cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Arahan Peningkatan Kualitas Lingkungan Kawasan Permukiman Kumuh Berat di Kelurahan Ciketingudik dan Sumurbatu Kota Bekasi Anindita Wilandari; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.57 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25189

Abstract

Salah satu wilayah permukiman kumuh berat di Kota Bekasi terletak di sekitar TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantargebang yang termasuk ke dalam wilayah administrasi Kelurahan Ciketingudik dan Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang. Kekumuhan yang ada dapat dilihat dari kualitas lingkungan yang menurun serta ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai. Berdasarkan isu tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan arahan yang tepat untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman kumuh di wilayah tersebut. Terdapat tiga metode yang digunakan yaitu (1) Delphi, untuk menganalisis variabel penyebab kumuh, (2) AHP (Analytical Hierarchy Process), untuk menentukan prioritas peningkatan kualitas variabel penyebab kumuh, dan (3) Deskriptif kualitatif, untuk menentukan arahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan air bersih merupakan prioritas tertinggi dalam peningkatan kualitas lingkungan dengan arahan sebagai berikut : (a) Penutupan sumur bor yang tercemar di RW 01 Sumurbatu RT 01 – 07. Penutupan dapat dilakukan dengan cor semen, (b) Revitalisasi sumur artesis yang telah tidak berfungsi di RT 01/03 dan 02/04 Sumurbatu, dan (c) Pengadaan HIPPAM di RW 04 Ciketingudik, RW 01, 03 (RT 02 dan 05), 04 Sumurbatu
Keterkaitan Karakteristik Pelajar & Perjalanannya Terhadap Kesediaan Menggunakan Bus Sekolah Di Surabaya Shofia Ermirasari; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.817 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25224

Abstract

Bangkitan dan tarikan lalu lintas tata guna lahan, khususnya pada kawasan pendidikan, merupakan salah satu kegiatan yang sering menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Penggunaan kendaraan pribadi sebagai moda menuju ke sekolah masih dominan di Kota Surabaya. Bus sekolah sebagai strategi Transport Demand Management (TDM) memberikan salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan. Kecenderungan para pelajar menggunakan kendaraan pribadi sebagai moda menuju sekolah menunjukkan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pelajar dalam pemilihan moda menuju sekolah. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kajian yang mengidentifikasi karakteristik pelajar dan perjalanannya terhadap kesediaannya menggunakan bus sekolah di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan metode analisis Crosstab. Dalam metode analisis Crosstab, karakteristik pelajar dan perjalanannya menuju sekolah akan disilangkan terhadap kesediaannya menggunakan bus sekolah, Dari hasil studi menunjukkan bahwa kesediaan menggunakan bus sekolah memiliki keterkaitan yang signifikan dengan kepemilikan kendaraan dengan nilai signifikansi sebesar 0,081 dan nilai keterkaitan sebesar 0,209 yang berarti memiliki keterkaitan yang rendah. Pemilihan bus sekolah sebagai angkutan menuju sekolah di Surabaya, besar dipengaruhi oleh penyediaan atribut pelayanan yang lebih baik dibanding angkutan pribadi.
Karakteristik Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bahari di Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan Endy Hernowo; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.096 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25293

Abstract

Kota layak anak menjadi salah satu program strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi DKI Jakarta 2013-2017. Kota Administrasi Jakarta Selatan telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah pengembangan kota layak anak oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satu indikator dari Kota Layak Anak adalah tersedianya ruang interaksi publik yang memadai bagi anak. Oleh karena itu, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan perubahan besar yang bisa dilihat dengan konsep baru penyediaan ruang publik yaitu yang bernama Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ruang publik terpadu ramah anak yang sudah terbangun. Dalam artikel ini,  RPTRA Bahari di Kecamatan Cilandak menjadi sampel lokasi dikarenakan menjadi pilot project RPTRA di wilayah Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dengan analisis deskriptif kualitatif. Artikel ini menunjukkan bahwa ruang publik terpadu ramah anak adalah ruang publik yang memiliki fungsi beragam yang utamanya untuk pendidikan anak dengan mencoba menampilkan konsep yang berbeda dalam pembangunan taman. Ruang publik terpadu ramah anak itu adalah ruang publik yang memiliki karakteristik sebagai taman terbuka publik, wahana permainan dan tumbuh kembang anak, bagian dari prasarana dan sarana kota layak anak, ruang terbuka hijau, dan sarana kegiatan sosial.
Preferensi Pemerintah terhadap Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Malang Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Auliyaa Syara Diinillah; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.772 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25350

Abstract

Kota Malang memiliki presentase RTH publik yang belum memenuhi proporsi minimal RTH publik 20%. Salah satu penyebabnya adalah karena Pemerintah Kota Malang memiliki kendala keterbatasan dana APBD dalam hal pembangunan RTH publik, sehingga menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Agar program CSR dari pihak swasta sesuai dengan kebutuhan pemerintah, maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui preferensi Pemerintah Kota Malang terhadap pengembangan RTH publik melalui program. Preferensi terhadap pengembangan RTH publik ini ditentukan dengan menggunakan teknik content analysis. Teknik ini dilakukan dengan cara mengandalkan kode-kode yang ditemukan dalam sebuah teks perekaman data selama wawancara dilakukan dengan responden penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah preferensi pemerintah terhadap pengembangan RTH publik di Kota Malang yang terbagi atas 3 aspek, yaitu aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Dari aspek lingkungan adalah jenis hutan kota, taman kota, dan jalur hijau yang dapat dikembangkan pada lokasi potensial dipinggir Kota Malang dengan mempertimbangkan tematik pengembangan, fungsi ekologis, fungsi sosial budaya, fungsi edukatif dan fungsi estetika serta sesuai dengan aturan tata ruang yang berlaku. Dari aspek ekonomi maka bentuk bantuan yang dibutuhkan berupa pembangunan fisik RTH publik melalui mekanisme penyelenggaraan program CSR yang ada dan dilakukan oleh perusahaan yang memiliki visi dan misi dibidang lingkungan. Dari aspek sosial maka dalam merumuskan program CSR perlu peran aktif masyarakat seperti tokoh masyarakat setempat, akademisi, komunitas serta program CSR perlu dipublikasikan sebagai wujud branding Kota Malang dan stimulasi pihak swasta lain untuk terlibat.
Identifikasi Karakteristik Pengelolaan Ekowisata Mangrove Wonorejo Berdasarkan Preferensi Stakeholder Mega Widiyah Wati; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25545

Abstract

Perubahan kawasan konservasi menjadi kawasan ekowisata ternyata menimbulkan penurunan kualitas lingkungan seperti contohnya kerusakan mangrove, menurunnya hasil tangkapan ikan dan berkurangnya spesies burung peksia. Kerusakan ini disebabkan oleh pengelolaan yang kurang memperhatikan daya dukung lingkungan. Selain itu, pengelolaan ekowisata dianggap belum sepenuhnya melibatkan masyarakat lokal. Pelibatan masyarakat masih bersifat pasif. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pengelolaan ekowisata mangrove wonorejo berdasarkan prinsip ekowisata. Metode yang digunakan adalah content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pengelolaan ekowisata mangrove wonorejo belum memenuhi prinsip ekowisata khususnya prinsip konservasi lingkungan dan manajemen kelembagaan. Pengelola ekowisata masih terdiri dari 3 pengelola yang tidak terkoordinasi dengan baik sehingga masih adanya konflik antar stakeholder. Karya penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola sehingga dapat dilakukan peningkatan kualitas pengelolaan agar ekowisata dapat berkelanjutan.
Analisis Stabilitas Lereng Tanah di Daerah Olak Alen Blitar Andriyan Yulikasari; Widya Utama; M Singgih Purwanto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.249 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25802

Abstract

Olak Alen adalah salah satu daerah yang rawan longsor di Kabupaten Blitar. Lereng pada daerah penelitian sudah mengalami longsor sebanyak tiga kali dan hal itu terjadi ketika hujan deras. Analisis stabilitas lereng tanah dapat dilakukan menggunakan metode Bishop. Metode ini dapat memberikan gambaran kelongsoran yang terjadi pada daerah penelitian dengan prinsip kesetimbangan gaya. Pada dua keadaan yang berbeda yaitu pada keadaan kering dan keadaan jenuh air, nilai faktor keamanan lereng menunjukkan perubahan yang signifikan. Nilai faktor keamanan akan mengecil seiring dengan penambahan air ke dalam lereng tanah. Pada penelitian ini didapatkan nilai faktor keamanan lereng pada keadaan kering adalah 1.468, sedangkan nilai faktor keamanan lereng pada keadaan jenuh air adalah 1.250. Semakin kecil nilai faktor keamanan lereng tanag hingga mendekati atau lebih kecil dari 1, maka lereng tersebut berada pada keadaan yang kritis bahkan longsor.  
Perencanaan Penanggulangan Banjir Akibat Luapan Sungai Petung, Kota Pasuruan, Jawa Timur Aninda Rahmaningtyas; Umboro Lasminto; Bambang Sarwono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.826 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25811

Abstract

Kota Pasuruan berada di jalur utama pantai utara yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Terdapat tiga sungai yang melewati Kota Pasuruan, salah satunya Sungai Petung. Ketika musim hujan tiba, beberapa daerah di Kota Pasuruan tergenang akibat luapan Sungai Petung. Genangan terbesar terjadi setinggi 1,50 meter dan alur pantura tidak dapat dilalui kendaraan.Permasalahan ini diselesaikan dengan cara melakukan analisis hidrologi, hidrolika, dan perencanaan bangunan pengendali banjir. Analisis hidrologi berupa cara mengolah data hujan, hingga diperoleh debit banjir rencana 25 tahunan. Analisis hidrolika berupa pengolahan data pasang surut yang kemudian dilakukan simulasi dengan program bantu HEC-RAS untuk mengetahui kapasitas Sungai Petung. Data yang dibutuhkan untuk simulasi HEC-RAS antara lain data pasang surut, debit banjir rencana 25 tahunan, dan detail cross section Sungai Petung. Setelah diketahui kapasitas Sungai Petung, maka langkah selanjutnya merencanakan bangunan penanggulangan banjir.Dari hasil simulasi diketahui bahwa terjadi luapan dari STA 134-0. Bangunan pengendali banjir yang digunakan berupa tanggul. Direncanakan tanggul sepanjang 5,93 km dengan kemiringan lereng tanggul 1:1, lebar mercu sebesar 3 meter, tinggi tanggul mulai dari 3 sampai 5 meter, dan tinggi jagaan sebesar 0,80 meter dari Sta 134 – Sta 0. Sehingga luapan Sungai Petung dapat ditanggulangi.
Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Tower C Apartemen Aspen Admiralty Jakarta Selatan Dengan Menggunakan Baja-Beton Komposit Yhona Yuliana; Data Iranata; Endah Wahyuni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.782 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25831

Abstract

Gedung Tower C Apartemen Aspen Admiralty Jakarta Selatan terdiri dari 23 lantai dan 2 basement yang pada awalnya didesain dengan menggunakan struktur beton bertulang. Perencanaan sebelumnya didesain dengan ukuran kolom dan balok yang relatif besar, sehingga menambah berat sendiri dan akan membebani pondasi. Dengan alasan tersebut, perlu diupayakan perampingan konstruksi strukturnya yaitu dengan memodifikasi struktur bangunan tersebut dengan menggunakan struktur beton komposit. Untuk penyelesaiannya akan dilakukan perancangan dimensi struktur komposit dan kemudian dilakukan analisa struktur dengan menggunakan program SAP2000 v14 untuk mendapatkan dimensi struktur yang optimal. Tujuan dari studi ini adalah menghasilkan perencanaan struktur gedung komposit baja-beton yang rasional dengan memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan SNI 2847:2013, SNI 1729:2015, SNI 1726:2012, dan PPIUG 1983. Dari analisa dan hasil perhitungan diperoleh hasil, yaitu tebal plat bondeks 10 cm, dimensi balok induk WF 450x30x11x18, dimensi kolom lantai 1-5 K588x300x12x20, dimensi kolom 6-15 K500x200x10x16, dimensi kolom lantai 8-23 K400x200x8x13. Perencanaan pondasi menggunakan tiang pancang beton pracetak diameter 60 cm dengan kedalaman 30 m.
Penentuan Kriteria Pengembangan Agrowisata di Kecamatan Sukapura Kabuapaten Probolinggo Suryadi Muchlis; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.875 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25860

Abstract

Kecamatan Sukapura dalam RTRW Kab. Probolinggo Tahun 2010-2029 diarahkan sebagai agrowisata. Kecamatan ini memiliki sumber daya lokal yang berpotensi untuk mendukung pengembangan agrowisata, baik dari sumber daya alam meliputi komoditas pertanian, kondisi alam dan iklim maupun sumber daya manusia seperti kemampuan dan kualiatas masyarakat serta budaya yang dimiliki masyarakat. Namun faktanya agrowisata di kecamatan sukapura belum memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal. Untuk itu diperlukan penelitian untuk menentukan kriteria pengembangan agrowisata di Kecamatan Sukapura sehingga potensi sumber daya lokal yang ada dapat teroptimalkan dengan baik dalam mendukung pengembangan agrowisata di Kecamatan Sukapura. Dalam proses analisis dibagi menjadi dua tahapan yaitu analisis konten dan order analysis. Analisis konten menggunakan input data berupa transkip wawancara, sedangkan order analysis menggunakan input berupa hasil kuisioner skala guttman. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu kriteria pengembangan agrowisata yang terdari dari variabel atraksi dan jenis komoditas pertanian, objek wisata lain, fasilitas, infrastruktur, kerjasama, transportasi, ketahanan bencana, sikap dan keramahan masyarakat, dan produk agrowisata.
Dampak Intrusi Air Laut pada Kawasan Pesisir Surabaya Timur Auke Herdyansah; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.685 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25863

Abstract

Intrusi air laut merupakan salah satu fenomena dimana air laut mencemari air tanah sehingga air tanah tidak dapat digunakan kembali oleh makhluk hidup diatasnya. Kota Surabaya merupakan salah satu dari sebagian kota besar yang memiliki kawasan pesisir. Berdasarkan data, kawasan pesisir timur di Kota Surabaya memiliki tingkat intrusi air laut yang cukup tinggi dengan nilai salinitas mencapai 47 ppt. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rekomendasi pengembangan yang tepat berdasarkan fenomena intrusi air laut. Tahap awal dari penelitian ini adalah mengidentifikasi intrusi air laut pada wilayah studi. Tahap selanjutnya adalah mengeksplorasi dampak dari intrusi air laut dan bentuk tanggapan masyarakat terhadap dampak yang terjadi. Hasil dari kedua tahap tersebut kemudian di overlay menggunakan software ArcGIS untuk mengetahui besaran dampak yang terjadi sehingga dapat ditentukan bagaimana rekomendasi pengembangan yang tepat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki tingkat intrusi air laut paling tinggi terdapat pada Kelurahan Gunung Anyar Tambak dan Kelurahan Medokan Ayu. Hasil temuan di lapangan juga menunjukkan bahwa dampak intrusi air laut yang paling dirasakan oleh masyarakat berhubungan dengan konstruksi bangunan dan konstruksi tanah. Hasil analisis juga menunjukkan pada wilayah studi bagian utara dan timur memiliki besaran dampak yang relatif besar, sehingga berdasarkan data tersebut dibuatlah beberapa rekomendasi pengembangan kawasan seperti regulasi terkait penggunaan lahan, edukasi kepada masyarakat, serta pemberlakuan program-program pemerintah dalam mengelola air tanah agar tidak semakin tercemari oleh air laut.