan persepsi penghuni Rusunawa Sombo, dan diakhiri dengan triangulasi guna merumuskan konsep revitalisasi Rusunawa Sombo. Hasilnya, diketahui bahwa masih terdapat variabel yang kinerjanya masih belum dapat memenuhi harapan penghuni Rusunawa Sombo. Adapun variabel yang dimaksud antara lain adalah kondisi fisik bangunan, luas unit hunian, sarana keamanan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, harga sewa, kebersihan lingkungan serta sarana pendukung lainnya seperti tempat parkir, alat pemadam kebakaran dan tempat bermain. Untuk meningkatkan kinerja variabel tersebut dirumuskan konsep revitalisasi yang berfokus pada intervensi fisik sehingga nantinya dapat memenuhi harapan dari penghuni.
Arahan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang dengan Konsep Livable Settlement Ibrahim Aris; Ummi Fadlilah Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.97904

Abstract

Tingginya angka urbanisasi dan tidak adanya penataan permukiman yang baik, tentunya permukiman tersebut akan menjadi permukiman yang kumuh. Keterbatasan kemampuan masyarakat baik secara ekonomi maupun kemampuan untuk mengelola ruang juga menjadi penyebab terbentuknya permukiman kumuh. Permasalahan ini pun terjadi pada RW 01, RW 07, dan RW 09 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang. Dalam penataan permukiman kumuh harus memandang aspek lingkungan fisik, sosial budaya dan ekonomi. Dengan konsep livable settlement, penataan permukiman kumuh dapat membuat permukiman menjadi permukiman yang layak dan nyaman bagi penghuni untuk tinggal maupun bekerja di sekitar permukiman. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menentukan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang dengan konsep livable settlement. Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu adanya sasaran yang akan dicapai, yaitu: Pertama, menentukan variabel yang berpengaruh untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang menggunakan teknik analisis delphi. Kedua, menilai permukiman kumuh terhadap konsep livable settlement pada permukiman kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang berdasarkan preferensi penghuni menggunakan teknik Importance Performance Analysis (IPA). Ketiga, menentukan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang yang berfokus pada kuadran I IPA sebagai prioritas utama menggunakan teknik analisis delphi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima sub variabel livable settlement yang berada pada kuadran I, artinya memiliki tingkat kinerja rendah namun tingkat harapan dari masyarakat sangat tinggi. Kelima sub variabel livable settlement tersebut antara lain Kondisi jalan lingkungan, perbaikan jalan yang berlubang dan jalan yang belum diperkeras aspal. Pendapatan per bulan, melakukan evaluasi program-program kesejahteraan sosial untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Jenis drainase, perbaikan jaringan drainase yang berwawasan lingkungan/ ecodrain. Penjaga keamanan, pembangunan pos satpam/hansip yang multifungsi beserta penjaganya. Sistem pengelolaan air limbah, pembuatan IPAL Komunal yang dapat mengolah air limbah kawasan permukiman.
Studi Penggunaan Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai Subtitusi Tulangan Baja Konvensional pada Model Bangunan Gedung 8 Lantai Wildan Pramadistya Rifliansah; Tavio Tavio; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.88961

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) telah banyak digunakan sebagai pengganti tulangan baja konvensional pada perkuatan struktur beton. Tulangan GFRP memiliki kelebihan yakni kuat tarik yang tinggi, berat jenis yang relatif ringan dan durabilitas yang baik terhadap korosi. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Canada, China, Jepang, dan Jerman telah membuat pedoman dan berhasil dalam mengaplikasikan tulangan GFRP sebagai perkuatan pada struktur bangunannya. Di Indonesia, Standar Nasional Indonesia (SNI) baru mengeluarkan peraturan terkait panduan perancangan dan pelaksanaan beton struktural bertulangan batang serat berpolimer yang diatur dalam SNI 8970:2021. Dengan adanya SNI tersebut dan menimbang kelebihan GFRP, maka diperlukan persiapan dan studi untuk membuktikan kelayakan penerapan teknologi perkuatan tulangan GFRP di Indonesia. Pada studi ini, dilakukan komparasi desain elemen struktur beton dengan perkuatan tulangan baja dan tulangan GFRP dari aspek batas kekuatan, aspek batas kelayakan, dan efisiensi pada model bangunan gedung 8 lantai dengan pembebanan dan dimensi profil elemen struktur yang sama. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari penggunaan tulangan GFRP sebagai subtitusi tulangan baja konvensional untuk perkuatan pada elemen struktur beton. Dari hasil komparasi disimpulkan bahwa meskipun tulangan GFRP memiliki kuat tarik yang lebih tinggi sampai 2 kali dan berat jenis yang lebih rendah sampai 4 kali dibanding tulangan baja, akan tetapi penggunaan tulangan baja masih lebih efisien hingga 41% aspek kebutuhan panjang total tulangan dan 64% biaya total material tulangan dibandingkan dengan penggunaan tulangan GFRP. Namun pada aspek berat total tulangan, struktur bertulangan GFRP lebih efisien sampai 61% dibanding struktur bertulangan baja. Mayoritas desain elemen struktur beton terkontrol oleh batas kelayakan khususnya lebar retak dibandingkan kontrol batas kekuatan. Syarat detailing pada tulangan GFRP juga lebih kritis dibandingkan dengan detailing pada tulangan baja. Hal tersebut yang mengakibatkan tulangan GFRP tidak lebih efisien dibandingkan tulangan baja sebagai perkuatan pada struktur beton.
Modifikasi Desain Struktur Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) Serpong dengan Metode Beton Pracetak Menurut SNI 2847:2019 Nathanael Christopher Sutopo; Tavio Tavio; Candra Irawan
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.91197

Abstract

Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) di Tangerang Selatan merupakan sebuah gedung yang dibangun dengan metode beton cor di tempat atau cor in situ. Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) terdiri dari 39 lantai tower dan 1 lantai basement. Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan modifikasi perencanaan Gedung Apartemen Skyhouse+ Alam Sutera (Tower Acacia) dengan menggunakan metode beton pracetak. Diharapkan dengan menggunakan metode beton pracetak, untuk menghasilkan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan efisien, serta memastikan kualitas struktur sesuai perencanaan awal. Perencanaan pada tugas akhir ini memiliki acuan dasar SNI 1947:2019 untuk perhitungan beton struktural, PCI Handbook 7th Edition sebagai acuan dasar perencanaan elemen beton pracetak, SNI 1726:2019 untuk perhitungan gempa, SNI 1727:2019 untuk pembebanan struktur, dan. Analisa struktur dari perencanaan akan menggunakan aplikasi bantu ETABS 18 dan spColumn. Sedangkan hasil perhitungan akan disajikan dalam gambar teknik. Elemen beton pracetak yang direncanakan adalah struktur pelat, balok, dan kolom. Serta sambungan dari Peikko Group Modix Rebar Coupler untuk sambungan balok, dan sambungan NMB Splice Sleeve untuk sambungan antar kolom.