cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Desain Water Bus Sebagai Sarana Penunjang Pariwisata Di Pulau Biawak Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Syaghaf Satyawan S.S. Tanjung; Wasis Dwi Aryawan; Ahmad Nasirudin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.725 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26110

Abstract

Sebagian besar masyarakat pesisir Kabupaten Lamongan adalah nelayan. Infrastruktur seperti Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong sangat mendukung kemajuan perikanan di Kabupaten Lamongan, namun kapal yang digunakan masyarakat Lamongan Untuk mencari ikan kurang efisien. Pemerintah akan memberikan bantuan berupa kapal penangkap ikan dengan desain baru, namun desain yang ditawarkan pemerintah ditolak karena kurang cocok dengan masyarakat Lamongan. Oleh karena itu didesainlah Kapal Penangkap Ikan Fiberglass Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Lamongan merupakan salah satu solusi untuk merealisasikan program tersebut. Dalam melakukan desain, yang pertama dilakukan pengumpulan data kapal tradisional untuk dilakukan analisis. Setelah mendapatkan data tahap kedua dilakukan analisis terhadap desain kapal tradisional. Ketiga dilakukan desain kapal penangkap ikan baru dengan parameter karakteristik kapal tradisional. Setelah didapatkan desain yang baru, kemudian diakhiri dengan pembuatan general arrangement, lines plan dan 3D model.  Dengan metode tersebut ukuran utama Kapal Penangkap Ikan Fiberglass Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Lamongan yang didapatkan adalah Lpp = 15.25 m, B = 6 m, T = 1.6 m, H = 4.302 m, CB = 0.513, dan Vs = 5-7 knot. Kelebihan kapal penangkap ikan fiberglass ini yaitu power yang dibutuhkan 169.38 kW, lebih kecil  63,92 kW atau 28% dibandingkan kapal tradisional dan muatan yang dapat diangkut 31,57 ton, lebih besar 4,07 ton atau bertambah 14% dari muatan sebelumnya.
Desain Kapal Ikan Di Perairan Laut Selatan Malang Wildan Alfun Niam; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.478 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26112

Abstract

Potensi perikanan di Perairan Laut Selatan Malang cukup besar. Berdasarkan data hasil tangkapan dapat diketahui bahwa ada beberapa jenis ikan yang ditangkap oleh para nelayan disana seperti tuna, cakalang, tongkol dan lain-lain. Akan tetapi, nelayan di pesisir pantai masih menggunakan teknologi yang tradisional.Oleh sebab itu perlu ada pengembangan kapal penangkap ikan beserta alat tangkapnya.Selain memoderenisasi alat tangkap ikan, juga perlu memperhatikan kualitas hasil tangkapan itu sendiri agar memiliki standart kualitas ekspor.Dengan adanya hal ini perlu dipertimbangkan alternatif pola pengoperasional kapal yang dapat meningkatkan kualitas ikan hasil tangkap. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mendesain sebuah kapal penangkap ikan yang digunakan untuk perairan laut selatan Malang. Perencanaan ukuran kapal ikan, data utama kapal, alat tangkap dan perhitungan-perhitungan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik daerah pelayaran dari kapal tersebut. Hasil regresi ukuran utama adalah Lpp = 17.11 m, B = 3.8 m, T = 1.21 m, H = 1.60 m, Cb = 0.54, dan Vs = 9 knot. Dari ukuran utama tersebut kemudian dibuat gambar rencana garis dan gambar rencana umum. Alat tangkap yang digunakan rawai tuna dasar. Sedangkan, Analisis Ekonomis dilakukan dengan Analisis Kelayakan Investasi. Kelayakan investasi dilakukan dengan biaya pembangunan = Rp 1,221,490,193.04; NPV = Rp 35,634,702.26; IRR = 14%; dan PP = 3.75 tahun.
Desain Kapal Pembangkit Listrik Menggunakan Tenaga Gelombang Air Laut Untuk Daerah Papua Bimo Taufan Devara; Wasis Dwi Aryawan; Ahmad Nasirudin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.02 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26327

Abstract

Electricity condition in Indonesia as a whole is still spread not evenly, even for the region of Central and Eastern part of Indonesia, the electricity supply is still far from sufficient. This condition is caused by several reason, and one it is the uneven development in the areas of central and eastern Indonesia. Papua is a province that has lowest level of electrivity in Indonesia, as a whole area only have 47% electricity. In this Final Project will be designed Power Plant Ship as an support unit in Serui City, with the generated power is 36 MWh. The ideal electrical needs of the Serui City approximatedly 8.4 MW, while power is 5.6 MW have been installed so that the power shortage is 2,8 MW. Power Plant Ship design begins with the selection item for producing electricity, such as floats, inverter and battery. Needed two ships for fulfilling the power shortage with each ships used 18 battery with each power of 2 MW and 20 floats with each power of 0.2 MW. After that initial layout was made to find the size of the initial main dimension. Main dimension of the vessel is L = 95.89 m, B = 18.5 m, H = 5.2 m, T = 3.75 m. From this main dimension can be calculated technical calculations and made Lines Plan, General Arrangement and 3D Modeling Design.
Perancangan Aplikasi Komputer Berbasis Android untuk Menunjang Pekerjaan Owner Surveyor dalam Mengawasi Pembangunan Kapal Baru Berbahan FRP Redy Ardian; Sri Rejeki Wahyu Pribadi; Mohammad Sholikhan Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.69 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26418

Abstract

Tujuan utama dari studi ini adalah merancang aplikasi komputer berbasis android untuk menunjang owner surveyor dalam mengawasi pembangunan kapal baru berbahan FRP. Pertama, observasi dilakukan terhadap aktivitas pengawasan beberapa pembangunan kapal baru FRP. Kedua, aplikasi komputer berbasis android untuk sistem pengawasan dirancang setelah pembuatan sebuah mock up. Ketiga, aplikasi diuji-cobakan dan diverifikasi untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan aplikasi. Perancangan aplikasi dilakukan dengan membuat mock-up, mendesain interface, membuat database dan pengkodingan dari sistem aplikasi. Konten-konten dan fitur-fitur dari aplikasi ini dirancang untuk mendukung kinerja dari owner surveyor di dalam proses pengawasan. Fitur-fitur telah dilengkapi sesuai dengan tahapan-tahapan proses pembangunan kapal FRP mulai dari procurement, laminasi, sea trial hingga progress pembangunan kapal. Hasil dari pengujian tersebut cukup memuaskan menurut beberapa responden yang memiliki pengalaman di dalam mengawasi pembangunan kapal baru berbahan FRP.
Model Penguasaan Jumlah Kontainer Pada Perusahaan Pelayaran Ryan Rachman; Firmanto Hadi; Achmad Mustakim
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.63 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26745

Abstract

Dalam perusahaan pelayaran, memilik sejumlah petikemas adalah kewajiban untuk menjawab permintaan pasar. Permintaan pasar yang bersifat fluktuasi mengakibatkan banyak petikemas yang menganggur saat low season dan adanya back order saat high season. Oleh sebab itu diperlukan model untuk menentukan berapa jumlah petikemas yang harus dikuasai oleh perusahaan pelayaran pada masing-masing rute jika ingin menjawab semua permintaan pasar. Disamping jumlah petikemas, dibutuhkan pula perhitungan yang menentukan strategi apa yang paling efisien pada suatu rute. Hasilnya menunjukan pada rute Jakarta – Makassar – Jakarta dengan menggunakan 3 buah kapal membutuhkan 9.092 TEU’s dengan strategi  yang paling efisien dalam rute Jakarta – Makassar – Jakarta dengan jumlah petikemas paling sedikit dimana tidak mengirimkan petikemas kosong, dan tersedia penambahan petikemas jika dibutuhkan untuk menghindari Back Order.
Desain Kapal Pengangkut LPG dengan Memanfaatkan Teknologi ISO TANK untuk Memenuhi Kebutuhan di Kepulauan Karimunjawa Kanda Nur Diansah
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.013 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26849

Abstract

Karimunjawa merupakan sebuah kepulauan di Laut Jawa yang masuk ke dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memiliki luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare. Kepulauan Karimunjawa yang berpenduduk sekitar 10.000 jiwa membutuhkan pasokan gas LPG 3 kg sebanyak 4.380 tabung dan 301 tabung elpiji 12 kg dalam waktu satu bulan. Pasokan gas LPG ke Karimunjawa biasanya diangkut dengan menngunakan kapal kayu, kapal kayu dinilai tidak layak untuk digunakan mengangkut LPG karena faktor keselamatan yang sering terabaikan, serta tidak dapat berlayar pada waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu diperlukannya sebuah solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan dibuatnya desain kapal baru untuk mendistribusikan LPG ke Kepulauan Karimunjawa. Desain kapal akan menggunakan Self propeller barge, kapal barge jenis ini tidak seperti kapal barge pada umumnya yang ditarik atau didorong menggunakan bantuan kapal lain. Self propeller barge merupakan jenis barge yang memiliki mesin penggerak sendiri. Dari perhitungan teknis didapat ukuran utama kapal, panjang  keseluruhan kapal adalah 30 meter dengan lebar 5,4 meter, tinggi 3,5 meter dan sarat 1,8 meter. Dari segi ekonomis diperoleh biaya pembangunan kapal sebesar Rp 5,874,866,241.28 atau sebesar USD 419,633.30. Dengan dibuatnya desain kapal pemuat gas LPG dengan memanfaatkan teknologi ISO-TANK ini maka dapat meningkatkan faktor keselamatan dalam pendistribusian dan dapat terpenuhinya kebutuhan masyarakat di Kepulauan Karimunjawa.
Desain Kapal Pembangkit Listrik 30 Megawatt untuk Perairan di Indonesia Deny Ari Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.094 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26852

Abstract

Saat ini Indonesia mengalami kekurangan cadangan listrik. Untuk itu pemerintah menggalakan program 35000 MW guna memenuhi kebutuhan listrik nasional. Program ini rencananya akan terealisasi secara tuntas pada tahun 2019. Oleh karena itu diperlukan kapal pembangkit listrik guna membantu program pemerintah ini. Diantara daerah yang mengalami kekurangan pasokan listrik adalah Kalimantan Barat dan Lombok yaitu sebesar 26.64 megawatt dan 29.25 megawatt. Untuk itu dirancanglah kapal pembangkit listrik untuk kedua daerah tersebut yaitu sebesar 30 megawatt. Kapal yang digunakan memiliki lambung berbentuk self-propelled barge. Dari analisa teknis didapatkan ukuran utama kapal yaitu panjang = 76.071 m, lebar =  19.845 m, tinggi 4.704 m, dan sarat 2.425 m. Kemudian dari analisa ekonomis didapatkan biaya investasi awal kapal sebesar Rp 91,840,228,580.
Analisis Teknis Dan Ekonomis Kombinasi Pengelasan Robotic Welding Dengan Welder Konvensional Pada Sambungan Pipa Struktur Jacket Bangunan Lepas Pantai Febri Heru Purnomo; Triwilaswandio Wuruk Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27240

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah melakukan analisis secara teknis dan ekonomis untuk penggunaan robot pada struktur jacket bangunan lepas pantai. Penelitian diawali dengan observasi terhadap proses pengelasan konvensional. Lalu dilakukan analisis secara teknis mengenai penggunaan robot pengelasan dan welder konvensional. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan nilai ekonomis penggunaan robot pengelasan dalam industri bangunan lepas pantai. Dengan hasil sebagai berikut : 1) Pengurangan biaya, 2) Produktivitas tinggi, 3) Kualitas tinggi, 4) Produk yang fleksibel. Secara teknis penggunaan robot pengelasan mampu melakukan pengelasan pada joint brace tipe K, T, Y, dan X pada struktur  jacket dengan kecepatan 2 kali lebih cepat daripada pengelasan konvensional. Hasil analisis ekonomis proses pengelasan konvensional digantikan dengan pengelasan menggunakan mesin las robot dalam satu proyek didapatkan total biaya operasional dalam satu proyek selama satu tahun sebesar Rp 1.181.000.000 sedangkan penggunaan pengelasan konvensional mengeluarkan biaya operasional  sebesar Rp Rp 2.114.610.065.   sehingga biaya pengelasan dapat dihemat sebesar 44% atau  Rp. 933.566.020,- dari biaya operasional pengelasan konvensional. Pendapatan dari penghematan proyek lain yang diestimasi sebesar 50% dari penghematan pengelasan robot yaitu sebesar Rp 466.783.010. Penghematan biaya operasional tersebut digunakan untuk mengembalikan investasi mesin robot las. Total biaya investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pengadaan 3 unit las robot adalah Rp 6.903.596.000,- dengan pay back period tahun ke-7 bulan ke-1.
Studi Estimasi Berat Baja Kapal Pada Tahapan Desain Preliminari Dengan Metode Grafis Menggunakan Aplikasi Berbasis Rekayasa Perancangan Aditya Priyawardhana; Triwilaswandio W P
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.486 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27295

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk melakukan studi estimasi berat baja kapal pada desain preliminari dengan metode grafis menggunakan aplikasi berbasis rekayasa perancangan. Pertama, Penelitian ini dilakukan dengan mempelajari terlebih dahulu beberapa teori dasar estimasi berat baja kapal konvensional yang ada dan mengambil salah satu metode konvensional yang akan dipakai sebagai perbandingan, dalam hal ini metode Watson. Kedua melakukan dan merencanakan estimasi berat baja kapal dengan metode grafis. Ketiga melakukan uji hasil estimasi berat baja kapal menggunakan metode grafis dengan berat baja kapal real yang sudah dihitung secara pos-perpos. Didapati bahwa perhitungan berat baja dengan metode Watson memiliki selisih yang besar dengan berat baja real. Perhitungan dengan metode grafis memiliki selisih sebesar 23,7 ton atau 2,6% lebih kecil dari berat baja kapal real. Hasil berat baja kapal menjadi lebih kecil dikarenakan adanya beberapa konstruksi khusus yang tidak dilakukan pemodelan 3D, seperti SKEG, pondasi crane serta dibutuhkannya faktor ketelitian dalam pemodelan 3D menggunakan aplikasi berbasis rekayasa.
Analisa Kekuatan Konstruksi Wing Tank Kapal Tanker Menggunakan Metode Elemen Hingga Dedi Dwi Sanjaya; Septia Hardy Sujiatanti; Totok Yulianto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27408

Abstract

Setiap kapal yang akan dibangun harus memenuhi standart (rules) yang telah ditetapkan oleh masing–masing biro klasifikasi. Rules dibuat dengan tujuan terpenuhinya kekuatan konstruksi, proporsional, dan yang paling penting adalah terjaminnya keselamatan pemakai kapal tersebut. Salah satu prinsip dalam merancang suatu konstruksi adalah menciptakan jenis konstruksi yang sesuai dengan standar regulasi. Dalam pembangunan sebuah kapal, tidak akan terlepas dari pemakaian penegar. Dengan nilai modulus yang sama, jenis penegar yang dapat digunakan bisa berupa L-profile, I-profile, ataupun bulb plate. Penentuan jenis profil penegar pada pelat berdasarkan regulasi klasifikasi tidak ditentukan secara pasti, asalkan modulusnya memenuhi batas yang diijinkan, maka konstruksi tersebut disetujui oleh klasifikasi.Oleh karena itu penelitian ini dibuat untuk mengetahui profil mana yang paling efektif digunakan sebagai penegar pelat ditinjau dari besarnya tegangan yang terjadi dan berat konstruksinya. Variasi penegar yang digunakan pada penelitian ini adalah bulb plate, unequal leg angles, dan equal leg angles. Setiap variasi penegar ditentukan berdasarkan nilai modulus yang sama. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan studi kasus konstruksi pelat berpenegar wing tank kapal tanker 17500 LTDW. Pemodelan dilakukan dengan software FEM. Hasil yang didapatkan berupa nilai tegangan von mises, deformasi, dan berat konstruksi pada setiap variasi.Dari hasil analisis, maka didapatkan besar tegangan maksimum pada bulb plate yaitu 49.5 MPa dengan berat konstruksi 39.323 ton, besar tegangan maksimum pada unequal leg angles yaitu 55 MPa dengan berat konstruksi 41.003 ton, dan  besar tegangan equal leg angles yaitu 51.5 MPa dengan berat konstruksi 42.625 ton. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bulb plate merupakan profil yang paling efektif dengan tegangan kecil dan berat konstruksi kecil. Hasil dari penelitian ini dapat diaplikasikan pada dunia industri sebagai acuan dalam memilih profil penegar yang paling efektif.