cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 101 Documents clear
Evaluasi Kekuatan Perkerasan Sisi Udara (Runway,Taxiway,Apron) Bandara Juanda Dengan Metode Perbandingan ACN-PCN R. Haryo Triharso Seno; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.696 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8736

Abstract

Fasilitas sisi udara merupakan fasilitas pergerakan pesawat. Fasilitas ini harus memenuhi kekuatan struktur untuk melayani pergerakan pesawat-pesawat yang beroperasi sesuai dengan perencanaan. Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk menganalisis apakah perkerasan fasilitas sisi udara di Bandar Udara Juanda saat ini sudah memenuhi batas PCN yang dipersyaratkan atau belum. Analisis dilakukan dengan cara mengevaluasi kekuatan perkerasan runway, taxiway, dan apron eksisting menggunakan metode perbandingan PCN–ACN yang didapat dari pabrik pembuat pesawat, perhitungan dengan software COMFAA dan perhitungan dari Canadian Department of Transportation. Data yang digunakan adalah data pergerakan pesawat termasuk jumlah pergerakan tahunan dan tipe pesawat. Data kekuatan perkerasan sisi udara diperlukan untuk proses analisis. Hasil dari evaluasi menunjukkan B773 memiliki nilai ACN yang melebihi nilai PCN sebesar 50% untuk apron dan 25% untuk runway/taxiway. Besar kelebihan nilai ACN ini tidak mempengaruhi kekuatan struktural karena frekuensi pergerakan yang hanya 45 pergerakan per tahun. Dampak lain adalah pada fungsional perkerasan yang menunjukkan berkurangnya kekesatan runway dari hasil sand patch test.
Studi Kelayakan Pembangunan Fly Over Jalan Akses Pelabuhan Teluk Lamong Ditinjau Dari Segi Lalu Lintas Dan Ekonomi Jalan Raya Lina Hasyyati; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.486 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8937

Abstract

- Pelabuhan Teluk Lamong adalah proyek PT. Pelindo III sebagai sarana penunjang Pelabuhan Tanjung Perak yang terletak sekitar 2 km dari pantai Teluk Lamong. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pelabuhan barang yang nantinya akan disinggahi oleh kapal – kapal besar dengan kapasitas maksimum 35.000 DWT. Dengan kapasitas sebesar itu tentu akan membuat Pelabuhan Teluk Lamong mempunyai lalu lintas keluar masuk truk ekspedisi yang tinggi sehingga dapat membuat kemacetan di jalan sekitarnya. Tugas Akhir ini akan menganalisis kelayakan dari pembangunan fly over di Jalan Akses Pelabuhan Teluk Lamong yang ditinjau dari segi lalu lintas dan ekonomi jalan raya. Analisis yang akan dihitung antara lain analisis tingkat kinerja jalan berupa Derajat Kejenuhan (DS), analisis perhitungan penghematan nilai waktu dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), analisis Benefit Cost Ratio (BCR) dan analisis Net Present Value (NPV). Dalam Tugas Akhir ini pada kondisi eksisting tahun 2014 nilai DS = 0,633 < 1 untuk arah Surabaya – Gresik dan DS = 0,991 arah sebaliknya, maka kinerja jalan sudah hampir tidak berfungsi dengan baik. Jika dilihat dari hasil perhitungan KAJI maka dapat disimpulkan bahwa pembangunan fly over Jalan Akses Pelabuhan Teluk Lamong layak dari segi lalu lintas, karena dengan adanya fly over nilai DS berkurang yaitu pada tahun 2034 untuk arah keluar pelabuhan DS = 0,267 dan arah sebaliknya DS = 0,371. Adapun analisis kelayakan fly over secara ekonomi akan ditentukan berdasarkan nilai rasio benefit dan cost. Benefit yang dihitung adalah penghematan BOK dan nilai waktu, nilai BOK dihitung berdasarkan metode Jasa Marga. Didapat nilai BCR = 2,87 > 1 dan NPV = Rp 1.402.399.817.323 > 0 hal ini menunjukkan proyek memenuhi syarat kelayakan secara ekonomi.
Analisis Probabilitas Perpindahan Moda Dari Bus Ke Kereta Api Siliwangi Jurusan Sukabumi-Cianjur Menggunakan Analisis Regresi Logit Biner Muhammad Fatoni Nurdiansyah; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.603 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.9011

Abstract

Pemerintah mulai mengaktifkan kembali jalur kereta api jurusan Sukabumi – Cianjur, pengaktifan KA Siliwangi diharapkan mampu memaksimalkan pengangkutan dan pelayanan terhadap penumpang dan barang serta memberikan alternatif pilihan moda kepada warga Sukabumi dan Cianjur. Sehingga dengan menggunakan KA Siliwangi diharapkan bisa menghindari masalah yang dialami oleh pengguna akses jalan raya, seperti kemacetan yang disebabkan oleh perbaikan jalan dan aktifitas industri yang sering dialami oleh pengguna kendaraan pribadi dan kendaraan umum di jalan Sukabumi-Cianjur. Teknik Stated Preference digunakan untuk mendapatkan data primer dengan penyebaran kuisioner kepada penumpang bus jurusan Sukabumi –Cianjur. Data yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kemudian dianalisa. Hal yang dianalisa yaitu karakteristik penumpang bus serta kesediaan penumpang bus untuk beralih menggunakan moda kereta api. Untuk menganalisa probabilitas digunakan logit biner untuk memudahkan proses analisa. Dengan analisa regresi logistik biner diharapkan probabilitas perpindahan moda dapat diketahui. Dari hasil regresi didapatkan dari analisa regresi logistik biner didapatkan penumpang 61,92% dari 239 responden yang bersedia pindah dari bus ke KA Siliwangi tujuan Sukabumi-Cianjur, dengan 53 orang responden (39,3%) yang menginginkan tarif sebesar Rp 20.000 dan 135 orang responden (56,5%) waktu tempuh yang diharapkan selama 60 menit menggunakan KA Siliwangi
Surfaktan Sodium Ligno Sulfonat (SLS) dari Debu Sabut Kelapa Mukti Mulyawan; Eny Setyowati; Arief Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8359

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang menghasilkan beragam hasil pertanian yang melimpah. Salah satu hasil pertanian yang menonjol di Indonesia adalah kelapa. Produksi buah kelapa di Indonesia rata-rata sebanyak 15,5 miliar butir/tahun atau setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut (coir fiber) dan 3,3 juta ton debu sabut (coir dust/ cocopeat. Komposisi sabut kelapa terdiri dari 25% gabus dan 75% serat . Tetapi, debu sabut kelapa masih dikembangkan sebatas sebagai media tanam. sisanya akan menjadi limbah dengan kontribusi sangat besar dari pengisi pada volume total sampah domestiK. Banyaknya komoditas kelapa dan potensi limbah sabut yang dihasilkan, membuat pemanfaatan Debu Sabut menjadi bahan yang bernilai ekonomis patut untuk dilakukan. Salah satunya adalah sebagai bahan pembuatan Surfakatan Sodium Ligno Sulfonat (SLS) yang selama ini komoditasnya diperoleh seluruhnya dari impor. Adapun tahapan proses pembuatan SLS dari Debu Sabut kelapa adalah mempersiapan Bahan Baku berupa Debu Sabut Kelapa. Dilanjutkan dengan pemasakan/pulping menggunakan metode organosolv dengan alat pemasak digester (R-120). Dari lindi hitam yang dihasilkan, akan diproses dengan Isolasi Lignin dengan metode presipitasi asam. Lindi hitam yang telah didapat diendapkan dengan menambahkan secara perlahan H2SO4dengan konsentrasi 20% sampai pH 2 pada tangki isolasi pertama (M-211).Proses isolasi dengan metode pengasaman banyak digunakan untuk mendapatkan lignin dengan kemurnian tinggi. Untuk Menghasilkan SLS, Lignin Isolat perlu direaksikan dengan bahan penyulfonasi natrium bisulfit (NaHSO3), sehingga menghasilkan natrium lignosulfonat (SLS) pada reaktor sulfonasi (R-310). Berlokasi di Provinsi Riau, Pabrik ini akan dibangun dengan kapasistas 20.150 ton/tahun. Dari analisa ekonomi, diperlukan Modal tetap (FCI) sebesar Rp 316.323.349.677; Modal kerja (WCI) sebesar Rp 74.429.023.453; Investasi total (TCI) sebesar Rp 390,752,373,130 ; Biaya Produksi pertahun (TPC) sebesar Rp 1.772.425.308.777. Nilai Internal Rate of Return sebesar 53%, dimana Pay out Time akan dibayarkan selama 5 tahun. Hasil Break Event Point diperoleh 55 %.
Food Grade Ehanol Production With Fermentation And Distillation Process Using Stem Sorghum Yuliana Setyowati; Aniendia Candra Suminta; Tri Widjaja; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.465 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8361

Abstract

10% -12% of sugar in its stem which is the optimum sugar concentration in fermentation process for bioethanol production. Sorghum has a high potential to be developed as a raw material for food-grade ethanol production which can be used to support food-grade ethanol demand in Indonesia through a fermentation process. This research focused on the effect of microorganism varieties in the fermentation process which are mutant Zymomonas mobilis (A3), Saccharomyces cerevisiae and Pichia stipitis mixture. The Research for purification process are separated into two parts, distillation with steel wool structured packing and dehydration process using molecular sieve and eliminating impurities using activated carbon. The research can be concluded that the best productivity shown in continuous fermentation in the amount of 84.049 (g / L.hr) using the mixture of Saccharomyces cerevisiae and Pichia stipitis. The highest percentage of ethanol yield produced in batch fermentation using the mixture of Saccharomyces cerevisiae and Pichia stipitis that is equal to 51.269%. And for the adsorption, the best result shown in continuous fermentation by using Zymomonas Mobilis of 88.374%..
Metode Pencacahan Frekuensi Reciprocal Untuk Sensor Gas Resonator Kuarsa Yang Diimplementasikan Pada Field Programmable Gate Array Reza Barkah Harjunadi; Muhammad Rivai; Rudy Dikairono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.136 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8607

Abstract

Quartz Crystal Microbalance (QCM) merupakan salah satu jenis resonator kuarsa yang memiliki membran sensitif terhadap gas. Pada sistem identifikasi gas menggunakan QCM, perubahan frekuensi dari sensor ini begitu cepat, sehingga untuk mendapatkan perubahan frekuensinya diperlukan metode pencacahan yang lebih cepat dibanding metode yang biasanya digunakan. Beberapa aplikasi QCM digunakan pada sistem identifikasi gas. Untuk mendapatkan luaran QCM diperlukan sebuah proses instrumentasi, salah satu cara yang pernah dirancang adalah menggunakan sistem pencacah reciprocal frequency. Sistem ini berbasis digital yang tersusun atas rangkaian diferensial frekuensi, rangkaian pembagi frekuensi, dan rangkaian pencacah. Pada penelitian ini sistem digital direalisasikan menggunakan Field Programmable Gate Array (FPGA). FPGA memiliki kelebihan diantaranya jenis dan jumlah gerbangnya sangat banyak, dan mudah diprogram berkali-kali. Pada perancangan sistem ini untuk mendapatkan pergeseran frekuensi dilakukan dengan membandingkan antara frekuensi referensi (fr) dan frekuensi probe sensor (fx). Hasilnya berupa selisih frekuensi (fd) yang dibagi menggunakan rangkaian pembagi frekuensi. Pencacahan dilakukan dengan menggunakan frekuensi referensi (fr) dan selisih frekuensi yang di bagi (fd/N) sebagai periodenya. Data dari pencacahan ini dikirim ke komputer untuk proses identifikasi menggunakan neural network. Prosentase keberhasilan keseluruhan sistem dalam mengidentifikasi gas uji sebesar 80%.
PENGEMBANGAN ROBOT HEXAPOD UNTUK MELACAK SUMBER GAS Hani Avrilyantama; Muhammad Rivai; Djoko Purwanto
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8608

Abstract

Saat ini untuk mengevaluasi kebocoran pipa gas atau minyak bahan bakar dilakukan oleh manusia. Robot dapat diimplementasikan untuk mengganti tugas manusia dalam hal pencarian lokasi kebocoran gas. Pada dasarnya tiap robot memiliki implementasi yang berbeda, seperti robot yang mampu bergerak di jalan yang licin dan ada pula robot yang mampu bergerak di jalan yang kasar. Robot beroda mampu berjalan di tempat yang licin tetapi tidak bisa berjalan di tempat yang kasar dan berlumpur. Untuk keperluan investigasi kebocoran pipa gas tersebut maka diperlukan sistem robot berkaki hexapod. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat robot berkaki hexapod dilengkapi dengan sensor gas yang digunakan untuk mendeteksi adanya titik bocor gas dengan menggunakan garis hitam sebagai garis panduan dan sistem jalan robot dengan  menggunakan  metode inverse kinematics. Sensor gas yang digunakan adalah TGS 2620 dan pergerakkan  robot mengikuti garis hitam, ketika ada sumber gas maka robot akan berhenti. Dari hasil percobaan pada pencarian gas alkohol sebanyak 20 kali, robot dapat mendeteksi gas dengan  keberhasilan  90% . Kesalahan dalam  pencarian gas dipengaruhi oleh ketidakstabilan robot dalam berjalan dikarenakan torsi  motor  servo  lebih  kecil  dibandingkan  torsi  beban  pada  robot.
Studi Eksperimen Variasi Beban Pendinginan pada Evaporator Mesin Pendingin Difusi Absorpsi R22-DMF Akhmad Syukri Maulana; Ary Bachtiar Khrisna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.497 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8675

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis, sehingga lebih dibutuhkan sistem pendingin daripada sistem pemanas. Salah satu teknologi pendinginan yang dapat digunakan adalah DAR (Diffusion Absorbtion refrigeration). Berbeda dengan sistem kompresi uap, sistem refrigerasi difusi absorbsi tidak menggunakan kompresor, namun menggunakan generator sebagai penggantinya. Namun seiring waktu, sistem pendingin absorbsi mulai ditinggalkan karena memiliki COP (Coeffisient Of Performance) yang relatif kecil. Pada penelitian kali ini pasangan refrijeran dan absorben yang digunakan adalah R22 dan DMF (Dhymethylformamyde) dengan konsentrasi R22 sebesar 60%. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan beban pendinginan pada kabin evaporator dengan memasang heater elektrik yang dilengkapi dengan voltage regulator.  Terdapat tiga variasi beban pendinginan yang akan dilakukan yaitu beban pertama dengan mengkondisikan beban heater electric 0 watt (tanpa beban), beban kedua dengan beban 7,84 watt, dan beban ketiga 15,68 watt. Hasil yang diperoleh dari pengujian beban pendinginan pada evaporator, yaitu semakin tinggi beban pendinginan maka COP dari sistem pendingin akan semakin tinggi. Adapun hasil performa optimum yang didapatkan antara lain: Qgen optimum adalah 337.417 watt, laju alir massa refrijeran ( ) optimum adalah 0.679 gram/s. Panas yang diserap evaporator (Qevap) optimum adalah 130.604 Watt. Coefficient Of Performance (COP) optimum 0.398. Panas yang dibuang kondensor (Qcond) maksimum 132.026 Watt.
Gelatin dalam Elektrolit Gel terhadap Ketebalan dan Kekuatan Lekat Lapisan Krom pada Baja dengan Metode Elektroplating Kikin Hermanto; Sulistijono Sulistijono
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.904 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8704

Abstract

Elektroplating pada dunia industri banyak dimanfaatkan untuk melakukan pelapisan terhadap benda kerja dengan cara pencelupan benda kerja dalam larutan elektrolit. Cara ini dirasa kurang efektif bila digunakan pada benda kerja yang telah terpasang pada rangkaian kerjanya, sehingga penelitian tentang elektrolit gel ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode alternatif elektroplating, yaitu elektrolit gel. Elektrolit gel merupakan metode elektroplating tanpa perlu melakukan pencelupan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi H2CrO4 (250 g/l; 300 g/l; 350 g/l) dan gelatin sebagai gelling agent (40,5 g/l; 81 g/l; 121,5 g/l) dalam elektrolit gel H2CrO4 terhadap ketebalan dan kualitas lapisan krom hasil elektroplating pada baja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi asam kromat dalam elektrolit gel akan meningkatkan ketebalan deposit krom sedangkan penambahan konsentrasi gelatin akan menurunkan ketebalan deposit krom. Penambahan konsentrasi asam kromat akan menurunkan nilai kelekatan deposit krom pada spesimen, sedangkan penambahan konsentrasi gelatin akan mencapai nilai kelekatan maksimalnya pada konsentrasi 81 g/l dan penambahan konsentrasi gelatin melebihi konsentrasi tersebut akan menyebabkan penurunan nilai kelekatan.
Pengaruh Penambahan Kalsium Terhadap Struktur Mikro, Sifat Mekanik, dan Ketahanan Termal Paduan Mg6Zn Sebagai Aplikasi Engine Block Yogie Arisandi Trisnawan; sutarsis sutarsis
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.954 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8705

Abstract

Paduan magnesium banyak diaplikasikan pada dunia otomotif mobil atau motor dan mesin pesawat terbang. Haq     al ini dikarenakan berat dari magnesium sendiri yang sangat ringan dan memiliki kekuatan tinggi. Serta paduan magnesium memiliki konduktifitas termal yang baik, modulus elastisitas yang tinggi dan memiliki sifat mekanik yang baik. Magnesium dalam aplikasi teknik biasanya di padukan dengan unsur seperti Al, Ag, Mn, Zn, Si, Zr dan RE (rare element). Pada penelitian ini telah dilakukan proses pemaduan sistem Mg-Zn-Ca dengan menggunakan variabel komposisi Ca yaitu 0 wt.%; 0,5 wt.%; 1,5 wt.%; dan 3 wt.%Ca terhadap paduan awal Mg-6Zn. Hasil penelitian menunjukkan struktur mikro yang terbentuk adalah αMg, MgZn, Mg2Ca, dan Mg6Zn3Ca2. Penambahan 3 wt.% Ca menghasilkan paduan paling stabil pada temperatur tinggi. Adanya fasa Mg6Zn3Ca2menaikkan nilai kekerasan menjadi 74,05 BHN

Page 8 of 11 | Total Record : 101