cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 63 Documents clear
Analisis Kekuatan Chassis Terhadap Impact pada Kendaraan Bus Mitsubishi FUSO FE 84G BC dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Dwi Dani Aufar Fakhri; I Nyoman Sutantra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.212 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42493

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia berdampak pada kebutuhan alat transportasi di Indonesia, terutama alat transportasi umum yaitu bus. Padatnya transportasi tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan, sehingga keselamatan dan keamanan dalam berkendara merupakan hal yang sangat penting. Dampak paling besar saat terjadi kecelakaan salah satunya dari depan kendaraan, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pengemudi dan penumpang. Oleh karena itu dalam merancang suatu kendaraan, faktor keamanan dan kenyamanan merupakan hal yang sangat penting. Sehingga keselamatan pengemudi menjadi perhatian penting apabila bus ini mengalami kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan menggunakan metode elemen hingga. Mekanisme pemodelan pengujian impact yang dilakukan yaitu full width frontal collision dan offset frontal collision. Variasi uji tabrak ini dilakukan  pada chassis bus Mitsubishi FUSO FE 84G BC yang menggunakan bumper depan dan tanpa bumper depan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yakni dengan variasi kecepatan 48 km/jam sampai 96 km/jam. Deformasi terbesar yaitu 5,662 mm pada full width frontal collision tanpa bumper pada kecepatan 96 km/jam. Sesuai standart FMVSS 204 besar deformasi tidak melebihi dari 127 mm dan dinyatakan aman. Bumper yang terpasang pada chassis kendaraan dapat mengurangi defleksi yang terjadi pada chassis . Pada full widht frontal collision reduksi defleksi terbesar pada kecepatan 75 km/jam yaitu 21,628%, Sedangkan pada  offset frontal collision reduksi terbesar pada kecepatan 96 km/jam yaitu 27,667%. Besar energi serapan yang diterima oleh chassis saat terjadi tumbukan maksimum beragam sesuai besar kecepatan. Semakin tinggi kecepatan collision semakin besar pula nilai energi serapan yang diterima oleh chassis bus. Perbandingan energi yang diserap antara chassis tanpa bumper lebih besar dari pada yang menggunakan bumper.
Analisa Fatigue pada Rangka Sepeda Trandem dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Arief Maulana; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.399 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42547

Abstract

Sepeda Trandem diciptakan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat akan sepeda solo dan sepeda tandem dalam satu sepeda. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian-penelitian selanjutnya untuk melengkapi dan mendukung inovasi tersebut. Penelitian dimulai dengan studi literatur, studi awal, serta pengumpulan data-data dari penelitian sebelumnya yang nantinya akan dijadikan dasaran untuk melakukan permodelan pada perangkat lunak elemen hingga. Dilakukan permodelan dengan menggunakan solid meshing dengan ukuran 5 mm dan Span Angle Fine, serta pembebanan diakibatkan oleh pengendara dengan massa 100 kg tanpa memperhatikan kondisi jalan pada pembebanan minimum, dan memperhitungkan kondisi ketika menghadapi speed bump dengan tinggi ± 0.2 m sehingga diberikan koefisien dinamis sebesar 3, data yang akan didapatkan berupa Maximum Stress Principal (Von Mises), yang selanjutnya akan diolah menjadi Fatigue Life dan Fatigue Safety Factor dari sepeda Trandem. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa terjadi overdesign dari segi fatigue, dikarenakan nilai fatigue life yang terlalu besar, sehingga dilakukan improvement pada rangka sepeda Trandem. Improvement dilakukan dengan mengecilkan ketebalan rangka sepeda Trandem, yang semula memiliki tebal sebesar 3 mm menjadi 1.5 mm, dan didapatkan penurunan nilai fatigue life yang signifikan menjadi ±18 tahun dengan nilai fatigue safety factor 0.8626.
Kulit Kerang Sebagai Media Alternatif Filter Anaerobik Untuk Mengolah Air Limbah Domestik Risma Aulia Rokhmadhoni; Bowo Djoko Marsono
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.162 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38442

Abstract

Lebih dari 3 ton limbah kulit kerang setiap minggunya dihasilkan dan dibuang di pinggir Pantai Kenjeran. Penelitian memanfaatkan limbah kulit kerang sebagai media anaerobic filter. Variasi penelitian yang digunakan adalah variasi waktu detensi (Empty Bed Contact Time) dan variasi ketebalan media yang digunakan. Variasi waktu detensi yang digunakan adalah 24; 30 dan 36 jam. Sedangkan variasi ketebalan media yang digunakan adalah tebal media 55 ; 80  dan 122 cm. Penelitian dilakukan dengan mulainya proses seeding dan aklimatisasi yang berlangsung selama 10 hari hingga kondisi reaktor berada dalam kondisi steady state. Penelitian utama dilakukan selama 7 hari dengan menguji parameter COD, TSS dan BOD. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai removal untuk parameter COD dan BOD tertinggi adalah 80,6 dan 89,91 persen pada tebal media 122 cm dan HRT 36 jam. Sedangkan untuk parameter TSS, didapatkan hasil removal terbaik pada tebal media 80 cm dan HRT 24 jam dengan removal 91,76 persen.
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Tempering terhadap Kekerasan Baja ASSAB 705 yang Di-Hardening untuk Aplikasi Poros Pompa Multistage Muhamad Junda Azizi; Wikan Jatimurti; Rochman Rochiem
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.503 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38059

Abstract

Ditemukan kegagalan pada poros pompa multistage di Pabrik Gula Gending yang baru beroperasi beberapa bulan dari 4 tahun umur pakai yang direncanakan. Kegagalan pada poros tersebut adalah patah dan aus pada ulirnya. Menurut ASTM A291, material standar untuk poros tersebut adalah ASSAB 705. Namun pengujian komposisi dan kekerasan menunjukkan bahwa poros pompa yang patah tidak sesuai dengan standar ASSAB 705. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi parameter perlakuan panas tempering terhadap baja ASSAB 705 untuk aplikasi poros pompa. Perlakuan yang diberikan adalah water quench hardening dengan temperatur 815oC dan waktu tahan 30 menit. Kemudian dilakukan tempering dengan temperatur 300oC, 350oC dan 400oC dimana variasi waktu tahan tiap temperatur tersebut adalah 60 menit dan 120 menit. Uji metalografi menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur dan waktu tahan, martensit tampak semakin sedikit akibat terdekomposisi menjadi struktur ferrit dan bainit. Uji XRD memberikan hasil yang sejalan dengan fenomena tersebut, yaitu berkurangnya struktur BCT (martensit) seiring bertambahnya struktur BCC (bainit dan ferrit) pada temperatur dan waktu tahan yang makin tinggi. Hal ini tentu berdampak pada kekerasan dan ketahanan ausnya. Spesimen dengan kekerasan dan ketahanan aus tertinggi adalah yang diberikan tempering dengan temperatur 300oC dan waktu tahan 60 menit. Sedangkan yang memiliki kekerasan dan ketahanan aus paling rendah adalah yang diberikan tempering dengan temperatur 400oC dan waktu tahan 120 menit.
Evaluasi dan Peningkatan Performansi Lini Perakitan Speaker dengan Menggunakan Ekonomi Gerakan dan Line Balancing Renny Fatmawati; Moses Laksono Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.416 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.37910

Abstract

Lini Perakitan 1 pada Perusahaan Speaker dioperasikan secara manual. Lini ini dibagi menjadi dua sub lini yaitu Lini 1A dan Lini 1B. Pada lini ini, speaker tipe 12in ACR-1230 BLACK merupakan produk terbanyak yang diproduksi selama Tahun 2018 dengan rata-rata permintaan 1.238 unit per hari. Lini ini memiliki permasalahan ketidakseimbangan lini yang ditunjukkan dengan operasi yang menganggur atau bottleneck. Hal ini menunjukkan bahwa performansi Lini Perakitan 1 masih rendah. Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi terhadap operasi yang bottleneck menggunakan perbaikan metode kerja dengan menerapkan prinsip ekonomi gerakan. Kemudian dari perbaikan pertama dilakukan penyeimbangan lini menggunakan Heuristic Line Balancing. Metode yang digunakan antara lain Largest Candidate Rule, Killbridge and Wester dan Ranked Positional Weight. Alternatif-alternatif perbaikan ini dipilih menggunakan value engineering yang telah dimodifikasi menggunakan parameter efisiensi lini keseimbangan dan biaya tenaga kerja. Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk Lini 1A adalah alternatif perbaikan dengan ekonomi gerakan yang dikombinasikan dengan Line Balancing Killbridge and Wester atau Ranked Positional Weight dengan value sebesar 2,88. Sedangkan rekomendasi untuk Lini 1B adalah alternatif perbaikan dengan ekonomi gerakan yang dikombinasikan dengan Line Balancing Largest Candidate Rule atau Ranked Positional Weight dengan value sebesar 3,69.
Perbaikan Kualitas Proses Thermoforming Round Drinking Cups menggunakan FMEA Nur Annisa Kusuma Dewi; Moses L Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.82 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.37966

Abstract

PT PPA merupakan perusahaan yang memproduksi plastik kemasan thermoformed. Salah satu produk yang dihasilkan dan menjadi objek pada penelitian ini yaitu round drinking cups. Pada proses produksi round drinking cups terdapat banyak produk defect yang dihasilkan. Proses yang menghasilkan defect paling banyak yaitu proses thermoforming. Defect yang sering terjadi pada proses thermoforming yaitu defect diameter tidak standar dan meleyot. Adanya defect akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena produk defect memerlukan rework dan sebagian harus dibuang. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi defect diameter tidak standar dan meleyot. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan failure mode and effect analysis (FMEA). Dari data defect yang telah dikumpulkan, kemudian dilakukan penentuan defect yang menjadi prioritas perbaikan menggunakan pareto chart, selanjutnya dilakukan identifikasi penyebab-penyebab defect menggunakan cause and effect diagram dan dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan 5 whys untuk mengidentifikasi akar penyebab defect. Hasil analisis akar penyebab defect menunjukkan terdapat 6 akar penyebab defect diameter tidak standar dan 23 akar penyebab defect meleyot. Kemudian dari akar penyebab yang telah diidentifikasi dilakukan penilaian risiko menggunakan FMEA dengan mempertimbangkan efisiensi dan downtime yang terjadi pada mesin thermoforming. Rekomendasi perbaikan diberikan berdasarkan analisis FMEA dengan nilai RPN tertinggi. Pada penelitian ini didapatkan hasil RPN tertinggi pada defect diameter tidak standar dan meleyot disebabkan permasalahan pada valve forming. Rekomendasi yang diberikan untuk mengurangi permasalahan tersebut yaitu melakukan pengecekkan valve forming, melakukan pengecekkan komponen dan pencatatan kondisi mesin secara periodik, serta meningkatkan kinerja karyawan melalui pelatihan maupun pemberian motivasi. Apabila ketiga rekomendasi tersebut diterapkan, maka diperkirakan terjadi penurunan defect diameter tidak standar sebesar 20%, dan penurunan defect meleyot sebesar 15%.
Peningkatan Performansi Assembly Line Untuk Mereduksi Defect Voice Coil Touch Pada Perusahaan Speaker Meilia Dwi Suryani; Moses Laksono Singgih
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.37974

Abstract

Permasalahan pada Perusahaan Speaker, khususnya pada Assembly Line 1 adalah terjadinya defect Voice Coil Touch (VCT) yang cukup besar. Defect VCT merupakan defect suara yang ditimbulkan karena pergerakan voice coil tidak sesuai spesifikasi. Selama sembilan bulan terakhir (Januari-September 2018), pada Assembly Line 1 terdapat sebesar 4736 defect VCT dan menyebabkan timbulnya rework cost sebesar Rp.74.986.667. Untuk mengurangi defect VCT tersebut, maka diperlukan suatu identifikasi untuk mengetahui akar penyebab defect VCT.  Identifikasi akar penyebab dilakukan dengan Root Cause Analysis (RCA) menggunakan 5 why’s method. Selanjutnya dilakukan analisa Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan memberikan ranking penilaian tingkat keseriusan efek/dampak yang ditimbulkan, peluang terjadinya kegagalan dan kemampuan untuk mendeteksi kegagalan yang akan terjadi.  Setelah itu, dilakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN) untuk mengetahui tingkat resiko yang ditimbulkan dari terjadinya kegagalan. Nilai RPN tetinggi akan menjadi prioritas untuk melakukan suatu improvement. Berdasarkan analisa FMEA yang dilakukan, RPN tertinggi terdapat pada pemasangan voice coil yang longgar, pemasangan spider pada chassis tidak center, pengeleman magnet dan yoke dengan center yoke tidak rata, pengeleman magnet assy dan chassis assy tidak rata serta tipe center yoke salah. Adapun rekomendasi perbaikan yang diusulkan adalah melakukan upgrading sebanyak tiga kali dalam setahun, pengecekan komponen dan perlengkapan, dan menggunakan alat pencabut VCG. Penerapan rekomendasi pertama diperkirakan dapat mereduksi defect sebesar 3%, rekomendasi kedua sebesar 5%, rekomendasi ketiga 8%, kombinasi rekomendasi 1 dan 2 sebesar 8%, kombinasi rekomendasi 1 dan 3 adalah 11%, dan kombinasi rekomendasi 2 dan 3 adalah 13%, serta kombinasi rekomendasi 1,2 dan 3 adalah 20%.
Analisis dan Perbaikan Kinerja Green Supply Chain Management Perusahaan (Studi Kasus: Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java) Mamduh Abdul Jawad; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.393 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.34363

Abstract

Masyarakat disekitar wilayah JOB P-PEJ merasakan keresahan mengenai aktivitas disepanjang rantai pasok perusahaan yang berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Walaupun JOB P-PEJ menerima penghargaan PROPER Hijau dan sudah mengimplementasikan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 yang menandakan kegiatan perusahaan telah melakukan operasinya dengan tetap menjaga lingkungan hidup dan masyarakat sekitar wilayah operasi namun perusahaan masih belum memiliki sistem pengukuran kinerja Green Supply Chain Management yang merupakan aktivitas operasional yang dominan bagi perusahaan sehingga perusahaan tidak mengetahui aktivitas mana dalam rantai pasoknya yang perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kinerja GSCM perusahaan. Hasil penelitian ini teridentifikasi 25 indikator kinerja dari 5 proses yang sesuai digunakan dalam pengukuran kinerja GSCM JOB P-PEJ. Secara keseluruhan kinerja GSCM perusahaan mendapatkan nilai 83 yang masuk dalam kategori “good”, namun terdapat lima indikator yang memiliki nilai kinerja kurang baik dan selanjutnya dilakukan perumusan perbaikan yang menghasilkan prioritas tindakan perbaikan melewati pelatihan manajemen aset yang mempertimbangkan aspek lingkugan sebagai bentuk peningkatan pengelolaan rantai pasok dan lingkungan perusahaan secara menyeluruh dan berkelanjutan
Pengaruh Variasi Kuat Arus Terhadap Ketebalan, Kekerasa dan Ketahana Korosi Hasil Elektroplating Nikel-Hard Chromium Pada Baja AISI 4340 Kevin Bimariga; Lukman Noerochiem
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5211.741 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38327

Abstract

Elektroplating hard chromium merupakan salah satu jenis metode pelapisan yang sering digunakan untuk memberikan sifat tahan korosi dan tahan aus karena sifatnya yang keras, namun banyak jenis cacat yang terjadi pada hasilnya salah satu faktor penyebabnya adalah kuat arus yang tidak optimal. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh kuat arus terhadap hasil pelapisan hard chromium. Dalam penelitian ini, sebelum pelapisan hard chromium, akan diberikan lapisan dasar dengan menggunakan metode elektroplating juga yaitu berupa lapisan nikel tanpa variasi dengan larutan nikel sulfat (Ni2SO4) sebagai elektrolitnya. Namun sebelum proses pelapisan, spesimen akan diberikan perlakuan berupa degreasing yang berupa pencelupan spesimen dalam larutan 150/g/l NaOH selama 5-15 menit dan setelah itu diberikan perlakuan pickling yang berupa pencelupan spesimen pada larutan 200g/l H2SO4 selama 5-10 detik. Pada proses pelapisan hard chromium akan diterapkan variasi kuat arus dengan variasi 0,2 A, 0,4 A, 0,6 A, dan 0,8 A dimana sumber lapisan endanpan krom berasal larutan CrO3 sebagai sumber deposit kromnya. Sampel akan diuji dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan SEM-EDX untuk mengetahui komposisi lapisan dan SEM Cross Section untuk ketebalan lapisannya. Untuk menguji kekerasannya akan dilakukan pengujian microhardness vickers test, sedangkan untuk mengetahui sifat ketahanan korosinya, akan dilakukan dengan Tafel test dengan media korosif HCl 0,5 M. Hasil pengujian XRD menunjukkan bahwa intensitas krom tertinggi terdapat pada sampel dengan variasi kuat arus 0,8 A dengan peak pada 2θ 44,5274o, 64,8058o, dan 82,2202o, juga pada variasi kuat arus yang sama tercapai kekerasan tertinggi sebesar 522,03 VHN, dan laju korosi terendah dengan laju 0,012318 mm/a dan juga ketebalan lapisan tertinggi dengan ketebalan 57,467µm
Pra-Desain Pabrik Pembuatan Natrium Karbonat (Soda Abu) Dengan Menggunakan Proses Solvay Retno Dwi Nyamiati; Arnesya Ramadhani; Siti Nurkhamdah; Yeni Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.39038

Abstract

Berkembangnya ilmu dan teknologi menuntut bangsa Indonesia untuk mengembangkan sektor industri, salah satunya adalah pabrik bahan kimia. Kebutuhan akan bahan-bahan kimia di dalam negeri perlu ditingkatkan untuk menuju kemandirian di bidang industri kimia. Natrium karbonat (Na2CO3) atau yang biasa dikenal dengan Soda Ash merupakan salah satu komoditi ekspor atau impor terbesar di dunia. Dalam tahun 2005, kapasitas total produksi Na2CO3 di dunia sekitar 48 juta metric ton. Produsen Na2CO3 yang paling besar adalah kawasan Asia Timur yaitu China dan kawasan Amerika Utara yaitu USA & Meksiko. Terdapat beberapa proses pembuatan natrium karbonat, yaitu proses secara alami dan secara sintesis. Proses terpilih yaitu dengan menggunakan proses solvay dimana terdapat empat tahapan proses dalam pembuatan natrium karbonat (soda abu) yaitu brine purification, lime section, ammonia absorption dan carbonation column serta calcination section. Pabrik natrium karbonat ini akan didirikan di Arosbaya, Bangkalan Madura, Jawa Timur dengan estimasi waktu mulai produksi pada tahun 2021. Berdasarkan Analisa ekonomi untuk kapasitas 185.000 ton/tahun, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 22,3 % pada suku bunga per-tahun 12 % dan laju inflasi sebesa 4,36 %. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4,511 tahundan titik impas (BEP) sebesar 20,3 %.